
Hari ini Baby Aarav ikut papa dan geppa ke perusahaan karena dua wanita Dananjaya akan memanjakan dirinya di spa . Sudah menjadi jadwal rutin sebulan sekali mereka akan merawat diri mereka .
Mike ataupun Bisma tak pernah melarang hal itu karena mereka tahu lelahnya mengurus rumah tangga melebihi mengurus perusahaan . Lagipula mood para istri adalah kunci kedamaian mereka .
Para pegawai kagum sekaligus gemas ketika melihat Baby Aarav yang sedang berjalan bersama grandpa dan papanya . Tiga pria beda generasi dengan wajah tampan di atas rata rata . Cara berjalan Baby A yang seperti kedua seniornya membuat yang melihatnya tersenyum geli .
Papa dan Geppa
Aarav Gaillard Dananjaya
" Alav kelen nda geppa ? "
" Lebih keren papa lah " goda Mike pada putranya yang berjalan didepannya bersama Bisma .
Benar saja mulut Aarav sudah mengerucut dengan air mata yang sudah tergenang di sudut matanya . Bisma berdecak kesal melihat kelakuan putranya yang tak pernah mau mengalah pada cucunya .
" You are the most handsome man l have ever seen ( Kau adalah pria tertampan yang pernah aku lihat ) " kata Bisma yang kemudian menggendong cucu kesayangannya .
" Dan kau .. jika kau berani menggodanya lagi Daddy tidak akan menggajimu bulan ini "
Sudut bibir Aarav terangkat dan dia menjulurkan lidahnya pada papanya , membuat sang papa memutar bola matanya malas .
" Come on Dad ... Daddy pernah bilang akulah yang paling tampan " ucap Mike merajuk .
" Oh God kalian !! Bisakah kau mengalah pada putramu sendiri !? Ok fine ... Kalian adalah pria paling tampan di muka bumi ini . Kalian puas ? " gerutu Bisma tak habis pikir .
" Kau dengar itu Baby A ? Kita adalah pria tertampan dan kita akan dikelilingi bidadari bidadari cantik "
" Ya ... dan sebentar lagi panci penggorengan istrimu akan sampai di kepalamu Bisakah kau mengajari putramu hal yang benar ? "
" Mommy dan Mika adalah bidadari bidadari kita Dad " kilah Mike .
Tak lama sampailah mereka di lantai atas tempat kantor Bisma dan Mike . Kantor mereka berada di lantai yang sama tapi tidak berada pada satu ruangan .
" Tampan kau ikut Geppa atau Papa ? " tanya Bisma sambil mencium pipi gembul cucunya .
" Cama Geppa ... Papa natal cama Alav "
" Tapi ditempat Papa punya permen melon "
" Cama Papa aja .... dah Geppa ! "
Bisma hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan putra dan cucunya . Kadang mereka bermusuhan tapi tak jarang pula mereka berkawan baik .
__ADS_1
Dua jam bekerja dengan tenang tiba tiba Mike masuk ke kantornya , seperti sedang mencari sesuatu .
" Dad tadi bukannya Aarav kesini ? "
" Tidak , bukankah dia bersamamu ?! "
" Tadi dia bilang mau keruangan Daddy "
" Ya Tuhan ... dan kau biarkan cucuku keluar ruangan sendirian . Kau gila son !! "
Bisma dan Mike langsung berlari keluar ruangan mencari Baby Aarav . Jika berita kehilangan ini terdengar para istri maka masa depan mereka sudah jelas . Untuk seminggu ke depan mereka dipastikan tidur diatas sofa .
Bisma langsung telepon sekuriti agar ikut mencari cucunya tapi dengan diam , jangan sampai kabar ini malah mengganggu kinerja para pegawainya . Sedang Mike mencari di hampir setiap ruangan . Baru tiga lantai ia sisir tapi tenaganya sudah terkuras .
"' Biasanya jam berapa Baby A makan ? " tanya Bisma pada Mike yang sudah bersimbah peluh .
" Nanti Dad agak siangan . Kalau jam segini Mika kasih dia cemilan sama jus buah "
Tiba tiba keduanya berlari menuju lift untuk turun ke lantai bawah . Mereka berlari ke arah kantin perusahaan . Mungkin karena sering di ajak ke kantor Baby A jadi tak asing dengan suasana perusahaan .
Dua pemilik Dananjaya itu menatap tajam Robert yang sedang menemani Aarav makan cheese cake dan segelas besar jus melon segar kesukaannya . Robert hanya menunduk dan menggaruk kepalanya . Karena dia tak tahu di mana letak kesalahannya .
Tebakan mereka benar , Aarav pasti sedang lapar . Kebetulan tadi mereka lupa membawa bekal yang disiapkan oleh Bia . Bukan lupa sebenarnya tapi ketiganya kompak untuk tidak membawanya .
