
London ....
" Kau ingin mengajakku menikah lagi ? " tanya Nita sinis , sungguh wajah tampan Reyhan kembali membuat jantungnya berdebar keras .
" Apa kau mau ?! " tantang Reyhan .
" Jika kau memaksa " jawab Nita asal .
Nita tahu Reyhan tak akan mungkin menikahinya , hati pria itu masih terikat pada satu nama . Dan itu bukan namanya . Nita tahu Reyhan masih cukup waras untuk melakukan hal hal gila .
" Ajukan cuti , lusa ikut aku ke lndonesia ! Kita menikah disana , didepan keluarga kita "
" Hahhh .. jangan bercanda Rey . Ngga lucu !!! "
" lm seriously ( aku serius ) !! "
" Enggak !!! Gila aja , kita belum sedekat itu Rey ! Buat gue nikah itu bukan cuma main main , elo mau jadiin gue pelarian ? No thanks alias makasih tapi tetep aja enggak !! "
Nita masih berdiri dengan menatap nanar pria yang dengan santainya masih duduk di sofa kamar .
" Kalau kita belum sedekat itu , maka belajarlah untuk dekat denganku "
Reyhan bangkit dari sofa dan berjalan mendekati Nita . Gadis itu mundur beberapa langkah ketika melihat Reyhan berjalan mendekatinya .
" Ap ... apa .. apa yang akan kau lakukan . Mundur aku bilang ... Mundur !!!! "
Tapi Reyhan malah semakin mendekati gadis yang sudah ketakutan itu . Satu sudut bibirnya terangkat samar , satu pemandangan yang indah ketika melihat gadis seksi itu melihatnya dengan ketakutan . Sebenarnya Reyhan tidak menduga Nita senaif ini .
Dulu Reyhan pikir Nita adalah salah satu gadis yang mempunyai pergaulan bebas karena penampilan gadis itu yang begitu seksi , sangat menggoda kaum Adam disekitarnya . Penampilannya seakan menggambarkan kepribadiannya yang suka menarik perhatian kaum lelaki .
Tapi nyatanya tidak demikian , dulu ketika pertama kali datang ke apartemennya Reyhan ingat betul gadis itu menjerit dan menangis ketika dia berusaha menciumnya . Padahal Reyhan tahu dari dulu Nita suka berusaha menarik perhatiannya , walau saat itu tak sekalipun ia menanggapinya .
Nita sudah merapatkan punggungnya di dinding , tapi Reyhan tetap saja maju mendekatinya . Hingga akhirnya tubuh keduanya hampir bersentuhan , Nita memejamkan matanya ketika nafas mint Reyhan menyapu sebagian wajahnya . Seluruh tubuhnya bergetar saat laki.laki di depannya berbisik ditelinganya .
__ADS_1
" Mulai saat ini biasakan untuk disentuh atau menyentuhku , lm yours and you're mine right now ( aku milikmu mulai saat ini dan kau adalah milikku ) . And I will never accept rejection ( Dan aku tak akan pernah menerima penolakan ) "
Selanjutnya Nita merasakan ada benda dingin melingkar di lehernya . Ya , benda itu adalah kalung liontin yang hilang dan ternyata tertinggal di apartemen Reyhan . Reyhan memasangkan kembali kalung itu di lehernya .Tubuhnya kembali menegang ketika kembali merasakan bibir Reyhan menghisap kuat leher jenjangnya hingga ia menjerit kecil .
Dipukulnya lengan Reyhan dengan sekuat tenaga , laki laki itu masih saja berperilaku seenaknya sendiri . Nita yakin hisapan itu sudah meninggalkan jejak di leher putihnya .
Reyhan tersenyum ketika sudah berhasil meninggalkan bekas keunguan di leher tepat dibawah telinga gadis itu .
" Sudah kutandai , kau sudah tak bisa lari dariku lagi . Kau hanya milikku Paranita Kelana " bisik Reyhan sambil menggigit kecil daun telinga Nita yang masih dalam rengkuhannya .
" Oh God , kukira kau adalah lelaki angkuh pendiam ... ternyata kau laki laki mesum yang sangat menyebalkan Reyhan Wiratama !! "
Nita berusaha lepas dari rengkuhan Reyhan , tapi tangan kekar itu semakin kuat melingkar di pinggangnya .
" Kukatakan sekali lagi , jangan pernah menolakku !! You're mine "
" Tapi aku tid ... hemmppttthhh "
Reyhan ******* bibir merah muda itu dengan penuh gairah . Dihisapnya dengan kuat bibir bawah dan bibir atas gadis itu secara bergantian . Nita berontak menerima ciuman panas dari laki laki yang belum begitu dikenalnya tersebut . Walau ini bukan ciuman pertamanya tapi Nita bukan seorang gadis yang begitu saja mau kontak fisik dengan orang asing .
Beberapa saat mereka berdua tenggelam dalam gelora yang hampir membuat mereka tersesat , sampai mereka sadar ketika sudah kehabisan pasokan oksigen .
