
Reyhan terhenyak terkejut dengan apa yxng barusan ia lakukan . Dia mencium gadisnya ! Walau cuma sekilas tapi cukup membuat jantungnya seakan ingin lepas dari tempatnya , tapi sungguh bibir itu manis sekali . lngin sekali ia ********** sekali lagi agar lebih puas merasakan manis itu . Gila ! Baru sekali mengecupnya ia sudah merasa tergila gila pada gadis didepannya itu .
" Qayreen Mikhayla , aku mencintaimu ! Kau membuatku gila ! Selamanya kau hanya milikku . You're belong to me sayang " Reyhan mengangkat dagu gadisnya dan membelai bibir yang dipastikan akan menjadi candu barunya itu dengan ibu jarinya
" Rey ... " Mika masih terpaku , badannya rasanya sulit untuk digerakkan . Wajahnya sudah seperti kepiting rebus saat ini , pipinya yang chubby terlihat semakin memerah . Reyhan mencubit kecil pipi yang terlihat memerah itu hingga Mika tersadar dari lamunannya .
" Dasar pasangan mesum !! Tutup pintu kek kalau mau sosor sosoran . Bikin mupeng aja "
Arman yang berada di depan pintu menggerutu melihat dua remaja itu masih saja menebar kemesraan .
"Kak Arman ? !! Dasar Reyhaaannnn ... Mika maluuu " Mika malah menyembunyikan wajahnya di dada Reyhan sekaligus mencubit perut six pack itu dan memuntirnya .
" Sakit sayanggg .. hobi banget nyubit sih "
Walau begitu senyum Reyhan mengembang melihat gadisnya mulai manja padanya , dipeluknya erat tubuh mungil didepannya dan diciuminya pucuk kepala gadisnya dengan gemas .
" Ya Allohhh kelakuan , dia kata kita patung kali yakk . Malah tambah mesra mereka , anj*rrrrr. !!!
Dengan masih memeluk gadisnya yang sudah sangat malu Reyhan menatap tajam Arman dan tiga setan dibelakangnya , seakan meminta keempat pria tampan itu untuk segera keluar dari ruangannya .
" Ckk .. dibantuin salahhh , nggak dibantuin ngamuk " Arman segera melangkah pergi bersama Suta Rendi dan Dion . Tadinya ia ingin mengerjakan pembukuan kafenya karena itu memang sudah menjadi tugasnya bersama Reyhan . Tapi ketika ingin memasuki kantor ia malah melihat singa itu sedang mesra mesraan dengan Mika .
" Rey ... " Mika mendongakkan wajahnya dan mengintip keberadaan Arman dan teman teman dari balik dada bidang itu .
" Apa sayaaaannngg ... pengen dicium lagi "
" lsshhhh ... awas ya cium cium Mika lagi ! Malu tau ada orang yang lihat "
" Ooohhh , berarti lain kali kalau ngga orang boleh cium lagi dong yaaaa "
" Bukan gitu !! Dasar singa kutub mesum !!!! " Mika berulang kali memukul dada Reyhan , bukannya kesakitan singa itu malah terkekeh dengan kemarahan gadis yang masih ada diipelukannya , karena kedua tangannya masih melingkar erat dipinggang Mika tanpa gadis itu sadari .
__ADS_1
" Rey "
" Apa sayaanngg "
" lsshhh .. pulang yuk udah sore "
" Tapi masih kangen "
" Ya udah besok besok lagi Mika nggak mau pergi pergi lagi sama Reyhan "
" Jangan gitu dong .. ya udah kita pulang . Ehhhmmm tapi boleh cium sekali lagi nggak Yank ? "
" Reyhaaannn !!!!!! "
Sore itu menjadi begitu berwarna bagi sepasang remaja itu . Reyhan bahagia bisa selangkah lebih maju untuk mendapatkan hati gadisnya , dia yakin cepat atau lambat Mika juga merasakan hal sama dengan apa yang ia rasakan sekarang . Mencintai gadis itu dengan seluruh hati dan jiwanya .
Begitupun Mika , gadis itu sedikit demi sedikit akan membuka hatinya. Bukan karena Reyhan telah menciumnya , tapi karena ia tak bisa membohongi hatinya bahwa ia mulai nyaman dengan keberadaan Reyhan . Laki laki yang kadang bisa bersikap sangat dewasa , yang hanya akan bersikap tengil padanya dan tetap bersikap dingin pada orang lain . Yang lebih sering bertengkar ketimbang akurnya . Tapi Mika sangat menikmati itu .
