
" l love you Mika ... l love you like l never love some one before ( Aku mencintaimu seperti aku tidak pernah mencintai wanita lain sebelumnya ) . You drive me crazy ( kau membuatku gila ) !! "
Mike mengucapkannya dengan bersungguh sungguh , satu tangannya masih menggenggam erat tangan Mika . Dia merasa sudah gila karena sudah terang terangan menyatakan rasa cintanya pada gadis tersebut . Tapi dia belum siap jika Mika akan membencinya karena kebodohannya ini .
Mika tertegun mendengar semua itu , entah kenapa airmatanya tiba tiba saja keluar dari mata beningnya . Dua tangan mungilnya menutup mulutnya agar menahan isakannya . Sungguh bukan ini yang ia dengar dari mulut seorang Mike .
Mike adalah teman berantem , teman beradu argumen , dan teman yang paling menyebalkan bagi Mika . Tapi justru itu Mika nyaman berteman dengan Mike , karena laki.laki itu selalu apa adanya . Tidak pernah bersikap yang dibuat baik agar menarik perhatiannya , seperti kebanyakan laki laki yang menjadi temannya .
Mike akan mengatakan tidak suka jika dia tidak suka dan begitupun sebaliknya . Mendengar pernyataan cinta Mike membuat laki laki itu hanya seperti teman teman laki lakinya di luar sana . Yang berbuat baik hanya karena menginginkan sesuatu darinya .
" TAPI BO ' ONG !!! " lanjut Mike dengan menjulurkan lidahnya , ia tertawa menyeringai pada gadis yang sudah terlanjur menumpahkan air matanya .
Bukannya reda Mika malah semakin keras terisak walaupun suaranya tidak sampai terdengar para pelanggan bengkel yang sudah tidak begitu ramai sore itu , karena mereka berada di ruang yang dipisahkan oleh kaca .
" Ha .. ha .. pasti baper nih pake acara nangis nangis gitu . Seneng banget ya dapet l love you dari Mike yang ganteng ini " Mike terus saja menggoda gadis di sampingnya .
" Gorilla jahat !!! "
" Udahan dong nangisnya , tambah jelek tau ! Lagian dapet love aja sampe segitunya terharu , apalagi dapet cium dari aku . Pingsan kali ya ha .. ha "
Tawanya sangat tidak kontras dengan suasana hatinya saat ini . Sebenarnya hati.Mike pun sangat sakit saat ini . Melihat wanita yang dicintainya malah menangis sedih saat mendengar pernyataan cintanya , ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan .
Mike melontarkan candaan hanya untuk menutup lukanya sendiri . Tapi sejak awal dia sudah memantapkan hatinya , bahwa dia tak akan menyerah sampai pada titik perjuangannya . Mungkin Mika belum bisa membuka hatinya untuk saat ini , tapi jodoh bukankah tak ada yang tahu ?
" Jangan kayak gitu lagi , jangan buat Mika takut . Mika engga mau kehilangan temen kayak Mike " rengek Mika di tengah isakannya .
Mike tertawa hambar , di acaknya pelan rambut Mika dengan gemas .
" Ya udah maaf ... but l really love you ( tapi aku benar benar mencintaimu ) . Awww ... !!! "
Dia menjerit karena Mika kembali mencubitnya dengan keras .
" Gorilla jahat !! Ngga ada kapoknya .."
Sore itu mereka habiskan dengan penuh warna . Pertengkaran , cubitan , tawa dan sesekali teriakan Mika yang membuat ayahnya geleng geleng kepala .
__ADS_1
Hadinata tidak buta dengan perasaan yang dimiliki Mike terhadap putrinya . Tapi Mike tidak seperti Reyhan yang sangat menunjukkan obsesinya untuk memiliki Mika . Mike terlihat lebih sabar dan tidak memaksakan kehendaknya . Kurang lebih sama seperti Satria yang selalu bersabar untuk menghadapi Mika , begitu pikir Hadinata .
Hadinata bersyukur putrinya dikelilingi dengan orang orang yang baik dan begitu tulus mencintainya . Ia selalu berdoa semoga putrinya mendapat yang terbaik dalam hidupnya .
Dan jauh dari tempat itu seseorang sedang menahan rasa dalam dadanya , beberapa kali memejamkan mata sambil menghela nafas panjang . Mencoba meredam gejolak cemburu yang berkobar di hatinya . Satria , dia adalah Satria !
Bukan hal yang sulit bagi seorang Satria untuk mengetahui situasi dalam bengkel saat ini . Dia mempunyai ahli lT terbaik di negeri ini , Edi selalu bisa ia andalkan untuk meretas cctv di tempat tempat biasa Mika berada .
Sebenarnya bukan maksud hatinya untuk mengetahui seluruh hidup Mika , tapi keselamatan Mika adalah tanggung jawab utamanya . Selain karena rasa cintanya yang begitu besar , juga karena amanat dari papanya yang menyerahkan tanggung jawab untuk menjaga gadis itu beserta seluruh keluarganya .
Hatinya sedikit tercubit ketika melihat gadis yang ia cintai bisa begitu lepas mengekspresikan emosinya di depan Michael Dananjaya . Mika tertawa , kesal bahkan menangis tanpa ada beban di depan laki laki itu .
