
Mike dan Mika berjalan kaki menuju warung bakso yang memang tak jauh dari tempat gym tersebut . Mika bisa melihat betapa ramainya warung yang ada di seberang jalan itu .
" Mika be careful , jalanan lagi rame banget ! Watch your step ( perhatikan langkahmu ) "
Mike sedikit khawatir karena gadis didepannya berlari lari kecil tanpa memperhatikan jalanan yang lumayan ramai siang itu . Mika memang sudah tidak sabar untuk segera sampai ke warung bakso di seberang jalan .
Mike setengah berlari karena melihat ada mobil dengan kecepatan cukup tinggi dari arah belakang , dan ia lihat dengan santainya Mika akan melangkah ke jalanan beraspal itu .
" Sweettyyyy ... Watch out !!!! "
Mike berteriak kencang , dia menarik lengan Mika ke belakang agar gadis itu tidak lagi melanjutkan langkahnya . Mereka terjatuh berpelukan di trotoar dengan posisi Mike dibawah bertumpu pada kedua sikunya . Mike tidak ingin Mika terluka .
" Aww .. "
" Sshhhh .. arghhh "
Mike mendesis merasakan perih yang dirasakan pada kedua sikunya . Mika terkejut saat ini sudah menindih tubuh kekar Mike . Dia mendengar Mike mendesis kesakitan dan membuat dia segera berguling kesamping agar tak lagi menjadi beban gorilla itu .
" Mike ... kamu engga apa apa ? Aww .. "
Mike malah menyentil keningnya , perlahan laki laki bertubuh kekar itu terduduk di sampingnya .
" Cerobohh !! I told you to be careful with your steps. Didn't you hear it ? ( Sudah kukatakan untuk berhati hati dengan langkahmu . Apa kau tidak mendengarnya ) "
Mike melihat gadis itu mulai meneteskan air matanya . Dia kelabakan melihat gadis pujaannya malah menangis walau tak sampai mengeluarkan suara tangisannya . Sungguh membuat hatinya khawatir . Mike berpikir mungkin Mika sedih karena ia sempat membentaknya tadi .
" Heeiiii ... don't cry ! I didn't mean to yell at you ( jangan menangis ! aku tidak bermaksud membentakmu tadi ) . Kau tahu ?! Kau hampir saja membuatku terkena serangan jantung ! "
" Tapi Mika laper "
Gadis itu meliriknya sinis seakan mengatakan gara gara Mike mereka gagal makan di warung bakso itu . Mike menghela nafas panjang , ia kira gadis itu menangis karena tadi ia membentaknya . Ternyata gadis itu menangis karena lapar .
" Oh God why are you so cute ! ( Ya Tuhan kenapa kau begitu menggemaskan ) . Boleh ngga sih gigit kamu ? Dikiitt ajaa ... " batin Mike merasa gadis disampingnya terlalu menggemaskan .
Beberapa pejalan kaki yang melintas terlihat menanyakan keadaan mereka . Mika dengan ramah menanggapi mereka dengan mengatakan dia baik baik saja . Lain halnya dengan Mike yang hanya menatap tajam para laki laki yang mencoba berbasa basi dengan gadis disampingnya . Tatapan elang itu seolah mengklaim gadis disampingnya adalah miliknya , dan terbukti tatapannya membuat ciut para laki laki yang ingin ngobrol dengan Mika lebih lama .
" Apa ?!! Ayo buruan ... laper "
__ADS_1
Mika berdiri kembali hendak menyeberang jalan .
" Wait ( tunggu ) !!! "
Mike juga berdiri secepat kilat ia menggenggam tangan mungil gadis itu dan menyeberang jalan . Mata Mika terkesiap melihat siku Mike yang mengeluarkan darah cukup banyak . Tadi saat duduk ia tidak begitu memperhatikan hingga tidak dapat melihat lukanya .
" Mike tangannya ... berdarah "
Mike tidak berkomentar apapun , ia segera mencari tempat yang nyaman untuk duduk di warung yang lumayan ramai siang itu . la mencari tempat paling pinggir dekat jendela , tempat dimana Mika tidak begitu menjadi pusat perhatian dari laki laki di sana . Entah kenapa ia tidak suka jika gadis itu ditatap oleh laki laki lain selain dirinya .
" Mike itu lukanya dibersihin dulu yuk , biar ngga infeksi "
" Siapa bilang ini luka ... calm down aku nggak apa apa kok "
" Berdarah gitu bukan luka "
" lni tanda cinta dari kamu buat aku ... kalau bukan karena ini mana mungkin tadi aku bisa peluk kamu "
" Mike !!! " jerit Mika , ia reflek menendang tulang kering kaki Mike yang berada di bawah meja dan tentu saja laki laki yang ia sebut dengan gorilla itu mengaduh kesakitan .
