Belong To Me

Belong To Me
20 . Tuduhan


__ADS_3

Siang itu kantin sekolah terlihat ramai seperti biasanya . Reyhan dan Suta terlihat duduk dipojok ruangan , dan keberadaan mereka cukup menyita perhatian kaum hawa yang ada disitu .


Dan seperti biasa Mika ke kantin untuk membeli jus dingin untuk menyegarkan tenggorokannya . Sudah beberapa hari Reyhan mengacuhkannya , melihat pun sepertinya sangat enggan . Mika mulai terbiasa dengan hal itu . Ia berpikir bahwa ia tidak bisa memaksa seseorang untuk menyukai ataupun berteman dengannya .


Hari ini hari ulang tahunnya , pagi tadi dia sudah mendapat ucapan selamat dari keluarganya . Selepas subuh dia juga mendapat video call dari Satria untuk mengucapkan selamat , cukup untuk menjadi mood boosternya hari ini .


Setelah membayar jusnya ia segera berbalik menuju kelasnya kembali . Tapi tepat dibelakangnya ada seseorang dengan tubuh tegap hingga tanpa sengaja tubuh mereka bertabrakan .


" Awww .. " jerit Mika kaget ketika pundaknya berbenturan dengan benda yang sangat keras dan membuatnya terpental beberapa langkah kebelakang .


Arman memang sengaja berdiri dibelakang Mika agar gadis itu bisa menabraknya . Sebenarnya dia hanya ingin memastikan sesuatu . Akhir akhir ini sebenarnya dia , Suta , Rendy dan Dion sangat heran dengan perubahan sikap Reyhan pada Mika . Reyhan terlihat sangat membenci gadis itu tanpa mereka ketahui apa sebabnya .


Siang ini dia berencana memancing amarah sang singa karena sudah menabrak Mika . Dan benar saja gadis itu menabrak dada bidangnya yang menurut Mika sangat keras . Tapi sang singa hanya duduk diam tanpa melihat ke arah mereka sedikitpun


" Kak Arman !!! Hati hati dong , sakit nih " Mika berkata dengan memegangi sebelah pundaknya yang terbentur dada bidang Arman .


" Eh Mika , maaf ya ! Makan yukk kak Arman traktir "


" Enggak makasih lain kali aja , Mika bawa bekal sayang kalau ngga dimakan "


" Gimana kalau bekal kamu kakak yang makan trus kamu mau makan apapun kakak yang traktir . Gimana ? " Arman masih mencoba membujuk Mika .


" Engghmm .. besok aja ya kak ! Tapi kalau besok Mika nambah sampai empat kali jangan protes loh yaa " canda Mika .


" Besok gue booking satu kantin cuma buat elo .. buat Mika seorang "


" Ckk ..kak Arman bercandanya bisa aja " tukas Mika sambil berjalan meninggalkan kantin .


Arman sengaja berjalan mendekat ke arah dua sahabatnya yang sedang duduk dipojok ruangan . Dia bergumam sedikit keras agar Reyhan mendengarnya . Sedang Suta yang dari awal sudah tahu rencana Arman hanya geleng geleng kepala .

__ADS_1


" Kita lihat besok , gue booking ini kantin buat loe . Jangankan cuma satu kantin . Seribu kantin gue jabanin asal elo yang minta . Cantik , gemoy , ngegemesin banget gitu " kata Arman seraya menggetarkan kepalanya .


" Seribu kantin , uang hasil ngerampok ? " tanya Suta jahil , ingin menambah hawa panas laki.laki yang duduk didepannya .


" Enak aja , kita patungan lahh "


" Ogahh .. "


Mereka tidak tahu bahwa ada hati yang panas mendengar obrolan iseng mereka . Setelah meletakkan satu lembar uang bergambar tokoh proklamasi Reyhan melenggang pergi dari tempat itu tanpa sepatah katapun .


Arman dan Suta kompak terkekeh bersama , mereka puas melihat wajah Reyhan yang dipenuhi api cemburu walau disana masih ada sinar kebencian yang terpancar . Mereka tidak tahu candaan mereka akan menjadi awal kemurkaan sang singa .


Didalam kelas setelah menyelesaikan makan siangnya Mika ngobrol dengan beberapa temannya . Dulu dia sempat merasa kehilangan Vivi teman sebangkunya .


Setelah hari naasnya terserempet mobil temannya itu tidak pernah lagi datang ke sekolah . Ponselnya pun sudah tidak aktif lagi . Vivi hilang seperti ditelan bumi . Kemudian terdengar kabar bahwa bisnis keluarga mereka bangkrut dan mereka pindah ke entah kemana .


" Sita anter Mika ke toilet yuk , sekalian nanti kita kembaliin buku sastra ke perpus " ajak Mika pada salah satu temannya .


