Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa
Eps. 10


__ADS_3

" hoamm..." Menguap, baru saja Olivia terbangun


" Hmmm ini waktunya!" Olivia begitu semangat


" Ughh, kenapa rasanya hatiku serasa tidak enak ya..." Gumam Ash yang sudah rapih berpakaian, Krekkk! Pintu terbuka, Ash sudah melihat Olivia yang tersenyum puas. 'Ah iya, sialan' Ash teringat dengan janjinya


" Kini saatnya, kamu sudah janji ya..."


" Er... iya" pasrah


" Oke aku siap..." Ash mencibir, dia mencium kening Olivia


" Dasar anak kecil...yang sangat-sangat keras kepala,"


" Memang setua apa kamu ini Ash? Lupa umur sendiri?"


" ...lebih tua darimu," memeluk tubuh kecil Olivia, Olivia hanya pasrah. Setelah itu melapalkan mantra, Olivia dikelilingi sinar, saat bertukar, ia didapati tengah siap menuju sekolah, berjalan menuju mobil dengan sodaranya berangkat sekolah.


" Ada apa?" Luis bertanya melihat Dira berhenti


" Mmm tidak apa-apa," jawabnya


" Kakak jangan terus mengurusi dia, sebal!"


" Dira sodara kita juga," Jena ingin sekali bilang Dira bukanlah sodaranya, tapi takut didengar ayahnya, Jena akan dimarahi


" Menyebalkan, anak itu kekanakan sekali," gumam Olivia, setibanya di sekolah.


" Dah Dira, Jena..." Meninggalkan keduanya, mereka berdua satu kelas, sedang Luis beda kelas


" Aku ingin sekali, kemping lagi," gumam Olivia masih bisa di dengar Jena


" Halah, kamu cuma mau bersama dengan kakakku kan, itu tidak akan terulang lagi!"


" Anehnya kamu tidak ditakdirkan bersama ya," menyindir


" Ukh apa???" Kesal


" Hmph Kekanakan!" Jena makin kesal


" Dengar ya, aku sama sekali tidak suka padamu!"


" Heh, aku juga!" Jawab santai


" Kamu, kamu merebut keluarga ku, keluargamu yang sebenarnya sudah tidak ada lagi!" Bentak, teman sekelasnya tertegun.


" Kamu boleh mengatai apapun padaku, tapi jangan pernah bicarakan keluargaku, jangan mengingatkan aku kalo aku kehilangan mereka, aku juga tidak ingin satu keluarga denganmu! bodoh! Kekanakan dan yang buruk semuanya ada padamu, kamu membuat aku kesal, dasar gila..." berakting kasian, Meninggalkan kelas.

__ADS_1


" Hah? Apa-apaan?..." Melihat sekitar, yang sepertinya memihak Dira.


" Apa kalian berpikir aku jahat? Dia yang merebut keluarga ku...dia yang jahat" air mata menetes, yang lainnya kembali ke aktivitas masing-mading, tidak menghiraukan perkataan Jena. Sedang Olivia duduk di kursi taman sekolah.


" Bikin kesal saja, tadi akting ku bagus kan?? Hehe" Gumam Olivia


" Tidak masuk kelas?" Tanya seorang pria


" Siapa?? Ah..." Apakah dia teman Dira? Tidak, Dira tidak punya teman laki-laki, teman wanitanya kan jarang, batin Olivia.


" Hai, kamu tahu kan siapa aku?" Senyum


" Hah? Siapa?? Cukup tampan, tapi tak sebanding dengan Ash-ku, hmm kurasa?" gumamnya


" Kamu tidak ingat padaku?" Olivia hanya geleng-geleng.


