
" Kau sibuk calon suami !? "
" Matamu tidak buta kan ? "
Satria terpaksa berkata kasar karena wanita itu dengan tidak tahu malu menyebut dirinya sebagai calon suami .
" Aku suka gayamu Satria , aku suka jika kau sedikit kasar . Menggairahkan "
" Menjijikkan ! "
" Apa kau tidak suka padaku ? " tanya Jenny sambil mengambil sesuatu dalam tasnya . Dia mengeluarkan sebungkus rokok kemudian duduk di sofa yang berada di depan meja kerja Satria .
" Aku tak peduli jawabanmu , karena apapun yang terjadi sebentar lagi kita akan menikah . Right ?! "
Satria tetap saja tak meladeni wanita di depannya . Hingga ia mencium bau asap rokok yang mengganggu konsentrasinya .
" Kantorku bukan club malam yang sering kau datangi hingga kau bisa melakukan apapun sesuka hatimu . Matikan rokoknya atau ... "
" Atau apa !?? " sambar Jenny terlihat menantang .
Dia berani karena yakin Satria tidak akan melawannya . Papanya adalah salah satu orang berpengaruh di negeri ini , bahkan Munir Wiratama pun bersahabat dengan kedua orang tuanya .
Satria tersenyum smirk bangkit dari kursinya , dia berjalan mendekati wanita yang masih duduk dengan angkuh di depannya .
" Kau menantangku nona Jenny ? "
" Apa yang bisa kau lakukan ? Pernikahan kita adalah pernikahan saling menguntungkan bukan ? Kau kaya raya ... dan aku bisa menaikkan derajat keluargamu jika bersanding denganku . Kita cocok kan ?! Tubuhku sempurna dan kau pun cukup tampan kukira "
" Derajat ? Jangan bicara derajat di depanku nona Jenny karena aku yakin hanya itu yang tidak kau punya sekarang ini "
Jenny berdiri dan menatap.nyalang pria tampan di depannya .
" Kau ingin aku menyebutkan satu persatu nama orang yang sudah menyentuh tubuh jal*Ng yang kau banggakan itu !? "
" Kau !! "
Satria menepis tangan Jenny yang akan melayang ke wajahnya .
" Jika kau pikir Wiratama selemah itu kau salah nona !! Papamu orang baik .. dan kami sangat menghargainya . Tapi jangan kau pikir aku akan segan menghabisimu jika kau melebihi batasmu . Ingat itu !! "
" Baik aku tunggu ancamanmu tuan Satria . Tapi ingat aku tak akan mundur sebelum kau menikahiku . Aku akan melihatmu mengemis untuk menyentuh tubuhku "
Dengan masih memasang wajah angkuh Jenny keluar dari ruangan Satria . Dia benar benar tak menganggap kata kata Satria karena ia berpikir tidak akan ada orang yang berani melawan keluarganya .
__ADS_1
Satria menghela nafas kasar , ia tahu cepat atau lambat ia akan menghadapi Jenny . Dan kali ini ia tak mau salah langkah dalam menghadapi rubah licik itu . Satria harus bisa menghindari rencana pernikahan ini tanpa harus memecah persahabatan dua keluarga .
Menurut teman temannya wanita itu menawarkan tubuhnya bukan karena uang , dia melakukannya hanya untuk kesenangan .
Hampir tiap malam ia ada di kamar VVIP club' jet set dengan laki laki yang berbeda setiap harinya . Dan yang paling disayangkan kedua orang tua Jenny tidak tahu kebejatan yang dilakukan putrinya di belakang mereka .
Tak terasa sudah jam makan siang , hari ini dia berjanji pada Aarav untuk mengajaknya makan burger dan es krim . Satria sampai tidak habis pikir kenapa Aarav bisa begitu dekat dengannya . Anak berpipi gembul itu suka sekali menempel padanya .
Mike sudah mengirimkan pesan bahwa mereka sudah menunggu di restoran siap saji yang sering mereka datangi . Satria malah merasa saat ini dia tidak lebih seperti seorang baby sitter untuk Aarav . Walaupun ia sama sekali tidak pernah keberatan .
Walaupun kadang menyebalkan seperti papanya , tapi anak itu juga mampu membuatnya tertawa lepas . Satria tidak pernah bosan mendengar celotehan anak itu .
" Antel Satiaaaa ... ciniiii " teriak Aarav yang melihat Satria sudah berada di pintu masuk restoran .
