
1 . Satria Wiratama
2 . Reyhan Wiratama
3 . Qayreen Mikayla
~. lni sih visual menurut halunya othor ya , kalau reader ngerasa kurang sreg othor bebasin halu visual yang menurut kalian lebih kece ... yang penting bagi othor mah jempol dan like nya biar othor tambah semangat buat ngetik .
Salam lope lope dari othor buat semua ~
Reyhan melihat Rendy , Suta , Arman , Dion dan Bayu sedang bersenda gurau diruang tengah itu . Mereka semua duduk lesehan disebuah tikar dan didepan mereka ada sebuah televisi tabung yang sedang menyala . Kelima orang itu belum menyadari kehadiran Reyhan .
Mereka terlalu asyik menonton balapan motor yang sedang tayang di televisi . Kadang malah mereka berteriak jika salah satu jagoannya tertinggal motor lain , dan ketika salah satu dari mereka berteriak maka yang lain akan melemparinya bantal sofa yang sedang mereka pangku .
Sesaat Reyhan mencari sosok gadisnya , tapi tak terlihat diantara mereka . Perlahan dia lepaskan sepatunya dan bergabung dengan teman temannya .
" Boleh aku bergabung ? "
Hening .... ruangan yang tadinya ramai mendadak menjadi hening . Kelima temannya itu serempak menoleh padanya , sedikit memicingkan mata tampak tak percaya dengan penglihatan mereka . Baru tadi siang singa itu memproklamirkan perang dengan bidadari mereka , kenapa sang singa malah datang ke istana bidadari .
" Pake ijin segala , tapi bacot loe mingkem !! Awas sampe ngomong satu kata aja . Gue lakban mulut loe " ancam Rendy yang disetujui semua temannya .
" Setuju , kalau loe bikin ulah lagi gue iket loe di pohon mangga depan rumah . Biar nemenin mbak Kunti disana " tambah Arman
Reyhan bersedih sebal pada sepupunya itu , tapi ia paham mungkin Rendy dan Arman khawatir kalau dia akan berkata hal yang akan menyakiti Mika lagi . Tapi tak berapa lama mereka larut dalam canda tawa , Reyhan pun tampak tertawa lepas melihat ulah teman temannya yang konyol .
__ADS_1
" Kak Ren makan yukk !! lbuk sama Mika bikinin nasi tumpeng tuh " Mika ke ruang tengah untuk memanggil Rendy dan teman temannya . Dia belum menyadari kehadiran Reyhan disitu .
" Aseekkkkk ... makan tumpeng kita " Ucap Bayu berseloroh .
Mereka prasmanan nasi tumpeng yang sudah dikelilingi dengan berbagai macam lauk yang membuat liur mereka menetes . Karena ruang makan cuma cukup untuk para orang tua akhirnya mereka makan di ruang tengah . Lesehan lagi di depan televisi .
Mika tertegun ketika menyadari Reyhan berada ditengah mereka . Reyhan masih berdiri dan menatapnya , membuat dirinya salah tingkah . Tak mungkin dia mengusir laki laki itu saat ini . Dia tak ingin membuat kekacauan di acaranya sendiri kali ini .
" Mikaaa ... ambilkan makanan untuk nak Reyhan . Kalian belum saling kenal ya ? Dia putra bungsu pamanmu , adik nak Satria " seru Bu Retno yang melihat Reyhan hanya terpaku menatap putrinya . Ia mengira Reyhan masih canggung karena mereka belum saling mengenal .
" Putra paman ?? "
Reyhan mengangguk ketika mendengar Mika bergumam lirih .
" Jadi yang kamu maksud Mika punya niat jahat sama paman ? Ya Tuhan " Mika masih bergumam dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya .
" Maaf "
Mika mengambil piring dan mengisinya dengan nasi lengkap dengan lauknya . Dia menuruti perintah ibunya untuk mengambilkan makanan untuk Reyhan . Sudut bibir Reyhan sedikit terangkat melihat gadis itu mau mengambilkan makanan untuknya .
Dia merasa hari ini gadisnya beribu kali bertambah cantik . Hanya melihatnya menyendok nasi dan beberapa lauk bisa membuat hatinya menghangat . Tapi wajahnya berubah ketika teringat semua kebodohan yang telah ia lakukan .
" lni ...kamu makan dulu " Mika menyerahkan piring yang sudah terisi penuh itu kepada orang yang saat ini jika memungkinkan ingin ia timpuk pakai penggorengan milik ibunya . Melihat laki laki itu tersenyum membuatnya merasa semakin marah .