" Hmm? Aneh, padahal aku ini juga salah satu orang yang diidolakan loh,"


" ahh, karena aku tidak hobi mengidolakan orang yang tidak begitu penting," tatapan merendahkan


" Oh apa benar? Lalu kamu tidak tertarik padaku sekarang?" Senyum


" Gak sama sekali tuh," mencibir


" Hahaha apa ini salah satu trik penggemar, hmmm menarik..." Senyum geli


"Ngomong apa sih?" Gumam Olivia


" Ini apa sih? Kamu benar gak kenal aku? Park Hyuk! Aku Park Hyuk!!"


" Kamu terkenal kah? Park Hyuk?? Nama macam apa itu, nama yang aneh? Mmm?" Berpikir keras


" Haih Nora banget sih," kesel


" Kamu...imut sih, kulit putih, kaya sodara laki-laki ku... yang cantik begini, meski lebih cantik aku sih, aku gak bermaksud memujimu loh hihi" ngomong santai


" A a apa?" Membeku, terkejut, orang-orang biasanya memujinya setinggi langit.


" Uhhh cantik ya, pakai lipstik ya?"


"Ini kan make up cowok, ngetren tau!" Kesal


" Pria doyan make up ya, tebel kayanya tuh hihi..." Sengaja memanas-manasi.


" Ahh sudahlah minggir sana! Baik, aku saja mengalah, dengan ini jangan sampai jatuh cinta padaku ya...biasa di novel-novel begitu," Pergi begitu saja.


" A, aku ini idola loh, masa gak tau... sedikitpun? Dan aku tadi di ejek ya??" Suara mengecil. Disisi lain, Dira yang sudah tidak kaget lagi dengan hal ini.

__ADS_1


" Apa ini akan terus berlanjut? Sa sampai kapan?" Ingin mengajukan keberatan, tapi tidak jadi karena takut melihat sekarang Ash berekspresi suram.


" Tanya saja padanya, aku juga tidak tahu,"


" O,oh" gagap


" Rasanya aku jadi penasaran mengapa dia sangat ingin kesana, sebenarnya sehebat apa dunia kalian itu? "


” tidak ada yang spesial, disini jauh lebih indah dan nyaman," Dira, orang yang selalu tertidas, tidak lagi tahu kebahagiaan apa saja yang bisa ia rasakan diduniannya.


" Itu karena kamu menderita, kehilangan segalanya," jawabnya santai


" Tidak semua, disana ada ayah, ayah angkatku... meski begitu, aku masih punya sesuatu, yang berharga..." Senyum


" Maaf, aku tidak punya simpati padamu," karena moodku sedang tidak baik, dalam hati.


" Uhh baiklah, bahkan disini aku tak punya teman?"


" Kita teman," kata Ash


" Benarkah?" Tidak yakin


" putri Olivia temanmu, begitupun aku, temannya temanku juga"


" Heh hanya karena putri Olivia, aneh sekali, pubermu malah terpikat oleh anak kecil...yeah aku mengakui, putri Olivia memang punya daya tarik luar biasa, tapi tetap saja kategorinya anak kecil"


" Apa ada yang pernah bilang padamu cinta itu aneh? apa ada yang pernah bilang padamu cinta itu dari mustahil bisa menjadi mungkin? Apa ada yang..."


" Shttt..." Menutup mulut dengan satu jari


" Apa?" Kesal


" Cukup! Aku mengerti perasaan mu anak muda," bersikap keibuan


" Hey aku lebih tua darimu, ingat!"


" Iya-iya, terserah deh, jangan sampai putri Olivia jatuh cinta padamu..." Gumam


" Apa???" Murka


" Bukan apa-apa, hehe..." Senyum


" Aku tidak akan memukul perempuan, lagipun itu tubuh putri Olivia...oh hidup ini terasa berat...kalo mengenai gadis" menguluarkan aura kesedihan melalui sihir.


" Lebay banget," mencibir, Ash menatapnya dingin sehingga Dira hanya bisa berpaling dari tatapannya.


" Aku ingin bertukar jiwa juga," asal bicara

__ADS_1


"...?" Membulatkan mata.


__ADS_2