
Setelah selesai dengan gym nya akhirnya mereka pulang , Sita yang mengantarkannya pulang . Walau tadi sempat terjadi drama Mike yang memaksa ingin mengantar pulang Mika . Dengan alasan tadi Sita yang menjemputnya maka Sita juga yang wajib mengantarnya pulang , Mike akhirnya mengalah dengan ganti meminta nomor ponsel Mika .
" Gorilla itu kayaknya naksir sama kamu , terima aja ! Kayaknya dia baik orangnya , ya cuma sedikit pemaksa sih " kata Sita kepada Mika yang duduk bersamanya di jok depan .
Sita ingin Mika move on dari Reyhan yang ia tahu selalu menyakiti sahabatnya itu . Keposesifan Reyhan malah selalu jadi boomerang bagi Mika . Bukannya melindungi keposesifan itu selalu berakhir dengan menyakiti . Dan Sita ingin Mika mendapat yang terbaik , yang bisa menjaga dan ' ngemong ' sahabatnya yang memang sedikit manja itu .
" Mika belum mikir soal itu , kuliah lulus dulu trus dapet kerja dan bisa bahagiain ayah ibu . ltu yang jadi prioritas Mika sekarang "
" Trus kalo gorilla itu maksa juga gimana ? "
" Tinggal kasih pisang pergi deh dia "
" Ha ... ha ... ha !!! '
Sita tertawa terbahak mendengar jawaban yang terasa lucu di kupingnya . ltu yang dia suka dari Mika , bersahabat dengan Mika dia bisa menemukan ketulusan dan kejujuran . Kadang polah gadis itu bisa membuatnya tertawa kadang juga bisa merasakan kesedihannya , hari hatinya terasa lebih berwarna .
Tak dipungkiri Mika memang mulai menjaga jarak dari Reyhan . Dia tak ingin memberi harapan palsu pada laki laki itu . Satu tahun ini dia sudah bisa berpikir bahwa dia akan sulit untuk membuka hatinya pada mantan tunangannya itu . Reyhan sendirilah yang menutup hati Mika sebelum hati itu terbuka dengan sempurna . Reyhan sendiri yang menginjak injak benih cinta yang mulai tumbuh dihatinya .
#
" Arrgghhhh ... !! "
Sebuah teriakan menggema di sebuah apartemen mewah di kota London . Laki.laki muda itu menghantam tembok kamar dengan kedua tangannya . Pikirannya kalut karena pesan yang ia kirim pada seorang gadis belum juga terbaca , padahal sudah ia kirim sejak dini hari tadi .
Sejak ada di London Mika seperti sedikit menghindarinya , ia tahu gadis itu akan cukup lama marah padanya . Tapi ini sudah satu tahun , Mika tetap saja tidak berubah . Padahal dulu ia berpikir lambat taun gadis itu akan kembali menjadi Mikanya yang dulu . Yang mulai bisa manja padanya , bahkan ia ingat betul sebelum si brengsek mengirimkan foto foto itu gadisnya akan memanggilnya dengan sebutan ' Abang sayang ' .
Tapi sepertinya ia harus mengubur impiannya agar Mika kembali seperti dulu lagi . Gadis itu jarang sekali menerima telponnya , sekali menerima ia hanya akan menjawab pertanyaan Reyhan seperlunya . Tidak ada lagi canda tawa seperti biasanya . Jika ia berkirim pesan pun tidak pernah langsung dibaca , apalagi dijawab . Sungguh hukuman ini amat sangat menyiksanya .
lngin sekali ia pulang ke lndonesia untuk menemui Mika , tapi ia selalu teringat dengan pesan mamanya . Semakin ia menggebu ingin memiliki gadis itu , maka Mika akan semakin jauh . Lisa berpesan agar Reyhan menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu dan menjadi orang hebat agar bisa mengejar kembali cintanya . la harus berubah , tapi ia rasa semua sangat sulit dilakukannya .
Ponselnya tiba tiba berbunyi , dan ia melihat seorang temannya bernama Joe sedang memanggilnya . Joe adalah salah satu teman dari lndonesia yang juga bersekolah di universitas yang sama dengannya . Joe berasal dari kota Surabaya .
__ADS_1
" Yes Joe ? "
" ..... "
" Ya sudah tunggu aku disana "
" ....... "
Ternyata Joe mengajaknya clubbing malam ini , biasanya Reyhan akan selalu menolak tapi entah kali ini ia malah mengiyakan ajakan itu . segera ia melajukan mobilnya kempat dimana Joe dan teman teman yang lain berada .
" Haii our prince akhirnya gabung juga sama kita " Joe menyambut kedatangan Reyhan dengan senyum lebar . Dan Reyhan hanya menanggapi dengan muka datar .
Ternyata bukan cuma laki.laki yang sudah kumpul disana , ada juga teman teman wanita sekampus yang datang . Hampir semua berpakaian sangat minim . Tapi Reyhan sama sekali tidak meliriknya , baginya tak ada yang sempurna selain Mika .
Mereka semua duduk dalam sebuah sofa melingkar di sebuah private room , empat laki laki dan tiga orang wanita . Tak lama mereka terlibat dalam pembicaraan ringan yang kadang membuat mereka tertawa . Hanya Reyhan yang tidak memesan minuman beralkohol .
