Belong To Me

Belong To Me
109 . Merindumu


__ADS_3

Sudah berkali kali Mike menelpon Mika , tapi sepertinya istri kecilnya itu enggan menjawabnya . Mike berpikir mungkin Mika masih marah karena tadi ia sempat memutuskan telpon secara sepihak .


Karena ada hal yang harus ia kerjakan pagi ini , ia memutuskan untuk kembali menelpon sang istri saat makan siang nanti . Dia berharap nanti mood istrinya kembali membaik .


Pagi ini iia berencana untuk menuntaskan tugas yang diberikan Bisma . itu artinya ia harus kembali menemui Gunadarma , ia sangat berharap tidak lagi bertemu dengan wanita ular bernama Dessy itu lagi .


Sesuai permintaan Gunadarma tadi malam , pagi ini mereka akan bertemu di mansion Guna yang ada di kota Malang . Sedikit jauh memang tapi ia tetap akan membawa sendiri tanpa menggunakan supir yang di sediakan Pak Mukti .


Sesuai permintaannya Pak.Mukti sudah menyediakan motor jenis Harley di basement hotel . Setelah menyelesaikan tugasnya Mike ingin menyapa teman teman komunitas moge yang sudah lama tidak ia temui karena kesibukannya . Dulu saat masih kuliah Mike sangat aktif di komunitas motor gede yang ia ikuti . Walau ia bisa ikut berkendara hanya jika sedang libur masa kuliahnya di Harvard



Setelah beberapa saat sampai juga dia di sebuah mansion yang terletak di pinggir kota Malang . saat ingin masuk gerbang mansion Mike sempat di cegat di pos satpam . Dan ketika ia bilang ingin menemui Gunadarma petugas itu mengatakan bahwa laki laki itu sudah tidak tinggal di mansion itu lagi karena tempat itu sebenarnya adalah sepenuhnya milik Meeta .


Mike berdecak kesal karena jarak yang ia tempuh untuk sampai ke tempat ini sangat jauh . Akhirnya ia memutuskan untuk menemui dulu teman teman komunitasnya . Mumpung dia masih berada di Surabaya , itu pikirnya .


Mike menghabiskan waktunya dengan teman temannya hingga sore hari , sampai ia lupa bahwa seharian ini belum menelpon Mika lagi . Sampai di hotel tempatnya menginap ia segera membersihkan diri dan berniat untuk mendatangi rumah kontrak yang disewa oleh Gunadarma .


Siang tadi laki laki itu mengiriminya pesan yang isinya meminta maaf dengan kepindahannya yang tiba tiba sekaligus mengundangnya ke rumah barunya yang saat ini ia tinggali . Guna juga berjanji akan menyelesaikan urusan mereka malam itu juga .


Tiba tiba Mike ingat bahwa ia belum menghubungi sang istri sama sekali . Tadi sempat ia mengirimi pesan tapi Mika hanya membaca tanpa sekalipun membalasnya . Jika sedang marah wanitanya memang susah sekali untuk dibujuk .


Senyumnya mengembang ketika panggilan video callnya diterima . Mike sontak terpaku ketika melihat layar pipihnya yang menampakkan sang istri sedang duduk dengan hanya mengenakan handuk kecil sebatas dadanya . Nampaknya Mika selesai mandi . Dan ketika berdiri Mike bisa melihat jelas dua bongkahan belakang yang hanya tertutup separuhnya karena handuk yang dipakai Mika terlalu kecil . Mike tahu tak ada sehelai benangpun di balik handuk itu .

__ADS_1


Tapi sayang pemandangan indah itu hanya sekilas ia lihat karena Mika segera menghilang dari pandangannya , menyisakan gambar kursi dan tembok yang ia kenal adalah ruang kamar Mika di rumah mertuanya .


" Sayaaanggg ... kok ngilang sih ! Ganti bajunya di depan Abi aja kan ngga apa apa , kangeeennn !! "


" Ngga mau !! Dasar mesum !! Mau ganti baju dulu , bentar " sahut sang istri diseberang sana .


Dan yang membuat matanya terbelalak adalah saat handuk yang tadi membungkus tubuh Mika terlihat tersampir begitu saja di kursi yang ada di depan layar . Susah payah ia menelan salivanya , bisa ia bayangkan pemandangan indah yang tak bisa ditangkap oleh layar ponselnya . Tubuh molek seputih porselen yang selalu memancing jiwa laki lakinya


" Ya Tuhan ... niat banget sih kamu nyiksa aku Sweety . Nanggung banget cuma lihat sebentar itunya " gumamnya dengan meremas rambutnya , ada sesuatu mulai berkobar dalam dirinya .