Bukan berarti Mika tidak bisa mengekspresikan emosi jika sedang berada didekatnya , tapi tidak selepas jika gadis itu bersama Mike . Mungkin karena pembawaannya yang tidak sehumoris Mike hingga menjadikan gadisnya tidak bisa bercanda selepas itu .
Satria dikagetkan dengan ponselnya yang tiba tiba berdering , dia segera mengangkat panggilan telponnya ketika tahu nama yang tertera di layar pipih itu .
" Yes George ? "
" ..... "
" ..... "
" Ok , see you "
Ternyata orang kepercayaannya di Brasil yang menelponnya , Satria harus segera ke sana secepatnya karena memang ada hal yang harus ditangani langsung oleh Satria . Proyek disana memang belum stabil seperti perusahaan yang berada di Dubay .
Rasanya begitu berat ketika harus meninggalkan gadisnya di saat cintanya sudah bersambut , saat hatinya telah terpenuhi oleh rasa cintanya pada gadisnya . Berada jauh darinya pasti akan membuatnya rindu . Apalagi Satria tahu ada pejantan tangguh lain yang juga menginginkan dan mencintai Mika nya .
TOK .. TOK
Terdengar pintu kantornya diketuk dan muncul Dimas sekretaris keparcayaannya .
" Boss .. Nyonya Besar disini "
" Mama ? Ckk .. kenapa engga langsung suruh masuk aja sih Dim ! "
__ADS_1
" Mama yang suruh Dimas ketuk pintu dulu tadi , siapa tau kamu lagi sibuk ! Sibuk punya tambatan hati baru " ujar Lisa sambil berjalan ke arah putra sulungnya .
Satria berdiri dan berjalan ke arah mamanya , dan dia memeluk Lisa dengan erat . Mereka kemudian duduk di sofa , Lisa tampak memperhatikan suasana ruang kantor Satria yang sudah berubah . Sepertinya dia tidak salah jika meminta Mika untuk menata ulang ruangan itu .
" Ngga salah Mama minta Mika menata ulang ruangan kamu , jadi perfect kaya gini . Adem dilihat , bikin betah juga "
" Makasih mama udah perhatian banget sampe inget renof kantor Satria "
" Kamu ya .. udah jadian bukannya kasih tahu Mama ! Kan berkat Mama juga kalian jadi sering ketemu " ujar Lisa menggerutu
" Maksud Mama apa? "
Dahi Satria berkerut dengan arah pembicaraan mamanya , belum ada yang tahu tentang hubungan cinta antara dia dan Mika . Bukan tidak berniat untuk memberi tahu , tapi saat ini mereka juga masih belajar . Mereka masih dalam tahap untuk belajar saling mengerti dan saling memahami .
" Mama ini wanita yang mengandung kamu selama sembilan bulan ! Jadi tanpa kamu beritahupun Mama tahu kalau kamu cinta sama Mika . Terus drama kamu yang ngalah sama adikmu , lari ke Dubay , nyiksa diri jadi workalholic , sampe sampe sekarang bikin perusahaan yang lebih jauh ... Brasil !! "
" Satria tidak pernah merasa melarikan diri Ma , mendirikan perusahaan dengan usaha Satria sendiri adalah cita cita Satria dari dulu . Tidak ada hubungan dengan cinta atau apapun itu "
" What ever ... ngga usah di tunda tunda kalau sudah punya niat baik , disegerakan saja lebih baik "
" Yang serba instant juga hasilnya belum tentu baik Ma ! Biarkan Mika menyelesaikan kuliahnya dulu . Mama kesini hanya untuk ngomel sama Satria ? "
Satria terkekeh melihat mamanya yang mendumel , dia kangen dengan kecerewetan mamanya . Walaupun Satria memilih tinggal bersama papanya tapi dia tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang dari mamanya .
" Mama ingin ke London Minggu depan , Mama kangen Reyhan . Kau mau menemani Mama ke sana ? "
" Satria besok sudah akan berangkat ke Brasil , jika urusan disana sudah selesai Satria akan menyusul Mama . Jangan pakai pesawat komersil , pakai punya Satria saja biar papa yang akan atur nanti "
" Kau tidak ingin bicara tentang Mika pada adikmu ? Kau pasti tahu anak itu belum bisa melupakan gadis itu "
" Akan Satria coba , cepat lambat Reyhan pasti akan tahu dan Satria ingin dia tahu dari mulut Satria sendiri "
Lisa mengelus pelan punggung putra sulungnya seakan memberi kekuatan . Lisa sangat menyayangi kedua putra mereka , dulu ia mendukung Reyhan karena tahu Satria bisa lebih kuat untuk melepaskan Mika . Tapi ternyata hubungan Mika dan Reyhan tidak bisa bertahan karena Reyhan yang belum bisa mengendalikan dirinya sendiri .
Lisa tak akan lagi mencegah jika Satria ingin mencapai kebahagiaannya sendiri saat ini , sudah cukup putra sulungnya berkorban untuk kebahagiaan orang lain . Jika Mika adalah kebahagiaan putranya itu , maka dia akan selalu mendukungnya .
__ADS_1