Belong To Me

Belong To Me
85 . Penyesalan Burhan


__ADS_3

Satria sangat terkejut ketika melihat laki laki yang tergolek dengan keadaan masih terikat itu . Sungguh tak menyangka laki laki itu menjadi penyebab kematian Hadinata .


" Kauuu ... !!!!! "


Dan laki laki yang penuh luka itu masih bisa tersenyum sinis , ada kilatan dendam di sorot matanya . Baginya Satria lah sumber semua malapetaka di keluarganya .


Adik perempuan satu satunya saat ini terpaksa harus berada di rumah sakit jiwa karena gangguan mental setelah kejadian mengerikan yang menimpanya . Dan satu satunya orang tua yang masih hidup harus mati mengenaskan tertembak timah panas dari polisi karena ketahuan akan membobol ATM bersama salah satu temannya .


Burhan ... ya laki laki yang tergolek itu adalah Burhan . Sakit hatinya membutakan segalanya , dendamnya ia sembunyikan dengan rapat selama ini . Sejak mengetahui bahwa sugar daddy Vera adalah seorang yang memegang salah satu cabang dari perusahaan Wiratama Group ia menuduh keluarga Wiratama yang menjadi dalang kehancuran hidup adiknya tersebut .


Sebenarnya bukan Hadinata yang menjadi target utama pembalasan dendamnya , tapi pagi itu ia sudah gelap mata sekaligus putus asa . Bagaimana tidak jika sasaran pembalasan dendamnya sangat sulit ia jangkau . Satria menempatkan bodyguard yang sangat terlatih untuk menjaga kedua orang tuanya sedangkan Reyhan berada jauh dari jangkauannya karena masih berada di luar negeri .


Entah setan apa yang mempengaruhinya ia malah mencelakakan paman yang selama ini tulus menyayanginya . Burhan amat sangat menyesal dengan perbuatannya tapi waktu itu ia memang benar benar tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri .


BUGGHHH ....


Satria melayangkan satu pukulannya ke rahang laki laki yang ada di hadapannya .


" B*jingan ... apa salah paman padamu hahh !!!


Entah kekuatan darimana tiba tiba Burhan bangkit dan berdiri , matanya nanar menatap Satria yang juga menatapnya dengan penuh kebencian .


" Jika aku bangsat terus apa sebutan yang pantas untukmu ? lblis ? Setan ? "

__ADS_1


Ketika Edgar menghajar dirinya tanpa ampun Burhan memang sengaja diam , rasa bersalah pada Hadinata membuat dia menerima semua pukulan membabi buta dari orang kepercayaan Satria itu . Penyesalan karena telah menjadi penyebab kematian dari orang yang sudah ia anggap sebagai ayahnya sendiri akan terus menghantuinya seumur hidupnya . Emosi sesaat telah membutakan hati nuraninya hingga tega mencelakai Hadinata .


Waktu itu entah kenapa ia berpikir jika ia tak bisa ' menyentuh ' keluarga Wiratama maka ia akan membuat Satria sedih dengan kehilangan orang yang sangat dekat dengan keluarganya . Dan naas pagi itu ia melihat Hadinata sedang mengendarai motor menuju arah bengkel miliknya .


" Jangan kau kira aku bodoh !! Semua yang terjadi pada keluargaku adalah skenario dari iblis seperti dirimu . Aku tak akan pernah menyerahkan Mika pada orang sepertimu !! "


" Jangan pernah berani menyebut nama Mika dengan mulut kotormu !! "


Satria melayangkan satu pukulan lagi tapi ternyata kaki ini Burhan tidak tinggal diam , ia menangkis pukulan itu dan dengan telak ia membalas pukulan yang bersarang di rahang Satria . Satria sedikit terkejut tapi pukulan keras dari Burhan tampak tidak terasa olehnya .


" Cihh ... hanya begitu kemampuanmu b*ngsat ?!! " kata Satria sambil menyapu darah yang ada di sudut bibirnya dengan ibu jarinya .


" Hanya iblis yang tega membuat adikku mengalami hal sadis hingga dia mati bunuh diri di rumah sakit jiwa . Hanya iblis yang bisa membunuh ayahku walau aku tahu ayahku memang bukan orang baik . Markus adalah salah satu direktur disalah satu cabang perusahaan Wiratama Group dan aku yakin orang brengsek itu adalah kaki tanganmu untuk menyingkirkan Vera " ucap Burhan dengan sudut mata mulai berair . Walau apapun yang terjadi Vera dan Kusman adalah keluarga yang masih tertinggal yang harus ia lindungi .


