
Reyhan melangkah keluar ruang perpustakaan setelah menyakiti gadis yang bahkan beberapa hari yang lalu telah ia klaim sebagai gadisnya .Seperti halnya Mika , hatinya pun saat ini hancur . Jauh di lubuk hatinya sebenarnya ia tidak tega menyakiti Mika .Mata bulat itu seakan bingung dengan kemarahannya . Tapi dia tidak akan pernah tertipu oleh kepolosan itu lagi . Otaknya sudah dipenuhi bayang bayang kebersamaan papanya dan gadis itu , kecemburuan menguasai hatinya . Dan itu membuat emosinya serasa berada dipuncak kepalanya .
Keluar dari ruangan ia segera menuju lapangan basket tempat teman temannya berkumpul . Reyhan merebut botol air mineral dingin yang dipegang oleh Arman . Bukannya diminum air dingin itu malah ia guyurkan ke kepalanya sendiri dan membuat sebagian bajunya basah .
Para hawa yang berada dipinggir lapangan dibuat menjerit histeris melihat pemandangan itu . Bagaimana tidak ? Adegan penyiraman itu malah membuat tubuh berotot itu semakin tercetak jelas . Rambut dan muka yang ganteng di atas rata rata itu terlihat semakin seksi di mata mereka .
" Whooii .. ke belakang yukk , mulai berisik disini . Romeo bikin ulah lagi " celetuk Rendy mengajak teman temannya untuk istirahat di belakang gudang , seperti biasanya . Rendy juga ingin bertanya pada Reyhan tentang masalah yang sedang Reyhan sembunyikan .
Mereka berlima segera pergi dari lapangan itu karena terganggu dengan teriakan teriakan para hawa yang mengagumi mereka .
" Loe sebenernya kenapa sih Rey ? Habis obat loe hahh !! Gue liat dari kemarin kaya perawan lagi dapet loe , marah melulu . Trus ngapain loe cuekin incess gue ?!! Udah kita bilang dari dulu kan kalau emang loe ngga niat sama dia , gue .. eh kita maju buat rebut hatinya " kata Rendy seperti emak emak kos kosan sedang menceramahi anak kostnya .
" Tullllll ... !!! " teriak mereka berempat kompak .
" Buat gue aja , lagi jomblo gue " celetuk Dion yang dibarengi lemparan botol oleh Rendy .
" Sinta mau loe kemanain hah ?!! "
" Ngga usah rebutan , Mika juga pasti pilih gue . Secara gue lebih ganteng dari kalian " sahut Arman ikut nimbrung obrolan unfaedah itu .
" Ngga rela gue , masa little angel yang cantiknya audzubilah dipasangin sama setan kaya elo " kata Suta sambil terkekeh .
" Gue setan ... Elo iblisnya " tukas Arman sinis .
" Aelahhhh ... sama sama setan dilarang saling ngatain "
" BERISIKKKK ... kalian berempat pun bakal dia layanin kalau loe pada punya duit " kata Reyhan datar .
Rendy dan teman temannya terkejut mendengar kata kata Reyhan yang sangat tidak pantas diucapkan pada Mika . Bahkan Rendy sempat ingin meraih baju sepupunya itu , ingin menonjok lebih tepatnya tapi ketiga temannya mencegahnya . Rendy terbawa emosi , dia tidak percaya dengan pendengarannya . Reyhan yang sangat menjaga dan melindungi Mika bisa melontarkan kata kata yang sangat merendahkan gadis itu .
__ADS_1
" Denger nih ya , gue mungkin yang paling brengsek diantara kalian . Tapi gue ngga akan pernah ngerendahin cewek kayak loe .Apalagi cewek kayak Mika . Mending pulang sekolah loe dateng ke dokter mata . Katarak loe " ucap sinis Arman sambil melangkah menjauh dari tempat itu diikuti oleh ketiga temannya .
Mereka semua kecewa dengan sikap Reyhan yang menurut mereka sudah keterlaluan . Reyhan yang biasanya paling ' waras ' diantara mereka malah berubah menjadi sosok menyebalkan .
Reyhan pun sedang merutuki dirinya sendiri , sekali lagi dia terbawa emosinya . Ada sesal dilubuk hatinya telah merendahkan Mika di depan teman temannya . Tapi nasi telah menjadi bubur . Ia yakin dengan semua yang berada di otaknya , ia yakin suatu saat bisa membuktikan pada keempat temannya bahwa semua kata katanya adalah benar .
#
" Mikaa .. "
Mika menoleh dan terkejut ketika seseorang melihatnya dalam keadaan seperti itu . Dengan terburu buru ia mengelap kasar air mata dengan kedua tangan mungilnya .
" Bayuuu .. "
Bayu melangkah mendekati gadis yang masih terduduk itu , kemudian dia duduk di sebelahnya .
