
Mika bersungut sungut pagi itu , bagaimana tidak jika pagi pagi begini Mike sudah menyambangi rumahnya . Bahkan sudah bermain catur dan minum kopi bersama ayah di teras depan .
Heran Mika , bagaimana bisa gorilla itu dengan cepat bisa akrab dengan ayah padahal baru kali ini mereka bertemu . Tapi ia dengan jelas mendengar kedua laki laki beda generasi itu bercerita dan sesekali.tertawa bersama .
" Mika ajak ayah dan tamunya sarapan sekarang . Mumpung masih anget nasi gorengnya "
" Tamunya suruh pulang aja ya Bu ! Ngga cukup nasi gorengnya , badannya aja segede gitu pasti makannya banyak " sungut Mika sebal .
" Haiisshh ... ngga sopan ngatain orang . Orang bule mana ada yang kecil . Jarang jarang kita punya tamu bule ganteng kaya gitu "
Dengan langkah berat akhirnya Mika melangkah ke depan . Mike tersenyum melihat Mika berada di ambang pintu depan dengan bibir mengerucut . Mike tahu pasti gadis itu sedang merasa sebal dengannya yang pagi pagi begini sudah ada di rumahnya .
" Ayah sarapan dulu , ibu sudah bikin nasi goreng kesukaan ayah "
Ayah menoleh ke arahnya tersenyum dan mengangguk . Satu tangannya melambai ke arah Mika pertanda dia meminta putrinya mendekat ke arahnya .
" Sini sayang , kenalin ini nak Michael ! Dia punya bangunan yang letaknya strategis , rencananya sih mau ayah kontrak buat buka cabang bengkel kita . Dan pagi ini rencananya ayah mau kesana sama nak Michael "
" Kenalin ? Jadi .. " batin Mika masih bingung dengan keadaan . Jadi Mike tidak bercerita pada ayah bahwa mereka sudah saling kenal . Mike ke rumahnya pagi pagi ternyata bukan untuk dirinya , tapi untuk ayahnya . Ya Tuhan , Mika merasa bersalah karena telah sempat seudzon tadi .
" Selamat pagi Mika , maaf kedatanganku pasti udah ganggu kamu " sapa Mike ramah .
" Lhoo .. kalian udah saling kenal ? " tanya Hadi menatap heran dua orang di depannya .
" Dulu Mika pernah bawa Mike ke rumah sakit pas Mike tiba tiba sakit Yah ! Waktu itu Mike lagi jalan jalan di mall . Dua hari yang lalu kita juga ngga sengaja bertemu di gym "
Mika mengerutkan keningnya ketika gorilla didepannya memanggil ayahnya dengan sebutan yang sama dengannya . Sudah sedekat itukah Mike dengan ayahnya hingga gorilla itu juga memanggil dengan kata ' ayah ' .
" Bener Mika ? "
" lya Yah "
__ADS_1
" Ya sudah kita makan dulu , keburu siang nanti ayah sama nak Michael . Kamu mau ikut juga Mika ? "
" Enggak Yah , nanti Mika mau finishing kantor Mas Satria soalnya "
Setelah menyelesaikan sarapan Hadi dan Mike segera pergi ke tempat dimana bangunan milik Mike berada . Dua hari yang lalu setelah mereka bertemu di gym Mike mencari tahu tentang Mika . Dengan kuasa yang ia punya bukan hal sulit untuk mencari tahu tentang gadis pujaannya . Apalagi Sita juga sudah bercerita bahwa ayah Mika mempunyai sebuah bengkel dipusat kota .
Mike memang sengaja menjalin hubungan baik terlebih dulu dengan kedua orang tua Mika . Dia tidak bisa terang terangan mendekati gadis itu , takut terjadi kesalahpahaman nantinya . Melihat status Mika yang pernah menjadi tunangan seorang Reyhan Wiratama yang hanya bertahan hanya dalam beberapa hari saja .
,Ya , semua sudah tahu tentang putusnya pertunangan mereka . Selama satu tahun ini Mika sedikit demi sedikit memberi pengertian tentang keputusannya untuk membatalkan pertunangannya . Mika sangat beruntung karena kedua orang tuanya mendukungnya , walau sempat marah saat pertama kali mendengar kabar itu .
Begitu juga Munir , pria parubaya itu sempat kecewa pada putra bungsunya . Dia malu karena dia pernah memaksakan hubungan pertunangan Mika dan Reyhan . Mika tidak pernah menceritakan kejadian sebenarnya , dia hanya bercerita dia memutuskan hubungan ini karena Mika masih ingin menikmati masa mudanya .
