Belong To Me

Belong To Me
132 . Menikahlah Denganku


__ADS_3

~ Kisah Mike dan Mika belum tamat ya .. cuma untuk ke depannya kita fokus sama cerita Satria . Biar semua tokoh rampung di novel ini . Niatnya sih mau bikin novel sendiri untuk Satria tapi dipikir pikir othor fokus sama satu judul novel dulu , takut keteteran dan hasil yang ngga maksimal . lni novel pertama othor ... masih banyak banget kurangnya . Tapi semoga semua seneng seneng ( bukan spaneng spaneng ) bacanya . Dukung terus ya !! ~


Satria duduk di kursi kebesarannya , kantor yang sudah lama tidak ia tempati . Beberapa tahun belakangan dia fokus pada pengembangan usahanya di luar negeri .


SW Corp yang berada di Dubay ia percayakan pada Ed dan Fia , sedangkan untuk SW Corp di Brazil dia percayakan asisten pribadinya yang berasal dari Amerika Tengah .


Satria tetep mengawasi kedua perusahaannya dari Jakarta . Untuk sementara waktu Satria ingin disini , tempat ia memulai segalanya sekaligus ingin melupakan semuanya .


TOK ... TOK


" Den Satria , itu gadis yang kemarin malam sudah ada di lobby " pak Setro masuk dan langsung menanyakan sesuatu .


" Gadis !? "


" Yang nolongin Den Satria pas bocor ban "


" Ohh ... Biar HRD yang urus soal itu "


Pak Setro pamit untuk menyampaikan pesan Satria . Entah kenapa Pak Setro senang melihat gadis itu . Gadis itu berbeda dengan gadis lainnya . Santun , sederhana dan pemberani .


*


" Huufft ... selesai juga wawancaranya . Gila bener ini kantor bisa segede ini . Tajir melintir pasti yang punya ini perusahaan "


" Non tunggu !! "


Gadis itu menoleh ketika ada suara yang ia kenal . Ternyata seorang bapak bapak yang tadi malam mengantar ban untuk abang abang yang memberinya pekerjaan .


" Eh Pak ... panggil saya ? "


" Iya non , semangat !! Semoga diterima disini ya "


" Jangan panggil non pak , saya Senja . Alhamdulilah saya langsung diterima tadi pak . Mereka lagi butuh OB "


" Alhamdulilah ikut seneng saya non ... eh Mba Senja "


" Terimakasih pak , o iya pak Abang yang kemarin pakai motor bapak juga bekerja disini ? "


" Abang ??! Ooo den Satria ... iya dia kerja disini , ada di atas . Memangnya kenapa ? "

__ADS_1


" Senja belum ucapkan terima kasih sama dia pak "


" Den Satria orangnya baik kok , lagian susah ketemu sama dia . Orang sibuk dia "


" Oooo .. gitu ya " Senja berpikir mungkin Satria adalah bagian lapangan yang tak pernah ada di kantor .


Embun melajukan motor bututnya untuk pulang kerumahnya . Rumah yang hanya ia tinggali dengan adik laki lakinya , Banyu Segara .


Ayahnya sudah meninggal saat dia berusia dua belas tahun dan Banyu berusia sepuluh tahun . Dan belum lama ini ibunya menyusul sang ayah . Sebenarnya mereka masih mempunyai kakek dan nenek di Bandung . Tapi yang ia tahu hubungan orang tuanya dan kakek neneknya tidak begitu baik .


Terbukti dari kecil bahkan ia sama sekali tidak pernah bertemu dengan mereka . Senja bertekad untuk membiayai adik satu satunya untuk meraih pendidikan yang tertinggi . Banyu tak pernah setuju jika kakaknya banting tulang hanya untuk membiayainya . Banyu berpikir ia adalah laki laki harusnya dia yang menanggung kakaknya , bukan sebaliknya .


Dua saudara itu hidup penuh keterbatasan , tapi mereka tetap saling menyayangi . Untuk membantu kakaknya saat siang Banyu bekerja di counter hp milik salah satu temannya . Sedang saat malam dia membuka warung kopi di depan rumahnya .


Senja tak melarang karena Banyu bisa berjualan sambil belajar . Lagipula kadang Senja juga membantunya berjualan .


Lingkungan rumah yang rata rata anak kos membuat peluang untuknya untuk berjualan nasi lauk dan minuman sekedarnya , yang pasti harganya sangat terjangkau . Memang tak begitu banyak untungnya tapi cukup memenuhi sendiri kebutuhan sekolahnya .


