Belong To Me

Belong To Me
106 . lngin Punya Baby


__ADS_3

Hari ini adalah saat keberangkatan Mike ke Surabaya . Mika sudah mempersiapkan semua keperluan untuk suaminya . Mike memilih menggunakan pesawat pribadi milik sang Daddy kali ini untuk alasan mempersingkat waktu .


Biasanya jika ingin pergi ke lain daerah ia lebih memilih pesawat komersil karena tidak mau terlalu bergantung pada kekayaan keluarga , tapi kali ini Mike tak akan menyia nyiakan waktu semenit pun karena tak ingin terlalu lama meninggalkan istri kecilnya .


Sudah dua kali Mika melihat mewahnya sebuah pesawat pribadi. . Pertama adalah saat dulu mengantarkan kepergian Satria ke Dubay , dan kedua adalah saat mengantarkan suaminya sendiri saat ini .


" Abi jangan sampai telat makan disana ... "


" He em " jawab Mike sambil terus merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya . Dia masih betah menciumi aroma tubuh Mika yang sudah menjadi candu untuknya .


" Kalau lagi diluar jangan kemana mana matanya ... !!."


" He em " jawabnya sambil tertawa kecil .


Mika menjerit kaget ketika Mike menyesap kuat leher jenjangnya . Bukan hanya sekali tapi sampai dua kali Mike membuat tanda kepemilikan di leher Mika . Dan hal itu sukses mendapatkan cubitan keras di perutnya . Bukannya kesakitan Mike malah terkekeh sambil menciumi seluruh wajah Mika .


" Abi ... udahhh ... geli !! "


" Habisnya Abi gemes sama kamu . lni tanda biar semua orang lihat kalau kamu udah ada yang punya "


Semalam ia ingin menghajar sang istri di ranjang sebagai bekal kepergiannya . Tapi apesnya sang istri malah mendapat period bulanannya . Akhirnya ia mengajari Mika untuk memuaskannya dengan cara lain .


Ya , ia hanya mendapatkan pelepasan melalui gerakan tangan sang istri . Untungnya istri kecilnya cepat mengerti ketika di ajari walaupun awal awalnya ngotot untuk tidak mau melakukannya .


" Kamu juga jaga diri disini ya sayang , ngga usah dandan cantik cantik kalau mau keluar rumah . Lain kali main sama Mike junior jangan pakai tangan ya sayang , sekali kali coba pakai ini " ucap Mike mengecup bibir Cherry istrinya .


Mika yang tahu kemana arah pembicaraan itu hanya bisa melotot ke arah suaminya . Tangan mungilnya membungkam mulut tak berfilter suaminya . Mika takut orang lain mendengar hal yang tak pantas di dengar itu .


Sampai sekarang pun ia masih malu jika membayangkan kejadian semalam . Mike melepaskan tangan Mika dan menciuminya .


" Abi sayang sama Mika "


" Mesum !!! "

__ADS_1


" Tapi sayang kan ?! "


" Mika sayang banget sama Abi ... "


Sebelum melanjutkan kata katanya ada dua orang berteriak menginterupsi mereka .


" Whhoooyy ... lama banget sih say good bye nya !! Elo cuma mau ke Surabaya , bukan ke ujung dunia !!! " teriak Arman di belakang sana .


Sedang Sita hanya tertawa melihat tunangannya menatap sebal pada pasangan yang tak henti hentinya menunjukkan kemesraan mereka . Mika kemarin meminta tolong pada dua sahabatnya itu untuk ikut mengantar sang suami menuju hanggar pribadi keluarga Dananjaya .


" Cihh ... iri , bilang boss !! " ejek Mike tanpa melepaskan sedikitpun pelukannya .


" Heran gue sama bule satu itu ! Dulu gue kira bakal nyeremin temenan sama dia . Nyatanya tengilnya audzubillah .... " gumam Arman yang masih dapat di dengar oleh Sita . Sita sudah lama mengenal Mike jadi ia sudah tidak kaget dengan tingkah bule satu itu .


Akhirnya siang itu Mike terbang ke Surabaya , sedang Arman dan Sita mengantar Mika menuju ke rumah Retno . Mika ingin menghabiskan waktu seminggu ini bersama ibunya .


" Kak Arman sama Sita nggak mampir dulu ? " tanya Mika ketika mereka sudah sampai di halaman rumah milik ibunya .


