
Hari ini adalah saat keberangkatan Mike ke Surabaya . Mika sudah mempersiapkan semua keperluan untuk suaminya . Mike memilih menggunakan pesawat pribadi milik sang Daddy kali ini untuk alasan mempersingkat waktu .
Biasanya jika ingin pergi ke lain daerah ia lebih memilih pesawat komersil karena tidak mau terlalu bergantung pada kekayaan keluarga , tapi kali ini Mike tak akan menyia nyiakan waktu semenit pun karena tak ingin terlalu lama meninggalkan istri kecilnya .
Sudah dua kali Mika melihat mewahnya sebuah pesawat pribadi. . Pertama adalah saat dulu mengantarkan kepergian Satria ke Dubay , dan kedua adalah saat mengantarkan suaminya sendiri saat ini .
" Abi jangan sampai telat makan disana ... "
" He em " jawab Mike sambil terus merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya . Dia masih betah menciumi aroma tubuh Mika yang sudah menjadi candu untuknya .
" Kalau lagi diluar jangan kemana mana matanya ... !!."
" He em " jawabnya sambil tertawa kecil .
Mika menjerit kaget ketika Mike menyesap kuat leher jenjangnya . Bukan hanya sekali tapi sampai dua kali Mike membuat tanda kepemilikan di leher Mika . Dan hal itu sukses mendapatkan cubitan keras di perutnya . Bukannya kesakitan Mike malah terkekeh sambil menciumi seluruh wajah Mika .
" Abi ... udahhh ... geli !! "
" Habisnya Abi gemes sama kamu . lni tanda biar semua orang lihat kalau kamu udah ada yang punya "
Semalam ia ingin menghajar sang istri di ranjang sebagai bekal kepergiannya . Tapi apesnya sang istri malah mendapat period bulanannya . Akhirnya ia mengajari Mika untuk memuaskannya dengan cara lain .
Ya , ia hanya mendapatkan pelepasan melalui gerakan tangan sang istri . Untungnya istri kecilnya cepat mengerti ketika di ajari walaupun awal awalnya ngotot untuk tidak mau melakukannya .
" Kamu juga jaga diri disini ya sayang , ngga usah dandan cantik cantik kalau mau keluar rumah . Lain kali main sama Mike junior jangan pakai tangan ya sayang , sekali kali coba pakai ini " ucap Mike mengecup bibir Cherry istrinya .
Mika yang tahu kemana arah pembicaraan itu hanya bisa melotot ke arah suaminya . Tangan mungilnya membungkam mulut tak berfilter suaminya . Mika takut orang lain mendengar hal yang tak pantas di dengar itu .
Sampai sekarang pun ia masih malu jika membayangkan kejadian semalam . Mike melepaskan tangan Mika dan menciuminya .
" Abi sayang sama Mika "
" Mesum !!! "
__ADS_1
" Tapi sayang kan ?! "
" Mika sayang banget sama Abi ... "
Sebelum melanjutkan kata katanya ada dua orang berteriak menginterupsi mereka .
" Whhoooyy ... lama banget sih say good bye nya !! Elo cuma mau ke Surabaya , bukan ke ujung dunia !!! " teriak Arman di belakang sana .
Sedang Sita hanya tertawa melihat tunangannya menatap sebal pada pasangan yang tak henti hentinya menunjukkan kemesraan mereka . Mika kemarin meminta tolong pada dua sahabatnya itu untuk ikut mengantar sang suami menuju hanggar pribadi keluarga Dananjaya .
" Cihh ... iri , bilang boss !! " ejek Mike tanpa melepaskan sedikitpun pelukannya .
" Heran gue sama bule satu itu ! Dulu gue kira bakal nyeremin temenan sama dia . Nyatanya tengilnya audzubillah .... " gumam Arman yang masih dapat di dengar oleh Sita . Sita sudah lama mengenal Mike jadi ia sudah tidak kaget dengan tingkah bule satu itu .
Akhirnya siang itu Mike terbang ke Surabaya , sedang Arman dan Sita mengantar Mika menuju ke rumah Retno . Mika ingin menghabiskan waktu seminggu ini bersama ibunya .
" Kak Arman sama Sita nggak mampir dulu ? " tanya Mika ketika mereka sudah sampai di halaman rumah milik ibunya .
