Belong To Me

Belong To Me
31 . Sekeping Hati Milik Satria


__ADS_3

Malam itu di sebuah apartemen pencakar langit di pusat kota Dubay , Cayan Tower seorang laki laki sedang duduk menghadap kaca besar yang menyajikan pemandangan malam kota tersebut .


Seorang wanita cantik berambut coklat tampak bersandar di jendela kaca kaca itu dengan membawa segelas minuman . Dia mengenakan lingerie transparan warna merah muda dan untung saja dibalut jubah tidur yang lumayan besar hingga bisa sedikit menyembunyikan lekuk tubuhnya .


" She finally choose him , do you mind ? ( Akhirnya dia memilihnya , apa kau keberatan dengan hal itu ? ) " Wanita cantik nan seksi itu bertanya pada laki laki yang masih fokus memandangi langit Dubai itu .


Satria menghela nafasnya , dipejamkan matanya sesaat seakan membuang kegundahan hatinya . Sepertinya dia masih enggan menjawab pertanyaan wanita itu .


" Dari kecil kau selalu mengalah padanya . Dari kecil dia selalu di istimewakan . Dan kau ?!! Dari kecil cuma mendapatkan tekanan tekanan papamu . Papamu terlalu terobsesi dengan kesuksesanmu , dia ingin kau sempurna ! Apa dia tidak tahu bahwa putra sulungnya juga punya hati ? Sampai sampai sekarang kaupun melepas gadis itu hanya unttuk kebahagiaan adikmu "


" Tak ada yang melepas ataupun dilepas , itu haknya jika telah memilih adikku " jawab Satria dengan tenang .


" Terbuat dari apa hatimu Satria?!! ltu sebabnya aku sangat mencintaimu . Sudah sejak lama aku mencintaimu dan kau sangat tahu hal itu . Tapi nyatanya aku cuma seorang figuran dimatamu . Tak pernah kau anggap "


Sofiana , gadis yang bersahabat dengan Satria semenjak mereka kuliah di London . lbunya dari Medan dan ayahnya dari Tiongkok tapi mereka berdomisili di Dubay karena sang ayah mempunyai bisnis dikota itu . Fia tahu semua hal tentang Satria karena hanya padanya laki.laki itu mengeluarkan keluh kesahnya . Kebetulan unit apartemennya berada tepat berada di sebelah unit milik Satria hingga mereka sering saling berkunjung .


" Sudahlah .. kau tahu aku paling tidak suka jika kau membicarakan hal itu " .


Dengan berjalannya waktu kedekatan mereka membuat Fia merasakan cinta , walau Satria hanya tetap menganggapnya sebagai seorang sahabat .


" Dan aku tak akan pernah bosan berkata bahwa aku mencintaimu ... Aku mencintaimu Satria Wiratama ! "


Sofia melepaskan jubah tidurnya hingga mengekspose tubuh sintalnya . Dua mochi yang tidak menggunakan penyangga itu sangat jelas terlihat di balik lingerie transparan itu . Fia berjalan ke arah Satria dan dengan gerakan erotis ia juga melepas lingerienya , hingga hanya kain segitiga itu sebagai pelindung satu satunya yang menempel di tubuhnya .


Satria mendengus melihat ulah sahabatnya itu , tidak munafik ! ia lelaki normal yang pasti akan tergoda jika disuguhi pemandangan begitu indah di depannya . Fia duduk di atasnya dan mencoba untuk mencium bibirnya . Fia meletakkan kedua tangan Satria di kedua pinggangnya berharap Satria bisa menyentuhnya dengan gair*h . Dilum*tanya bibir yang masih pasif itu .

__ADS_1


" Kiss me honey " suara Fia mendesah berharap Satria mau membalas semua perlakuannya . Tapi laki laki dibawahnya masih saja diam dan pasif .


" Satriiaaaa ... " Fia menggigit cuping telinga Satria dan mengarahkan kedua tangan kekar itu untuk menyentuh dua mochi yang sudah mulai mengeras itu .


" Fiaaa .. " nafas Satria mulai memburu , pandangannya mulai menggelap . Separuh otaknya melarang dia meneruskan olah raga panas mereka dan separuhnya lagi menyuruhnya untuk segera menuntaskan hasrat laki lakinya .


" Yes honey "


" Aku seret kamu kembali ke unit kamu , atau kamu turun dan pulang sendiri ke unit kamu "


Fia langsung turun dari pangkuan Satria sambil menggerutu , selalu tidak berhasil . Bahkan ketika dirinya telanjang bulat pun Satria tidak pernah sekali pun tergoda . Kadang Fia berpikir mungkin saja Satria adalah pria tidak normal .


