
Mereka duduk disebuah bangku yang terdapat dipinggiran taman , menikmati suasana yang lumayan ramai sore itu .
" Maaf "
Tiba tiba Mika mendengar Reyhan mengucap satu kata itu sambil menghembuskan nafas panjang .
" Untuk ? "
" Semua , gue tau kalo gue brengsek . Gue tahu kesalahan gue terlalu fatal . Gue juga tahu loe ngga akan mudah buat maafin gue . Tapi ijinin gue untuk kejar maaf dari elo "
Mika juga menghembuskan nafas panjang , kembali terputar di memorinya kejadian yang lalu lalu . Hari hari dimana singa kutub itu terlihat memusuhinya . Dimusuhi tanpa ia tahu apa kesalahannya .
" Rey pernah nabrak Mika pas di sekolah , sakit bahu Mika tau !! "
" Maaf ... "
" Cuekin Mika , kalau lihat Mika udah kaya liat kotoran . Jijik "
" Maaf ... "
" Mahal maaf dari Mika "
Reyhan tersenyum lebar , gadisnya memang gadis yang luar biasa . Seperti.kata Arman tadi Mika adalah gadis cantik yang baik dan polos , sepertinya ia juga bukan pendendam .
" Trus maunya apa Mika ? "
" Es krim "
" ltu doang ? "
" Semua yang ada disitu , tapi kalau ngga punya uang ngga usah " Mika menunjuk sebuah kedai es krim yang ada di pinggir taman . Ia yakin Reyhan tidak akan menuruti kemauannya . Semua es krim di kedai itu pasti akan merogoh kocek yang sangat dalam , itu pikir Mika .
" Yukk .. " Reyhan beranjak berdiri menyambut tangan Mika , ternyata mendapat maaf gadisnya semudah ini . Hanya dengan es krim hati gadisnya bisa luluh .
" Kemana ? "
" Lha tadi yang minta es krim siapa ? Ya beli es krim lah , masa beli kacang goreng "
Setelah tiba di kedai es krim para pelayan dibuat bingung , karena sang pembeli ingin membeli semua es krim dan semua yang dijual di kedai tersebut . Sampai sampai sang manager datang langsung menemui Reyhan dan Mika yang sudah duduk di bangku kafe itu .
" Maaf mas , beneran mau borong
sajian kami? "
__ADS_1
" Cewek gue ulang tahun . Mau makan es krim sekalian mau bagi bagi . Ya kan yank ? "
" ishhh .. " Mika menyikut perut Reyhan yang terasa liat itu , dan sang empunya pura pura mengasuh kesakitan .
" Udah di beliin es krim masih galak aja sih yank "
" Reyyyy ... pukul beneran nih "
Reyhan terkekeh , sepertinya dia senang sekali menggoda gadisnya . Mika terbelalak melihat nominal yang tercetak di bon pembelian . Reyhan sudah melakukan pembayaran menggunakan black card nya .
Tak lama berselang kedai es krim diserbu pembeli karena pihak kedai sudah memasang pengumuman bahwa khusus hari ini para pembeli bisa makan gratis .
Walaupun Mika senang bisa berbagi bagi , tapi sebenarnya dia sedang tak enak hati . Niat hati cuma ingin iseng menantang singa kutub itu memborong kedai es krim , ternyata malah Reyhan mengabulkan permintaannya .
" Udahhh ... sekalian kita bagi bagi rejeki ! Jangankan es krimnya , tokonya aja pasti dibeli kalau kamu yang minta "
" Sombong "
" Mau bukti ? " Reyhan berdiri dan ketika akan melangkah menuju sang manager di sudut ruangan tangan mungil Mika sudah mencengkeram erat lengannya .
" Duduk !!!! Bantuin habisin es krimnya "
Mika menarik lengan Reyhan hingga kembali terduduk , menyendok es krimnya dan menyuapkannya pada sang singa kutub . Reyhan tertawa geli dalam hatinya , tingkah gadisnya selalu saja membuatnya gemas .
Benar saja bukan jawaban yang ia terima , Mika cuma meliriknya dengan sinis .
Mika tak habis pikir kenapa singa kutub itu sekarang malah menjadi monyet kutub , teramat sangat menyebalkan . Tingkah tengilnya kadang membuatnya darah tinggi . Dan dari kemarin laki laki itu selalu memanggilnya ' sayang ' . Jika Satria yang memanggilnya begitu mungkin dia akan lompat lompat jungkir balik saking senangnya .
Reyhan punya sikap yang susah Mika tebak kadang terlihat amat melindunginya , tapi kemarin Mika sempat dijadikan sasaran kemarahan singa kutub itu . Mika khawatir jika dia sudah nyaman berteman selanjutnya malah dia dihempaskan lagi . Sakitnya masih terasa sampai sekarang .