" Sshhhh .. ashhh ... breathe honey ( bernafas sayang ) " ucap Reyhan dengan mengusap bibir merah muda yang hampir saja membuatnya hilang kendali . Ia pun sedang mengatur nafas dan debaran jantungnya .
Nita hanya menunduk malu karena sudah membalas ciuman Reyhan dengan tak kalah panasnya . Ini memang bukan ciuman pertamanya , tapi hanya Reyhan yang membuatnya merasa gila dengan ciuman yang sedikit kasar dan menuntut itu . Kening mereka masih bertaut , dan kedua tangan Reyhan masih melingkar kuat di perut Nita .
" Rey ... "
" Heeemmm "
" Lepaassss .... udahhh yaaa " dengan nafas masih tersengal Nita berusaha berbicara dengan Reyhan . Kakinya sepertinya sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk berdiri , apalagi aroma khas Reyhan membuatnya panas dingin . Aroma itu membangkitkan imajinasi liarnya , entah kenapa ia malah teringat dengan adegan ciuman panas drakor yang sering ia tonton di laptopnya .
" One more time honey ( sekali lagi sayang ) "
__ADS_1
Sepertinya Reyhan paham dengan kondisi Nita , ia membopong gadis itu dan berjalan menuju sofa . Reyhan kemudian duduk dan membawa Nita duduk di pangkuannya . Sebelum gadis itu protes dengan posisi yang memang sangat intim Reyhan langsung menyambar bibir merah muda itu .
Reyhan pun sebenarnya tak habis pikir kenapa dirinya menjadi seperti ini , tadi saat pertama datang sebenarnya ia hanya iseng mencium gadis itu . Tapi selanjutnya ia tak lagi bisa mengendalikan dirinya . Ia seperti ingin terus dan terus menjamah tubuh seksi Nita .
Suara cecapan dan ******* menjadi irama indah di ruangan itu . Nita sepertinya juga mulai menikmati permainan Reyhan , bahkan ia tak bisa menyembunyikan lagi suara suara nikmat yang membuat gairah Reyhan semakin terpacu .
Satu demi satu Reyhan membuka kancing kemeja yang Nita kenakan . Matanya semakin berkabut ketika melihat dua bukit yang terhalang bra berenda berwarna merah maroon itu . Dikecupnya dengan lembut leher Nita , semakin turun hingga sampai pada bongkahan kenyal yang membuatnya susah bernafas .
Dua bukit yang mengkilat karena di aliri keringat itu terlihat sangat menggodanya , perlahan diturunkannya dua tali bra yang masih tersampir dipundak mulus gadis itu . Hingga dua bukit itu terbuka sepenuhnya walau bra berenda itu belum terlepas sepenuhnya dari punggungnya .
" Reyyy ... udahhhh " Nita terkejut ketika sadar bagian depannya disentuh dengan sangat lembut oleh dua tangan kekar itu . Sejenak ia terbuai dengan sensasi rasa yang baru sekali ini ia alami .
" Ssshhhhhh .. say my name honey ( sebut namaku sayang ) " racau Reyhan , sepertinya dia sudah tenggelam dalam naluri laki lakinya .
Nita mendorong dada Reyhan hingga punggung laki laki itu terpental.ke sandaran sofa dengan cukup keras .
" Aku bilang cukup , bukan seperti ini caranya !! lm completely yours but after we're officially married ( aku seutuhnya milikmu , tapi setelah kita menikah nanti ) "
Reyhan mengusap rambutnya kasar , sadar jika perlakuannya memang sudah keterlaluan .Tapi
Reyhan tak membiarkan Nita beranjak dari pangkuannya , ia malah meremas dua bongkahan sintal yang bersandar di pahanya .
" Kau akan merasakan yang lebih dari ini honey , tentu saja jika kau sudah resmi menjadi nyonya Reyhan "
" Just shut up ( diamlah ) " sahut Nita kesal ia tak habis pikir dengan kelakuan dengan laki laki angkuh yang ternyata sangat mesum itu .
Reyhan hanya terkekeh mendengar kekesalan Nita , ia masih menikmati bunyi detak jantung Nita yang masih bertalu .
" Dan kau harus belajar juga untuk menyentuhku . Apa kau ingin belajar sekarang calon nyonya Reyhan ??!! " ucap Reyhan menatap nanar kemeja Nita yang masih terbuka itu .
" Reyyyyy !!!!! " Nita bangkit dari pangkuan Reyhan dan segera mengancingkan kemejanya , takut Reyhan akan menyergapnya lagi . Dia berlari kecil ke arah kamar mandi .
Dan Reyhan hanya terkekeh melihat wajah merah padam Nita , perpaduan antara malu dan marah secara bersamaan . Sangat menggemaskan menurutnya .
__ADS_1
~ Susah banget sumpah bikin adegan ini sampai tiga kali gagal lulus review , tapi semangat !! pantang menyerah itung itung sambil belajar💪 ~