Belong To Me

Belong To Me
40 . Bertemu Mike ( lagi )


__ADS_3

Mika sedang berjalan jalan ke sebuah mall bersama Sita sahabatnya , kebetulan mereka satu kampus walaupun jurusan mereka berbeda . Siang itu ia ingin mencari sesuatu yang ingin ia berikan saat Reyhan berangkat ke luar negeri . Mika ingin memberikan kejutan kecil dengan membelikan sesuatu yang akan membuat Reyhan selalu mengingat dirinya .


" Ehmm .. Mika bingung mau beli apa ? kamu punya ide ngga Sit ? " tanya Mika pada teman yang sedang berjalan disebelahnya .


" Kalau dasi aja gimana ? Orang tajir kaya dia biasanya koleksinya dasi sama jam tangan mewah " jawab Sita .


" lsshhh .. Reyhan kan masih kuliah masa suruh koleksi dasi sih ! Kesana yuk , kayaknya disana ada yang lucu lucu dehh " Mika menarik tangan Sita menuju sebuah toko perhiasan perak yang berada di mall itu . Sita melonjak senang karena dia juga senang dengan pernak pernik lucu yang terlihat ditoko itu .


Perhatian Mika tersita oleh sepasang gelang model kunci dan gembok . Gelang pasangan itu modelnya unik dengan bahan kulit . Memang sedikit mahal karena kunci dan gemboknya terbuat dari emas dua puluh dua karat . Mika meminta pelayan untuk mengambilkan sepasang gelang itu . Senyum mengembang di bibirnya , gelang itu modelnya manly dan akan cocok jika Reyhan memakainya . Untuk kunci adalah bagian si pria , sedang gembok adalah bagian si wanita .



Sita terlihat mendekati Mika setelah kegirangan melihat benda benda yang menarik perhatiannya di toko itu . Tapi sejurus kemudian wajahnya tampak sedikit lesu .


" Gilaaa .. kirain murce murce !!! Pantes aja ngga ada yang di gantung , dikasih ke etalase semua . Nih jepitan rambut kaya gini aja dua juta ! " Sita memperlihatkan sebuah jepitan rambut mungil yang terbuat dari emas putih , yang entah berapa karat . Sepertinya dia urung untuk membelinya .


" Lho kok ngga jadi Sit ? Lucu kok , cocok deh kayanya di kamu "


" Liat banderolnya aja gue udah lemes , masa kecil imut imut begini dua jeti . Ampun dahh " cerocos Sita menepuk dahinya sendiri . Walaupun bukan berasal dari keluarga miskin Sita adalah gadis yang tidak pernah mau mengahambur hamburkxn uang seperti gadis gadis kaya yang lain .


" Sita ambil aja dehh biar Mika yang bayarin . Sekali kali Mika yang traktir "


" Beneran nih ?? Ajib bener , belom juga resmi jadi nyonya Reyhan udah tajir melintir kaya gini . Btw makasih ya , sering sering nraktir rakyat jelata kaya aku " mereka berdua tertawa bersama .


" Widiihhh .. gelang couple ! Cie .. cie calon nyonya Reyhan pengen iket lakinya ya " gurau Sita yang membuat wajah Mika merona .


" Enggak gitu juga Sita , biar dia inget aku aja kan kita mau LDRan " ujar Mika , dia segera mengeluarkan kartu berwarna hitam dari dalam dompetnya .


Baru kali ini dia menggunakan kartu berwarna hitam itu . Dulu kartu itu diberikan oleh Satria , laki laki itu bilang jika kartu itu wajib ia terima karena Mika sudah menjadi pemegang saham di Wiratama Corp . Awalnya Mika menolak karena belum membutuhkan kartu itu tapi Satria berkeras agar gadis itu menerimanya , lepas dari mau tidaknya Mika menggunakan uang yang ada di kartu itu . Dan Satria memberikan pin untuk kartu itu .


" Kamu emang penuh kejutan , ya Tuhan ... itu kan black card ! Mungut dimana kamu ? " jiwa kepo Sita meronta ketika melihat kartu yang digunakan sahabatnya untuk melakukan pembayaran .


" Emang kenapa kalau kartunya hitam ? Jelek ya , ini dikasih sama kak Satria " jawab Mika polos .

__ADS_1


" Satria ? Satria Wiratama maksud kamu ? Kakaknya Reyhan ? " selidik Sita .


" He em "


" Lho yang mau nikah sama kamu itu Reyhan apa Satria sih ? Kok malah Satria yang kasih kamu kartu sakti itu ? "


Mika mengerutkan keningnya ketika mendengar kartunya dibilang ' sakti ' oleh sahabatnya .


" Sakti ? Emang kartu ini bisa terbang gitu ? Bisa mukulin orang gitu ? "


" Mikaaaa ... bukan gitu , masa iya kartu bisa terbang sih . ltu kartu khusus orang tajir melintir , ngga sembarang orang punya kartu itu Mika cantik "


" Siapa bilang harus kaya kalau punya ginian . lni buktinya Mika punya satu , Mas Satria malah punya banyak di dompetnya .


