Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa
Eps. 12


__ADS_3

"Pasti karena dia di buli kan? Kasian sekali... benar-benar deh Jena itu," Leyan juga mudah simpati.


" Aku bisa dengar itu," gumam Olivia sambil senyum. Sementara Dira di sana, membisu, Ash yang sedang kesal tidak mudah di ajak bicara.


" Ash, aku pergi ke taman ya," tidak ada respon, Ash masih diam melamun.


" Aku sudah bicara loh, aih aku pergi! Ash! Tuli!!"


" Pergi ya pergi sajalah, ini pun istana area milikmu, milik Putri Olivia tentunya," tanpa memandang Dira


" Kamu tidak temani?"


" Tidak, jangan jauh-jauh," kali ini memandang Dira


" Oh baiklah," senyum


"..." Membisu


" What?"


" Kamu bisa menangis?" Pertanyaan macam apa itu, batin Dira.


" Well, kenapa tanya itu?"


" Bisa nangis sekarang?"


" Hei buat apa?" Kesal


" Hiburan,"


" Hi, hiburan? "


" Aku ingin lihat wajahnya yang menyedihkan dan kasian itu, maka aku akan maafkan keangkuhannya selama ini," melamun lagi


"Hmm?"


" Ah lupakan, pergi sana!"


" Kamu kenapa sih?"


" Udah sana, kamu ini lamban,"


" Huh?"


" Lamban!" Menatap datar


" Ash menyebalkan!" Pergi dengan kesal, tiba-tiba ia melihat kupu-kupu yang bersinar terang, dirinya tak pernah melihat hal seperti itu, Dira mengejar kupu-kupu itu sampai ke taman pribadinya.


" Wuahhh," brukk, tiduran di rerumputan


" Teriknya menyilaukan," menutup mata saat dirinya diterpa sinar matahari.


" Ai seorang putri yang ku tarik," seorang pria usia 19 tahun, Wilius, ia mempunya bakat mengendalikan hewan.


" Hmm? Siapa?" Wilius hanya tersenyum.


" Putri Olivia ternyata masih anak-anak, pfft..."

__ADS_1


" Oh hei apa yang lucu? "


" Perkenalkan aku pangeran Wilius ovilis, apa kamu pernah dengar?"


"..." Mana kutahu, aku kan bukan orang sini, batin Dira.


" Tau tapi sudah lupa ya?" Senyum


" Kurasa begitu," sok polos


" Haha tunjukan saja jati dirimu, kamu bukanlah orang seperti ini,"


" Jadi kamu tau aku?"


" Tentu saja, "


" Aku juga tau siapa pangeran yang renacannya akan menikahimu, "


" Peramal ya? Aku saja tidak tau,"


" Aku memang sudah tau," senyum


" Lalu siapa?"


" Rahasia," ughhh dia pembohong.


" Aku tidak bohong," seakan pikiran terbaca


" Kamu bisa membaca pikiran?"


" Lalu siapa?" Nada sinis


" Rahasia," masih santai


" Ya sudah, terserah kamu deh,"


" Aneh,"


" Apanya?" Dira ingin segera pergi menjauh darinya, karena takut dia orang jahat.


" Kamu," mendekat


" A, ada apa? Jangan dekat-dekat dong,"


" Seperti bukan dirimu,"


" Apa maksudmu?" Dira menjadi tegang


" Biasanya kamu selalu menghindar dari trikku, seakan tau akulah yang melakukannya, tapi pada saat ini, kamu polos dan seperti tidak tau apa-apa...apa aku salah menebak?"


" Itu, rasanya bukan urusanku," pergi, tapi Wilius menghadang


" Apa-apaan?" Takut


" Kita baru saja bertemu,"


" Lalu?"

__ADS_1


" Ikut denganku, kita main," senyum


" Apa?"


" Anak-anak suka main kan?"


" Tidak, bukan, maksudku..."


" Ayolah, aku ini ramah," wajahnya yang cerah, rambut dan mata merah muda, seakan menjanjikan pertemanan yang hangat.


" Aku tidak," Dira ragu, Wilius mengulurkan tangannya.


" Jangan coba-coba menyentuhnya!" Peringat Ash


" Huh? Kalau begitu lain kali saja," menghilang dengan jejak kupu-kupu.


" Apa dia orang jahat?"


" Tidak jahat,"


" Lalu kenapa aku tidak boleh ikut dengannya?"


" Kalau wanita mungkin akan ku biarkan, kecuali lesbi," jelas dia sedang menjelaskan kecemburuan nya.


" Ash, apakah putri Olivia akan di jodohkan?"


" Iya, kayanya," langsung suram


" Pria itu, dia katanya tau siapa pangeran yang akan menikahi putri Olivia"


" Aku juga tau," makin suram


" Putri Olivia tau?"


" Tidak, walau dia bisa tau dengan bertanya, dia tidak melakukan itu, dia mengabaikan hal itu, aku tidak tau apa yang dia pikirkan,"


" Dengan sihir kan kamu bisa tau..."


" Mana mungkin aku lancang, lagipun dia punya sihir, mungkin aku tidak bisa menerobos ingin tau apa isi pikirannya,"


" Aku tidak tau hal itu,"


" Mau ku jelaskan?"


" Tidak, terima kasih, aku banyak baca ini di novel, mungkin tidak jauh beda, seperti mana, iya kan?"


" Kayanya kamu tau dikit, ga apalah," senyum


" Nah gitu dong,"


" Apa?"


" Senyum," Ash langsung dingin


" Aih?"


" Waktunya makan siang, ayo..." Dira hanya mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2