
" Kenapa Mika harus ikut Abi ke kantor ? Kan bisa di hotel aja . Janji deh ngga bakal bikin yang aneh aneh " bujuk Mika karena pagi ini suaminya ingin dia ikut ke kantor bersamanya .
Sedangkan Bia sudah terbang ke Bali menyusul suaminya .
" Tapi akan lebih tenang jika kamu ada di sisi Abi , lagian juga ngga seharian Abi di kantor Abi janji setelah urusan Abi selesai kita jalan jalan "
" Janji ya ?? "
" l promise my Queen "
Pagi ini berbeda dari hari sebelumnya , kali ini ia meminta Pak Mukti untuk menyediakan mobil dengan dua bodyguard di dalamnya . Mike tak ingin ambil resiko jika sudah menyangkut keselamatan istrinya .
Daddynya mungkin benar , ia harus berhati hati dengan segala kemungkinan yang akan diperbuat Gunadarma .
Perusahaan yang di Surabaya memang tak sebesar yang di Jakarta , tapi ruang kantor CEO tetap didesain khusus agar dapat ditempati dengan nyaman . Mika memilih untuk menonton drakor kesukaannya diruang pribadi Mike yang terletak di dalam kantornya . Sedangkan Mike ada di ruang meeting bersama para petinggi petinggi perusahaannya .
Beberapa lama kemudian perutnya minta di isi , tapi freezer kecil dalam ruangan suaminya hanya berisi minuman ringan . Akhirnya ia pergi ke pantry , siapa tahu ada makanan untuk mengisi perutnya .
Matanya berbinar ketika melihat deretan mie instan di depannya . Mika mengambil satu dan segera memasaknya , tak lupa ia juga masukkan beberapa iris cabai di dalamnya . Setelahnya ia juga membuat dua gelas es teh , siapa tahu setelah meeting suaminya merasa haus ( begitu pikirnya ) .
Belum sempat ia membawa nampan berisi mie dan es yang ia buat , seseorang dengan kasar merebutnya dengan tatapan mata sinis .
" Siapa elo berani beraninya berantakan pantry gue !! Elo pikir kantor ini restoran bisa bikin makan seenaknya !? "
" Ehmm .. itu ... "
Sebelum melanjutkan kata katanya wanita dengan dandanan menor itu kembali menyerangnya dengan kata kata .
" Bagus juga penampilan elo , anak baru disini ?! Jangan sok kecantikan , elo pikir dandanan kaya gitu bisa bikin CEO tertarik sama elo ?! Jangan mimpi !!!! Gebetan gue itu ... denger kan loo !!! "
Bukan cuma menyerang secara verbal , wanita dengan baju lumayan terbuka itu kini malah mendorong tubuh Mika hingga terhuyung ke belakang .
" CEO ?? " cicit Mika mengernyitkan dahi .
" Elo ngga tuli kan ? CEO kita dari Jakarta , putra pemilik perusahaan ini . Dia udah jadi gebetan gue "
Mika cuma manggut manggut kemudian tersenyum walau hatinya sedikit dongkol karena gagal makan mie .
" Ya udah mbak makan mie nya dulu aja keburu adem , saya mau kembali ke tempat saya . Permisi "
__ADS_1
Dengan sopan ia pergi meninggalkan pantry untuk kembali ke ruangan suaminya . Mika tidak mau kedatangannya pertama kali di kantor ini malah memicu keributan . Padahal sebenarnya ia ingin sekali menjambak rambut wanita jadi jadian di depannya . Di ruangannya Mike sudah menunggunya , tampaknya meeting sudah selesai .
" Bandel ya disuruh diem disini malah pergi pergi " ucap Mike sambil merengkuh tubuh istrinya .
" Ehmm Mika tadi cari makanan ... laper "
" Kan tinggal panggil OB minta bawain makanan . Tadi Pak Mukti dan sekretarisnya udah ada di ruang meeting pas kita datang . Jadi engga ada orang disini buat nemenin kamu . Maaf ya "
" Ngga apa apa , tapi habis ini Abi temenin Mika cari makan ya "
" Iya sayang , tapi ntar malam kasih jatah ya . Tadi pagi kamu bilang udah bersih lampu merahnya "
" Mesum .. pikirin dulu perut Mika baru mikir jatah "
" Siap !! Tapi beneran ya nanti malam ... "
" Haisshhh .. "
Mike tertawa dan menciumi seluruh wajah cantik istrinya . Dua tangan kekarnya masih memeluk posesif pinggang Mika seakan tak akan pernah membiarkan wanitanya pergi darinya .
