
Setelah menyelesaikan urusan mereka di butik , Mika dan Sita kemudian menyusul Arman ke cafe miliknya sendiri untuk membahas menu makanan yang disajikan ketika hari resepsi pernikahan mereka . Dan untuk tempat Mike sudah menyediakan tempat di salah satu hotelnya yang ada di pusat kota .
Mereka mengatur sendiri semua konsep pernikahan mereka karena ingin semua benar benar berjalan sesuai keinginan mereka . Walau ada beberapa hal yang juga mereka serahkan urusannya pada Wedding Organiser .
Selain menyediakan tempat Mike juga sudah menyediakan tiket kedua pengantin berlibur di Raja Ampat Papua sebagai hadiah pernikahan mereka . Setelah menikah Arman akan membawa Sita ke Aussy karena pria itu memang sudah tinggal di sana beberapa tahun ini .
Ketika sampai di area parkir cafe milik Arman , ponsel Mika berbunyi .
" Assalamualaikum sayang "
Ternyata Mike yang menelponnya , Mika menganggukkan kepala ketika Sita menberinya tanda bahwa ia akan turun duluan dari mobil .
" Walaikumsalam Abi , ada apa ? "
" Tadi udah janji nemenin makan siang kan "
" lya .. tapi kan masih lama jam makan siangnya . Masih jam sebelas "
" Tapi Abi pengen makan sekarang .. kamu kesini ya sekarang "
" Ya udah deh tapi Mika bilang sama Kak Arman dulu sekalian mau pamit sama Sita "
" Wait ( tunggu ) !! Kamu ngga usah turun nyamperin mereka . Abi udah telpon Arman tadi ! Kamu lihat kan disamping ada mobil putih ? ltu mobil yang aku suruh untuk jemput kamu "
" Ehmm yang supirnya pakai baju hitam ya Bi ?? Mukanya angker banget sih , bikin Mika takut " kata Mika bergidik ngeri melihat supir bertampang preman dengan tubuh tinggi besar itu .
" Haisshh ... jangan gitu , dia baik banget orangnya . Namanya Pak Toyo . Dia orang kepercayaan Daddy "
" Tayo ? Kok kaya nama bis kecil biru yang dulu sering Mika tonton ya "
__ADS_1
" T O Y O bukan T A Y O sayaaaanngg ... Udah cepetan turun " ucap Mike gemas , jika saja Mika ada di depannya pasti sudah habis ia gigit . Semua tingkah polos Mika selalu saja membuatnya gemas .
Terpaksa Mika turun dari mobil milik Sita menuju mobil warna putih yang sudah ada tepat di sampingnya . Laki laki tinggi besar yang kata suaminya bernama Toyo itu langsung membungkukkan badan dan tersenyum ramah .
" Silahkan Nyonya muda ... saya antar ke kantor tuan Mike "
Mika mengangguk dan bergegas masuk ke dalam mobil . Mika masih saja ngeri melihat laki laki besar yang sudah duduk di bangku kemudi itu . Bagaimana Mika tidak takut jika orang bernama Toyo itu mempunyai banyak tato . Bahkan separuh wajahnya juga bertato dengan bekas luka sayat yang melintang di pipinya .
Untuk mengurangi takutnya Mika mengalihkan pandangannya keluar jendela . Mika tersentak kaget ketika ia seperti melihat seseorang yang sudah lama tak ia lihat . Dalam sekelebat Mika seperti melihat Reyhan ada di dalam kafe milik Arman .
Tapi Mika juga tidak mau ambil pusing , sekarang yang penting ia harus segera tiba di kantor suaminya . Karena jika tidak maka bayi besarnya itu akan menggerutu seharian , dan mungkin akan menghukumnya . Dan dapat ditebak hukuman dari suami mesumnya pasti tidak jauh jauh dari olah raga ranjang .
*
Sesaat di kafe sebelum kedatangan Mika ...
Arman terlihat sibuk dengan seorang laki laki muda di kantornya , mereka melihat laporan laporan kemajuan kafe itu beberapa tahun terakhir ini . Dua sahabat itu memang sudah lama tidak bertemu .
