Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa
76


__ADS_3

Dania pov


Sesuai dengan perjanjiannya dengan Ruksa, Dania pun menerima persyaratan yang di layangkan oleh wanita itu, yang mengharuskannya untuk mengungkap perselingkuhan calon ibu tirinya yaitu Alexa dengan pria lain, agar pernikahan itu gagal.


Awalnya Dania sangat antusias, dirinya berpikir, mungkin rasanya akan seperti tengah berada di sebuah film mata-mata yang belakang ini sering ditontonnya di televisi.


Bersama dengan Ismail, Dania mulai mengikuti kemana wanita itu pergi, tentunya ia juga meminta Mia untuk memantau pergerakkan wanita itu dari balik layar. Memantau apakah wanita itu sedang berhubungan dengan orang lain atau tidak.


Sebagai rasa antusiasnya, Dania bahkan membeli beberapa set pakaian baru untuk di gunakan sebagai penyamaran, tentunya Mia dan Ismail hanya patuh mengikuti permainan dari tuannya Keduanya tak pernah melontarkan protes sama sekali.


Sebelum fajar menyingsing, Dania dan Ismail sudah berada di depan rumah Alexa, memantau ke mana tujuan wanita itu pergi.


Dan tempat pertama yang dikunjunginya adalah sebuah bernuansa klasik dengan interior menyerupai bangunan klasik bergaya Eropa, setelah dari kafe, wanita itu pergi kesebuah pergelaran seni yang sedang di adakan di pusat kota.


Karena kegiatannya yang begitu membosankan membuatnya mengantuk, padahal matahari belum terbenam, tapi Dania sudah merengek, beberapa kali mengeluh sembari mendengus, ternyata mengintai orang tak seseru yang terlihat di film.


Jika harus memilih, DAnia lebih baik belajar fisika dari pada memata-matai orang.


Rasanya begitu sangat membosankan dan membuatnya menguap beberapa kali bahkan beberapa kali hampir membuatnya ketiduran.


Ismail yang melihatnya, menawarkan diri untuk mengambil tugas itu seorang diri, namun Dania menolaknya dengan tegas, sebab dirinya sudah berjanji pada Ruksa untuk menangkap kebusukan Alexa dengan kedua matanya.


Sebagai tanda keseriusannya, Dania pun menampar wajahnya dengan keras agar membuatnya tetap terjaga. Tapi semakin di perhatikan gerak gerik dari Alexa membuat Dania menyadari sesuatu, sepertinya wanita itu telah menyadari keberadaannya. Karena beberapa kali dirinya menangkap bahwa wanita itu seperti tengah menyeringai ke arahnya beberapa kali.


Padahal Dania sudah sebisa mungkin agar tidak terlihat oleh wanita itu, tapi kenapa dan sejak kapan wanita itu menyadarinya? Atau mungkin itu hanya perasaannya saja? Siapa tahu Alexa melemparkan seringai itu pada orang lain dan bukan padanya.


Dania pun kembali mengintip ke arah wanita itu melalui celah buku yang tengah dipegangnya, dan betapa terkejutnya dirinya saat wanita itu tengah menatap ke arahnya. Membuatnya sontak membenamkan wajahnya ke dalam buku menu.


Tanpa membuang waktu. Dania pun langsung mengabari Ruksa bahwa dirinya sudah ketahuan, padahal ini belum satu hari namun dirinya sudah ketahuan, pantas saja wanita itu tak pernah memperlihatkan gerak gerik aneh selama pengintaian ternyata wanita itu sudah menyadarinya.

__ADS_1


Ia pun menepuk dahinya dan mengutuk akan kebodohan yang di milikinya, membuatnya merasa bahwa dunia tak membutuhkan kehadirannya. Patut saja kedua orang tuanya malah membuangnya.


Tak lama kemudian, ponsel Dania pun berbunyi, menandakan bahwa ada sebuah notif yang baru saja masuk ke dalam ponselnya.


Di detik berikutnya dahi Dania mengernyit ketika membaca pesan balasan dari Ruksa yang menyuruhnya untuk tetap mengikuti wanita itu.


Tangan Dania pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, saat dirinya berbalik, tiba-tiba Alexa menghilang dari pandangannya, membuatnya menjadi panik.


" Mencari aku? "


Tanpa di duga wanita itu sudah berada di depan kedua matanya.


