
Pagi ini masih seperti mimpi untuknya , ini pertama kalinya Mika akan melewati harinya tanpa ayah tercintanya . Dia tak menduga jalan hidupnya akan berubah drastis dalam waktu sesingkat ini . Selain kehilangan ayah kini statusnya sudah menjadi istri seorang Michael.Gaillard Dananjaya , seseorang yang sudah dianggap sebagai sahabat . Seseorang yang selalu mengisi harinya dengan pertengkaran pertengkaran kecil yang malah membuatnya semangat menjalani hari .
Kisah cintanya ternyata akan serumit ini . Dulu ketika akan mencoba membuka hati untuk Reyhan , laki laki itu untuk kesekian kali menyakiti hatinya . Dan ketika hatinya berlabuh pada pemilik hatinya ternyata sang ayah malah mempercayakannya pada laki laki yang sudah menjadi sahabatnya . Walaupun Mika juga sangat tahu jika Mike memang sangat mencintainya .
Mika mencoba untuk berdamai dengan dirinya sendiri , kadang yang terbaik untuk kita bukanlah hal yang yang terindah . Berkali.kali ia menghembuskan nafasnya dalam dalam seolah ia ingin menghirup semua energi positif yang bisa membantunya untuk melewati hari ini . Dan lamunannya buyar ketika mendengar suara ibunya mengetuk pintu .
" Mikaa .. "
" lya Bu " Mika membuka pintu dan melihat ibunya masih di depan pintu kamarnya .
" Ayo sarapan "
" Lho masih pagi banget .. Mika aja baru selesai sholat subuh "
" Tadi ibu lihat suami kamu udah rapi banget , mungkin akan berangkat kerja jadi ibu sekalian masak biar dia bisa sarapan . Yuk cepetan keburu Mike berangkat , layani dulu dia untuk sarapan " tukas Retno .
" lya Bu , maaf tadi Mika engga bantuin ibu di dapur " Mika segera melangkah mengikuti ibunya .
Dan benar saja dia melihat Mike sudah rapi dengan setelan jasnya , mungkin asistennya yang membawa baju itu padanya karena yang dia tahu Mike tidak membawa baju ganti . Mika melihat Mike tersenyum ke arahnya , senyum hangat itu membuatnya salah tingkah . Bagaimana tidak jika saat ini dia hanya menggunakan daster kesayangannya yang bahkan warnanya sudah luntur karena daster itu terlalu sering ia pakai . Jika dirumah Mika lebih suka menggunakan karena dirasa lebih nyaman untuknya .
Sementara Mike mencoba menahan nafasnya ketika disuguhkan pemandangan indah untuknya . Bagi Mike penampilan Mika yang tanpa make up dan hanya berdaster dengan menggelung rambutnya asal sungguh terlihat amat seksi untuknya . Daster yang dipakai istrinya adalah daster dengan panjang sampai mata kaki , tetapi entah kenapa malah membuat istri kecilnya terlihat berkali kali lipat lebih cantik saat ini .
" Mike ayo sarapan dulu , dari semalam kamu engga makan . Jangan sampai sakit "
__ADS_1
Mike berjalan mendekat ke arah meja makan , dilihatnya Mika berdiri menatapnya seolah memintanya untuk duduk disebelahnya . Dan Mike menurut dengan duduk disamping istrinya . Mika mengambilkan nasi goreng untuknya , istrinya juga mengambilkan krupuk udang yang ditaruh dipinggir piringnya .
" Segini cukup ? " tanya Mika sambil memperlihatkan isi piring yang akan diserahkan untuk suaminya . Mike mengangguk sambil tersenyum , sungguh hatinya benar benar bahagia pagi ini . Baru kali ini ia merasakan dilayani oleh seorang istri . Ternyata sebahagia ini bisa dilayani makan oleh seorang istri .
Sebenarnya Mike tidak pernah sarapan dengan menu ini . Selama ini dia hanya makan roti tanpa selai dan segelas susu setiap pagi , sama dengan sang Daddy . Kadang malah hanya menyesap kopi yang dibuat sang asisten ketika tidak sempat sarapan dirumah . Tapi sungguh menu baru yang sedang ia makan ini terlihat sangat nikmat , mungkin karena sang istri yang melayaninya yang membuat rasanya semakin enak .
Setelah mengambilkan makan untuk Mike , Mika juga membuat teh manis hangat yang kemudian dia letakkan di depan suaminya . Retno dan Mika tersenyum ketika melihat Mike makan dengan lahap menu sederhana yang dibuat untuk sarapan pagi ini .