Jika ia mampu pasti ia akan pulang saat ini juga dan menerkam sang istri yang sudah dengan berani mencoba menggodanya . Dia tahu Mika sedang membalas perlakuannya tadi pagi yang sempat mengabaikannya .


" Hai Abi ... Abi !? Abi baik baik saja kan ? " tanya Mika sambil melambaikan tangannya seraya tersenyum . Saat ini dia sengaja memakai lingerie putih transparan yang dulu pernah ia pakai saat pertama ingin melayani suaminya , walau gagal karena Mike dulu memilih tidur di ruang kerjanya .


Lingerie transparan berbelahan rendah itu mampu mengekspose dua bongkahan mochi hingga menyembul sempurna . Melihat semua itu kepala atas dan kepala bawah Mike tambah terasa nyeri . Lebih baik ia bertarung dengan sepuluh orang preman daripada menerima siksaan batin yang dirasanya begitu berat .


" Kangen banget sayang !! Dua hari ngga ketemu kamu rasanya udah seperti dua abad , nyiksa banget rasanya "


" Gombal !! Buktinya tadi pagi baru di telpon udah main putus aja , seharian lagi "


" Tadi Abi sibuk sayang lagipula tadi kan Abi udah kirim pesan , lain kali kalau bukan di apartemen jangan pakai saringan tahu kaya gitu . Cukup Abi saja yang lihat kamu pakai kaya gituan " protes Mike pada Mika .


" Sengaja Mika bawa satu kemarin , buat godain Abi ha .. ha ! Sita yang suruh biar Abi cepet pulang katanya " tawa Mika tanpa dosa .

__ADS_1


" Keong racun dasar ... sahabat ngga ada akhlak " batin Mike kesal tapi masih bisa memperlihatkan senyumnya pada istri kesayangannya .


*


Selepas makan malam Mike langsung menuju alamat yang diberikan oleh Gunadarma , kebetulan lokasinya tak begitu jauh dari hotel tempatnya menginap .


Sampai dirumah yang dituju ia segera memarkirkan motornya , tidak ada gerbang ataupun penjaga karena rumah yang ada di depannya jauh lebih sederhana dari mansion yang ia datangi tadi siang . Walaupun berlantai dua tapi tetap saja terlihat sederhana di matanya .


Mike mengetuk pintu rumah yang terlihat sepi itu hingga beberapa kali . Seorang pria berumur sekitar empat puluh tahunan tergopoh gopoh berlari dari arah samping rumah .


" Aden cari siapa ya ? " tanya laki laki itu dengan sopan .


" Apa benar ini rumah Bapak Gunadarma Pak ?! " tanya Mike juga dengan sopan .


Laki.laki parubaya itu malah tampak kikuk ketika Mike berlaku sopan padanya , padahal laki laki tampan dihadapannya jelas jelas mempunyai strata jauh di atasnya .


" Benar sekali Nak , ini rumah Bapak Guna . Beliau baru pindah kemarin . Coba ketuk pintunya sekali lagi , kayanya sih dirumah soalnya mobilnya masih ada di situ " tunjuk laki laki itu ke sebuah mobil yang terletak di depan rumah .


Laki laki itu membantu Mike untuk mengetuk ointu rumah itu sekali lagi , dan benar saja pintu kemudian terbuka .


Mike memalingkan muka ketika melihat siapa yang ada di balik pintu . Seorang wanita yang sama sekali tidak ingin ia lihat . Wanita itu berusaha menampilkan senyum termanisnya . Dessy melirik tajam laki laki yang ada di samping Mike , laki laki itu tampak mengerti dan segera menyingkir ke belakang .


" Masuklah ... "

__ADS_1


Mike tak bergeming dari tempatnya , berkali kali ia menghembuskan nafasnya secara kasar . Jika bukan karena tugas dari Daddynya sudah dipastikan ia akan segera angkat kaki dari tempat itu . Sungguh ia sangat muak melihat wanita ular itu .


Dessy hanya mengenakan baju tidur berbahan sutra tanpa menggunakan dalaman penyangga bagian atasnya hingga sangat terlihat dua pucuk mochinya yg terlihat menantang . Dia pikir Mike akan takhluk dalam pesonanya .


__ADS_2