Satria melambaikan tangan dan segera berjalan menuju meja dimana Mike dan Aarav duduk . Sudah ada berbagai makanan yang saat ini di depan Aarav .
" Titip Aarav , aku dan Daddy ada meeting sekalian makan siang di restoran sebelah . Tadi Aarav sudah kelaparan jadi aku pesankan dulu makanan . Kau pesan sendiri karena aku tidak tahu seleramu ... "
" Kau sangat tahu seleraku ... "
Mike terbahak mendengar kata kata ambigu dari Satria , ia sangat tahu artinya . Tapi entah ia tak bisa marah pada pria yang tak bisa tersenyum itu .
" Cihhh ... sudah jadi milikku ! Carilah yang lain atau tongkatmu semakin lama semakin lapuk " kata Mike sambil menciumi pipi putranya .
" Jangan nakal ... turuti kata kata uncle , ok !? "
" Sebentar lagi Mika kesini menjemputnya . Kuperingatkan kau , jangan menatapnya ! Jika kau langgar maka Aarav akan bersamamu sebulan penuh , dan aku akan membuatkannya adik ke Maldives "
" Cihh ... "
Dan Mike segera pergi dengan senyum lebar di bibirnya , ia memang suka sekali menggoda Satria . Mike tak pernah bisa cemburu pada Satria , entah !! Padahal dia tahu ada kisah di masa lalu mereka .
Mike melihat Satria adalah laki laki yang bersifat ksatria , selain menghargai hubungan persahabatan dengannya Satria juga laki laki terhormat bukan tipe tipe pebinor yang akan bermain di belakangnya .
" Antel itu apa ? " Aarav menunjuk minuman yang sedang Satria minum .
" Ini kopi "
" Telus itu apa ? " Aarav menunjuk lagi satu gelas minuman yang ada disamping Satria .
" Itu susu pisang "
" Tapi Alav enda cuka , Alav cuka cucu meyon ijo "
__ADS_1
" ltu untuk ..... "
Sebuah teriakan menghentikan ucapannya , wanita itu berlari kecil menghampiri Aarav . Sebelum mencium putranya dia menenggak habis susu pisang yang ada di samping Aarav . Salah satu sudut bibir Satria terangkat , ia tahu Mika akan langsung meminumnya bahkan tanpa menanyakan susu itu punya siapa .
Masih sama seperti dulu !! Sangat ceroboh .
" Mama itu cucu antel kok di minum cih "
" Ya Tuhan ... udah habis . Maaf Mas ! Mika haus banget tadi " kata Mika terlihat merasa sangat bersalah .
" ltu memang untukmu , tidak apa apa "
Satria mengusap bibir dan pipi Aarav yang belepotan saus keju . Tak lama seorang pelayan mengantarkan burger , kentang goreng dan semangkuk kecil sup jagung .
" Alav kenyang antel ... "
" Waaahh itu buat Mika ya , Aarav mau juga nanti mama suapin !? "
" Nda mahu ... "
Satria hanya menggelengkan kepalanya . Walau sudah mempunyai putra yang usianya sudah dua tahun , wanita di depannya ini sama sekali tidak berubah . Manjanya Mika tidak berkurang sedikitpun . Mika makan dengan lahapnya . Bahkan wanita itu tidak bertanya dulu makanan yang datang itu dipesan untuk siapa .
Setelah menghabiskan semuanya baru Mika mengingatnya .
" Mas Satria enggak makan !? "
" Mas udah kenyang .. "
" Ngga baik minum kopi terus , Mika pesenin makan ya ? "
" Tidak usah , Mas antar kalian ke mansion atau ke kantor suamimu ? "
" Alav mau cama Papa "
" Ya sudah uncle antar ke sana " Satria meraih tubuh gembul Aarav dan menggendongnya keluar restoran . Tangan Aarav melingkar di leher Satria dengan kepala yang disandarkan di pundaknya .
" Ckk ... kebiasaan dasar pipi bakpau ! Habis makan pasti langsung tidur " gerutu Mika yang masih bisa di dengar oleh Satria .
" Sama persis seperti mamanya "
" Maasss ... "
Mika tak terima dengan tuduhan Satria , tapi ia tak menyalahkan . Karena setelah makan ia memang akan merasa mengantuk 😁.
__ADS_1
Tanpa mereka ketahui di sudut sana terlihat seseorang sedang menyeringai sinis melihat kedekatan mereka berdua .
~ Jeng jeng siapa nih yang lagi dipojokan sana ... yang jelas bukan othor karena othor lagi mau angkatin jemuran coz mau hujan !! ~