" Kalau masih mau nangis ya nangis aja ngga usah ditahan . Keluarin semua biar lega . Setelah itu keluar dari tempat ini dengan tersenyum , Mika yang gue kenal adalah gadis yang kuat ! Loe ngga sendiri , loe masih punya gue dan temen temen . Life must go on . Sebentar lagi kita ujian ,singkirin dulu penyakit penyakit yang bikin fokus kita hilang "
Benar kata Bayu , sebentar lagi mereka menghadapi ujian kelulusan . Tak seharusnya ia larut dalam masalah yang membuat konsentrasinya pecah . Mika tak ingin membuat ayah dan ibunya kecewa dengan nilai akademik yang tidak bagus . Apalagi dia cuma seorang siswi dari jalur beasiswa .
" Bay .. makasih ya . Tapi kok loe tahu gue ada disini sih ? "
" Lha tadi loe sendiri yang bilang mau kesini kan ? Anemia loe ? "
" Amnesia Bay .."
" Janganlah .. masa amnesia . Ngga redho gue kalo amnesia kan loe bisa lupa semuanya . kalo anemia loe bisa lupa semua kecuali gue ! Makhluk paling ganteng sejagat raya "
Mika tersenyum lebar mendengar kata kata konyol dari temannya ini . Pada kenyataannya Bayu memang selalu menghiburnya dengan kelakuan kelakuan konyolnya .
__ADS_1
" Gitu dong senyum , jelek tau kalau lagi mewek mewek kaya tadi "
" Bayuuu .. !!! " Mika mencubit lengan laki laki yang masih setia duduk disebelahnya itu . Mika tidak akan pernah melupakan penghinaan yang Reyhan lakukan , tapi dia harus kuat . Masih banyak hal yang harus dia lalui kedepannya . Kerikil kerikil kecil tak akan melemahkan tekadnya untuk membuat kedua orang tuanya bangga dan bahagia .
Seperti biasa pulang sekolah Mika selalu menunggu sebentar agar koridor tidak terlalu ramai berdesakan murid yang pulang sekolah .
Kali ini Bayu berkeras menemaninya walau Mika sudah menyuruhnya untuk pulang duluan .
Ketika duduk didepan kelas Bayu terlihat mengeluarkan kotak kecil yang dibungkus dengan warna pink dengan pita besar diatasnya .
" Happy sweet seventeen ya .. ini buat kamu "
" Lho kok Bayu tau hari ini Mika ulang tahun ? trus ini buat Mika ? " Mika menerima kotak kecil itu
" Gue kan sodaranya conan , apa sih yang ngga gue tau dari elo Mik " jawab Bayu sombong tapi malah terasa lucu bagi mika .
" Yuk Bay pulang , udah ngga rame banget " ajak Mika segera bangkit dan memasukkan kotak pemberian Bayu kebdalam tas . Tiba tiba suara bariton mengagetkannya ...
" See ? Siapa pun yang bisa ngasih dia sesuatu pasti bakal dia layanin " Reyhan dan ke empat temannya sudah berdiri di depan mereka berdua .
" Ckk mulai ember nih lambe t*rah " Rendy berdecak kesal melihat ulah sepupunya . Rendy segera berjalan menuju gadis yang masih diam itu , mata gadis itu menatap Reyhan sangat tajam .
" lncess kita pergi aja , ngga usah loe dengerin dia . Kesambet janda bolong dia lagi " Rendy merangkul bahu gadis mungil yang terlihat sedih walau tatapannya masih tajam pada Reyhan .
" Turunin tangan loe bangs*t " Reyhan melepas kasar tangan Rendy yang merangkul bahu Mika .
" Emang sarap loe Rey " Bayu yang dari tadi diam akhirnya angkat suara . Bayu merasa sangat kesal pada Reyhan , pria posesif menjurus ke bucin akut itu dari tadi menghina Mika tapi ketika gadis itu mendapat dukungan malah Reyhan terlihat cemburu .
" Gaje dasar " lanjutnya melangkah meninggalkan tempat itu .
__ADS_1
" Yuk Mika kita anter pulang ya , ketimbang liat singa ngamuk " tiga sekawan kompak berjalan disamping Mika Rendy dan Bayu yang sudah terlebih dulu melangkah pergi .
Reyhan melihat teman temannya pergi , ia menunduk dan mengusap kasar mukanya . Jangankan mereka , dia sendiri pun bingung pada dirinya sendiri . Hatinya juga sakit ketika dia menyakiti gadisnya . Semakin dia ingin menyakiti semakin hatinya terluka . Apalagi Mika tidak pernah sekalipun menanggapi semua ulahnya . Gadis itu selalu diam , dan Reyhan tahu gadis itu sedang mencoba untuk kuat dihadapannya .