Belong To Me

Belong To Me
50 . Nge Gym


__ADS_3

Siang itu Mika berada di bengkel milik ayahnya , sekalian mengirimkan makan siang . Setelah selesai menyiapkan makan siang untuk ayahnya Mika duduk di sofa yang terdapat di kursi tunggu pelanggan .


Dengan iseng dia membuka ponselnya , ada sebuah pesan dari Reyhan . Tiap hari Reyhan memang selalu mengirimi dia pesan walau itu cuma sekedar menanyakan kabar ataupun menanyakan kegiatan Mika hari itu .


Reyhan : siang cantik , udah makan ?


Me : udah


Reyhan. : lagi ngapain


Me : nungguin ayah kerja


Reyhan. : ya udah , see you . l always miss you here ( aku selalu merindukanmu disini )


Mika tak menjawabnya , walau ia sudah tidak lagi menyimpan sakit hati tapi masih sulit untuk membuka hatinya lagi pada Reyhan . Dia selalu menjawab pesan Reyhan seperlunya , ia masih menjaga dengan baik tali pertemanan dengan laki laki itu .


Mika tahu bahwa Reyhan masih sangat berharap bisa membangun sebuah hubungan lagi dengannya tapi ia tidak bisa membohongi hatinya , ia selalu susah bernafas saat berada dalam lingkaran cinta Reyhan . Keposesifan Reyhan lebih besar dari cinta yang ada di dalam hatinya . Bagi Mika cinta adalah tentang kepercayaan , tentang menerima pasangan dengan segala kebihan dan kekurangannya .


Lebih baik Reyhan kecewa sekarang daripada akan menjadi lebih sakit di kemudian hari . Tiba tiba lamunannya buyar ketika sang ayah memanggil namanya .


" Mika ... itu Sita datang "


" Eh iya ayah . Ayah udah mau makan siang ? Mika udah siapin di dalam "


" lya makasih ya "


Hadi segera melangkah menuju ruang kantor dimana putrinya sudah menyiapkan makan siangnya setelah Sita menyapa dan mencium takzim tangan kanannya .


" Main yukk ! " Sita duduk di samping Mika , keberadaan dua gadis cantik itu cukup menyedot perhatian kaum Adam yang berada di sana .


Mika mengamati penampilan Sita siang ini . Menggunakan setelan olah raga yang cukup seksi untuknya .


" Kamu habis olah raga ya ? "


" lni mau ngajak kamu olah raga "


" Siang siang gini ?! Ogahh .. panas "


" Ckk dijamin adem dan hati riang gembira kalau olah raga sama aku , ikut ya please "


Sita mengerjapkan matanya menampilkan puppy eyes ya agar sahabatnya luluh dan mau menurutinya .


" Kemana sih ? "

__ADS_1


" Kalau ayah kasih ijin ya Mika mau mau aja. , tapi kalau engga kasih jangan nangis loh yaaaaaa .... " lanjutnya kemudian


Mereka kompak terkekeh bersama , kedekatan mereka beberapa tahun ini sudah membuat hubungan mereka seperti selayaknya saudara .


Setelah mendapat lampu hijau dari sang ayah mereka langsung pergi ke tempat yang mereka tuju . Sita menyetir sendiri mobilnya .


Mika terbelalak ketika tahu kemana Sita membawanya . Ini adalah salah satu tempat gym paling terkenal di Jakarta , surganya para body builder yang ingin memanjakan harinya .


" Gila kamu , ini kan tempatnya para pria ! Masa kita masuk sih , malu ah Mika ! "


" Siapa bilang cuma cowok yang kesini , banyak juga kok cewek yang datang kesini . Ya elah Mika jangan kebangetan udiknya "


Mika memukul pelan bahu sahabatnya , dengan perjuangan yang sedikit alot akhirnya Sita berhasil membuat Mika menginjakkan kakinya di tempat gym tersebut .


Wajah Sita terlihat berbinar melihat banyaknya pemandangan indah di depannya . Para pria yang sebagian besar memiliki tubuh sempurna dan tentu saja wajah rupawan . Mika menundukkan wajahnya pias , dia tidak biasa datang ke tempat seperti ini .


" Ayo masuk , kita ke treadmill itu aja " Sita menunjuk ke sebuah alat yang berada tepat disisi jendela kaca yang besar hingga mereka dapat melihat taman yang ada di luar ruangan itu .


" Nanti ajarin ya "


" Siaapp Nyonya !! "


Tanpa mereka sadari mereka sudah menjadi pusat perhatian kaum Adam di setiap sudut tempat itu . Sita menyetel treadmill yang dipakai Mika dengan kecepatan sedang dia sendiri memakai eliptical machine yang terletak tak jauh dari sahabatnya untuk melatih otot kakinya .


