
Pagi itu dengan semangat Mika kembali ke sekolah , jika untuk orang lain mungkin ada istilah ' l hate Monday ' tapi tidak untuk dia . Semua hari baginya sangat menyenangkan .
Tanpa ia sadari terlihat seorang laki laki sedang nanar melihat ke arahnya di ujung koridor , ada semburat kekhawatiran diwajahnya . Tapi dengan santainya ia melewati laki laki itu , saat ini pikirannya masih terngiang ngiang tentang perjodohannya ( walaupun udah batal he .. he ) .
Reyhan menatap Mika yang berjalan didepannya , gadis itu bahkan tidak melihatnya sama sekali ketika melewatinya . Dengan geram ia menarik kerah belakang gadis itu hingga gadis itu menjerit kecil .
" Awww ... !!! "
" Kucing nakal ... lihat lihat kalau jalan hehh "
Kini Reyhan sudah berdiri didepan Mika , sedang gadis sudah mengerucutkan bibirnya sekaligus menatap sebal padanya . Reyhan merasa jika memungkinkan dipastikan dirinya sudah menerkam gadis didepannya karena ekspresi wajah Mika saat ini sangat menggemaskan .
Salah , bukan cuma saat ini karena Reyhan selalu merasa gemas ketika melihat semua tingkah Mika .
" Singa kutub nyebelinnnn ... minggir ihh !! "
" Udah berani ya ! Coba ulangi panggil apa tadi "
Mika berjalan ke arah samping agar bisa melewati tubuh tinggi besar didepannya , tapi selalu gagal . Tubuh tegap itu selalu saja berhasil menghalanginya .
" Mau kamu apa sih Rey , Minggir dong Mika mau ke kelas "
" Nah itu tau nama gue , awas ya kalau sampai panggil panggil kaya tadi . Gue cuma mau nanya kaki loe udah sembuh belum ? "
" Ck dari tadi kek nanya kaya gitu , ribet . Udah sembuh !! Cuma kesenggol mobil doang mahh keciiillll " sahut Mika sambil menjentikkan jarinya dan melenggang meninggalkan Reyhan .
" Sombong ya sekarang , ngga inget siapa yang kemarin nolongin " kata Reyhan sambil mengejar Mika yang berjalan didepannya . Dipotongnya tubuh kecil itu dan diacak acaknya rambut hitam Mika hingga gadis itu menjerit karena kesal .
Dan begitulah ... kucing dan singa itu berjalan bersisian dengan terus beradu argumen tak ada yang mau mengalah . Sementara murid murid lain hanya bisa terheran heran dengan tingkah mereka .
Mika yang mereka kenal cenderung pendiam bisa beradu argumen sekaligus bercanda dengan singa kutub yang dingin dan mempunyai arogansi tingkat dewa .
__ADS_1
Rendy terlihat berdiri didepan kelasnya , sepertinya dia sedang menunggu seseorang .
Senyumnya mengembang ketika melihat kucing dan singa berjalan bersisian dengan suara gaduh .
" Mau dikawinin kalian berdua ya , suara kalian ngingetin gue sama kucing tetangga yang mau kawin . Berisik "
" Mau banget gue sih " batin Reyhan tapi karena gengsi suara hati dan mulutnya bertentangan .
" Ogahhhh !!! " sahut mereka berdua serempak dengan saling memandang sinis .
Reyhan berhenti dan menghampiri Rendy sedang Mika terus berjalan menuju kelasnya .
" Udah denger hot news belom loe ? " tanya Rendy pada Reyhan .
" Awas kalau gue masih lihat mereka nongol didepan gue atau Mika "
" Dasar bucin akut !! Yakin gue , ngga bakal berani mereka menginjakkan kaki mereka disini lagi . Kalo ngga video *** *** mereka jadi trending topik "
" Tapi bukan itu hot news nya . Perusahaan keluarga Laura dan Vivi bangkrut cuma dalam waktu semalam . Bukan loe yang lakuin kan ? " tanya Rendy penuh selidik . Rendy sangat tahu seberapa berkuasanya keluarga Reyhan , tapi Reyhan masih mentah jika dalam urusan bisnis jadi tidak mungkin sahabatnya itu yang telah menghancurkan kedua perusahaan itu .
" Loe udah tau jawabannya , pake nanya " jawab Reyhan datar . Sebenarnya dia sedikit terkejut mendengar kabar itu . Seketika pikirannya melayang pada ayah Mika . Ayah gadis itu bekerja dibengkel milik papanya yang cukup besar . Bengkel itu adalah usaha milik papanya untuk pertama kalinya hingga lambat tahun papanya bisa mempunyai kerajaan bisnis yang jaringannya sampai keluar negeri seperti sekarang .