Dia dan kakaknya dari kecil di didik keras untuk tidak menyentuh minuman haram itu . Walau pernah melanggarnya hanya karena rasa penasaran ingin tahu rasanya , tapi cukup sekali itu . Reyhan tahu batasannya . Lagipula sang kakak entah bagaimana selalu tahu apa yang dilakukannya walau dia melakukannya secara diam diam .
Seorang wanita bernama Nita menyapa Reyhan dengan gaya seksinya . Memakai baju berwarna merah model Sabrina yang memperlihatkan hampir separuh buah dadanya . Rambut panjangnya ia ikat ke atas hingga terlihat leher putih jenjangnya .
Bukannya tertarik , Reyhan bahkan tidak melirik sedikitpun pada salah satu teman kampusnya itu . Nita mendengus kesal karena usahanya untuk menarik perhatian singa kutub itu tidak berhasil . Reyhan memang dikenal sebagai pribadi yang sangat dingin .
Sudah lama Nita sangat tertarik dengan seorang Reyhan , dengan segala keangkuhan dan kearoganannya membuat laki laki itu sangat menarik di matanya . Dia sangat tertantang untuk menaklukkan laki laki tampan yang sangat dingin itu , apalagi Nita dikenal sebagai salah satu primadona kampus yang terkenal mampu membuat leleh lawan jenisnya .
" Rey !! turun yuk , pegel ni badan lama ngga gerak " Joe mengajak Reyhan untuk melantai , bergerak mengikuti hentakan musik .
" Nggak , elo aja " jawab Rey datar .
Joe dan keempat temannya pergi melantai , sedang Nita sengaja bertahan di tempat itu agar bisa lebih dekat dengan Reyhan . Dia duduk tepat disamping singa kutub itu .
" Apa kau selalu seperti ini jika berhadapan dengan seorang gadis ? " Nita bertanya pada Reyhan yang fokus dengan ponselnya . Seperti biasa laki laki itu seperti menganggapnya angin lalu .
__ADS_1
" Aku yakin sekali siapapun gadis yang ada di sampingmu , dia tak akan lama bertahan disisimu . Kau tahu kenapa ? Orang sepertimu akan menilai kami para wanita hanya dengan sudut pandangmu sendiri "
Reyhan memang masih asyik dengan ponselnya tapi dia dengan jelas bisa mendengar semua yang dikatakan gadis disampingnya . Karena ruangan yang mereka tempati saat ini adalah ruangan private room yang sengaja disewa Joe agar mereka tidak terganggu suara bising musik di lantai dasar . Mereka cukup sering berkumpul disitu sekedar minum minum dan ngobrol melepas penat .
" Aku tahu dengan dandanan dan pakaian aku seperti ini kau pasti berpikir aku adalah wanita murahan , benarkan ? Tapi tidak semua yang kau lihat sesuai dengan kenyataan " lanjut Nita sambil menyandarkan punggungnya ke sofa .
Reyhan mengallihkan pandangannya pada perempuan disampingnya . Dia merasa sedang dihakimi walau semua yang wanita ucapkan itu sangat benar . Dulu bahkan dia menuduh wanita yang dicintainya dengan sangat buruk hanya karena bukti yang hanya ia lihat dengan matanya . Tanpa menyelidiki kebenarannya . Dia lebih percaya matanya daripada dengan hatinya . Dan itu yang menyebabkan Mika menjauh darinya .
" Perempuan baik baik tak akan berpakaian seperti itu " ucap Reyhan datar .
" Ha .. ha .. ha kau ternyata bisa melucu Rey ! Kau bisa lihat itu ?! " Nita menunjuk ke arah kelima temannya yang sedang asyik mengikuti irama .
Reyhan melihat salah satu teman laki laki Joe yang sedang menari dengan seorang wanita bertubuh sintal dengan pakaian sangat minim .
" Dia Thomas , dia adalah mahasiswa panutan di kampus kita . Di kampus dia berpakaian seperti Harry Potter kemeja , celana jeans dan kacamata yang menambah kesan bahwa dia good boy . Semua nilainya selalu di atas rata rata . Tapi tahukah kau ?!! Setiap malam ia selalu mencari ****** untuk memuaskan hasratnya , semua yang pernah menjadi pacarnya sudah ia tiduri . Bahkan ada guru perempuan yang sudah berhasil ia takhlukkan "
" Termasuk kau ?!! "
" Ha .. ha .. terimakasih atas pujianmu , kuanggap itu sebuah pujian darimu . Berkali kali dia mendekatiku , tapi orang brengsek seperti dia tak akan bisa menyentuhku walau seujung kuku pun "
" Berarti kau pernah tidur dengan orang yang tidak brengsek ? " tanya Reyhan semakin sinis pada Nita .
Tapi sepertinya Nita tidak tersinggung sama sekali . Dia tidak pernah menggunakan emosinya saat menanggapi Reyhan .
" Apa kau sudah ingin tahu tentang diriku tuan Reyhan Wiratama ? "
DEGGG ..
Reyhan sontak terdiam mendengan kata Nita yang menyebutnya ' tuan Reyhan Wiratama ' , dia ingat ketika terakhir menyakiti Mika . Gadis itu juga menyebutnya dengan panggilan seperti itu .
" Mikaaaaa ..... maafkan aku sayang"
__ADS_1
Nita menatap laki laki disampingnya yang menenggak habis minumannya setelah menyebutkan nama gadis yang tidak ia kenal . Nita juga mendengar singa kutub itu meminta maaf pada gadis yang tadi ia sebut .