Di salah satu restoran yang berada di hotel bintang lima milik Wiratama Corp terlihat Munir sedang bercengkrama dengan seorang wanita yang masih terlihat sangat cantik di usianya yang tidak lagi muda . Lisa Mawardi , malam itu mantan suaminya mengajaknya diner di salah satu restoran miliknya . Walaupun sudah bukan menjadi sepasang suami istri lagi hubungan keduanya sangat baik .
" Sepertinya kita akan cepat punya mantu mas , ngga terasa ya kita sudah semakin tua "
" Mantu ? Satria akan menikah maksudmu ? " tanya Munir dengan mengerutkan dahinya , karena dia tidak pernak tahu jika Satria sudah dekat dengan seorang gadis .
" Kok Satria sih , si bungsu udah mulai dekat dengan Baby Mika "
" Reyhan ??!!! Dia dekat dengan Baby Mika ? Padahal aku ingin Satria yang mendekati Mika " Munir menghembuskan nafas panjang sedikit tak menyangka kedekatan Mika dengan putra bungsunya .
" Apa bedanya sih mas , mereka berdua putra kita . Yang penting kan Mika jadi mantu kita , jadi kita bisa besanan sama Mas Hadi sama mba Retno "
" Ckk kalau Satria kan udah mapan siap lahir batin kalau secepatnya menikah . Reyhan masih mentah , nggak mungkin juga dalam waktu dekat menikahi Mika "
__ADS_1
" Terus dimana masalahnya ? "
" Aku sudah ingin menimang cucu , aku ingin di usia kita berdiam dirumah dengan momong cucu . Biar Satria dan Reyhan yang mengurus perusahaan kelak "
Lisa terkekeh mendengar curahan hati mantan suaminya itu . Ternyata Munir yang selalu terlihat pendiam dan berwibawa itu sudah sangat ingin bermain dengan cucu . Ia tak bisa membayangkan jika laki laki kaku di depannya ini bermain dengan seorang anak kecil . Jangankan tertawa , tersenyum pun jarang sekali kecuali saat dia bersama dengan keluarga Hadinata .
Malam itu saat selamatan ulang tahun Mika , Lisa dibuat terkejut karena Munir bisa tertawa lepas saat mengobrol dengan keluarga Hadinata . Bahkan suaminya sudah tidak canggung memperlihatkan betapa sayangnya ia pada Mika .
" Tadi aku makan siang sama Mika Mas , aku tawarin sekolah keluar negeri bareng Reyhan di London tapi dia nggak mau . Katanya sih nggak mau jauh dari ayah ibunya . Mau ambil desain interior katanya "
Munir manggut manggut mendengar perkataan Lisa . Walau sebenarnya sangat ingin menyekolahkan Mika keluar negeri sama seperti putra putranya , tapi ia tahu tidak dapat memaksakan kehendaknya . Mika putri satu satunya jadi wajar jika Hadi dan Retno keberatan jauh dari putrinya itu .
" Ya sudah jika Baby Mika memang tidak mau , kita juga tidak bisa memaksanya . Apartemen Satria sudah kau bereskan ? Anak nakal itu punya selera yang berbeda dengan kakaknya "
" Sudah mas , beberapa perabot ada yang aku ganti dan catnya juga sudah diganti menjadi warna kesukaan Reyhan , putih "
" Bulan depan mungkin aku akan ke Dubai , aku ingin melihat kemajuan Mega proyek Satria . Kau ingin ikut ? "
" Bulan depan ada pembukaan salonku di Bandung Mas , mungkin aku menyusul saja "
" Semakin hari kau semakin sibuk saja , pantas saja tak ada laki laki yang mendekatimu "
" Cihh .. jika pun ada laki laki yang mendekatiku , aku yakin perusahaan atau usahanya kau ratakan dengan tanah ! Kau dan putra putramu sama saja overprotektif " sungut Lisa kesal .
Dulu ada seorang pengusaha yang ingin mendekatinya , tapi sebelum itu terwujud Munir bekerjasama dengan Satria menghancurkan perusahaannya . Walau Satria tidak tinggal dengan mamanya tapi dia amat sangat melindungi mamanya .
" Bukan salahku atau Satria , dari awal dia punya niat buruk padamu . Dia ingin menguasai usahamu sedikit demi sedikit . Tentu saja tidak akan kami biarkan itu terjadi "
" Tidak usah dibahas lagi , bikin darah tinggiku kambuh "
Munir hanya tertawa mendengarnya , Lisa memang seorang pengusaha handal . Dia bisa menghandle beberapa usahanya baik di dalam atau diluar kota dengan sangat baik . Cuma satu kelemahannya , dia tidak bisa membedakan mana yang baik atau mana yang pura pura baik . Tak jarang Munir ataupun Satria yang membereskan semua musuh dalam selimut tanpa sepengetahuannya .
__ADS_1