Warna warni lagi ! "


" Dia kata pelangi kali ya " cibir Sita menghadapi Mika yang polosnya kelewatan itu . Tak dipungkiri dia makin simpati dengan sahabatnya itu . Mika masih terlihat sederhana walau ternyata gadis itu menyimpan kejutan kejutan yang mencengangkan .


Kasir ditoko itu pun tidak kalah terkejut dengan Sita , gadis berpenampilan sederhana itu menggunakan black card yang tidak sembarang orang mempunyainya . Setelah melakukan pembayaran mereka keluar dari toko itu .


Ketika sedang menunggu pesanan mereka dikejutkan dengan kehadiran seorang laki laki tampan dengan wajah indonya .


" Hai .. kita ketemu lagi bidadari . And you look very beautiful ( Dan kamu terlihat sangat cantik ) " laki laki muda bertubuh kekar itu duduk di depan mereka dengan tatapan memuja pada gadis mungil yang berada di hadapannya .


" Siapa elo , main nyelonong aja ! " sinis Sita sebal karena laki laki yang duduk di depan mereka menatap lekat sang sahabat .


" Kenalin gue Michael , panggil Mike aja ! Ngga ada larangan kan gue duduk disini ? Gue juga laper , sama kayak kalian . Pengen makan " Mike tampak memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman .


" Pesen yang kaya mereka pesen ya mba , biar couple makanannya "


Mika dan Sita cuma memutar bola matanya malas melihat tingkah laki laki tampan didepannya . Tak berapa lama pesanan mereka datang , 3:porsi ayam geprek level akut dan tiga gelas es teh yang tampak menggugah selera .


Mike sedikit terkejut dengan makanan yang tersaji dihadapannya . Karena terlalu antusias melihat bidadari yang pernah ia temui di sebuah kedai es krim , dia sampai tidak memperhatikan food court itu menjual makanan seperti apa .

__ADS_1


" Kenapa diliatin aja ? Jangan bilang elo ngga pernah makan yang beginian ya !! "


" Kalau ngga doyan pedes jangan dipaksain , pesen yang lain aja " kata Mika sambil menyenggol lengan Sita yang terlihat sewot kepada Mike dari pertama melihat kedatangannya .


" Siapa bilang ngga doyan , gue pemakan segala "


Mike tetlihat menelan salivanya susah payah melihat kedua gadis di depannya sudah makan dengan lahap . Dari kecil ia memang tidak terbiasa dengan makanan pedas . Seperti halnya Bisma Dananjaya ayahnya , dia terbiasa memakan menu sehat untuk makanan sehari hari .


" Jangan diliatin aja makanannya , ngga bakal kenyang kalau cuma diliatin doang " canda Mika karena melihat Mike masih melihat makanan didepannya .


" Bukan diliatin , ini lagi berdoa .. moga moga dia ikhlas dimakan gue "


Dengan terpaksa Mike memakan hidangan dihadapannya , dia menghabiskan tiga gelas es teh untuk menemani seporsi ayam gepreknya . Keringat sudah membanjiri seluruh tubuhnya , mulut dan perutnya terasa sangat panas .


Sita berdiri akan segera membayar pesanan mereka , tapi Mike menahannya .


" Biar gue yang traktir kali ini , anggap aja perayaan untuk pertemuan kita yang kedua " mata Mike terus saja menatap kagum kepada Mika yang masih sibuk mengaduk es teh di gelasnya .


Entah kenapa ketika berdiri tiba tiba Mike merasa sangat pusing , dia merasakan perih yang amat sangat pada perutnya . Mika dan Sita menjerit ketika melihat Mike terhuyung dengan wajah yang sudah sangat pucat .


" Mike kamu ngga apa apa ? " tanya Mika


" Aku ngga apa apa cantik , cuma pusing dikit . Senyum kamu bikin aku mabok kayaknya "


Sita ingin sekali memukul kepala laki laki di depannya , dengan kondisi seperti itu masih sempat sempatnya merayu Mika .


" Kita ke rumah sakit aja ya Mike , kamu udah pucet gitu ! takutnya kenapa napa "


" Ya udah gue ambil mobil dulu , kalian tunggu aja itu di pintu keluar " Sita menunjuk pintu keluar yang memang tak jauh dari situ . Setengah berlari ia menuju dimana mobilnya terparkir .


Ditengah kesakitanya Mike tersenyum tipis , ternyata kedua gadis yang terlihat cuek itu mempunyai rasa empati yang tinggi . Buktinya mereka langsung gerak cepat ingin membawanya ke rumah sakit . Padahal bisa saja kedua gadis itu meninggalkannya di situ , toh mereka juga belum terlalu kenal .


Di salah satu sudut tempat itu seseorang sedang menyeringai , ia tampak puas dengan foto foto yang memperlihatkan keakraban Mika dan lelaki tampan yang ia lihat duduk di depan gadis yang sangat ia benci . Dia juga berhasil mengambil gambar Mika yang sedang memapah laki laki bertubuh kekar itu .

__ADS_1


" Kena loe , ngga nyangka gue bisa dapat amunisi untuk hancurin elo di tempat ini . Untung gue ngga jadi ikut kak Burhan cari obat herbal di lantai atas "


__ADS_2