
" Apa?! " seorang gadis yang sedang marah
" Hmm?" Olivia yang baru saja menghindari pria korea, sekarang bertemu dua insan yang sedang bertengkar.
" Kamu seharusnya tau, hubungan kita tidak akan bertahan lama," sinis
" Tapi," meraih tangan si pria yang malah menepisnya.
" Hei inagtlah kamu hanya sekedar, hah lupakan, kita berakhir sampai di sini! " pergi meninggalkan karena melihat air mata menggenang
" Khail, hiks..." menangis lalu, brukk! Terduduk di tanah
" Heh! Pria pecundang gadis yang bodoh?? Beneran deh, bukan urusanku sih, " Gumam Olivia sembari menghampiri
" Kenapa? Hiks...kenapa kembali lagi padanya, dia yang menyakitimu sejak awal, kenapa?! "
" Ehem! Hei kurasa rokmu kotor, " ekspresi datar, seketika itu juga, gadis itu memeluk Olivia.
" Kubilang kan rokmu kotor, aku gak becanda... Kenapa peluk aku? "
" Dira, Khail jahat, aku hanya pelampiasan, dia hanya ingin membuat wanita sialan itu cemburu, teganya...dia..."
" Perhatikan tindakanmu teman," aku tidak mau kena ingusmu, dalam hati.
" Apa kamu bilang? " polos
__ADS_1
" Bukan apa-apa, kenapa kamu begitu berlebihan begini? dia itu cuma pria bodoh, kamu bisa dapatkan yang lebih dari dia, "
" Eh? Kenapa kamu bilang begitu, jika semua berpikir seperti itu, lalu siapa yang akan setia? Kalo semua berpikir begitu mereka hanya akan menjadi sesorang yang takan pernah puas "
" Mmm, pertama-tama lepaskan aku dulu, aku bicara tentang pelukanmu! "
" Maaf, "
" Lalu, aku tidak bermaksud begitu, lakukan itu saat timingnya tepat, dan yeah...harusnya pikiranmu ga berakar kemana-mana, itu kan cocok untuk situasimu yang sekarang, "
" Tapi, "
" Kenapa ingin terjerat? "
" Aku, itulah cinta, "
" Dira! "
" Apa? Itu benar bodoh kan? "
" Kenapa kamu tidak paham, makanya pacaran! " cemberut
" Haih anak ini, Mmm... Omong-omong kamu ini siapa? " tanya Olivia berhasil membuat mata gadis ini menyipit.
" Ayolah Dira jangan main-main denganku! "
__ADS_1
" kamu hanya harus menyebutkan namamu saja, " memutarkan bola mata
" Leyan, aku dari cina, apa kamu tidak ingat, "
" Mhm, maaf karena aku jarang bergaul, lagipun kita beda kelas"
" Leyan ingat Leyan ya, tapi kita kemping satu kelompok loh" kecewa
" Baiklah," hmm tipe orang yang mudah akrab, mudah di tebak, dalam hati.
" hmm! " mata menyipit
" Ada apa lagi? "
" Hei Dira, murid teladan dan pintar, kamu bolos?"
" Kamu juga, "
" Aku sedang izin, itu karena Khail mengajakku bertemu, lalu kamu?"
" Ini, sepertinya bukan urusanmu," dingin
" Katakan kenapa? Aku temanmu" penasaran
" Eh? " dan tipe orang yang kepo, sifat yang penerima, meski wajahnya sudah dingin begini, anak ini malah tak peduli, batin Olivia.
__ADS_1
" Aku pergi dulu," hari ini bertemu dua orang menarik, dalam hati.
" aih?" hanya melihat kepergia Olivia.