
Hari itu Mike disibukkan dengan mendatangi beberapa perusahaannya yang ada di kota itu . Bertemu dengan beberapa petinggi untuk menanyakan perkembangan perusahaannya .
Hingga sore hari baru ia bisa merenggangkan ototnya . Mike berusaha cepat menyelesaikan urusannya agar bisa cepat pulang dan bertemu dengan istri kecilnya lagi . Lima hari ini sangat menyiksanya , teknologi di ponselnya pun tak mampu mengobati rindunya yang membuncah .
Rasanya tak cukup jika hanya berkirim pesan atau pun vcall tanpa bertatap muka langsung . Mike rindu dengan aroma tubuh istrinya , rindu mendengar tawanya . Malam ini Mike tidak punya rencana keluar , dia memesan makan malamnya untuk diantar ke kamar hotelnya .
Dengan bersandar di dash board ranjang Mike fokus dengan laptop di pangkuannya . Dia membaca beberapa email yang Robert kirimkan padanya . Mike hanya mengenakan training warna hitam tanpa memakai atasan . Dia memang lebih suka Shirtless jika ada di dalam kamar .
Bel pintu kamarnya berbunyi dan kebetulan memang Mike tidak menguncinya karena ia tahu pasti layanan restoran akan segera datang . Seorang pelayan datang membawa meja troli berisi makanan dan minuman yang tadi ia pesan .
Mike tetap melanjutkan kegiatannya tanpa sedikit pun melihat ke arah si pelayan yang sedang menata makanan di sebuah meja .
Selesai menata makanan si pelayan tetap berdiri di tempatnya , bahkan saat ini ia sedang menatap laki laki shirtless yang memanjakan matanya .
" Segera pergi dari sini , atau kupastikan besok kau tidak akan pernah bisa lagi menginjakkan kakimu di gedung ini " ucap Mike datar dengan mata masih fokus pada layar laptopnya . Dia tahu wanita itu sudah lancang menatap tubuhnya .
Tapi bukannya pergi pelayan itu tetap tak bergeming dari tempatnya .
" Sepertinya kau memang perlu diajari sopan santun nona , perlu kuseret keluar ??!! " dengan sedikit kasar Mike kemudian menutup laptopnya , hingga terdengar suara yang sangat ia kenal dari arah pintunya .
" Siapa yang ingin kau seret keluar ? Sebelum kau menyentuhnya Mommy akan kutuk kamu jadi lebih tampan "
Mike hampir tidak percaya dengan apa yang ia lihat . Mommy Bia sedang berkacak pinggang di depan pintu , kemudian pandangannya beralih pada wanita yang tadi Mike anggap sebagai pelayan restoran .
" Sayang ... " gumamnya seakan masih tak percaya dengan penglihatannya .
Sejurus kemudian kesadarannya kembali ketika melihat dua wanita yang ia cintai telah berada di ambang pintu . Sontak ia langsung bangkit dan mengejar keduanya .
" Sayang !! Jangan pergi !! " Mike berlari ingin menggapai tubuh istrinya .
" Stop !! Berhenti disitu ... Malam ini Mika tidur dengan Mommy . Kau sendiri yang tadi mengusirnya , jika kau tak amnesia !! "
" Tapi tadi ... "
" Tidak ada tapi tapian !! Capek capek kesini cuma di bentak bentak ... enak saja !! Ayo sayang kita istirahat di kamar Mommy . Malam ini Daddy lagi ada urusan di Bali "
Mike tak menyerah , ia kembali membujuk istri kecilnya agar tetap mau menemaninya dikamar karena ia tahu tak akan bisa membujuk Mommynya .
__ADS_1
" Sweety , dosa loh ketemu suami engga cium tangan " dan usahanya berhasil Mika mendekat dan meraih tangannya .
" Lebih dosa mengusir istri sendiri padahal udah di bela belain jauh jauh kesini " sahut Mommy Bia tak mau kalah .
" Tadi cuma salah paham Mom , please !! Sayang maafin Abi ya , tadi Abi nggak tahu kalau itu kamu "
Mika hanya menggeleng gelengkan kepala melihat interaksi ibu dan anak itu . Mika tahu Mike tak bermaksud mengusirnya , tapi tadi hatinya sempat terasa nyeri ketika mendengar suara bentakan Mike yang menggelegar .
" Kita makan sama sama aja yuk Mom , tadi Mika bawa kepiting jumbo dimasak saus tiram sama udang goreng tepung kesukaan Mommy "
Mata Bia langsung berbinar ketika mendengar makanan . Dari siang memang dia belum sempat makan . Pagi tadi Bisma tiba tiba harus pergi ke Bali karena urusan pekerjaan yang harus diselesaikan . Bia akhirnya mengajak Mika untuk ikut pergi kesana , tapi sayangnya Mika malah ingin menyusul suaminya di Surabaya .