Walaupun hidup dalam keterbatasan mereka tak segan untuk menolong orang , itulah sebabnya mereka menjadi orang yang disegani sekaligus disukai di lingkungan itu .


Tak terasa sudah seminggu Senja bekerja di perusahaan Wiratama sebagai office girl . Baginya tak masalah jika bekerja berat sekalipun . Asalkan halal dan ia bisa menghidupi dirinya dan adiknya .


" Kak besok Banyu mau study tour ke Bali , Kak Senja ngga apa apa ditinggal sendirian di rumah ? "


" Alhamdulilah udah . Udah Banyu cicil jauh jauh hari "


" Ya udah besok kakak yang nerusin jualan nasinya setelah pulang kerja "


Paginya Senja kembali bekerja seperti biasa . Pagi hari dia bertugas untuk membersihkan lobby dan lantai dua gedung itu .


" Njaa .. bersihkan tempat meeting di lantai tiga sekarang ya . Satu jam lagi big boss meeting sama staff keuangan "


" Siaapp pak "


Walaupun sedikit tomboy Senja sangat disukai semua orang karena sifat ramahnya . Dia juga sangat bertanggung jawab pada pekerjaannya .


Selesai membersihkan lantai lobby dan lantai dua Senja segera naik ke lantai tiga menggunakan tangga . Menurutnya ia belum pantas naik menggunakan lift karyawan .


Matanya mengernyit ketika melihat seseorang dengan penampilan formal sudah duduk di ruangan yang akan ia bersihkan .

__ADS_1


" Maaf pak , saya akan membersihkan tempat ini dulu . Bapak punya alergi debu ? Jika iya sebaiknya Bapak ke ruangan sebelah dulu " secara halus Senja menjelaskan .


Sebenarnya punya alergi atau tidak Senja berharap orang itu mau meninggalkan tempat itu walau sebentar , ia takut pekerjaannya akan membuat rasa tak nyaman orang itu .


" Kau mengusirku !? "


" Lho abang disini ? " mata Senja berbinar mengetahui orang yang ingin ia temui berada dihadapannya .


Tapi laki laki tampan di depannya hanya menatapnya , sepertinya dia tidak ingat kejadian yang lalu .


" Aku Senja Bang , yang kemarin ketemu Abang pas ban mobilnya bocor "


Tapi laki laki didepannya sepertinya sama sekali tidak peduli . Dia kembali fokus melihat layar laptopnya . Senja masih mengira bahwa Satria adalah salah satu pegawai di perusahaan itu .


" Senja hanya ingin mengucapkan terimakasih sama Abang .. Ehmm Senja mulai bersih bersih ya , maaf kalau pekerjaan Senja mengganggu kerja Abang "


Sebenarnya ia sedang merutuki laki laki di depannya . Ketampanan wajahnya berbanding terbalik dengan sifatnya . Senja rasa sikap dingin laki laki itu melebihi dinginnya Kutub Utara .


Selesai membersihkan tempat itu Senja segera undur diri karena masih banyak pekerjaan yang harus ia lakukan .


" Tunggu !! " suara bariton Satria yang memenuhi ruangan itu mampu menghentikan langkah Senja .


" Ya Bang " Senja masih berusaha untuk bersuara lembut .


" Apa kau ingat janjimu padaku ?! "


" Janji ? Yang mana ? Oooo ... Senja ingat . Tapi jangan sekarang sekarang ya Bang ! Aku tidak punya uang , aku belum gajian bulan ini . Aku janji tak akan pernah melanggar janjiku jika itu yang Abang takutkan "


" Tapi aku tidak sedang meminta uangmu "


Senja langsung melangkah mundur dengan membalas tatapan Satria yang setajam.elang . Senja pun sedang menatap tak suka pada laki laki di depannya


" Terus maunya Abang apa ?! Senja nggak akan segan sama Abang jika Abang melampaui batasan "


" Kamu ... aku mau kamu . Kau tak boleh mengingkari janjimu . Barusan kau sendiri yang berkoar koar akan menepati janji "


" Tapi aku tidak menjual diriku , maaf ! Ya Tuhan ... kukira kau baik . Beda dari laki laki lainnya . Tapi otak kalian hanya berisi hal hal yang tidak pantas "


" Siapa yang menyuruhmu untuk menjual diri ?? Aku hanya ingin bersamamu agar masalahku cepat terselesaikan "

__ADS_1


" Maksudnya gimana ?? "


" Menikahlah denganku " ......


__ADS_2