" Huuuu ... dasar omes . Tuh otak kudu dipel pake w*pol kayanya "


" Otak loe pada yang ngeres , lah gue kan cuma mau nganter . Masa iya sih gue ikutan masuk " kilah Bayu .


" Awas ya berani ikutin kita , gue sunat loe pake gunting rumputnya Pak Paing ( penjaga sekolah ) " ancam Sita sambil berjalan keluar kelas bersama Mika . Mereka yang berada di kelas kompak tertawa terbahak bahak melihat nyali Bayu yang langsung ciut .


Sampai di perpus Sita dan Mika segera mengembalikan buku yang sempat mereka pinjam .


" Sita aku cari buku sastra modern dulu , kata Bu Nisa ada dipojok sebelah jendela itu "


" Ok , aku juga mau baca yang ini dulu . Aku tunggu disini aja ya Mik "

__ADS_1


Mika segera kearah yang ditunjukkan Bu Nisa penjaga perpustakaan untuk mencari buku yang ia maksud . Ruang perpustakaan yang sangat luas menjadikannya sedikit sulit untuk mencari buku yang ia maksud .


" Ehhhmmmpptt .... " Mika sangat terkejut ketika seseorang menarik tangannya dan membekap mulutnya . Matanya membulat ketika tahu siapa yang sedang membekapnya .


" Kenapa hahhh ??!! takut ? " Reyhan menghimpit tubuh mungil Mika ,matanya menatap tajam gadis yang terlihat mulai ketakutan itu . Tapi gadis itu menggeleng lemah dengan satu tangannya berusaha melepaskan bekapan tangan Reyhan .


" Gue cuma mau peringatan loe . Jauhin bokap gue j*lang !! Sekali lagi gue lihat loe deketin dia gue pastiin loe berakhir ditangan gue . Paham ?!!! "


Badan Mika bergetar , ia ingin sekali berteriak minta tolong tapi ia tak ingin membuat skandal heboh dengan adanya Reyhan yang terlihat diselimuti kemarahan itu . Ia berusaha menahan rasa sakit ketika tangan kokoh itu berpindah mencekik lehernya .


Tak terasa air matanya turun tapi Mika tetap berusaha diam . Dia yakin Reyhan salah paham karena sekalipun dia tidak pernah bertemu ayah dari laki laki itu .


" Udah berapa orang yang udah loe layani hah ? Seratus juta ? Dua ratus juta ? Berapa tarif loe ? Gue bayar dua kali lipat . Temani gue nanti pulang sekolah "


Mika terhenyak , dadanya bagai dihantam ribuan ton batu besar . Dadanya terasa sesak dan air mata terus meluncur di pipinya . Hatinya terasa sakit , laki.laki yang dulu ia percaya bisa menjadi teman baiknya saat ini malah merendahkannya .


Dia direndahkan sampai titik terendah sebagai seorang perempuan . Dianggap sebagai j*lang yang dibayar hanya untuk menyenangkan kaum laki laki . Marah dan malu bercampur menjadi satu . Tapi Mika masih bisa menguasai dirinya karena sadar dia masih berada dilingkungan sekolah .


Reyhan menghempaskan tubuh mungil itu setelah puas menghina perempuan yang ia anggap telah menggoda papanya . Dia melangkah keluar ruangan meninggalkan gadis yang sudah lemas terduduk bersandar rak rak buku itu .Reyhan bisa mendengar tangis yang tertahan dari gadis itu , tapi saat ini hatinya sudah gelap oleh kemarahan . Dia sama sekali tidak peduli .


Dari awal Reyhan sudah merasa aneh dengan bengkel milik papanya yang sekarang diolah oleh ayah Mika . Bengkel itu sangat berharga bagi papanya .


Berulang kali Reyhan dan kakaknya ingin mengolah dan mengembangkan bengkel itu supaya menjadi lebih besar tapi selalu dilarang oleh papanya . Munir ingin menjadikan bengkel itu seperti apa adanya , banyak kenangan disana tentang perjuangannya hingga menjadi seperti sekarang ini . Papanya sepertinya ingin menjadikan bengkel itu menjadi monumen pribadi .


Dan yang ia lihat sekarang dengan mudahnya bengkel itu berpindah tangan pada keluarga Mika . Reyhan mengira pasti Mika telah merayu sang papa agar bisa mendapatkan hartanya sedikit demi sedikit . Seperti kebanyakan j*lang yang menawarkan kenikmatan hanya untuk mencari kekayaan .


Mika terduduk bersandar rak buku yang tinggi menjulang hingga tubuh mungilnya tidak terlihat . Sekuat tenaga ia menahan tangisannya , dan bajunya telah basah oleh air mata yang terus terusan mengalir .


" Mikaa .. "

__ADS_1


Mika menoleh dan terkejut ketika seseorang melihatnya dalam keadaan seperti itu . Dengan terburu buru ia mengelap kasar air mata dengan kedua tangan mungilnya .


" Bayuuu .. "


__ADS_2