
Fia tertegun melihat Mika yang masih berada di pintu , sepertinya gadis cantik itu ragu ragu masuk kantor Satria .
" Assalamualaikum .. boleh Mika masuk ! "
" Walaikumsalam ! " Satria dan Fia serempak menjawab salam dari Mika .
" Dia Mika ? " gumam Fia lirih dengan melihat Satria , dan laki laki disampingnya hanya mengangguk .
Mika masuk ke ruangan itu dengan canggung , ia mengira wanita cantik disebelah Satria adalah kekasih laki laki itu . Mika berjalan ke arah Satria dan mengulurkan tangan kanannya . Dahi Fia sedikit berkerut , hatinya bertanya kenapa Mika minta jabat tangan dengan laki laki yang sudah dikenalnya .
Tapi Dia kemudian tersenyum ketika melihat Mika membawa punggung tangan Satria di keningnya . Pantas saja Satria cinta mati dengan gadis mungil di depannya . Ternyata gadis itu mempunyai attitude yang sangat baik .
" Hai Mika .. " Fia menyapa Mika mencoba memecah suasana yang terasa kaku , ia sudah bisa menduga mungkin Mika mengira dia adalah kekasih Satria .
" Hai ... kakak cantik banget , tapi kok baru kali ini Mika lihat kakak ? "
Fia meraih lengan Mika dan mengajak gadis itu duduk di sofa . Fia tersenyum ketika Mika memujinya , secantik apapun dirinya tetap tidak akan bisa mengikat hati Satria .
" Iya dong , kakak kan tinggal di Dubay ! Aku Fia sekretaris Satria . Memang Satria ngga pernah cerita tentang aku ? " pancing Fia ingin mendengar jawaban dari gadis di sampingnya . Satria merebahkan punggungnya di sandaran sofa sambil mendengus , ia tahu Fia sedang memancing jawaban dari Mika .
" Ehmm .. itu .. mana sempat kita saling cerita . Mas Satria kan orang super sibuk "
Fia terkekeh mendengar jawaban dari Mika , walau pertama bertemu gadis itu sudah menjaga perasaannya . Mika tidak ingin membuatnya malu dengan menjawab bahwa Satria memang tidak pernah bercerita tentangnya .
" Tapi tiap hari dia selalu bercerita tentang kamu lho , sampai sakit telinga kakak '" diam diam Fia menjulurkan lidahnya untuk mengejek laki laki disampingnya yang sudah menatapnya tajam .
" Jangan dengarkan dia ! "
" Pasti nyeritain yang jelek jelek tentang Mika , itu sih Mika udah tahu , tapi kak Fia tau ngga ? Mas Satria itu lebih bawel dari ibuknya Mika . Kalau ketemu Mika pasti ada aja salahnya . Mika jangan lari lari ! Mika jangan kebanyakan sambelnya ! Jangan bantah kalau lagi diomongin ! Dan banyaaaakkk lagi
' jangan ' nya "
" Ha .. ha .. ha .. " Fia tak bisa menahan tawanya lagi , Satria memijat keningnya mendengar celotehan Mika yang malah memojokkannya . Dan sayangnya apapun tingkah gadis itu tak pernah bisa membuatnya marah .
" Mikaaaaa .... " suara bariton Satria membuat Mika berjengit , ia menutup mulutnya karena kelepasan berbicara . Sesaat dia tidak menyadari keberadaan laki laki yang duduk disamping Sofiana .
" Kak Fiaaaa ... bener kan kata Mika . Bentar lagi pasti marah dehh " Fia meraih lengan Fia seakan bersembunyi dari tatapan Satria .
" Temenin kakak jalan jalan yuk , mumpung kakak masih di Jakarta . Nanti sekalian kita makan siang " ajak Fia pada Mika
__ADS_1
" Ayok ... sekarang ? "
" lyalahh "
Dengan semangat mereka berdua langsung berdiri dan meninggalkan ruangan itu .
" Heyy .. aku masih ada perlu dengan Mika !! " kata Satria sebal melihat dua wanita itu melenggang dengan santainya tanpa menyadari keberadaannya .
Dua wanita itu kompak menoleh padanya , dan mereka juga kompak menjulurkan lidahnya mengejek laki laki yang masih duduk di sofa sendirian .
" Ya Tuhan kalian .. " Satria menghembuskan nafasnya secara kasar melihat kepergian mereka . Tapi kemudian dia tersenyum merasakan keakraban dua wanita yang ia sayangi itu . Tak menyangka juga Fia dan Mika bisa dengan cepat akrab . Tiba tiba dia teringat sesuatu , dia segera mengambil ponselnya .