Tas bekal warna pink dengan gambar hello Kitty dengan botol minum dan kotak bekal warna senada dengan tasnya . Mereka berpikir mereka akan menjadi seperti Dora yang akan menjelajahi pulau jika membawanya .
" Antel Lobet ajak Alav kecini mo mam mam , lapel tau "
Jawaban itu seketika menghasilkan tatapan elang lagi dari dua pria Dananjaya . Robert tersenyum kecut , salah atau benar tetap saja dia yang akan disalahkan . Baru berumur dua tahun saja anak itu sudah menindasnya . Melebihi kekejaman Papa dan Geppanya .
Setelah makan siang si gembul tertidur di ruang pribadi yang berada di kantor Bisma . Mereka baru tenang bekerja setelah Aarav tertidur lelap .
Pantas saja istri mereka meminta jatah satu hari dalam sebulan untuk rileks , baru beberapa jam saja mereka sudah kewalahan .
Mereka merasa bukan apa apa jika dibandingkan para istri mereka .
Sore hari mereka pulang dengan wajah yang terlihat lelah . Bia tersenyum ketika melihat suami dan putranya yang terlihat lelah .
" Hari ini Aarav jadi anak baik kan ? "
" Baik dong Gemma , Alav nda nangis "
" Pinter ya cucu Gemma terus ngapain lagi disana ? "
" Alav main cendili ... mam mam cendili .. bobok cendili . Cemua cendili .. pintel kan Alav ? "
Bisma dan Mike langsung pergi ke atas menuju kamar masing masing karena mereka merasa sebentar lagi akan ada yang berteriak . Menyelamatkan diri sendiri adalah pilihan terbaik saat ini .
__ADS_1
" Apa !? Semua sendiri ? Honey ... Mikee jelaskan maksud Aarav !!!! "
*
" Lho Bi kok ngga sama Aarav ? "
" Lagi di mandiin sama Mommy di kamarnya . Cantik banget sih sayang ... seger banget kayaknya " ucap Mike yang melihat Mika memakai dress rumahan pendek motif bunga .
Wanginya pun berbeda dari hari hari biasanya , hingga ia penasaran dan menciumi bahu istrinya .
" Wangi banget "
" Enak Bi wanginya ? Aku pakai aroma baru tadi pas spa . Pakai varian pepermint , seger ya " kata Mika bersemangat .
" He em "
Mike mulai menelusuri tengkuk dan pundak istrinya , aroma baru ini tiba tiba saja membuat dirinya menginginkan sang istri .
" Mau dicubit apa ditabok nih ? Bandel banget !! Kan kalau pulang kerja udah dibilangin berkali kali buat mandi dulu "
" Tapi udah kebelet banget pengen makan kamu sayang "
" Aaaaaa .. Abii turunin !! Mika udah mandi ihhh " teriak Mika yang tiba tiba saja digendong suaminya menuju ke kamar mandi .
Mike menurunkan istrinya dan meraup bibir Mika dengan lahap . Dengan lincah tangannya sudah berhasil membuat polos tubuh istrinya . Walau sempat kesal tapi akhirnya Mika ikut juga dengan permainan suaminya .
Dibawah dinginnya guyuran shower mereka berbagi kehangatan dan saling menautkan lidah .
Mike duduk berjongkok dengan satu kaki Mika yang ada di bahunya , lidahnya sedang berusaha menerobos masuk liang yang dihiasi rumput liar . Dan Mika mencengkeram rambut suaminya yang berada di bawahnya . Satu tangan Mike bahkan kadang meremat dua mochi yang tergantung sempurna secara bergantian .
Puas dengan kegiatan pemanasan akhirnya mereka ingin segera pada permainan intinya . Mika sudah berdiri membelakangi suaminya dengan dua tangannya mencengkeram wastafel di depannya , dan dua tangan Mike sudah mencengkeram pinggulnya . Tongkatnya pun sudah berada di depan liang seakan tak sabar merasakan hangatnya di dalam sana .
Tapi tiba tiba ....
Dukk ... duukkk
" Mamaaaa ... papaaaa .... lama banget cih di dalem "
Aarav sedang menggedor pintu kamar mandi dan berteriak dengan keras memanggil nama mereka . Mike baru ingat bahwa ia lupa mengunci pintu kamarnya tadi .
" Awass lepasin ... Aarav diluar kasihan " Mika melepas paksa tangan Mike yang masih dipinggulnya .
" Terusin aja sayang .. sebentar doang kok . Janji deh !! "
" Kalau ngga di buka buka bisa bisa Aarav bawa satu mansion ke kamar Bi . Malu ihh " kata Mika dengan menyambar bathrobenya .
Mike hanya bisa pasrah , lagipula istrinya benar . Aarav bisa membawa semua orang ke kamarnya jika tidak segera dibukakan pintunya.
__ADS_1
" Ckk .. Masa solo karir lagi sih "