
" Ayah hanya ingin kamu selalu menjaga putri ayah .... "
" Pasti !! Mike pasti akan selalu menjaga Mika dan ibu , kita jaga sama sama ... ayah pasti cepat sembuh "
Retno tak kuasa menahan air matanya , entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak . Hadinata terlihat lebih pucat dari sebelumnya .
" Ayah ingin kamu nikahi putri ayah .. disini .. sekarang ... " ucap Hadinata dengan suara yang semakin lirih , nafasnya terlihat sedikit tersengal .
" Ayahhhh .... "
Mike menggenggam tangan Hadinata seakan menyalurkan kekuatannya pada laki laki paru baya yang tergolek lemah itu .Sudut matanya bisa melihat pada gadis disampingnya yang sedari tadi tidak bisa menahan tangisnya .
" Ayahhh ... Mike janji akan menjaga dua wanita yang paling ayah sayangi seumur hidup Mike , tapi ... "
" Ayah tahu kamu pasti akan menolaknya . lni permintaan terakhir ayah padamu , ayah mohonnn ... nikahi putri ayah "
Hadinata tahu ia sudah memaksakan kehendaknya pada Mike . Tapi hanya pada laki laki muda itu ia bisa mempercayakan putrinya . Hadinata percaya Mike ataupun Mika bisa belajar untuk saling mencintai , seperti pepatah Jawa yang berbunyi ' Tresno jalaran Seko kulino ' yang artinya cinta datang karena terbiasa . Cepat atau lambat mereka akan bisa saling mencintai jika sudah hidup bersama .
Sebenarnya ia juga sangat percaya pada Satria , ia tahu benar betapa besar Satria mencintai putrinya . Tapi sejak mendengar kabar pernikahan Reyhan yang mendadak ia menjadi berpikir tentang masa depan putrinya .
Kedua kakak beradik itu saling berkorban untuk kebahagiaan masing masing . Satria selalu mengutamakan kebahagiaan adiknya . Dan Reyhan amat sangat menghormati kakaknya bahkan sama seperti ia menghormati papanya .
Hadinata tidak ingin Mika menjadi pemecah hubungan persaudaraan antara Satria dan Reyhan . Biarpun Reyhan telah menikah , ia tidak mau suatu saat Mika kembali menjadi pemicu keretakan hubungan pernikahan ataupun persaudaraan itu . Karena Hadinata tahu seberapa besar cinta Reyhan pada Mika dulu . Dan tak akan mudah bagi seseorang untuk melupakan cintanya .Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan , tapi ia hanya ingin memastikan dia menyerahkan putrinya di tangan yang tepat .
__ADS_1
Dia sangat menyayangi dan menghormati keluarga Wiratama . Sejak awal mereka tiba di ibukota keluarga Wiratama sudah sangat membantu mereka . Bahkan Munir memberikan sejumlah saham Wiranata Group pada putrinya . Sungguh , ia hanya ingin menjaga hubungan keluarga mereka tetap baik . Karena ia merasa dirinya sudah tak bisa menjaga anak dan istrinya lebih lama lagi . Mungkin terdengar sangat egois meminta putrinya menikah saat dia tahu Mika telah mencintai orang lain . Tapi ia hanya ingin yang terbaik untuk putrinya , dan saat ini hanya Mike yang ia percaya untuk menjaga Mika .
Mika sangat terkejut dengan permintaan ayahnya , tapi ia memilih diam karena sangat mengenal sang ayah . Hadinata pasti sudah mempunyai banyak pertimbangan kenapa lebih memilih Mike . Jujur ia sangat kecewa , kedua orang tuanya sangat tahu hubungannya dengan Satria . Tapi apapun akan ia lakukan untuk kesembuhan sang ayah .
" Mika akan menuruti semua permintaan ayah , sekarang juga kita menikah "
Mike tak kalah terkejut mendengar penuturan gadis disampingnya , dan Mika hanya mengangguk pelan seolah mengatakan mereka akan menuruti permintaan Hadinata . Dan semua berjalan begitu cepat , dua orang dokter diminta untuk menjadi saksi pernikahan mereka . Mom Bia segera meminta salah satu pegawainya untuk mengantar baju yang akan dipergunakan saat akad nanti .
Mereka berencana akan mendaftarkan resmi pernikahan mereka di catatan sipil setelah semua selesai dan keadaan Hadinata membaik . Retno pun sangat mendukung rencana ini meskipun ia hanya terlihat diam , pikirannya sedang berpusat pada keadaan suaminya .
Akhirnya semua sudah selesai disiapkan dalam waktu hanya sekejap . Mika terlihat mengenakan kebaya sederhana tanpa polesan make up , walau begitu kecantikannya tidak berkurang sedikitpun . Dua orang dokter yang menjadi saksi juga sudah berada dalam ruangan itu . Mika duduk di kursi sofa didampingi oleh ibunya dan Mom Bia .