" Lagi di spa , capek katanya . Suta sama Dion juga pulang ke sini kan ?! "
" Mereka pulang pas hari H nya , mereka ngga bisa cuti lama lama katanya . Rendy juga , dia lagi pergi sama papanya ke Inggris "
" Sita belum kesini ? Tadi elo bilang calon bini elo mau kesini bahas menu katering "
" Jangan kira gue ngga tahu isi otak elo , awas elo bikin aneh aneh lagi ! Gue bikin elo bonyok lagi kaya dulu " kata Arman menatap malas laki laki muda di depannya .
Reyhan , pagi tadi ia sengaja datang ke kafe untuk melihat laporan perkembangan beberapa kafe yang diolahnya bersama Arman . Niatnya memang hanya sebentar karena Reyhan sudah berjanji pada Nita untuk menemaninya ke spa .
Tapi entah kenapa niatnya berubah ketika mendengar Sita dan Mika akan datang ke kafe itu . Reyhan ingin sekali melihat lagi wajah cantik yang pernah membuatnya gila itu . Ingin mendengar ocehan ocehan yang selalu membuatnya gemas untuk meraup bibir cherry itu .
__ADS_1
Gila !! Hanya mendengar namanya saja sudah membuat Reyhan sangat merindukannya . Bukan hal yang mudah baginya membuang nama Mika karena ada ruang di hatinya yang masih menyimpan nama gadis itu dengan rapat .
" Elo sama incess sudah punya jalan sendiri sendiri , dia udah bahagia dengan pernikahannya sekarang ! Mike sangat mencintainya "
" Gue tahu ... ngga akan ada pria yang ngga bisa mencintainya bila ada di dekatnya . Dia wanita istimewa ! Hanya pria bodoh yang sanggup menyakitinya ... dan itu adalah gue "
" Ckk ... nyesel sumpah gue undang elo kesini , udah bertahun tahun tetep ngga bisa berubah " ucap Arman sambil mengambil ponsel dalam sakunya yang terdengar berbunyi . Dia berpikir mungkin Sita yang menelponnya .
" Hai Mike , ada apa ?! " sapanya ketika tahu nama yang tertera di layarnya .
"' Nanti Mika nggak turun ke kafe , maaf bukan gue larang dia bantu kalian . Tapi gue ngga mau dia ketemu orang bodoh itu "
Arman menghela nafasnya panjang , sudah dia duga Mike pasti sudah tahu tentang keberadaan Reyhan di kafe itu . Mike mungkin benar , sahabat yang masih duduk didepannya itu adalah orang paling bodoh di dunia .
" That's fine ... gue paham , perlu orang gue buat antar incess ? "
" Supir gue udah ada di depan kafe elo "
Arman menutup panggilannya dan berjalan ke depan kafe , ia hanya ingin memastikan mobil dan supir yang tadi disebutkan oleh Mike . Dan dia bernafas lega ternyata mobil tersebut sudah berada di depan kafenya .
" Mika jadi kesini kan ? " tanya Reyhan yang ternyata menyusul Arman berjalan ke arah depan kafenya .
" Elo pikir !!?? "
" Ya udah gue mau nunggu dia di sini aja , gue cuma pengen ngomong sama dia "
" Bodo amat ... "
Arman melangkah kembali menuju kantornya , siang ini Reyhan benar benar menguji emosinya . Ada sesal di hatinya telah mengundang laki laki gila itu ke pernikahannya . Arman tak pernah berpikir Reyhan bisa segila ini . Tapi jika Reyhan melewati batasnya maka ia sendiri yang akan menghajarnya hingga otak laki laki itu kembali normal .
__ADS_1
Sedang Reyhan duduk di depan kafe agar bisa cepat kembali melihat bidadarinya . Dia paham kenapa Arman sangat sebal padanya . Reyhan pun juga benci ketika dia tak bisa menyembunyikan perasaannya . Entah itu cinta atau bukan , yang jelas dia ingin sekali bertemu dengan gadis Mada lalunya itu .