" Hei cantik sendirian ya "
Mika berjengit kaget melihat seorang laki laki yang tiba tiba duduk di depannya .
" Happy birthday ya ... mereka bilang ada cewe cantik lagi ultah traktir es krim . Kayanya mereka salah .. Bukan cewe cantik ini sih ! Bidadari ... kamu kaya bidadari "
Mika merasa sangat tidak nyaman karena laki laki berwajah blaster itu terus saja menatapnya . Mika berharap laki laki itu segera pergi sebelum Reyhan kembali dari toilet . Dia tidak ingin terjadi hal yang tidak mengenakkan di kedai es krim itu .
" Ehmm makasih , tapi Mika lagi nunggu temen disini "
Bukannya pergi laki.laki itu malah mengajaknya berkenalan .
" Heii Mika .... Aku Michael . Panggil Mike aja . Kamu masih sekolah ya , kayaknya kita jodoh deh nama kita hampir sama . Mike ... Mika "
__ADS_1
Laki laki bernama Mike itu terus saja berusaha berinteraksi dengan gadis cantik di depannya . Dan itu membuat Mika sedikit tidak nyaman .
Mika kaget ketika sebuah tangan kekar tiba tiba menggenggam tangannya .
" Udah sore , kita pulang ya "
Reyhan membimbing Mika untuk keluar dari kafe itu , Mika lega setidaknya hal yang ia takutkan tidak terjadi . Tadi dia sempat takut jika Reyhan akan marah melihat ada laki laki iseng duduk di depannya . Reyhan membukakan pintu dan memasangkan seat belt untuk Mika . Sebelum menutup pintu Reyhan sempat menggoda Mika .
" Sayangnya Reyhan , tunggu disini sebentar ya ... ada yang ketinggalan di dalam "
Ya Tuhan ... Mika gemas sekali dengan tingkah Reyhan yang sangat menyebalkan sore ini . lngin sekali ia memukul kepala laki laki menyebalkan itu pakai wajan teflon agar dia bisa kembali ke wujud asalnya yaitu singa kutub yang arogan dan dingin .
Reyhan dengan langkah cepat menuju ke dalam kedai itu lagi . Dihampirinya laki laki yang tadi berani mengusik gadisnya . Sudah dari tadi saat keluar toilet ia sudah menahan emosinya , ia marah ketika gadisnya digoda laki laki lain .
" Jauhin cewe gue b*ngsat "
Reyhan menarik kerah baju laki laki bernama Mike itu . Tapi Mike hanya tersenyum sinis tanpa menunjukkan rasa takutnya .
" Cuma modal mobil rongsok sama es krim loe mau ngaku jadi cowok dia ?!! She georgeus , elo ngga pantes jadi buat dia "
" A*jing memang loe "
BUGGHHH ... BUGGHHHH
Tak dapat dielakkan lagi , keduanya terlibat adu pukul . Pihak kafe mencoba untuk melerai tapi tampaknya kedua laki laki itu sudah tidak dapat dikendalikan lagi . Suasana menjadi semakin riuh karena adu otot kedua laki laki itu malah menjadi tontonan para pengunjung kafe .
" BERHENTIIIII ... !!!! "
Mika yang tadinya anteng menunggu di mobil menjadi tidak tenang karena Reyhan terlalu lama kembali ke dalam kafe dan perasaannya menjadi tidak enak . Benar saja ketika dia menyusul kedua laki laki itu sudah berkelahi . Teriakannya hanya bagai angin lalu saja , perkelahian itu tetap tidak berhenti .
Akhirnya Mika merebut nampan dari salah satu pelayan dan berjalan ke tengah perkelahian itu . la nekat merangsek ke tengah dua banteng yang sedang bertarung itu tanpa takut terkena pukulan .
" Rey .. Mike .. berhenti !!! Kalau ngga mau berhenti jangan salahin Mika kalau kepala kalian kena tabok nampan besi ini "
Seketika mereka berhenti , darah tampak keluar dari sudut bibir mereka . Kehadirannya malah membuat Mike tak bisa berhenti menatapnya .
" Oh God she"s so georgeous "
" B*ngsat !!!! "
Dan kata kata Mike yang memuji kecantikan Mika kembali menyulut emosi Reyhan . Reyhan akan menerjang maju lagi tapi Mika segera mencegahnya . Mika memeluk lengannya dan berbisik sesuatu hingga Reyhan terdiam .
" Sayangnya Mika ... pulang yuk udah ditungguin ayah dirumah "
__ADS_1