
Sepanjang perjalanan setelah mengantar gadisnya pulang Reyhan selalu menyunggingkan senyum , masih teringat kata kata gadisnya yang menyebutkan bahwa dia adalah ' sayangnya Mika ' . Ditambah lagi tadi Mika dengan telaten mengobati luka lukanya akibat berkelahi dengan pria brengsek itu . Sumpah demi apapun dia rela tiap hari terluka jika gadisnya akan selalu memberinya perhatian seperti tadi .
Lamunannya buyar ketika mendengar bunyi dering ponselnya . Reyhan terkejut melihat nama yang terpampang di layar pipihnya .
" Ya Tuhan papa !!! "
Reyhan sampai melupakan bahwa dia sudah berjanji pada papanya akan mulai datang langsung ke perusahaan setelah pulang sekolah untuk belajar walaupun sedikit demi sedikit . Satria juga sudah berulangkali memintanya untuk belajar mengurus perusahaan .
Untuk saat ini memang ia belum diijinkan papanya terjun langsung , tapi setidaknya ia bisa melihat seperti apa papanya atau kakaknya memimpin perusahaan ini . Karena mau tidak mau dia adalah salah satu pewaris Wiratama Corp yang punya tanggung jawab besar di masa depan .
Dalam beberapa menit setelah memacu kendaraannya ia sampai di perusahaan milik papanya . Ia bergegas menuju kantor sang papa sampai melupakan puluhan panggilan yang dilakukan papanya .
Dengan terengah engah sampai juga akhirnya ia di depan kantor milik sang papa .
TOK .. TOKK
Setelah mengetuk pintu Reyhan membuka pintu ruangan papanya , Munir tampak masih disibukkan dengan beberapa berkas di depannya . Perlahan ia mendekat dan duduk di sofa yang tepat berada didepan meja sang papa .
PLETAKKK ..
Reyhan mengaduh ketika sebuah pulpen mendarat di kepalanya dan dia tahu benar siapa pelakunya .
" Haisshh .. anak ini selalu membuatku darah tinggi . Apa ponselmu rusak hingga kau tak mendengar ataupun tahu papa menghubungimu dari tadi hahh ?!!" Munir berkata dengan kedua mata yang masih fokus pada berkas berkas di mejanya .
" Maaf Pa , Reyhan benar benar lupa kalau hari ini Reyhan sudah berjanji akan ikut meeting dengan papa " Reyhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal . la yakin sebentar lagi ' bom ' itu pasti akan meledak .
" Apa dia terlalu cantik hingga kau bisa melupakan janjimu pada papamu ??!! "
Reyhan spontan menoleh kepada sang papa yang terlihat masih disibukkan dengan berkas berkasnya . Dahinya berkerut , bagaimana papanya bisa tahu kalau dia baru saja keluar dengan seorang gadis .
Munir bangkit dari duduknya dan berjalan menuju sofa dimana putranya sedang termangu . Ditepuknya bahu putra bungsunya sedikit keras agar Reyhan tidak melanjutkan lamunannya .
" Benar kata kakakmu , Baby Mika punya kekuatan yang luar biasa " Munir kemudian duduk tepat disisi putranya . Tapi Reyhan masih tidak tahu arah pembicaraan papanya .
__ADS_1
" Baby Mika ? " Reyhan mengulang kata kata papanya karena nama itu memang tidak asing untuknya . Munir terkekeh melihat kebingungan putranya yang masih berlanjut .
" Bukankah kau melupakan janjimu pada papamu hanya untuk jalan jalan bersama Baby Mika anak nakal ?!! "
" Papa tahu ? "
" Papa tahu semua tentang putra putraku . Kau dan Satria adalah segalanya bagi papa . Cuma kadang kau berpikir papa lebih sayang kakakmu hanya karena papa percayakan semua padanya "
" Pa .... " Reyhan mencoba menyela kata kata papanya , tapi Munir mengangkat sebelah tangannya tanda bahwa ia tidak ingin kata katanya disela .
" Selama ini kau memang belum papa beri tanggung jawab apapun di bisnis papa . Karena usiamu memang belum cukup untuk papa beri tanggung jawab . Perusahaan ini menaungi ribuan bahkan jutaan pegawai , mereka bekerja untuk menafkahi keluarganya . Dan papa selalu menempatkan mereka sebagai prioritas , nasib mereka berada dalam genggaman papa "
Reyhan mendengarkan Munir dengan kepala menunduk , selama ini memang ia merasa di anak tirikan oleh papanya soal tanggung jawab . Tapi ia tahu papa dan kakaknya amat sangat menyayanginya .