" Kami lagi ada kepentingan lain incess ... lain kali aja Kak Arman main kesini "
Dengan tak sabar Mika segera masuk ke rumah yang memberinya banyak kenangan itu . Dia bisa merasakan aroma khas ketika memasuki rumah sederhana yang sudah bertahun tahun ditinggali keluarganya .
" Mikaaa ... !! "
" Ibuuuu ... "
Sejenak ibu dan anak itu terlihat berpelukan , rasanya Mika sangat merindukan moment ini . Mika juga memeluk perempuan parubaya yang beberapa waktu lalu diminta Retno untuk datang ke rumah ini .
" Bude lra ... pripun kabare ( bagaimana kabarnya ) ? Maaf Mika lama nggak kesini "
" Alhamdulilah kabare apik cah ayu . Yo maklum wong penganten anyar mesti sibuk ( Alhamdulilah kabarnya baik anak cantik . Maklum kalau pengantin baru pasti sibuk ) "
" Kok nggak sama suami kamu ? Jangan bilang sama lbu kamu minggat ya !! " tatap Retno penuh selidik .
__ADS_1
Retno melihat Mika menyeret sebuah koper kecil yang ia yakin berisi pakaian . Sebenarnya masih ada beberapa lembar pakaian yang sengaja Mika tinggal di rumah ini . Tapi beberapa waktu yang lalu Mika sudah memberikannya pada Budenya karena waktu itu ia melihat wanita itu hanya sedikit membawa baju dari Jogja .
" Masa iya Mika minggat sih Bu " jawab Mika sambil terkekeh merasa lucu dengan kata kata ibunya .
" Suami Mika lagi pergi ke Surabaya . Oh iya tadi Mike kirim salam buat lbu katanya maaf ngga bisa pamit ! Soalnya mendadak banget acaranya "
" Udah ngga apa apa ibuk ngerti suami kamu orang sibuk . O iya kemarin nak Satria main kesini , kangen sama ibuk katanya "
Mika tak merespon kata kata ibunya hingga Retno mengerutkan keningnya .
" Kamu ngga seneng denger Satria nengok ibuk ? "
" Masa iya sih Mika ngga seneng ibu ditengokin orang " kata Mika mencomot kue yang tadi dihidangkan Budenya .
Walau ia sangat menghormati Satria tapi ia tak ingin membuat suaminya salah paham karena kedekatannya dengan orang yang pernah singgah di hatinya tersebut .
" Gimana nduk sudah isi apa belum ? " tanya Bude lra pada Mika yang masih dengan semangat mencomot satu demi satu jajanan yang ia sediakan di atas piring . Dan pertanyaan itu mampu membuat gadis itu berhenti mengunyah .
" Udah habis dua kuenya Bude , tadi perut Mika cuma di isi selembar roti . Keburu buru soalnya "
Retno dan lra hanya tersenyum menanggapi putrinya yang kadang masih polos .
" Bude kamu itu lagi nanya kamu sudah hamil apa belum sayang " jelas Retno pada putrinya .
Mika hanya menghela nafasnya , pertanyaan seperti itulah yang paling ia takuti . Kadang ia pun di buat heran , padahal ia tidak menggunakan alat kontrasepsi . Bahkan hampir setiap hari mereka melakukan kegiatan ranjang . Tapi entah kenapa cucu yang diharapkan Mommy , Daddy dan ibunya tidak kunjung datang .
Walau Mike tak pernah mempermasalahkan hal itu tapi sebagai wanita ia kadang merasa takut . Mika pun belum berniat memeriksakan dirinya ke dokter obgyn , ia takut jika ada sesuatu dalam dirinya yang suatu saat membuat dirinya susah untuk mendapatkan momongan .
" Belum bude , tadi malam aja Mika malah dapat haid " katanya jujur .
" Pas banget .... " sahut lra. .
" Pas apanya Bude ?! "
__ADS_1
" Kan seminggu tuh suami kamu perginya , berarti kan kamu udah selesai masa haidnya . Pokoknya setelah pulang kamu harus semangat melayani suami kamu . Pokoknya besok kamu harus rajin rajin bikinnya " kata lra yang ditanggapi senyuman oleh Retno .
Mika hanya bersemu merah mendengar ucapan frontal Budenya , tapi tak ada salahnya juga jika ia menjalankan nasehat itu . Siapa tahu mimpinya untuk segera mempunyai momongan bisa terwujud .