
Siang itu Mika berada di bengkel milik ayahnya , sekalian mengirimkan makan siang . Setelah selesai menyiapkan makan siang untuk ayahnya Mika duduk di sofa yang terdapat di kursi tunggu pelanggan .
Dengan iseng dia membuka ponselnya , ada sebuah pesan dari Reyhan . Tiap hari Reyhan memang selalu mengirimi dia pesan walau itu cuma sekedar menanyakan kabar ataupun menanyakan kegiatan Mika hari itu .
Reyhan : siang cantik , udah makan ?
Me : udah
Reyhan. : lagi ngapain
Me : nungguin ayah kerja
Reyhan. : ya udah , see you . l always miss you here ( aku selalu merindukanmu disini )
Mika tak menjawabnya , walau ia sudah tidak lagi menyimpan sakit hati tapi masih sulit untuk membuka hatinya lagi pada Reyhan . Dia selalu menjawab pesan Reyhan seperlunya , ia masih menjaga dengan baik tali pertemanan dengan laki laki itu .
Mika tahu bahwa Reyhan masih sangat berharap bisa membangun sebuah hubungan lagi dengannya tapi ia tidak bisa membohongi hatinya , ia selalu susah bernafas saat berada dalam lingkaran cinta Reyhan . Keposesifan Reyhan lebih besar dari cinta yang ada di dalam hatinya . Bagi Mika cinta adalah tentang kepercayaan , tentang menerima pasangan dengan segala kebihan dan kekurangannya .
Lebih baik Reyhan kecewa sekarang daripada akan menjadi lebih sakit di kemudian hari . Tiba tiba lamunannya buyar ketika sang ayah memanggil namanya .
" Mika ... itu Sita datang "
" Eh iya ayah . Ayah udah mau makan siang ? Mika udah siapin di dalam "
" lya makasih ya "
Hadi segera melangkah menuju ruang kantor dimana putrinya sudah menyiapkan makan siangnya setelah Sita menyapa dan mencium takzim tangan kanannya .
" Main yukk ! " Sita duduk di samping Mika , keberadaan dua gadis cantik itu cukup menyedot perhatian kaum Adam yang berada di sana .
Mika mengamati penampilan Sita siang ini . Menggunakan setelan olah raga yang cukup seksi untuknya .
" Kamu habis olah raga ya ? "
" lni mau ngajak kamu olah raga "
" Siang siang gini ?! Ogahh .. panas "
" Ckk dijamin adem dan hati riang gembira kalau olah raga sama aku , ikut ya please "
Sita mengerjapkan matanya menampilkan puppy eyes ya agar sahabatnya luluh dan mau menurutinya .
" Kemana sih ? "
__ADS_1
" Kalau ayah kasih ijin ya Mika mau mau aja. , tapi kalau engga kasih jangan nangis loh yaaaaaa .... " lanjutnya kemudian
Mereka kompak terkekeh bersama , kedekatan mereka beberapa tahun ini sudah membuat hubungan mereka seperti selayaknya saudara .
Setelah mendapat lampu hijau dari sang ayah mereka langsung pergi ke tempat yang mereka tuju . Sita menyetir sendiri mobilnya .
Mika terbelalak ketika tahu kemana Sita membawanya . Ini adalah salah satu tempat gym paling terkenal di Jakarta , surganya para body builder yang ingin memanjakan harinya .
" Gila kamu , ini kan tempatnya para pria ! Masa kita masuk sih , malu ah Mika ! "
" Siapa bilang cuma cowok yang kesini , banyak juga kok cewek yang datang kesini . Ya elah Mika jangan kebangetan udiknya "
Mika memukul pelan bahu sahabatnya , dengan perjuangan yang sedikit alot akhirnya Sita berhasil membuat Mika menginjakkan kakinya di tempat gym tersebut .
Wajah Sita terlihat berbinar melihat banyaknya pemandangan indah di depannya . Para pria yang sebagian besar memiliki tubuh sempurna dan tentu saja wajah rupawan . Mika menundukkan wajahnya pias , dia tidak biasa datang ke tempat seperti ini .
" Ayo masuk , kita ke treadmill itu aja " Sita menunjuk ke sebuah alat yang berada tepat disisi jendela kaca yang besar hingga mereka dapat melihat taman yang ada di luar ruangan itu .
" Nanti ajarin ya "
" Siaapp Nyonya !! "
Tanpa mereka sadari mereka sudah menjadi pusat perhatian kaum Adam di setiap sudut tempat itu . Sita menyetel treadmill yang dipakai Mika dengan kecepatan sedang dia sendiri memakai eliptical machine yang terletak tak jauh dari sahabatnya untuk melatih otot kakinya .
