
~ Kisah Mike dan Mika belum tamat ya .. cuma untuk ke depannya kita fokus sama cerita Satria . Biar semua tokoh rampung di novel ini . Niatnya sih mau bikin novel sendiri untuk Satria tapi dipikir pikir othor fokus sama satu judul novel dulu , takut keteteran dan hasil yang ngga maksimal . lni novel pertama othor ... masih banyak banget kurangnya . Tapi semoga semua seneng seneng ( bukan spaneng spaneng ) bacanya . Dukung terus ya !! ~
Satria duduk di kursi kebesarannya , kantor yang sudah lama tidak ia tempati . Beberapa tahun belakangan dia fokus pada pengembangan usahanya di luar negeri .
SW Corp yang berada di Dubay ia percayakan pada Ed dan Fia , sedangkan untuk SW Corp di Brazil dia percayakan asisten pribadinya yang berasal dari Amerika Tengah .
Satria tetep mengawasi kedua perusahaannya dari Jakarta . Untuk sementara waktu Satria ingin disini , tempat ia memulai segalanya sekaligus ingin melupakan semuanya .
TOK ... TOK
" Den Satria , itu gadis yang kemarin malam sudah ada di lobby " pak Setro masuk dan langsung menanyakan sesuatu .
" Gadis !? "
" Yang nolongin Den Satria pas bocor ban "
" Ohh ... Biar HRD yang urus soal itu "
Pak Setro pamit untuk menyampaikan pesan Satria . Entah kenapa Pak Setro senang melihat gadis itu . Gadis itu berbeda dengan gadis lainnya . Santun , sederhana dan pemberani .
*
" Huufft ... selesai juga wawancaranya . Gila bener ini kantor bisa segede ini . Tajir melintir pasti yang punya ini perusahaan "
" Non tunggu !! "
Gadis itu menoleh ketika ada suara yang ia kenal . Ternyata seorang bapak bapak yang tadi malam mengantar ban untuk abang abang yang memberinya pekerjaan .
" Eh Pak ... panggil saya ? "
" Iya non , semangat !! Semoga diterima disini ya "
" Jangan panggil non pak , saya Senja . Alhamdulilah saya langsung diterima tadi pak . Mereka lagi butuh OB "
" Alhamdulilah ikut seneng saya non ... eh Mba Senja "
" Terimakasih pak , o iya pak Abang yang kemarin pakai motor bapak juga bekerja disini ? "
" Abang ??! Ooo den Satria ... iya dia kerja disini , ada di atas . Memangnya kenapa ? "
__ADS_1
" Senja belum ucapkan terima kasih sama dia pak "
" Den Satria orangnya baik kok , lagian susah ketemu sama dia . Orang sibuk dia "
" Oooo .. gitu ya " Senja berpikir mungkin Satria adalah bagian lapangan yang tak pernah ada di kantor .
Embun melajukan motor bututnya untuk pulang kerumahnya . Rumah yang hanya ia tinggali dengan adik laki lakinya , Banyu Segara .
Ayahnya sudah meninggal saat dia berusia dua belas tahun dan Banyu berusia sepuluh tahun . Dan belum lama ini ibunya menyusul sang ayah . Sebenarnya mereka masih mempunyai kakek dan nenek di Bandung . Tapi yang ia tahu hubungan orang tuanya dan kakek neneknya tidak begitu baik .
Terbukti dari kecil bahkan ia sama sekali tidak pernah bertemu dengan mereka . Senja bertekad untuk membiayai adik satu satunya untuk meraih pendidikan yang tertinggi . Banyu tak pernah setuju jika kakaknya banting tulang hanya untuk membiayainya . Banyu berpikir ia adalah laki laki harusnya dia yang menanggung kakaknya , bukan sebaliknya .
Dua saudara itu hidup penuh keterbatasan , tapi mereka tetap saling menyayangi . Untuk membantu kakaknya saat siang Banyu bekerja di counter hp milik salah satu temannya . Sedang saat malam dia membuka warung kopi di depan rumahnya .
Senja tak melarang karena Banyu bisa berjualan sambil belajar . Lagipula kadang Senja juga membantunya berjualan .
Lingkungan rumah yang rata rata anak kos membuat peluang untuknya untuk berjualan nasi lauk dan minuman sekedarnya , yang pasti harganya sangat terjangkau . Memang tak begitu banyak untungnya tapi cukup memenuhi sendiri kebutuhan sekolahnya .