" Kami lagi ada kepentingan lain incess ... lain kali aja Kak Arman main kesini "


Dengan tak sabar Mika segera masuk ke rumah yang memberinya banyak kenangan itu . Dia bisa merasakan aroma khas ketika memasuki rumah sederhana yang sudah bertahun tahun ditinggali keluarganya .


" Mikaaa ... !! "


" Ibuuuu ... "


Sejenak ibu dan anak itu terlihat berpelukan , rasanya Mika sangat merindukan moment ini . Mika juga memeluk perempuan parubaya yang beberapa waktu lalu diminta Retno untuk datang ke rumah ini .


" Bude lra ... pripun kabare ( bagaimana kabarnya ) ? Maaf Mika lama nggak kesini "


" Alhamdulilah kabare apik cah ayu . Yo maklum wong penganten anyar mesti sibuk ( Alhamdulilah kabarnya baik anak cantik . Maklum kalau pengantin baru pasti sibuk ) "


" Kok nggak sama suami kamu ? Jangan bilang sama lbu kamu minggat ya !! " tatap Retno penuh selidik .

__ADS_1


Retno melihat Mika menyeret sebuah koper kecil yang ia yakin berisi pakaian . Sebenarnya masih ada beberapa lembar pakaian yang sengaja Mika tinggal di rumah ini . Tapi beberapa waktu yang lalu Mika sudah memberikannya pada Budenya karena waktu itu ia melihat wanita itu hanya sedikit membawa baju dari Jogja .


" Masa iya Mika minggat sih Bu " jawab Mika sambil terkekeh merasa lucu dengan kata kata ibunya .


" Suami Mika lagi pergi ke Surabaya . Oh iya tadi Mike kirim salam buat lbu katanya maaf ngga bisa pamit ! Soalnya mendadak banget acaranya "


" Udah ngga apa apa ibuk ngerti suami kamu orang sibuk . O iya kemarin nak Satria main kesini , kangen sama ibuk katanya "


Mika tak merespon kata kata ibunya hingga Retno mengerutkan keningnya .


" Kamu ngga seneng denger Satria nengok ibuk ? "


" Masa iya sih Mika ngga seneng ibu ditengokin orang " kata Mika mencomot kue yang tadi dihidangkan Budenya .


Walau ia sangat menghormati Satria tapi ia tak ingin membuat suaminya salah paham karena kedekatannya dengan orang yang pernah singgah di hatinya tersebut .


" Gimana nduk sudah isi apa belum ? " tanya Bude lra pada Mika yang masih dengan semangat mencomot satu demi satu jajanan yang ia sediakan di atas piring . Dan pertanyaan itu mampu membuat gadis itu berhenti mengunyah .


" Udah habis dua kuenya Bude , tadi perut Mika cuma di isi selembar roti . Keburu buru soalnya "


Retno dan lra hanya tersenyum menanggapi putrinya yang kadang masih polos .


" Bude kamu itu lagi nanya kamu sudah hamil apa belum sayang " jelas Retno pada putrinya .


Mika hanya menghela nafasnya , pertanyaan seperti itulah yang paling ia takuti . Kadang ia pun di buat heran , padahal ia tidak menggunakan alat kontrasepsi . Bahkan hampir setiap hari mereka melakukan kegiatan ranjang . Tapi entah kenapa cucu yang diharapkan Mommy , Daddy dan ibunya tidak kunjung datang .


Walau Mike tak pernah mempermasalahkan hal itu tapi sebagai wanita ia kadang merasa takut . Mika pun belum berniat memeriksakan dirinya ke dokter obgyn , ia takut jika ada sesuatu dalam dirinya yang suatu saat membuat dirinya susah untuk mendapatkan momongan .


" Belum bude , tadi malam aja Mika malah dapat haid " katanya jujur .


" Pas banget .... " sahut lra. .


" Pas apanya Bude ?! "

__ADS_1


" Kan seminggu tuh suami kamu perginya , berarti kan kamu udah selesai masa haidnya . Pokoknya setelah pulang kamu harus semangat melayani suami kamu . Pokoknya besok kamu harus rajin rajin bikinnya " kata lra yang ditanggapi senyuman oleh Retno .


Mika hanya bersemu merah mendengar ucapan frontal Budenya , tapi tak ada salahnya juga jika ia menjalankan nasehat itu . Siapa tahu mimpinya untuk segera mempunyai momongan bisa terwujud .


__ADS_2