Mika tersentak kaget ketika melihat treadmill disampingnya sudah dipakai seorang laki laki yang saat ini tersenyum menatapnya . Mike , laki laki itu adalah Mike . Mika membuang pandangannya ke arah lain karena saat ini Mike tidak memakai bajunya , dengan santainya laki laki itu shirtless di depan Mika .
" Gorilla pakai bajunya !! Kalau engga .. pergi dari situ ,. Mika timpuk pakai barbel baru tau rasa , ganggu pemandangan " sungut Mika sebal pada laki laki yang masih saja mengembang senyumnya .
Mike terbahak ketika Mika memanggilnya dengan sebutan gorilla . Biasanya jika ia bertemu wanita di sini maka mereka malah akan memuja bentuk tubuhnya , perut six pack dengan wajah tampan di atas rata rata . Dadanya yang bidang akan membuat semua wanita berharap ada di pelukannya .
Dan gadis ini ? Dia malah terang terangan mengusirnya tanpa mau melihatnya sedikitpun .
" Haii cantik .. akhirnya kita ketemu lagi . Kali ini aku tak akan kehilangan lagi "
" Apa ??!!!! "
" Nice to meet you my angel ( senang bisa bertemu denganmu bidadariku ) "
Setelah pertemuannya yang terakhir di rumah sakit Mike tidak bisa melacak keberadaan Mika walau ia sudah menggunakan kuasa yang ia miliki . Dia tidak tahu sejak kejadian buruk yang menimpa Mika , Satria telah meningkatkan penjagaannya terhadap Mika . Satria sangat memantau siapa saja yang bergaul dengan gadis itu untuk memastikan tak ada yang berniat jahat padanya .
" Jawab dong , masa diem sih .. cantiknya hilang lho " Mike terus menggoda Mika .
__ADS_1
" Mika jawab asal kamu pake baju , itu aurat kenapa pada di umbar sih "
" Ya udah ini aku udah pakai kaosnya , hadap sini dong masa aku ngomong sama kamu malah kamu madepnya ke tembok sih "
" Beneran udah pake baju ? "
" Udaaahhh .. . Suueeerrr "
" Kalau bohong apain ? "
" Mau kamu cium , kamu peluk , pokoknya kamu apa apain aku ikhlaaasss "
" lsshhh .. ogahh "
" Kamu setahun kemana aja ? Kok aku cari ngga ketemu sih " tanya Mike sungguh sungguh , tapi pertanyaan Mike malah seperti kata kata gombal ditelinga Mika .
" Ya aku ada di rumah kamu nyarinya di gym , aku kuliah kamu nyarinya di club malam . Mana pernah ketemu ? "
Mike menepuk keningnya sendiri , kenapa ia menjadi laki laki bodoh . Kenapa ia tidak mencari nama Mika di kampus kampus Jakarta , padahal ia tahu waktu itu Mika adalah calon mahasiswa baru .
Mika berjengit kaget ketika ada laki laki yang tiba tiba menyentuh tangannya yang ia letakkan di sisi sisi treadmill itu .
" Perlu aku ajari cantik ? Sepertinya kamu baru sekali ini kemari "
Mika spontan menarik tangannya , wajahnya terlihat sedikit ketakutan melihat seringai laki laki yang secara tidak sopan menyentuh punggung tangannya .
Mike langsung menghentikan alat treadmillnya dan mata elangnya menatap tajam laki laki yang dengan kurang ajar menyentuh wanita idamannya , wanita yang setahun ini membuat hidupnya jungkir balik tak tenang .
Laki laki kurang ajar itu malah membalas tatapannya . Emosi Mike mulai tersulut , dia berjalan ke arah laki laki itu .
" Dia bukan milikmu , kau tak berhak melarang ku . Jangan hanya karena tubuhmu lebih besar dariku terus kau kira aku takut menghadapimu ... cihh !! "
" Dia belum jadi milikku , tapi dia adalah masa depanku !!! Jangan kau kira aku akan segan mencabut nyawamu saat ini "
Wajah Mike merah padam menahan semua emosinya . Seseorang mendekat pada pria itu dan sepertinya membisikkan sesuatu , dan laki laki brengsek itu tampak terkejut . Ketakutan mulai terlihat dimatanya .
" Tu .. tu..an Michael maafkan saya . Saya tidak tahu ini anda , maafkan saya "
" Pergi !! " dengan tangan masih terkepal kuat Mike berteriak lantang pada laki laki di depannya .
Mike menoleh ke arah belakang , betapa terkejutnya dia karena dia sudah tidak mendapati gadis itu ditempatnya tadi . Nanar ia melihat di sekelilingnya tapi tetap saja nihil hasilnya .
" Kelinci kecil kemana lagi kau . Tak akan kulepas lagi kali ini "
__ADS_1