" Ha .. ha terimakasih untuk sebutanmu untukku tuan Burhan , tapi kau adalah keluarga mereka . Seharusnya sudah kewajibanmu menuntun mereka agar tidak berada di jalur yang salah . Tapi nyatanya kau selama ini hanya diam . Benar begitu ?? Apa seperti itu seharusnya sikap sebuah keluarga?! " sinis Satria .


" Aku tak ada waktu untuk mengurusi hal tidak penting seperti mengurusi keluargamu , apa yang menimpa mereka adalah akibat dari perbuatan mereka sendiri . Harusnya sebelum menyalahkan orang lain kau berkaca pada dirimu sendiri " lanjutnya .


Satria tak habis pikir bisa bisanya laki.laki didepannya menuduhnya dengan hal hal yang dianggapnya tidak penting . Sebenarnya bisa saja ia menyingkirkan Vera atau Kusman dengan mudah , tapi ia masih menghormati Hadinata . Dia tidak mungkin mencelakakan keluarga yang masih mempunyai hubungan dengan keluarga Hadinata .


Burhan jatuh terduduk seperti kehilangan semua tenaganya . Satria benar , ia bahkan membiarkan Vera menjadi seorang ****** karena ia merasa bosan menasehatinya . Harusnya sebagai kakak ia bisa berlaku lebih tegas karena ayahnya tidak pernah bisa menjadi panutan . Dan tanpa hati ia tega membunuh satu satunya paman yang selama ini sangat menyayanginya .


Burhan meremas kasar rambutnya , bahkan isakannya terdengar sangat menyayat hati . Penyesalan kini menghantui seluruh akal dan logikanya . Tapi semua sudah terjadi , dan ia tidak mungkin mengembalikan keadaan seperti semula .

__ADS_1


" Bunuh aku ... "


" Bukankah kau ingin membunuhku ?!! Maka bunuh aku sekarang juga "


Satria tersenyum sinis mendengar permintaan Burhan . Laki laki itu masih terlihat menahan suaranya yang terdengar sangat mengiba . Air mata terlihat mengalir di kedua sudut matanya .


" Terlalu mudah untukmu jika aku membunuhmu sekarang ! Aku ingin kau terus hidup untuk menangisi semua perbuatanmu , kau akan membayar mahal semua air mata Mika "


Degg ...


Burhan langsung terhenyak mendengar nama gadis yang selama ini ia sayangi bahkan lebih dari sayangnya pada adik kandungnya sendiri . Mika selalu bersikap manja padanya karena gadis itu menganggapnya sebagai kakak kandungnya . Rasa bersalah semakin menyelimuti hatinya .


" Mika ... tolong pertemukan aku dengan Bibi dan Mika . Aku hanya ingin minta maaf "


" Cihhh ... bahkan mulutmu terlalu kotor untuk menyebut nama mereka . Kau akan membusuk dipenjara . Aku pastikan itu !!!! "


Satria segera berlalu dari tempat itu , niatnya untuk menghajar habis habisan pembunuh Hadinata urung karena ia terlalu muak melihat Burhan . Seperti biasa Edgar tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya . Ia menghubungi salah satu aparat yang menjadi koneksi mereka . Burhan akan diserahkan pada pihak yang berwajib untuk mendapat hukumannya .


Satria memang selalu bermain bersih , walau bagaimanapun dia tahu ia bernaung di negara hukum . Satria hanya akan memberlakukan hukumnya sendiri jika itu berkaitan dengan dunia bawah . Dunia dimana tidak ada belas kasih didalamnya .


Didunia atas ia akan menjadi seorang CEO yang dingin dan penuh wibawa , tapi jika untuk menghadapi dunia bawah ia bisa berubah menjadi monster tak berperasaan yang begitu ditakuti oleh rival rivalnya .


Walau begitu ia akan menjadi hangat jika berada ditengah tengah keluarganya . Baginya keluarganya akan selalu menjadi nomor satu , bahkan ia akan memberikan nyawanya untuk keselamatan orang orang yang dia sayangi .

__ADS_1


__ADS_2