Bukankah tadi wanita itu berada di sebrang sana? Lalu sejak kapan wanita itu sampai di depan matanya.


" Kenapa terkejut seperti itu? Kamu tahu? Aku merasa kalau kamu tak seperti Ruksa yang aku kenal. " ungkap Alexa


" Memangnya kita pernah saling kenal? " Timpal Dania dengan nada ketus. seraya melipat kedua tangannya di dada. " Jangan salah paham, kita tak pernah dan tak akan dekat sampai kapan pun. "


Dania pun mencondongkan tubuhnya, lalu mempersempit jaraknya dengan wajah Alexa, ia kemudian membawa bibirnya ke telinga wanita itu seraya berbisik bahwa dirinya sama sekali tidak tertarik dengan kehidupan wanita itu sama sekali dirinya malah tertarik dengan kebusukan yang tersimpan jauh di dalam lubuk hati wanita itu.


Setelah mengatakan itu, Dania pun berjalan keluar dengan santai bersama dengan Ismail yang mengikutinya dari belakang.


Alexa yang merasa di permalukan hanya bisa mendengus kesal.


" Oh iya tunggulah di mobil, aku ingin pergi ke kamar mandi terlebih dulu. " Ujar Dania pada Ismail.


Pria itu pun hanya mengangguk patuh, ia pun berjalan seorang diri menuju area parkir sedangkan Dania memilih masuk ke dalam untuk mencari toilet.


Saat masuk kembali, terlihat Alexa masih terduduk di sana, dengan sebuah ponsel di tangannya, wanita itu begitu fokus hingga tak menyadari akan keberadaanya.

__ADS_1


Tapi karena tujuannya sekarang adalah toilet, maka Dania pun mengabaikannya dan terus berjalan masuk menuju kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Dania menatap wajahnya di cermin, wajah yang bukan miliknya, ia terdiam menatap bayangan itu, di detik berikutnya, kedua sudutnya terangkat ke atas, dirinya tak pernah menyangka, bahwa tadi dia bisa berkata seperti itu pada Alexa. Entah kenapa rasanya seperti sudah menyelesaikan sebuah misi.


Dania pun tersenyum kegirangan, hingga membuat beberapa wanita yang baru saja masuk ke dalam toilet mengurungkan niat mereka untuk masuk ke dalam toilet, sedangkan beberapa wanita yang baru selesai dengan urusannya, hanya bisa menghindar lalu dengan cepat-cepat meninggalkan tempat itu.


Setelah menyelesaikan urusannya, Dania pun berjalan keluar dari kamar mandi, namun langkahnya tiba-tiba terhenti ketika melihat Alexa bersama dengan seorang pria yang bukan ayah Ruksa.


Dari kejauhan, keduanya tampak terlihat sangat akrab dan juga sedikit intim, Dania yang tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, langsung mengeluarkan ponselnya dan merekam interaksi di antara keduanya.


Tapi tak lama kemudian, dua orang itu terlihat ingin meninggalkan kafe. Tentunya Dania langsung mengambil kesempatan itu.


Tanpa di temani oleh Ismail, Dania terus membuntuti keduanya hingga membawanya ke sebuah hotel berbintang lima, akan tetapi langkahnya terhenti ketika sebuah tangan besar menepuk pundaknya.


Seketika tubuh Dania menegang, tanpa sadar meneguk salivanya, ia pun berbalik dan mendapati seorang pria aneh di depannya.


" Ruksa? Kamu Ruksa kan? " tanya pria itu.


Dania yang masih terkejut, hanya bisa mengerjapkan matanya, ia sungguh tak mengena,i siapa pria itu.


" Tunggu? Jangan bilang kamu tidak kenal sama aku. "


Dania pun hanya terdiam.


Pria itu pun berdecak, seraya berkacak pinggang. raut wajahnya terlihat sedih, namun DAnia tak peduli, sebab untuk saat ini dirinya tak boleh menyia-nyiakan kesempatan untuk menangkap basah perselingkuhan dari Alexa.


Tapi sepertinya, kali ini pun sama, dirinya tak bisa membuktikannya sebab, dua orang itu telah menghilang.


Sadar bahwa targetnya telah hilang gara-gara pria itu Dania pun melemparkan tatapan sinis pada pria itu, jika bukan karena pria di depannya, pasti dirinya sudah mendapatkan bukti yang kuat untuk nanti.

__ADS_1


"


__ADS_2