Mika tersentak kaget ketika melihat treadmill disampingnya sudah dipakai seorang laki laki yang saat ini tersenyum menatapnya . Mike , laki laki itu adalah Mike . Mika membuang pandangannya ke arah lain karena saat ini Mike tidak memakai bajunya , dengan santainya laki laki itu shirtless di depan Mika .


" Gorilla pakai bajunya !! Kalau engga .. pergi dari situ ,. Mika timpuk pakai barbel baru tau rasa , ganggu pemandangan " sungut Mika sebal pada laki laki yang masih saja mengembang senyumnya .


Mike terbahak ketika Mika memanggilnya dengan sebutan gorilla . Biasanya jika ia bertemu wanita di sini maka mereka malah akan memuja bentuk tubuhnya , perut six pack dengan wajah tampan di atas rata rata . Dadanya yang bidang akan membuat semua wanita berharap ada di pelukannya .



Dan gadis ini ? Dia malah terang terangan mengusirnya tanpa mau melihatnya sedikitpun .


" Haii cantik .. akhirnya kita ketemu lagi . Kali ini aku tak akan kehilangan lagi "


" Apa ??!!!! "


" Nice to meet you my angel ( senang bisa bertemu denganmu bidadariku ) "


Setelah pertemuannya yang terakhir di rumah sakit Mike tidak bisa melacak keberadaan Mika walau ia sudah menggunakan kuasa yang ia miliki . Dia tidak tahu sejak kejadian buruk yang menimpa Mika , Satria telah meningkatkan penjagaannya terhadap Mika . Satria sangat memantau siapa saja yang bergaul dengan gadis itu untuk memastikan tak ada yang berniat jahat padanya .


" Jawab dong , masa diem sih .. cantiknya hilang lho " Mike terus menggoda Mika .

__ADS_1


" Mika jawab asal kamu pake baju , itu aurat kenapa pada di umbar sih "


" Ya udah ini aku udah pakai kaosnya , hadap sini dong masa aku ngomong sama kamu malah kamu madepnya ke tembok sih "


" Beneran udah pake baju ? "


" Udaaahhh .. . Suueeerrr "


" Kalau bohong apain ? "


" Mau kamu cium , kamu peluk , pokoknya kamu apa apain aku ikhlaaasss "


" lsshhh .. ogahh "


" Kamu setahun kemana aja ? Kok aku cari ngga ketemu sih " tanya Mike sungguh sungguh , tapi pertanyaan Mike malah seperti kata kata gombal ditelinga Mika .


" Ya aku ada di rumah kamu nyarinya di gym , aku kuliah kamu nyarinya di club malam . Mana pernah ketemu ? "


Mike menepuk keningnya sendiri , kenapa ia menjadi laki laki bodoh . Kenapa ia tidak mencari nama Mika di kampus kampus Jakarta , padahal ia tahu waktu itu Mika adalah calon mahasiswa baru .


Mika berjengit kaget ketika ada laki laki yang tiba tiba menyentuh tangannya yang ia letakkan di sisi sisi treadmill itu .


" Perlu aku ajari cantik ? Sepertinya kamu baru sekali ini kemari "


Mika spontan menarik tangannya , wajahnya terlihat sedikit ketakutan melihat seringai laki laki yang secara tidak sopan menyentuh punggung tangannya .


Mike langsung menghentikan alat treadmillnya dan mata elangnya menatap tajam laki laki yang dengan kurang ajar menyentuh wanita idamannya , wanita yang setahun ini membuat hidupnya jungkir balik tak tenang .


Laki laki kurang ajar itu malah membalas tatapannya . Emosi Mike mulai tersulut , dia berjalan ke arah laki laki itu .


" Dia bukan milikmu , kau tak berhak melarang ku . Jangan hanya karena tubuhmu lebih besar dariku terus kau kira aku takut menghadapimu ... cihh !! "


" Dia belum jadi milikku , tapi dia adalah masa depanku !!! Jangan kau kira aku akan segan mencabut nyawamu saat ini "


Wajah Mike merah padam menahan semua emosinya . Seseorang mendekat pada pria itu dan sepertinya membisikkan sesuatu , dan laki laki brengsek itu tampak terkejut . Ketakutan mulai terlihat dimatanya .


" Tu .. tu..an Michael maafkan saya . Saya tidak tahu ini anda , maafkan saya "


" Pergi !! " dengan tangan masih terkepal kuat Mike berteriak lantang pada laki laki di depannya .


Mike menoleh ke arah belakang , betapa terkejutnya dia karena dia sudah tidak mendapati gadis itu ditempatnya tadi . Nanar ia melihat di sekelilingnya tapi tetap saja nihil hasilnya .


" Kelinci kecil kemana lagi kau . Tak akan kulepas lagi kali ini "

__ADS_1


__ADS_2