" Papa terlalu keras menggembleng kakakmu , papa tahu itu . Dulu bahkan Satria pernah ingin lari ke rumah mama , ingin hidup bersama
kalian . Tapi entah kenapa ia mengurungkan niatnya dan bertahan sampai sekarang "
Ada sedikit sesal telah membenci papanya karena mengira bahwa papanya tidak menyayanginya . la tak menyangka Satria pun pernah terpuruk dan ingin menyerah .
" Kau heran kenapa papa memanggilnya dengan sebutan Baby Mika ? Satria pun pernah protes dengan panggilan itu , dia bilang Mika sudah bukan seorang baby lagi "
Reyhan masih mendengarkan papanya , hatinya menghangat karena baru kali ini mereka duduk berdua dan berbicara selayaknya ayah dan anak . Biasanya mereka selalu bertemu dengan suasana yang terasa formal . Reyhan hanya akan berkeluh kesah jika bersama Satria . Satria yang selama ini menjadi mentor , teman dan guru terbaik untuknya .
" Kau pasti sudah mendengar cerita tentang papa saat kecelakaan di Jogja . Beberapa hari sebelum papa memutuskan kembali ke Jakarta saat itu Baby Mika lahir . Papa yang menggendongnya setelah kelahirannya , dia bayi yang cantik sekali . Saat itu papa sudah menganggapnya sebagai putri papa sendiri "
" Reyhan juga mau minta maaf sama papa "
" Untuk ?? "
" Reyhan pernah mengira papa dan Mika punya hubungan khusus soalnya Reyhan pernah beberapa kali melihat kebersamaan kalian "
" Ha ... ha ... ha !! "
__ADS_1
Bukannya tersinggung Munir malah merasa geli dengan tuduhan putranya . Dituduh berselingkuh dengan perempuan yang sudah ia anggap sebagai putri kandungnya adalah hal yang konyol baginya .
" Kau sangat lucu ... kenapa hanya papa ? Kakakmu malah lebih overprotektif pada baby Mika . Dia pernah ratakan dua perusahaan sekaligus hanya untuk memberi peringatan pada dua temanmu yang sudah mencelakakan Baby Mika , walaupun kau sudah urus dua wanita ular itu "
Reyhan menatap papanya seakan bertanya darimana dia tau semua kejadian itu dan Munir sangat paham arti tatapan itu .
" Papa tau semua yang anak anak papa lakukan , bahkan luka itu papa tahu persis karena apa . Papa harap kau lebih hati hati , pandai pandai lah bersikap kedepannya . Tidak semua hal harus diselesaikan dengan adu otot . Michael Dananjaya ... putra dari Bisma Dananjaya . Memang bukan pesaing kita tapi Bisma juga seorang pengusaha sukses yang disegani "
" lya , Reyhan minta maaf . Reyhan janji kedepannya akan menjadi lebih baik lagi dan bisa menjadi putra kebanggaan papa "
Munir tersenyum lebar mendengar penuturan putranya , dia senang Reyhan bisa bersikap lebih terbuka padanya .
" Kau tahu apa yang paling menyebalkan ? "
Reyhan menggeleng dengan cepat ketika papanya bertanya hal yang tidak dia mengerti .
" Satria selalu menghindar jika papa berbicara soal cucu . Bahkan dia lari sampai ke Dubai agar terhindar dari permintaan papa itu . Heran papa , apa yang kurang dari kakakmu ? Sampai sekarang belum pernah papa lihat ia dekat dengan seorang wanita . Terus kapan papa punya cucu ? Papa ingin mansion ramai dengan cucu cucu papa , ingin menemani mereka bermain . Semakin kesini kalian sibuk dengan urusan kalian masing masing. , tak pernah lagi ingat sama papa "
" Ooooo .. papa mau cucu ? Ckk gampang itu sih nanti Reyhan bikinin "
PLAKKK ..
Munir menepuk bahu Reyhan dengan keras setelah mendengar jawaban konyol sang putra .
" Awas kalau kau macam macam !! "
" Ha .. ha .. tadi kan papa yang minta cucu . Reyhan cuma mencoba untuk mengabulkan "
" Papa kebiri kamu jika berani aneh aneh "
Reyhan terus saja menggoda papanya hingga sang papa marah marah tak tentu . Tapi Reyhan sangat menikmati kemarahan papanya kali ini karena dibalik kemarahannya ada kehangatan kasih seorang papa .
Ya , sore itu hubungan ayah dan anak kembali membaik .
__ADS_1