" O iya Bu , tadi Mom telpon kalau ibu tidak usah menyiapkan makanan untuk tahlil nanti malam . Mom udah siapin semua , ibu nggak boleh kecapean itu pesen Mom "
" lya sampaikan terimakasih ibu pada Mom kamu ya ! Maaf jadi ngrepotin terus "
" Engga ada yang direpotin Bu , kita keluarga sekarang . Dan maaf hari ini Mike tidak bisa menemani lbu dan Mika dirumah . Mike lupa kalau hari ini Mike ada meeting penting . Tapi Mike usahakan pulang cepat " ujar Mike dengan menatap istrinya yang jugga sedang menikmati sarapannya .
" Sweety sini , kok dibelakang sih . Kayak raja aja dikawal perempuan cantik "
" Susah kalau jalan disamping kamu ! Kamu ya aja gede banget , bisa bisa Mika nabrak tembok kalau nekat jalan disamping kamu " sungut Mika .
Ya , tubuh Mike yang tinggi besar sedikit memenuhi pintu jadi tak mungkin Mika berjalan bersisian dengan suaminya . Mike terkekeh dan mengacak pucuk kepala Mika . Mike segera melangkah keluar karena didepan rumah sang asisten pribadi sudah berdiri disamping mobil Velvire warna hitam . Langkah Mike terhenti ketika Mika terdengar lirih memanggilnya .
" Ya Sweety ? "
" Belum salim .. "
__ADS_1
Mike sontak tersenyum dan hatinya menghangat , tadi memang dia sengaja cepat cepat menemui asistennya karena ia tahu istrinya pasti masih canggung padanya . Tapi ternyata Mika menginginkan Salim padanya . Perlahan ia berjalan mendekat dan mengulurkan tangannya . Dan tangan mungil itu menyambutnya , Mike merasakan bahagia yang membuncah ketika istri mungilnya mencium punggung tangannya . Dan reflek dia membalas dengan mencium kening istrinya sekilas .
" Aku berangkat dulu Sweety " lirih Mike
DEGGG ...
Ciuman Mike dikeningnya walau sekilas mampu menghentikan dunia Mika sejenak . Gadis itu terpaku melihat suaminya berjalan menuju asistennya . Mika juga masih terpaku saat laki laki itu melambaikan tangan sesaat setelah mobil itu pergi meninggalkan rumah sederhana mereka .
Ini bukan ciuman pertamanya , dia bukan gadis di novel novel yang memberikan ciuman pertamanya hanya pada suaminya . Tapi sungguh ciuman Mike dikeningnya membuat dunianya berhenti berputar . Ciuman sekilas itu sampai saat ini masih terasa hangat dikeningnya .
Suara derum mobil membuat lamunannya buyar , sekali lagi dia dibuat terpaku dengan kedatangan mereka . Munir dan Lisa , Tya dan suaminya , empat setan yang sudah ia anggap sebagai kakaknya . Lisa dan Tya langsung menghambur untuk memeluk Mika , dua perempuan paruh baya itu terdengar menangis ketika memeluknya .
Retno yang mendengar ada suara di depan rumah segera keluar , dia melihat keluarga Wiratama telah datang kerumahnya . Munir yang tahu keberadaan istri dari orang yang sangat ia hormati segera menerjang maju dan duduk bersimpuh dihadapannya .
" Maafkan saya mbak , saya bahkan tidak bisa mengantar kepergian Mas Hadi untuk terakhir kali "
Retno dibuat terkejut dengan kejadian didepannya tapi ia mencoba untuk tenang . Retno memegang lengan Munir , meminta laki laki yang sudah ia anggap sebagai adik itu untuk bangkit berdiri .
" Sudah .. tidak apa apa . Kita doakan yang terbaik untuk Mas Hadi , semoga dia tenang disana . Kami sudah ikhlas .. " ucap Retno dengan menahan air mata yang sudah menggenang di sudut matanya . Nyatanya ia pun rasanya masih tak percaya akan kepergian sang suami .
Akhirnya mereka semua masuk ke dalam rumah sederhana itu . Mereka duduk di tikar yang digunakan untuk tahlil semalam . Mereka semua mengucapkan duka dan belasungkawa yang mendalam . Tak menyangka sama sekali akan ada kejadian seperti ini .
Tiba tiba dari arah pintu terdengar suara bariton yang sangat Mika kenal .
__ADS_1
" Assalamualaikum ... "