
Sesuai perintah tuan mudanya , pagi itu Affan sudah bersiap di depan rumah Mika untuk menjemput Mika . Affan berada di teras rumah bersama Hadi bermain catur sambil minum kopi , itupun karena Hadi memaksa agar Affan turun dari mobil untuk sekedar ngopi ngopi dulu .
Ini bukan pertama kali Affan main catur ataupun ngopi pagi bersama Hadi , tapi ia selalu canggung dengan keluarga yang notabene adalah keluarga yang tuan mudanya sangat jaga . Bagi Affan keluarga Mika sama saja dengan keluarga Tuan besarnya yaiitu Munir .
Sebuah mobil sedan mewah memasuki halaman rumah Mika , seorang gadis muda keluar dari mobil itu . Ternyata hari pertama masuk kuliah ini Sita sengaja menjemput Mika . Karena memang sering berkunjung dirumah sahabatnya ini menjadikan Hadi dan Retno sudah menganggap dia seperti putri mereka sendiri .
" Pagi Om , lagi ada tamu ya ... hai kak Affan ! Sita langsung ke kamar Mika dulu ya "
Affan hanya mendengus kesal , bukan hanya sekali dua kali dia dan Sita bertengkar hanya karena sama sama ingin mengantar Mika . Dan tentu saja dia selalu kalah , bukan kalah ! Tapi mengalah . Walaupun dia membiarkan Sita berangkat bersama nona mudanya tapi Affan tetap menjalankan tugasnya untuk tetap mengawasi .
Setelah melalui drama pemaksaan untuk sarapan bersama keluarga Mika plus satu orang sahabat nona mudanya , Affan segera keluar untuk menyiapkan mobilnya .
" Kak Affan !! "
" Ya nona ?? "
" Ckk udah dibilang namaku Mika .. bukan Nona , gimana sih "
" Ya Nona Mika "
' Ya Tuhan ... Mika aja , jangan pake Nona "
" Tapi saya tidak bisa panggil nona muda seperti itu "
Mika hanya mendengus kesal , laki laki tampan bertubuh kekar didepannya itu selalu bersikap sangat formal seolah olah dia adalah majikan yang harus dijaga . Padahal Affan adalah bawahan Satria , tidak seharusnya Affan memperlakukan dia bak seorang putri begitu pikir Mika .
" Mika sama Sita ikut kakak ya , mobil Sita mau di bawa ayah ke bengkel dulu soalnya kata Sita mobilnya ada keluhan "
Affan tersenyum , akhirnya nona mudanya ikut dengannya . Setidaknya ia lebih leluasa untuk menjaga daripada harus mengawasi nona mudanya yang ikut mobil Sita .
__ADS_1
" Tentu nona "
Akhirnya Affan mengantar mereka ke kampus , dan Mika juga meminta untuk menjemputnya setelah selesai kelas nanti .
" Kak Affan nanti sebelum makan siang antar Sita dulu ya ke bengkel ayah ! Soalnya Mika ada kelas tambahan jadi agak sore pulangnya "
" Baik nona "
Benar saja saat sebelum jam makan siang terlihat Sita menghampiri mobilnya . Dan Affan segera melajukan mobilnya , ia tidak bisa meninggalkan Mika terlalu lama walaupun sudah ada beberapa orangnya di dalam kampus yang juga ikut memantau keadaan nona mudanya .
" Kak Affan udah makan siang ? " Sita mencoba memecah keheningan antara dia dan laki laki yang masih fokus dengan setirnya .
Benar dugaannya , seperti biasa laki laki itu tidak pernah sekalipun menanggapi pertanyaannya . Affan hanya akan menanggapi pertanyaan dan perkataan Mika saja .
Entah terbuat dari apa laki laki disampingnya , tak pernah sekalipun Sita melihat Affan tersenyum . Tapi sungguh inilah yang membuat Sita menjadi penasaran pada pribadi Affan . Sita ingin sekali mengenal lebih jauh tentang lelaki angkuh itu . Tapi sepertinya akan sulit sekali .
" Kak Affan lagi sakit gigi ya ? Kok diem ? Dosa tau kalau ditanya tapi engga jawab "
" Hissshhh ... nyebelin !! Sita doain nih ya , semoga yang engga mau jawab pertanyaan Sita jadi sariawan , sakit gigi , sakitt ... ehhh "
Tiba tiba secara mendadak Affan mengerem mobilnya hingga membuat Sita terkejut , untung gadis itu memakai seat belt .