1 . Satria Wiratama




Tanpa mengenakan jubah tidurnya Fia segera meninggalkan unit Satria , tapi sebelum mencapai pintu tangannya sudah ditarik Satria hingga badannya berbalik pada laki laki itu .


" Apalagi sih ! Kamu masih ingin lihat aku telanjang di sini hahh " teriak Fia , sudah sedari tadi ia menahan airmatanya agar tidak keluar .


Satria memakaikan jubah tidur yang tadi tergeletak di lantai pada Fia .


" Dengan senang hati baby " Satria menarik turunkan alisnya menggoda wanita yang masih merajuk di depannya .

__ADS_1


" Pakai ini dulu , kamu wanita yang sangat menarik Fi ! Pasti banyak laki laki yang ingin dekat denganmu , jangan lagi korbankan waktumu untukku . Kau tahu kan aku orang yang keras kepala ? Aku selalu menaruh sepatu dan pakaian kotor sembarangan , aku alergi bunga , tidurku saja ngiler . Jadi jangan menyukaiku " lanjutnya mengelus surai panjang dengan penuh sayang .


Fia akhirnya terkekeh mendengar kata kata Satria . Hanya dia yang tahu semua kebiasaan buruk Satria , dan hanya dia yang selalu mengomel dan menata barang barang yang diletakkan sembarang oleh Satria . Setiap malam ia harus memasak sesuatu untuk laki laki itu karena jika tidak Satria akan selalu melewatkan makan malamnya . Satria adalah seorang workalholic yang kadang lupa mengistirahatkan badannya .


Fia memeluk laki laki didepannya , ia membenamkan wajahnya di dada bidang milik Satria . Air matanya tak lagi bisa ia bendung dan ia tak ingin Satria tahu bahwa ia sedang menangis .


" Apa tubuhku tidak seksi ? " tanya Fia masih dalam dekapan laki laki yang sangat ia cintai .


" Kau sempurna "


" Kenapa kau tidak menyukaiku ? "


" Siapa bilang ? Aku menyayangimu and you know it " kata Satria dengan tersenyum .


" Ckk .. ya sudah aku pulang . Besok pagi ada meeting dengan Mr Andrew dan sudah kusiapkan bahannya . Jadi yang harus kau lakukan sekarang hanya istirahat "


" Yes Mom " Satria mengangkat tangan kanannya di atas keningnya , seakan sedang memberi hormat pada Fia .


Satria menghela nafas panjang ketika Sofiana sudah keluar dari unit apartemennya . Fia sering memancing jiwa laki lakinya dengan tubuhnya yang sangat sempurna , sayang jika ditolak . Tapi logikanya selalu menjadi pemenang , dia tak ingin merusak hubungan mereka dengan nafsu sesaat .


Saat ini Fia adalah sekretaris pribadinya , gadis itu sangat berkompeten dengan posisi itu . Satria juga sangat mengenal baik kedua orang tua Sofiana . Dia meraup kasar wajahnya karena tadi hampir saja dia lepas kendali , hampir saja dia terbuai dengan tubuh indah yang meliuk liuk di atasnya . Apalagi tadi dia sempat meremas dua mochi besar yang sempat menantangnya .


" Mikaaa .... !!! " Satria meneriakkan nama itu , untung saja apartemennya kedap suara hingga tak ada seorang pun yang bisa mendengarkan suaranya . Ketika membayangkan kehangatan tubuh seorang wanita tiba tiba Satria malah membayangkan wajah Mika .


Sejak awal bertemu Mika memang sudah mencuri hatinya , tapi gadis itu masih terlalu muda untuknya . Satria tidak ingin memperlihatkan ketertarikannya , bisa bisa sang papa langsung menjodohkan mereka karena Munir sangat bersemangat menjadikan Mika sebagai mantu di keluarga Wiratama . Satria tidak ingin memaksa perasaan gadis itu jika pun mereka berjodoh pasti mereka akan dipertemukan di pelaminan .

__ADS_1


Kemudian dia tahu bahwa adik satu satunya ternyata juga tergila gila dengan gadis kecil itu hingga akhirnya dia memantapkan hati untuk mundur . Satria mundur bukan karena kalah , tapi karena ia ingin menjaga hati orang orang yang dia kasihi .


Mungkin akan sulit menghapus rasa cintanya pada gadis kecil itu , tapi dia yakin dengan berjalannya waktu semua akan baik baik saja .


__ADS_2