Mike sedikit membungkuk ketika menggenggam tangan Hadinata untuk melakukan akad nikah . Hadinata mengucap ijab dengan keadaan masih terbaring dan Mike duduk disampingnya . Bisma Dananjaya pun datang untuk mendampingi putranya karena Mom Bia tadi sempat menelponnya . Bisma bahkan menggunakan heli agar bisa secepatnya datang ke acara itu .
" Saya terima nikahnya dan kawinnya Qayreen Mikayla binti Hadinata dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai "
Mike merasa sangat lega ketika selesai mengucapkannya dan mendengar para saksi mengucap kata ' SAH ' . Retno dan Mom Bia menggandeng Mika menuju suaminya . Sesaat kedua pengantin baru itu saling tatap , mereka seakan masih tak percaya jika sekarang mereka adalah suami istri . Rasanya baru kemarin mereka masih saling ejek dan bercanda tapi sekarang mereka berhadapan sebagai sepasang suami istri .
" Sayang .. salim sama suami kamu nak " Retno berbisik pada putrinya karena Mika masih diam terpaku di hadapan Mike .
Mika mengulurkan tangannya untuk mencium punggung tangan suaminya , setelah itu Mike mencium kening gadis yang sudah halal untuknya tersebut . Hatinya membuncah menyadari gadis pujaannya kini sudah menjadi istrinya walau pernikahan mereka belum resmi dicatatkan , tapi ada sudut hatinya yang juga sedih karena tahu Mika terpaksa melakukan pernikahan ini . Gadis itu mau menikah dengannya hanya karena ingin membahagiakan ayahnya .
Bisma dan Bia memeluk menantu mereka , begitupun Retno . Mika mencium sayang tangan dan kening ayahnya tapi ia dikejutkan dengan tangan Hadinata yang melemah setelah tadi menggenggam tangannya cukup erat .
__ADS_1
" Ayahh !!! " teriak Mika dan Mike bersamaan .
" Jaga putri ayah ... " lirih Hadinata dengan memandang Mike yang terlihat sangat khawatir .
Dua dokter yang masih diruangan itu segera melakukan tindakan karena kondisi Hadinata yang kian lemah . Mika pingsan ketika alat elektrokardiogram yang terpasang menunjukkan grafik lurus dan setelah beberapa saat memeriksa nadi dokter menyatakan ayahnya telah meninggal dunia .
Semua kejadian terasa begitu cepat , Bia terus berada disamping Retno untuk menguatkan sedang Bisma segera mengurus segala sesuatu untuk pemakaman Hadinata . Ia juga mengabarkan berita duka ini pada Munir yang saat ini masih berada di London bersama Lisa .
Mike kembali membawa Mika di kamar yang ditempati saat Mika pingsan pertama tadi . Gadis itu terlalu syok dengan kejadian beruntun yang terlalu cepat ini , tak menyangka akan kehilangan ayah yang dia hormati dan sayangi secepat ini .
Setelah sadar Mike membawa Mika ke rumah untuk melihat jenasah untuk terakhir kalinya . Retno dan Mika tidak mengikuti prosesi di pemakaman , selain kondisi mereka berdua yang lemah Mike juga khawatir mereka tidak kuat melihat jenasah Hadinata yang dikebumikan .
Bisma dan Mike mengikuti proses pemakaman hingga selesai , mulai saat ini mereka bertanggung jawab penuh pada keluarga Mika yang sudah menjadi bagian dari keluarga mereka . Tampak ayah dan anak itu sedang berbicara di dalam mobil setelah selesai acara pemakaman untuk menuju rumah Mika kembali .
" Mulai saat ini kau bertanggung jawab penuh pada istrimu , jangan lagi main main dengan hidupmu . Sekarang kau adalah seorang suami dan kau sudah berjanji pada ayah Mika untuk menjaga putrinya " ucap Bisma menasehati putranya yang selama ini masih setengah setengah belajar di perusahaan .
Mike kadang bisa sangat serius untuk belajar , tapi kadang jiwa mudanya mendominasi dengan bolos kerja untuk hang out bersama teman temannya .
" l promise to be a more responsible man Dad. I'm a household leader now , l know ( Aku berjanji akan menjadi laki laki yang lebih bertanggung jawab Dad . Aku adalah pemimpin rumah tangga sekarang , aku tahu ) "
Bisma menatap putranya dengan sedikit menarik bibirnya , ia tahu putranya akan melakukan apapun demi kebahagiaan istrinya . Mike sangat mencintai Mika !
" Ayah tenang disana ya ... Mike akan selalu menjaga dan membahagiakan putri ayah "
__ADS_1