Sementara di depan pintu tampak Pak Mukti dan sekretarisnya sedang berdiri mematung dan serba salah melihat kemesraan CEO mereka . Khususnya sang sekretaris yang malah menatap sinis Mika yang sedang tertawa dalam pelukan suaminya .
" Masuk Pak Murti ! Sudah bawa berkas berkas yang aku minta kan " kata Mike dengan satu tangan masih melingkar di pinggang Mika .
" Sudah tuan , Nuri siapkan berkas berkas yang dinginkan tuan Mike "
Wanita itu mengangguk dan melangkah mendekati Mike untuk menyerahkan berkas itu .
" Aku minta kau yang siapkan !! Apa perlu kusiapkan dokter untuk memeriksa telingamu sekarang ?! " kata Mike sambil menatap tajam orang keparcayaan Bisma tersebut .
Mika langsung mencubit lengan suaminya ketika mendengar kata kata pedas itu .
" Aww sayang main kasarnya nunggu malem dong , siang siang gini udah mancing mancing " bisik Mike pada istri kesayangannya .
" Dia nyonya Michael Dananjaya , kurasa Daddy sudah mengatakannya semalam padamu " ucap Mike kemudian karena sepertinya Psk Mukti masih bertanya tanya siapa wanita dalam pelukannya itu .
" Jangan pernah berlaku tidak sopan padanya walau hanya dalam pikiranmu "
Pak Mukti menundukkan kepalanya , sepertinya tuan mudanya tahu isi pikirannya . Dari tadi ia memang sedang bertanya tanya siapa wanita yang ada dalam pelukan Mike . Karena ia mengira menantu Dananjaya pasti wanita seksi dengan gaya glamour nya . Tapi nyatanya wanita dalam pelukan tuan mudanya adalah wanita cantik dengan penuh kesederhanaan .
Jangan tanya lagi soal sekretaris bernama Nuri , kakinya bahkan sudah gemetar karena tadi sempat membully seorang wanita yang ternyata adalah nyonya muda Dananjaya . Wajahnya sudah pucat pasi membayangkan kemarahan dan hukuman yang akan dia terima .
__ADS_1
" Hai Nuri ... " ucap Mika ramah .
" Sayang , kalian sudah saling mengenal ? "
" Tadi kami sempat bertemu di pantry "
DEGGG ... DEGGGG
Nuri semakin gemetar , dia berharap Mika tidak menceritakan hal sebenarnya pada suaminya .
" Tadi Nuri yang tolongin Mika nyari pantry , Mika kan belum pernah kesini sebelumnya "
Nuri bernafas dengan lega ketika Mika tidak mengadukan kelakuannya yang tidak terpuji . Dalam hati ia memuji kecantikan dan kelembutan hati Mika , walau tersakiti tapi wanita itu sama sekali tidak membalasnya .
Setelah menyerahkan laporan laporan Pak Mukti dan Nuri segera meninggalkan ruangan itu , mereka tidak ingin mengganggu kemesraan tuan mudanya .
" Yuk !! " Mika mengurai pelukannya .
" Kemana ??!! "
" Tadi kan Abi janji kalau udah selesai meeting kita jalan jalan "
" Emang gitu ?! Kapan Abi janji ? " goda Mike .
" Abiiii .... "
' Tapi Abi mau minum susu dulu , baru kita pergi "
" Ya udah , Mika bikinin dulu ya "
" Bikin apa ? "
" Susu "
" Bukan susu itu sayaaannngg .... tapi susu yang ini "
Mike langsung membopong tubuh mungil istrinya ke dalam kamar pribadi yang terdapat di ruangan itu . Cubitan cubitan kecil dari tangan mungil istrinya tidak lagi ia rasakan .
" Abiiii .... minggir ihhh " teriak Mika gemas karena biarpun ia sudah berontak untuk melepaskan diri , Mike malah tambah mengeratkan pelukannya .
Bibir Mike juga sudah menyusuri leher dan tengkuknya . Dengan gerakan cepat tangan kekar itu juga sudah melepaskan satu demi satu kancing blouse nya .
__ADS_1
Dan benar saja siang itu Mike berhasil menemukan pabrik susunya , dengan bersemangat ia bermain di area tersebut . Seminggu penuh tak bermain disana membuat rasa gemasnya menjadi berkali kali lipat . Sesekali Mika menjerit karena ulahnya .
Beruntung ruangan itu adalah ruangan kedap suara hingga suara suara nikmat milik mereka tidak sampai terdengar oleh makhluk lain .