Karena tak tega membiarkan Mika sendirian maka Bia memutuskan untuk mengantarkan menantunya untuk bertemu Mike , dan dia akan menyusul suaminya keesokan paginya .
Mereka tiba saat hari sudah malam , daripada makan berdua di restoran Bia mempunyai ide agar mereka makan bersama di kamar Mike sekalian untuk memberi surprise pada putranya tersebut . Nyatanya harapannya meleset jauh , bukannya terkejut Mike malah membentak bentak menantu kesayangannya .
Mike tersenyum bahagia melihat Mika melayaninya saat makan . Dengan telaten Mika menyisihkan daging kepiting di piring suaminya , ia tahu Mike sangat suka dengan semua yang berbau seafood .
" Jangan terlalu memanjakan dia sayang , ngelunjak nanti lama lama " kata Bia memandang malas putranya yang tersenyum menang padanya .
Mike tentu saja merasa menang bisa menunjukkan pada Mommynya betapa sang istri sangat mencintainya .
" Tidak usah sayang , kau layani saja bayi besarmu itu "
Mika tertawa mendengar kata kata Bia , mertuanya memang benar ... Mike akan menjadi bayi besar jika sedang bersama dirinya .
Tapi entah kenapa manjanya Mike membuat Mika tambah mencintainya . Selesai makan Mika segera merapikan meja .
" Abi tunggu disini ya , Mika mau nemenin Mommy sebentar ke kamar sebelah "
" Tapi janji jangan lama lama ya , Abi kangen banget sama kamu "
" He em "
Mika mengecup sekilas pipi suaminya , dan segera menyusul Bia ke kamarnya yang kebetulan tepat disamping kamarnya . Biar bagaimanapun Bia sudah memilih untuk menemaninya di Surabaya daripada menemani Bisma ke Bali . Mika tahu pasti mertuanya tak tega membiarkannya sendirian mencari Mike suaminya .
Mike mengambil ponselnya yang berada diatas nakas ketika mendengar benda pipih itu berbunyi . Dia langsung mengangkatnya ketika tahu bahwa. Bismalah yang menelponnya .
__ADS_1
" Ya Dad ? "
" Kau sudah bertemu mereka ?! "
" Mommy dan istri Mike maksud Daddy ? "
" He em ... Tadi Daddy sudah hubungi Pak Mukti untuk memperketat pengawalan mereka , Mommy dan Mika "
" Apa ini ada sangkut pautnya dengan Uncle Guna ?! "
" Kemarin Daddy menerima laporan kau sudah mengakuisisi semua perusahaan milik Gunadarma . Daddy tidak melarangnya , tapi caramu mungkin akan membuat dia dendam padamu "
" Dia dulu yang mulai Dad , Mike hanya mengikuti permainannya . Daddy pasti juga sudah tahu semua kejadiannya tanpa Mike bercerita " decih Mike .
" Saran Daddy jangan anggap remeh Guna dude ! Kita tidak tahu apa yang bisa ia lakukan untuk membalasmu "
" Jika dia berani menyentuh mereka walaupun seujung kuku pun , Mike sendiri yang akan mencincang tubuhnya . Mike pastikan dia sendiri yang akan memohon untuk kematiannya sendiri !! "
......
" Abi belum tidur ? "
Mike langsung menoleh ke belakang ketika mendengar suara lembut istrinya . Dia langsung menutup sambungan teleponnya dan meletakkan kembali ponselnya di atas nakas . Mike tak ingin Mika merasa takut mendengar percakapan antara dirinya dan sang Daddy .
Mike merentangkan kedua tangannya agar Mika masuk ke dalam pelukannya . Di ciumnya bertubi tubi pucuk kepala isterinya , dia suka aroma manis tubuh mungil dalam pelukannya .
" Sayaaaanngg ... Abi kangen banget "
" Mika juga kangen "
Mike mulai mencium kecil tengkuk istrinya , tangannya pun sudah mulai bergerak aktif untuk meraih apa saja yang bisa ia raih . Matanya mulai berkabut dengan nafas yang mulai berat .
" Abiiii ... "
" Ya sayang "
" Lampu merahnya masih dua hari lagi " kata Mika sambil tersenyum manis .
__ADS_1
Dan seketika Mike merasa seperti sedang terjun bebas dari jet pribadinya tanpa menggunakan parasut ....
WHHUUUZZZZZ ....