" Selamat ulang tahun , semoga semakin cantik , semakin baik , makin sayang ... " belum sempat ia meneruskan kata katanya gadis itu sudah menyeretnya masuk ke ruang tengah . Reyhan terkekeh mendapati tangan mungil itu menyeret lengannya .
Setidaknya Mika tidak mendiamkannya karena akan lebih sakit jika melihat gadis itu terus terdiam . Reyhan lebih suka Mika memarahinya atau membalas perlakuan kasarnya karena id memang pantas mendapatkannya .
Mika khawatir ucapan selamat yang tidak lazim itu di dengar oleh kedua orang tuanya atau paman dan bibinya yang masih menikmati nasi tumpeng di ruang makan .
Rendy yang melihat sepupunya diseret malah terbahak . Wajah Mika yang sedang marah entah kenapa malah terlihat lucu dan menggemaskan saat ini . Dan lebih lucu lagi melihat singa yang menjadi penurut didepan kucing imut . Batin jahat Rendy berdoa semoga kucing imut itu tidak begitu mudah memaafkan singa menyebalkan itu .
__ADS_1
" Kenapa incess ? Mulutnya bikin ulah lagi ? Kalau perlu gue lakban mulutnya biar kamu nggak denger suaranya yang bikin panas kuping " tanya Rendy dengan mulut masih mengunyah makanan . Reyhan langsung menatap sinis sepupunya yang sedang memojokkannya itu .
" Apa ?!! Ngga ngerasa kalau tuh mulut punya muatan cabe Carolina ? " Keempatnya hanya terkekeh mendengar Rendy yang bertubi tubi memojokkan Reyhan .
" Duduk !! Awas ya kalau Mika denger Rey ngomong lagi . Mika suruh kak Rendy sumpel beneran tuh mulut pake lakban !! " cicit Mika masih dengan suara pelan , takut para orang tua mendengarnya .
" Galak ... "
" Tapi cinta .. " lanjutnya dalam hati
" Apaaa !!!! " Mata Mika menatap tajam laki laki menurutnya sangat menyebalkan itu .
Reyhan tidak menggubris gadis yang masih menatapnya dengan galak itu , dia menikmati makanan yang ada ditangannya . Terasa sangat nikmat , karena gadisnya yang sudah menyiapkan dan mengambilnya khusus untuknya . ( ltu sih babang Rey aja yang ke ge er an 😆)
" Cewe gue tuhh ... mau diem mau marah mau jumpalitan kayak apa tetep ngegemesin " celetuk Arman yang langsung mendapat sambutan lemparan bantal sofa berjamaah .
" lncess gue lahh ... setan setan kayak kalian nggak usah ngarep bisa dapetin dia " kata Rendy sambil melirik Reyhan yang terlihat sangat menikmati makanannya , kadang sepupunya itu malah tersenyum senyum sendiri sampai sampai Rendy bergidik ngeri . Hanya makan makanan rumahan membuat sepupunya itu seperti orang gila .
" Coba aja kalau kalian ingin pulang tinggal nama ! "
Suta , Bayu , Rendy , Dion ataupun Arman saling memandang , heran dengan kelakuan sang singa .
" Bener loe Bay , sarap memang dia "
" Apa kabar yang tadi udah ngerendahin bidadari gue ? Apa kabar yang dari kemaren udah cuekin bidadari gue ? Apa ka .... "
" Sekali lagi loe ngomong dia bidadari loe , gue tampol loe pake heels nyokap " lirik sinis Reyhan pada Suta yang persis berada di depannya . Bukannya takut mereka semua malah tertawa terbahak bahak .
Walau Mika masih enggan melihat ataupun berbicara dengannya Reyhan sudah cukup bahagia bisa bersama sama merayakan acara ulang tahun yang sederhana itu . Dalam.hati ia berjanji akan lebih menjaga gadis itu kedepannya , tak akan lagi menyakiti gadisnya fisik maupun batin . Dan yang terpenting dia akan mengejar cinta gadis itu karena sampai saat ini belum sekalipun dia mengungkapkan isi hatinya .
Malam itu acara berjalan dengan lancar , Mika bahagia kali ini bisa merayakan hari jadinya bersama orang orang yang dikasihi dan yang mengasihinya . Kecuali keberadaan singa kutub yang sedikit membuatnya tak nyaman . Tapi dalam lubuk hatinya yang paling ddlam ia lega singa kutub itu tidak salah paham lagi padanya .
__ADS_1