Walaupun hidup dalam keterbatasan mereka tak segan untuk menolong orang , itulah sebabnya mereka menjadi orang yang disegani sekaligus disukai di lingkungan itu .
Tak terasa sudah seminggu Senja bekerja di perusahaan Wiratama sebagai office girl . Baginya tak masalah jika bekerja berat sekalipun . Asalkan halal dan ia bisa menghidupi dirinya dan adiknya .
" Kak besok Banyu mau study tour ke Bali , Kak Senja ngga apa apa ditinggal sendirian di rumah ? "
" Alhamdulilah udah . Udah Banyu cicil jauh jauh hari "
" Ya udah besok kakak yang nerusin jualan nasinya setelah pulang kerja "
Paginya Senja kembali bekerja seperti biasa . Pagi hari dia bertugas untuk membersihkan lobby dan lantai dua gedung itu .
" Njaa .. bersihkan tempat meeting di lantai tiga sekarang ya . Satu jam lagi big boss meeting sama staff keuangan "
" Siaapp pak "
Walaupun sedikit tomboy Senja sangat disukai semua orang karena sifat ramahnya . Dia juga sangat bertanggung jawab pada pekerjaannya .
Selesai membersihkan lantai lobby dan lantai dua Senja segera naik ke lantai tiga menggunakan tangga . Menurutnya ia belum pantas naik menggunakan lift karyawan .
Matanya mengernyit ketika melihat seseorang dengan penampilan formal sudah duduk di ruangan yang akan ia bersihkan .
__ADS_1
" Maaf pak , saya akan membersihkan tempat ini dulu . Bapak punya alergi debu ? Jika iya sebaiknya Bapak ke ruangan sebelah dulu " secara halus Senja menjelaskan .
Sebenarnya punya alergi atau tidak Senja berharap orang itu mau meninggalkan tempat itu walau sebentar , ia takut pekerjaannya akan membuat rasa tak nyaman orang itu .
" Kau mengusirku !? "
" Lho abang disini ? " mata Senja berbinar mengetahui orang yang ingin ia temui berada dihadapannya .
Tapi laki laki tampan di depannya hanya menatapnya , sepertinya dia tidak ingat kejadian yang lalu .
" Aku Senja Bang , yang kemarin ketemu Abang pas ban mobilnya bocor "
Tapi laki laki didepannya sepertinya sama sekali tidak peduli . Dia kembali fokus melihat layar laptopnya . Senja masih mengira bahwa Satria adalah salah satu pegawai di perusahaan itu .
" Senja hanya ingin mengucapkan terimakasih sama Abang .. Ehmm Senja mulai bersih bersih ya , maaf kalau pekerjaan Senja mengganggu kerja Abang "
Sebenarnya ia sedang merutuki laki laki di depannya . Ketampanan wajahnya berbanding terbalik dengan sifatnya . Senja rasa sikap dingin laki laki itu melebihi dinginnya Kutub Utara .
Selesai membersihkan tempat itu Senja segera undur diri karena masih banyak pekerjaan yang harus ia lakukan .
" Tunggu !! " suara bariton Satria yang memenuhi ruangan itu mampu menghentikan langkah Senja .
" Ya Bang " Senja masih berusaha untuk bersuara lembut .
" Apa kau ingat janjimu padaku ?! "
" Janji ? Yang mana ? Oooo ... Senja ingat . Tapi jangan sekarang sekarang ya Bang ! Aku tidak punya uang , aku belum gajian bulan ini . Aku janji tak akan pernah melanggar janjiku jika itu yang Abang takutkan "
" Tapi aku tidak sedang meminta uangmu "
Senja langsung melangkah mundur dengan membalas tatapan Satria yang setajam.elang . Senja pun sedang menatap tak suka pada laki laki di depannya
" Terus maunya Abang apa ?! Senja nggak akan segan sama Abang jika Abang melampaui batasan "
" Kamu ... aku mau kamu . Kau tak boleh mengingkari janjimu . Barusan kau sendiri yang berkoar koar akan menepati janji "
" Tapi aku tidak menjual diriku , maaf ! Ya Tuhan ... kukira kau baik . Beda dari laki laki lainnya . Tapi otak kalian hanya berisi hal hal yang tidak pantas "
" Siapa yang menyuruhmu untuk menjual diri ?? Aku hanya ingin bersamamu agar masalahku cepat terselesaikan "
__ADS_1
" Maksudnya gimana ?? "
" Menikahlah denganku " ......