Belong To Me

Belong To Me
56 Dua Pejantan Tangguh


__ADS_3

Fia tertegun melihat Mika yang masih berada di pintu , sepertinya gadis cantik itu ragu ragu masuk kantor Satria .


" Assalamualaikum .. boleh Mika masuk ! "


" Walaikumsalam ! " Satria dan Fia serempak menjawab salam dari Mika .


" Dia Mika ? " gumam Fia lirih dengan melihat Satria , dan laki laki disampingnya hanya mengangguk .


Mika masuk ke ruangan itu dengan canggung , ia mengira wanita cantik disebelah Satria adalah kekasih laki laki itu . Mika berjalan ke arah Satria dan mengulurkan tangan kanannya . Dahi Fia sedikit berkerut , hatinya bertanya kenapa Mika minta jabat tangan dengan laki laki yang sudah dikenalnya .


Tapi Dia kemudian tersenyum ketika melihat Mika membawa punggung tangan Satria di keningnya . Pantas saja Satria cinta mati dengan gadis mungil di depannya . Ternyata gadis itu mempunyai attitude yang sangat baik .


" Hai Mika .. " Fia menyapa Mika mencoba memecah suasana yang terasa kaku , ia sudah bisa menduga mungkin Mika mengira dia adalah kekasih Satria .


" Hai ... kakak cantik banget , tapi kok baru kali ini Mika lihat kakak ? "


Fia meraih lengan Mika dan mengajak gadis itu duduk di sofa . Fia tersenyum ketika Mika memujinya , secantik apapun dirinya tetap tidak akan bisa mengikat hati Satria .


" Iya dong , kakak kan tinggal di Dubay ! Aku Fia sekretaris Satria . Memang Satria ngga pernah cerita tentang aku ? " pancing Fia ingin mendengar jawaban dari gadis di sampingnya . Satria merebahkan punggungnya di sandaran sofa sambil mendengus , ia tahu Fia sedang memancing jawaban dari Mika .


" Ehmm .. itu .. mana sempat kita saling cerita . Mas Satria kan orang super sibuk "


Fia terkekeh mendengar jawaban dari Mika , walau pertama bertemu gadis itu sudah menjaga perasaannya . Mika tidak ingin membuatnya malu dengan menjawab bahwa Satria memang tidak pernah bercerita tentangnya .


" Tapi tiap hari dia selalu bercerita tentang kamu lho , sampai sakit telinga kakak '" diam diam Fia menjulurkan lidahnya untuk mengejek laki laki disampingnya yang sudah menatapnya tajam .


" Jangan dengarkan dia ! "


" Pasti nyeritain yang jelek jelek tentang Mika , itu sih Mika udah tahu , tapi kak Fia tau ngga ? Mas Satria itu lebih bawel dari ibuknya Mika . Kalau ketemu Mika pasti ada aja salahnya . Mika jangan lari lari ! Mika jangan kebanyakan sambelnya ! Jangan bantah kalau lagi diomongin ! Dan banyaaaakkk lagi


' jangan ' nya "


" Ha .. ha .. ha .. " Fia tak bisa menahan tawanya lagi , Satria memijat keningnya mendengar celotehan Mika yang malah memojokkannya . Dan sayangnya apapun tingkah gadis itu tak pernah bisa membuatnya marah .


" Mikaaaaa .... " suara bariton Satria membuat Mika berjengit , ia menutup mulutnya karena kelepasan berbicara . Sesaat dia tidak menyadari keberadaan laki laki yang duduk disamping Sofiana .


" Kak Fiaaaa ... bener kan kata Mika . Bentar lagi pasti marah dehh " Fia meraih lengan Fia seakan bersembunyi dari tatapan Satria .


" Temenin kakak jalan jalan yuk , mumpung kakak masih di Jakarta . Nanti sekalian kita makan siang " ajak Fia pada Mika

__ADS_1


" Ayok ... sekarang ? "


" lyalahh "


Dengan semangat mereka berdua langsung berdiri dan meninggalkan ruangan itu .


" Heyy .. aku masih ada perlu dengan Mika !! " kata Satria sebal melihat dua wanita itu melenggang dengan santainya tanpa menyadari keberadaannya .


Dua wanita itu kompak menoleh padanya , dan mereka juga kompak menjulurkan lidahnya mengejek laki laki yang masih duduk di sofa sendirian .


" Ya Tuhan kalian .. " Satria menghembuskan nafasnya secara kasar melihat kepergian mereka . Tapi kemudian dia tersenyum merasakan keakraban dua wanita yang ia sayangi itu . Tak menyangka juga Fia dan Mika bisa dengan cepat akrab . Tiba tiba dia teringat sesuatu , dia segera mengambil ponselnya .