Bertahun tahun bengkel itu ditutup karena papanya lebih fokus pada perusahaan perusahaannya . Tapi papanya selalu bilang bengkel itu tidak akan pernah ia jual atau beri kepada orang lain karena bengkel itu adalah lambang kerja kerasnya selama ini .
Tapi nyatanya bengkel itu kembali dibuka dan ayah Mika yang mengolahnya . Apa mungkin papanya berada di balik semua yang terjadi pada dua perusahaan itu , apa hubungan keluarga Mika dengan papanya .
Seberapa dekat mereka hingga papanya membuat bangkrut orang yang menyakiti Mika . Dan bukankah hanya dia dan teman temannya yang tahu tentang kecelakaan itu . Bagaimana mungkin papanya tahu tentang kecelakaan itu . Semakin ia pikirkan ia semakin bingung .
" Whooiii .. malah ngelamun . Kesambet loe Rey ? " Rendy menepuk punggung Reyhan hingga si empunya terlonjak kaget .
" Sialan loe !!! "
__ADS_1
Reyhan tidak bisa fokus pada pelajaran pelajarannya hari ini . Pikirannya penuh dengan pertanyaan tentang Mika dan papanya . Dan sampai kepalanya berdenyut dia tidak juga menemukan jawabannya . Dan akhirnya dia berniat menyelidiki sendiri hal itu .
" Rey pulang sekolah nongkrong yuk " ajak Rendy pada sahabatnya .
" Nggak bisa . Kak Satria ngajak ketemuan di hotelnya . Lusa katanya mau ke Dubai "
" Aseeekkk ikutt ... bisa minta uang jajan sekalian sama kak Satria " kata Rendy sambil menarik turunkan alisnya . Satria memang sangat menyayangi mereka berdua , walau Rendy bukan adik kandungnya tapi Satria tidak pernah menbeda bedakannya .
Bahkan ketika Reyhan dibelikan mobil sport untuk pertama kalinya Rendy juga mendapat jatah yang sama . Sepertinya kakaknya yang satu itu mempunyai kantong Doraemon yang bisa mengabulkan segala permintaan .
#
Langkah Mika terlihat sedikit terburu buru ketika pulang sekolah karena tadi ayahnya sempat telpon ingin menjemputnya . Katanya ada sesuatu yang harus mereka selesaikan . Jiwa keponya yang meronta membuatnya berjalan tanpa memperhatikan sekitar dan ..
BRAAAKKK ..
Mika tidak sengaja menabrak bahu seorang gadis yang berjalan berlawanan arah dengannya . Ponsel genggam yang dibawa oleh gadis itu terjatuh dan retak bagian layarnya . Tampaknya gadis itu juga tergesa gesa hingga juga kurang memperhatikan jalan .
" Ngga punya mata loe hahhhh !!! " gadis itu membentak dan mendorong Mika sampai terhuyung beberapa langkah ke belakang . Jika tidak seimbang mungkin saat ini Mika sudah terjatuh di lantai .
" Maaf ya .. maaf Mika ngga sengaja " Mika yang melihat ponsel genggam gadis itu masih tergeletak dilantai berniat mengambilnya . Tapi betapa terkejutnya dia ketika telapak tangannya di injak dengan keras oleh gadis itu .
" Awww .... sshhhh " Mika meringis menahan sakit .
" Uppss maaf gue ngga sengaja " kata gadis itu dengan gaya dibuat centil .
" Kak Reyhannnn ... ' gumam gadis itu pelan tapi Mika masih bisa mendengarnya . Mata gadis itu berbinar binar ketika cowok idaman seluruh murid itu berjalan setengah berlari mendekatinya . Cowok tajir melintir yang dikenal sebagai putra dari pemilik sekolah elite ini .
Mika yang sempat mendengar nama Reyhan disebut segera menoleh ke belakang . Mika segera berdiri untuk mencegah Reyhan melakukan hal yang tidak tidak . Karena ia melihat kemarahan di mata laki laki yang sedang terburu buru mendekati gadis di depannya itu .
" ****** KURANG AJARR !!! BERANINYA KAU SENTUHH DIA HAHHH !!! "
__ADS_1
~ babang Rey jangan marah marah Mulu dong , cepet tua ntar ha .. ha .. ~