" Tega banget sih .. ya udah aku bersihin luka ini dulu sebentar . Wait here sweety ( Tunggu disini sweety ) "
" Lho kok cuma minum es teh sih , baksonya mana ? Katanya laper "
" Kan nungguin kamu pesannya . Mika ngga tahu kamu sukanya bakso apa . Takutnya kaya dulu lagi ! Habis makan ke rumah sakit "
Mike terkekeh mengingat kejadian itu , ia terpaksa makan sambal yang tak terkira pedasnya hingga akhirnya dia terkapar di rumah sakit .
" Jangan underestimate dulu sama aku , sudah setahun ini aku belajar makan pedes . Biar bisa nemenin kamu makan kaya gini , mungkin belum bisa nyaingin kamu pedesnya tapi yang penting perut aku udah kebiasa makan pedes "
" Uluhh uluuhhh co cuiittt .. sampai segitunya ! Ya udah Mika pesenin bakso urat sama baso daging aja buat kamu , nanti sambelnya kamu ambil sendiri biar engga kepedesan "
" Dua mangkok ? Urat sama daging ? "
" Iyalah masa badan segede gorilla gitu cuma makan semangkok "
Mike terkekeh , pantas saja Mika sering menyebutnya sebagai gorilla . Seperti halnya sang Daddy Bisma Dananjaya , dari kecil dia sudah suka olah raga . Dan tanpa ia sadari kebiasaannya yang suka olah raga membentuk otot otot tubuhnya .
__ADS_1
Akhirnya pesanan mereka datang dan tanpa sungkan Mika segera menyantap hidangan di depannya . Mike tersenyum melihat betapa lahapnya gadis itu , dia memang berbeda dengan gadis lainnya . Mika selalu menunjukkan apa adanya dirinya , segala tingkahnya tidak pernah dibuat buat . Dan menyukai pribadi seperti itu .
Dengan susah payah Mike menelan salivanya , melihat bibir mungil itu mengunyah saja sudah membuatnya panas dingin . Bibir kemerahan itu seperti mempunyai medan magnet yang sangat kuat , hanya dengan melihatnya pikirannya melayang kemana mana .
" Kok diem sih ? Ntar dingin lho baksonya . Ngga enak kalau makan bakso udah dingin . Tangannya masih sakit ya ? "
Mike terbangun dari lamunannya ternyata gadis itu sedang memperhatikannya .
" Ah .. eh ... nggak kok , susah makannya kalau panas banget kaya gini " Mike menggaruk tengkuknya yang tidak gatal , merasa salah tingkah karena ketahuan sedang menatap gadis di depannya .
" God damned , kenapa semakin dekat denganmu membuatku semakin gila . Kenapa aku malah ingin ' memakan ' bibirnya ? Ya Tuhan beri hamba Mu kekuatan dari segala godaan . Ku kira setan itu mempunyai wajah mengerikan , nyatanya setan penggoda didepanku amat sangat cantik " kata Mike dalam hati .
" Kak Edgar ?!!! "
Mika melihat laki laki yang pernah menolongnya melintas di samping mejanya . Mike pun menoleh pada laki laki yang dimaksud oleh Mika . Ia mengerutkan keningnya , jujur ia tak suka kebersamaan dengan Mika saat ini gharus di ganggu orang lain .
" Mika ?!! Haii ... kamu sama siapa ? "
" Mika lagi sama temen . Mike kenalin ini kak Edgar , kak kenalin ini temen Mika namanya Mike ! Kakak udah makan ? Gabung sama kita aja disini "
" Hai .. l'm Mike . Nice to see you ( senang berkenalan denganmu ) " Mike mengulurkan tangannya pada Edgar dan Edgar menyambutnya dengan ramah .
" Gue Edgar , senang kita bisa berkenalan "
" Kak Edgar makan sekalian sama kita ya "
" Makasih , Ini baru aja kakak selesai makan . Kakak juga masih ada urusan . Ya udah kakak tinggal dulu "
Setelah itu Edgar meninggalkan kedua orang yang masih menatap kepergiannya .
" Dia temanmu sweety ? Sepertinya tadi aku melihatnya ketika aku ganti baju di kamar ganti . Ketika aku ingin masuk ruang ganti dia sempat menabrakku dan minta maaf "
Mika cuma mengetikkan bahunya , ia memang tidak terlalu mengenal Edgar . Mika hanya tahu laki laki itu pernah menolongnya waktu itu .
#
" Bang ... seperti dugaanku dia adalah Michael Dananjaya . Sepertinya mereka tidak sengaja bertemu di tempat gym "
__ADS_1
" ..... "
" Abang tenang aja , nona tetap dalam pengawasanku "