" Turun !!! "
Sita memandang heran laki laki disampingnya yang bahkan tidak menoleh saat menyuruhnya turun .
" Kak Affan marah ya ?!! Tapi ini kan belum sampai bengkel Om Hadi "
" TURUUNN ... !!! "
__ADS_1
Sita terlonjak kaget mendengar suara Affan yang keras , baru kali ini Affan membentaknya . Sita segera turun dari mobil dengan hati kesal bercampur sedih . Untung Affan menurunkannya tepat di halte angkutan umum jadi tempat itu lumayan ramai . Sita hanya memandang mobil Affan yang dengan cepat putar balik dan melaju dengan kencang .
" Dasar orang aneh , di doain sariawan aja marah sampe segitunya " sungutnya sambil memesan mobil.dari aplikasi di ponsel pintarnya .
Sedang Affan menginjak pedal gasnya dalam dalam , ia ingin segera sampai di kampus kembali . Salah satu orangnya melaporkan melalui earpiece nya bahwa ada seorang pria yang memaksa untuk mendekati Mika padahal ada beberapa orangnya yang sudah mencoba menggagalkannya . Laki laki itu seorang OB baru yang bertugas dikampus itu .
Affan tak mau ambil resiko untuk keselamatan Mika , karena nyawanya lah taruhannya . Satria bisa melakukan apa saja jika itu menyangkut keselamatan Mika . Seperti ketika dulu dia meratakan perusahaan milik keluarga Laura dan Vivi yang telah berani menyerempet Mika dengan mobilnya . Bahkan Satria membiarkan Reyhan cs menghukum kedua gadis itu dengan cara yang sadis .
" Apapun caranya amankan nona !!!!! " teriaknya pada orang orangnya yang ada di kampus itu . Tapi sesaat kemudian emosinya mereda setelah mendapat laporan lanjutan . Tapi ia tetap tidak menurunkan kecepatan mobilnya .
" Biarpun Burhan adalah saudara nona , kalian tetap tidak boleh lengah . Kalian ingatkan dia adalah kakak dari perempuan bernama Vera ? Perempuan yang berhasil menghasut pikiran tuan Reyhan hingga akhirnya pertunangan mereka dibatalkan "
Affan masih ingat dengan murkanya Satria yang mendengar Mika yang terpuruk . Tapi sebelum dia mengambil tindakan ternyata gadis itu telah menjemput karmanya sendiri . Affan mendengar Vera menjadi korban pelecehan di sebuah hotel dan ditemukan dengan kondisi mengenaskan .
Mungkin itu lebih baik daripada nyawa gadis itu harus berakhir ditangannya . Tak ia pungkiri bahwa ada sedikit takut jika mungkin Burhan ingin membalas rasa sakit hatinya pada Mika atas kejadian yang menimpa adiknya . Walaupun Mika tidak ada sangkut pautnya dengan semua peristiwa yang dialami Vera . Bahkan nona mudanya tidak pernah tahu keberadaan Kusman dan Vera di lbukota ini .
Setelah sampai Affan segera menuju ke tempat dimana Mika berada , menurut laporan nona mudanya masih terlihat asyik berbicara dengan pria bernama Burhan itu di taman belakang kampus itu .
" Lho kak Affan kok kesini ? Kan Mika udah bilang kalau Mika pulang agak sore . O iya kenalin ini saudaranya Mika , Mas Burhan namanya "
Affan hanya memandang sinis laki laki yang sudah memberi tangan kanannya untuk bersalaman . Burhan hanya tertawa hambar ketika mendapati keangkuhan yang diperlihatkan oleh Affan .
Mika hanya mengangkat bahunya ketika Burhan menatapnya , seolah mengatakan memang seperti itulah sifat Affan .
" Kak Affan engga usah khawatir , Mika baik baik saja kok ! "
" Memang dia siapa dek ( panggilan adik dari Jogja ) . Pacar kamu ? "
" Temen Mika juga , tapi kak Affan memang sangat menjaga Mika , jadi apa apa bawaannya parno " ucap Mika sambil tertawa kecil .
__ADS_1
" Ooooo ... gitu toh "