
" Kak Armaaannnn !! "
Suara melengking seorang gadis nan cantik sempat menjadi perhatian beberapa orang yang sedang berada di kafe itu . Tiga orang laki laki tampan yang tampak asyik berbincang seketika menoleh mendengar suara yang sudah sangat mereka kenal itu .
Mika merasa senang bisa bertemu kembali dengan empat setan yang dulu sangat menjaganya . Kemarin Rendy bertamu kerumahnya untuk sekedar menyapa keluarga Hadinata yang memang sangat dekat dengan keluarga Wiranata . Dan sore ini Rendy mengajak Mika untuk bertemu dengan sahabat sahabatnya yang juga sedang pulang ke lndonesia .
Selama ini Rendi dan Arman melanjutkan studi mereka di Australia . Sedang Dion dan Suta melanjutkan studi mereka di Paris . Mereka memang terpisah tapi persahabatan mereka sama sekali tidak terputus . Sebenarnya rencana awal mereka ingin bersama sama menghadiri pernikahan Reyhan dan Nita , tapi karena kabar pernikahan itu mereka terima tiba tiba mereka akhirnya tidak bisa menghadirinya . Mereka memutuskan untuk pulang ke lndonesia terlebih dahulu dan selanjutnya bersama sama pergi ke London untuk mengucapkan selamat atas pernikahan sahabat mereka .
Kafe yang sudah terlanjur besar itu tetap ditangani oleh Reyhan dan Arman walau mereka hanya bisa memantau dari jauh . Orang orang yang mereka tempatkan cukup handal dan bisa dipercaya .
" Ckk Arman doang yang di inget " sungut Suta yang melihat gadis yang semakin cantik itu tersenyum lebar sedang berjalan ke arah mereka bersama Rendy .
" Enggaklahhh .. hai kak Suta .. hai kak Dion ?! "
" Hai bidadariii .. "
Ketiga setan menjawab secara kompak dan terkekeh bersama . Mereka masih menganggap gadis di depan mereka sebagai bidadari . Bidadari cantik yang sudah mereka anggap sebagai seorang adik .
" Udah pesen makanan belum ? Kok mejanya masih kosong ? " tanya Mika yang mendapati meja di depannya masih kosong .
" Nungguin kamu , ntar ngambek kalau kita makan duluan . Lagian bosnya juga dari tadi enggak nawarin kita " jawab Dion yang duduk di sebelah Arman .
" Lhaahh ngapain juga nungguin gue nawarin elo pada ? ltu pelayan dari tadi berseliweran ! "
" Udahhhh kangen berantem kalian ya ? Tapi nanti lagi berantemnya ya soalnya Mika udah laper nihh "
Setelah itu mereka memesan banyak makanan , mereka sangat kangen makan makanan dan kudapan dari lndonesia . Walau di Aussy ataupun Paris juga ada resto yang menjual makanan khusus lndonesia tapi tetap saja rasanya lebih enak jika memakannya disini , tanah kelahiran mereka .
" Kok bisa barengan sih kalian pulangnya ? Pada janjian ya ! So sweettt ..."
__ADS_1
" Rencananya sih kita barengan ke London dulu , tapi batal ! Jadi kita kesini dulu , kangen sama kamu "
" Kangen sama Mika tapi engga ngasih oleh oleh ! Terus ke London pada mau ngapain ? " tanya Mika masih dengan mengunyah makanannya .
" Mau ngasih selamat sama Rey , kemarin dia nikah " celetuk Suta yang sukses mendapat tatapan tajam.dari tiga setan lainnya .
Mika menghentikan makannya jujur saja dia sedikit kaget dengan kabar itu . Kenapa tidak ada yang memberitahu tentang kabar pernikahan ini , jika Suta tidak keceplosan maka mungkin selamanya dia tidak tahu tentang ini .
Hubungannya dengan Reyhan memang sudah berakhir tapi bukan berarti mereka tidak berteman . Mika kecewa tak satupun keluarga Wiranata yang mau memberitahunya tentang kabar pernikahan Reyhan .
Rendy menendang kaki Suta yang tampak tenang tenang saja , dia bahkan belum menyadari jika dia sudah salah bicara . Suta mendelik ketika merasakan sakit di tulang keringnya .
" Apaan sih Ren ?! "
Ketiga temannya hanya menatap tajam padanya sampai akhirnya Sita menoleh ke arah Mika . Dan dia menyadari sudah salah bicara .