" Halo Affan .. Mika dan Fia segera sampai dilantai bawah , mereka ingin jalan jalan . Jemput mereka didepan lobby "
" ..... "
" Awasi saja dari jauh , jangan sampai mereka terganggu "
Sampai hal sekecil ini pun sudah dipikirkan oleh Satria . Dia tak akan mengijinkan dua wanita itu menggunakan taksi atau kendaraan umum lainnya .
#
Tak lama mereka sampai ke sebuah mall , setelah dua wanita cantik itu turun sesuai perintah Affan tetap mengawasi mereka . Kali ini dia bertanggung jawab penuh dengan tugas ini karena Edgar tidak bisa membantunya . Satria sedang memberi Edgar tugas lain yang berhubungan dengan perusahaan .
" lni kan mall nya gorilla , udah selesai belum dia ya sama ayah " batin Mika bermonolog , di mall ini dia pertamakali bertemu dengan Mike .
" Kenapa Mika kok bengong ? "
" Ah engga kak , Mika kepikiran ayah ! Tadi pagi pagi banget pergi sama temen Mika . Udah siang begini udah pada makan belom ya , soalnya ayah sering lupa makan kalau ngga di ingetin "
" Kenapa nggak telpon ayah langsung aja ? "
" Ponsel ayah ketinggalan di rumah , tadi pas dikantor kak Dimas Mika udah telpon tapi ibu di rumah yang angkat "
" Ya telpon teman kamu aja , punya nomornya kan ? Kakak ke toilet sebentar ya , kamu di sini aja "
" He em "
Mika mengambil ponselnya yang berada di sling bagnya . Dia menekan sebuah nomor dan menempelkan benda pipih itu ke telinganya .
__ADS_1
" Halo Mike ... "
" Yes Sweety ! "
Dahi Mika mengernyit saat mendengar suara Mike yang terdengar sangat jelas di telinganya .
" Kamu masih sama ayah ? "
" Engga , tadi ayah minta di drop ke bengkel katanya ada mobil yang harus selesai hari ini . Kenapa ?? Kangen ya ? "
" Enak aja kangen , Mika mau tanya kalian udah pada makan belom ? Si Ayah kalau ngga di ingetin suka lupa makan biasanya "
" So sweet banget sih kamu , ngga salah aku pilih masa depan aku "
Mika menoleh kesamping ketika suara Mike semakin jelas terdengar di telinganya . Betapa terkejutnya ia melihat sosok yang tadi dia telpon sudah ada disampingnya . Gorilla itu sudah menampilkan senyum termanisnya .
" Mike ngagetin ihhh "
Mika mencubit lengan kokoh Mike dengan gemas , dan sukses membuat laki laki itu meringis kesakitan .
" God , belum dihalalin udah tega main kasar. Nanti sayang kalau pengen main kasar , setelah orang orang teriak kata SAHHH "
" Mike !!! Gorilla nyebelin !!! "
Mika bertubi tubi memukul lengan dan dada Mike , bukannya kesakitan Mike malah tertawa terbahak bahak . Dia memang sangat senang menggoda gadis itu .
" Mika kamu ngga apa apa ?!! "
Fia berlari ketika melihat laki laki dengan tubuh besar berada di dekat gadis itu dengan tawa yang terdengar sangat lepas . Laki laki bertubuh atletis itu terlihat sangat tampan , rambut coklatnya menambah kesan manis laki laki itu .
" Kak Fiaaa ... nih gorilla nyebelin banget ! Dari tadi godain Mika "
Mike berhenti tertawa dan menatap Fia yang tampak mengkhawatirkan gadis pujaannya .
" Elo siapa ? " tanya Mike pada Fia yang saat ini juga sedang menatapnya .
" Dia kak Sofiana , datang dari Dubay . Lagi pengen liburan disini . Ya kan kak ? O iya kak Fia , kenalin ini teman Mika namanya Mike "
" Hai Fia .. ralat aku bukan teman Mika . Aku adalah masa depannya " Mike kembali meringis ketika sekali lagi Mika mencubit lengannya .
__ADS_1
Fia tersenyum melihat interaksi mereka , sungguh Satria harus bekerja lebih keras jika ingin mendapatkan cinta Mika . Laki laki bertampang bule di depannya tampaknya adalah seorang pejantan tangguh yang akan tak akan menyerah sebelum mendapatkan Mika .
" Hai juga Mike .. senang bisa bertemu denganmu "