" Halo Affan .. Mika dan Fia segera sampai dilantai bawah , mereka ingin jalan jalan . Jemput mereka didepan lobby "


" ..... "


" Awasi saja dari jauh , jangan sampai mereka terganggu "


Sampai hal sekecil ini pun sudah dipikirkan oleh Satria . Dia tak akan mengijinkan dua wanita itu menggunakan taksi atau kendaraan umum lainnya .


#


Tak lama mereka sampai ke sebuah mall , setelah dua wanita cantik itu turun sesuai perintah Affan tetap mengawasi mereka . Kali ini dia bertanggung jawab penuh dengan tugas ini karena Edgar tidak bisa membantunya . Satria sedang memberi Edgar tugas lain yang berhubungan dengan perusahaan .


" lni kan mall nya gorilla , udah selesai belum dia ya sama ayah " batin Mika bermonolog , di mall ini dia pertamakali bertemu dengan Mike .


" Kenapa Mika kok bengong ? "


" Ah engga kak , Mika kepikiran ayah ! Tadi pagi pagi banget pergi sama temen Mika . Udah siang begini udah pada makan belom ya , soalnya ayah sering lupa makan kalau ngga di ingetin "


" Kenapa nggak telpon ayah langsung aja ? "


" Ponsel ayah ketinggalan di rumah , tadi pas dikantor kak Dimas Mika udah telpon tapi ibu di rumah yang angkat "


" Ya telpon teman kamu aja , punya nomornya kan ? Kakak ke toilet sebentar ya , kamu di sini aja "


" He em "


Mika mengambil ponselnya yang berada di sling bagnya . Dia menekan sebuah nomor dan menempelkan benda pipih itu ke telinganya .

__ADS_1


" Halo Mike ... "


" Yes Sweety ! "


Dahi Mika mengernyit saat mendengar suara Mike yang terdengar sangat jelas di telinganya .


" Kamu masih sama ayah ? "


" Engga , tadi ayah minta di drop ke bengkel katanya ada mobil yang harus selesai hari ini . Kenapa ?? Kangen ya ? "


" Enak aja kangen , Mika mau tanya kalian udah pada makan belom ? Si Ayah kalau ngga di ingetin suka lupa makan biasanya "


" So sweet banget sih kamu , ngga salah aku pilih masa depan aku "


Mika menoleh kesamping ketika suara Mike semakin jelas terdengar di telinganya . Betapa terkejutnya ia melihat sosok yang tadi dia telpon sudah ada disampingnya . Gorilla itu sudah menampilkan senyum termanisnya .


" Mike ngagetin ihhh "


Mika mencubit lengan kokoh Mike dengan gemas , dan sukses membuat laki laki itu meringis kesakitan .


" God , belum dihalalin udah tega main kasar. Nanti sayang kalau pengen main kasar , setelah orang orang teriak kata SAHHH "


" Mike !!! Gorilla nyebelin !!! "


Mika bertubi tubi memukul lengan dan dada Mike , bukannya kesakitan Mike malah tertawa terbahak bahak . Dia memang sangat senang menggoda gadis itu .


" Mika kamu ngga apa apa ?!! "


Fia berlari ketika melihat laki laki dengan tubuh besar berada di dekat gadis itu dengan tawa yang terdengar sangat lepas . Laki laki bertubuh atletis itu terlihat sangat tampan , rambut coklatnya menambah kesan manis laki laki itu .


" Kak Fiaaa ... nih gorilla nyebelin banget ! Dari tadi godain Mika "


Mike berhenti tertawa dan menatap Fia yang tampak mengkhawatirkan gadis pujaannya .


" Elo siapa ? " tanya Mike pada Fia yang saat ini juga sedang menatapnya .


" Dia kak Sofiana , datang dari Dubay . Lagi pengen liburan disini . Ya kan kak ? O iya kak Fia , kenalin ini teman Mika namanya Mike "


" Hai Fia .. ralat aku bukan teman Mika . Aku adalah masa depannya " Mike kembali meringis ketika sekali lagi Mika mencubit lengannya .

__ADS_1


Fia tersenyum melihat interaksi mereka , sungguh Satria harus bekerja lebih keras jika ingin mendapatkan cinta Mika . Laki laki bertampang bule di depannya tampaknya adalah seorang pejantan tangguh yang akan tak akan menyerah sebelum mendapatkan Mika .


" Hai juga Mike .. senang bisa bertemu denganmu "


__ADS_2