" Rencana pernikahan Reyhan sangat mendadak , kita saja dikabarin H-1! Jadi kita gagal.bareng ke acara itu , jadwal kuliah kita lagi banyak banget . Kita kan bukan Kak Satria yang punya pesawat sendiri . Dia sih enak ! Tapi dia juga datang pas hari H nya soalnya dia juga sibuk banget . Kemarin kita sempat telponan lama " ujar Rendy mencoba menjelaskan . Dia tahu Mika pasti kecewa saat ini .
Bukan kecewa karena masih punya perasaan pada Reyhan tapi gadis itu pasti kecewa karena merasa tidak dianggap sebagai teman Reyhan .
Mika melanjutkan makannya dalam diam , keempat setan hanya bisa menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal terutama Suta . Padahal sudah dari awal mereka sepakat agar Reyhan sendiri yang menyampaikan kabar pernikahannya . Jika Reyhan tidak mau maka mereka sendiri yang akan memaksanya hingga mau memberi tahu Mika dengan mulutnya sendiri .
" Kak Ren .. Mika pengen pulang . Kak Arman makasih udah traktir Mika ya " cicit Mika setelah menghabiskan makanan di piringnya . Rendy hanya menghembuskan nafas panjang , tapi ia akhirnya berdiri dan mengantar Mika pulang setelah gadis itu pamit pada tiga setan lainnya .
" Bego dipiara !!! " celetuk Dion yang dari tadi hanya diam , dia memandang sinis Suta yang tanpa dosa masih menikmati makanannya .
" Heran gue sama setan satu ini , bacot engga ada remnya sama sekali . Ngga ngerasa juga kalau udah bikin inces sedih . Pulang pasti nangis dia " kata Arman menimpali Dion .
lngin rasanya menonjok muka tanpa dosa yang yang sekarang malah makan kudapan yang tadi tidak jadi dimakan Mika .
__ADS_1
" Punya incess gue makan ya ? "
" Bodo amaattt .. !!! " jawab Arman dan Dion bersamaan . Dua orang itu melangkah menuju kantor Arman di lantai atas .
" Wooyy .. tungguin !! Pada nggak setia kawan banget sih , gue masih makan main tinggal aja " rutuk Suta yang melihat kedua sahabatnya malah menuju tangga yang menuju lantai tempat kantor Arman berada .
Dalam perjalanan pulang Rendy melihat kesedihan Mika , hatinya serasa ikut diremas ketika melihat gadis yang sudah ia anggap adik itu bersedih .
" Jangan manyun gitu , jelek tau ! "
" Kak Rendy jahat .. kalian jahat !! Memang Mika udah engga dianggap lagi sama kalian ya "
" Lho kok Kak Rendy sih ! Nih ya ... kita berempat aja engga bisa datang langsung ke pernikahan Reyhan . Timingnya itu mendadak banget ! Kak Satria yang kakak kandungnya aja taunya belakangan . Reyhan sama Nita hanya mengadakan pernikahan private , ngga ada pesta " ujar Rendy dengan masih fokus menyetir .
" Savva Paranita Kelana .. mereka kadang memanggil Savanita atau Nita aja ! Teman kampusnya Reyhan yang sekarang udah jadi nyonya Reyhan " imbuh Rendy menjelaskan , iapun baru tahu nama wanita yang menikah dengan sepupunya itu dari Lisa yang sempat menelpon Dokter Tya mamanya .
" Kak Rendy kenal sama dia ? "
" Boro boro kenal , mereka aja deket baru beberapa hari terus langsung nikah ! Om sama Tante aja sempet shock karena ulah Reyhan , ngga ada hujan ngga ada angin langsung nikah . Emang sarap itu anak !! "
Setelah sampai di rumah Mika , Rendy turun sebentar untuk sekedar berbasa basi . Setelah itu dia menyusul kembali ketiga temannya yang masih berada di kafe .
Sedang Mika segera membersihkan diri dan mengurung diri di kamar . Reyhan memang sudah lama sekali tidak lagi mengiriminya pesan pesan singkat melalui chat miliknya . Walau kadang sangat telat membalas chat dari Reyhan tapi Mika pasti membalasnya . Bagaimanapun mereka pernah berteman begitu pikirnya .
Tapi dengan tidak mengabarkan hari yang sangat penting yaitu hari pernikahan Reyhan , hati Mika seperti disentil . Apakah sakit yang ia berikan begitu dalam hingga laki laki itu begitu membencinya ? Hingga acara sepenting itupun dia sama sekali tidak boleh tahu ?
Ponselnya berdering , Mika tertegun membaca nama yang terpampang di layar pipih itu .
" Reyhan ... "
__ADS_1