Dan tentu saja Munir tidak bisa percaya begitu saja , setelah menyelidiki dan tahu kebenarannya dia sempat murka pada putra bungsunya . Tapi Hadinata dan Retno berhasil menenangkannya , mereka mengatakan pada Munir bukan Mika atau Reyhan yang salah . Disini mereka sebagai orang tua yang salah karena sangat berharap tentang perjodohan mereka , tanpa memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya .
Lisa dan Satria juga ikut andil dalam menenangkan Munir . Setelah tahu semuanya walau sangat terlambat , mereka sepakat tidak akan memaksakan Mika ataupun Reyhan melanjutkan kembali hubungan yang telah pupus .
#
" Mba Vika , Mika bisa ketemu sama Mas Satria engga ? "
" Bos lagi ada tamu tadi , tamunya cewek cantik banget dari Dubay katanya sih ! Kamu nemenin mba aja disini cantik , kalap engga di kantor Dimas aja lagi banyak snack tuh ! Tadi pacarnya kesini bawain Snack banyak banget "
kata Vika panjang lebar .
Sebenarnya Mika penasaran dengan tamu yang Vika maksud , tapi bukan menjadi urusannya untuk tahu tamu di perusahaan itu .
" Bener mba kak Dimas punya banyak snack ? Aseekk Mika minta aahhh .. "
Akhirnya Mika melangkah menuju kantor Dimas yang bersebelahan dengan kantor Satria . Langkahnya sejenak terhenti ketika melihat pintu yang setengah terbuka . Tampaknya Satria segaja tidak menutup rapat pintu kantornya .
Mika melihat dengan jelas posisi intim dua makhluk didalam kantor yang tengah duduk di sofa . Seorang wanita cantik dengan rambut terurai panjang dan pakaian cukup seksi sedang bergelayut pada leher Satria dengan tubuh berhadapan nyaris bersentuhan .
__ADS_1
DEGGG .. DEGGG
Mika tidak tahu kenapa tiba tiba hatinya terasa nyeri , hatinya terasa tercubit melihat kemesraan mereka . Mika melanjutkan langkahnya menuju ruangan Dimas , dia tak ingin kedua orang itu melihat keberadaannya .
" Lho Mika , kok kesini ? Bos udah nungguin dari tadi tuh , tadi sempet kesini bilang kalau ketemu kamu suruh langsung keruangannya "
" Emang engga boleh Mika kesini ! Mentang mentang lagi banyak makanan , pasti kak Dimas mau umpetin semua kan ? Dasar pelit !! "
" Ya Tuhaaannn .. masa iya sih sama kamu kak Dimas pelit . Buat kamu semua kalau perlu ! Tapi bilang ke bos ya , naikin gaji kak Dimas gitu soalnya Kak Dimas lagi kejar target buat kawin sama mba Eidel kamu itu "
" Ihhh ada maunya , Kak Dimas dosa kalau ngga ikhlas lho "
" Ikhlaaasss banget , nih bawa semua "
Dimas mengeluarkan sebuah kantong agak besar berisi berbagai macam cemilan dan minuman . Eidel sengaja membelikannya karena sejak Satria punya proyek di Dubay kekasihnya itu sering pulang malam dan sering lupa makan .
" Mika mengambil beberapa Snack dan minuman dan segera membukanya . Dimas geleng geleng kepala melihat betapa asyiknya gadis itu menikmati cemilan di depannya .
" Gimana Mika mau langsung masuk , yang punya ruangan aja lagi muaach muaach ! " gumam Mika sambil memonyong monyongkan bibirnya .
Dimas terkekeh melihat tingkah gadis itu , ia yakin yang Mika lihat bukan yang terjadi sebenarnya karena ia tahu betul siapa Satria . Tiba tiba Dimas berdiri dari kursi kerjanya membuat Mika segera meraih tas berisi macam macam cemilan itu .
" Kalau udah ngasih trus diminta balik itu dosanya gede ! Nanti Mika sampein deh soal Kak Dimas minta naik gaji , tapi jangan diminta lagi snack Mika "
Dimas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal , gadis ini benar benar membuatnya mati kutu . Bosnya sedang berada di pintu sambil melihat gadis yang masih membawa keripik kentang ditangannya , kemudian beralih menatapnya .
" Siapa yang lagi muach muach ? Kantor ini punya aturan tegas dengan pegawai yang berani berbuat mesum di kantor !! Kamu beneran minta naik gaji Dim ? "
Mika sontak melihat ke arah sumber suara , suara bariton yang sangat ia hafal . Mulutnya berhenti mengunyah dan ia sembunyikan bungkus keripik itu di balik badannya .
" Lho Mas Satria kok disini ? " ucapnya tak kalah gugup dari Dimas .
__ADS_1
" Mas tunggu di kantor Mas , bersihin dulu tangan sama mulutnya ! Jorok "