Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa
78


__ADS_3

Berkat perkataan Ruksa waktu itu, Ruslan pun akhirnya di rawat inap kembali dua hari, tentunya dengan pengawasan yang cukup ketat dari sebelumnya, seperti melarangnya untuk tidak banyak bergerak.


Dan selama dua hari itu, Ruksa mengambil cuti dengan alasan ingin menemani Ruslan, padahal Bibi May menyarankannya untuk bolos sekolah, dia juga menambahkan bahwa dirinya bersedia menemani pria itu.


Namun Ruksa tetap keras kepala, karena ke keras kepalanya itu membuat wanita itu menyerah dan membiarkannya berbuat sesuka hati.


Selama masa perawatan itu, Ruksa sama sekali tak menyentuh ponselnya barang sedikit pun, dirinya begitu fokus dan serius merawat Ruslan dengan senang hati, mengabaikan puluhan pesan bahkan panggilan yang terus masuk ke ponselnya itu.


Hingga dua hari kemudian, dokter yang menangani Ruslan akhirnya mengizinkan Ruslan untuk meninggalkan rumah sakit dengan catatan bahwa pria itu harus menghindari makanan bertekstur keras, berminyak, dan juga Anyir.


Setelah mendengar pernyataan itu, Ruksa pun dengan antusias merapihkan barang bawaan milik pria itu dan memastikan bahwa tak ada satu pun barang yang tertinggal.


Setelah keluar dari gedung rumah sakit, Bibi May melambaikan tangannya, di belakang tubuhnya terdapat sebuah kendaraan beroda empat keluaran terbaru. Warna merah menyalanya membuat siapapun melihatnya silau sekaligus terpana dengan desainnya yang sangat modern.


Terkadang, Ruksa bertanya-tanya dari mana perempuan itu mendapatkan uang sebanyak itu, padahal ia yakin bahwa wanita itu merupakan seorang janda yang tak memiliki bisnis atau usaha yang sangat menjanjikan.


Pernah sekali, dirinya bertanya perihal dari mana asal usul pemasukan wanita itu pada Ruslan. Namun jawabannya adalah tidak tahu, karena sejak pertama kali bertemu, wanita itu sudah sendiri.


Ada yang mengatakan bahwa wanita itu adalah wanita simpanan, ada pula yang mengatakan bahwa wanita itu memuja iblis. Tapi Ruslan tak mempercayai rumor tersebut. Ia lebih baik menunggu wanita itu berbicara sendiri padanya dari pada mengorek privasinya, lagi pula, ada banyak omongan tentang kejelekan wanita itu yang terbukti palsu. Maka dari itu dirinya memilih diam dari pada tersesat nantinya.


Sebelum pulang ke rumah, Bibi May terlebih dahulu menjemput putranya di sekolah, yang kemudian di lanjutkan dengan mampir ke beberapa tempat untuk membeli persediaan makanan sekaligus membeli segala kebutuhan yang di perlukan.


Di rasa belanjaan mereka sudah cukup, wanita itu pun memutuskan untuk pulang ke rumah, namun tiba-tiba di tengah perjalanan, Ruslan meminta wanita itu untuk menepi, ia mengatakan bahwa dirinya ingin pergi ke kamar mandi karena panggilan alam yang tak bisa di tahannya lebih lama lagi.

__ADS_1


Karena takut menambah penyakit, Bibi May pun menuruti permintaan dari Ruslan, beruntung, tak jauh dari tempat mereka terlihat sebuah restoran cepat saji, ia pun membawa kendaraannya untuk menepi di depan sebuah restoran cepat saji.


Karena sudah terlanjur menepi, mereka pun akhirnya memutuskan untuk makan di tempat itu, karena kebetulan mereka sedang kelaparan.


Di saat, Ruslan memilih langsung pergi ke kamar mandi. Ketiga orang itu langsung memilah tempat untuk mereka duduki.


Setelah mendapat tempat yang pas, ketiganya pun langsung memesan makanan berupa ayam goreng lengkap dengan Nasi, tak lupa mereka memesankan bubur untuk Ruslan.


Seraya menunggu, Ruksa memilih mengecek ponselnya, kedua bola matanya terbeliak ketika mendapat pesan yang begitu banyak yang masuk ke dalam ponselnya di tambah ratusan panggilan tak terjawab.


Ruksa pun memijat kepalanya yang tiba-tiba menjadi pening, ia tak pernah menduga akan mendapat bom panggilan serta pesan dari tiga orang sekaligus, mereka adalah Dania, Aldan dan juga Mikael.


Beberapa pesan berisi tentang menanyakan kabarnya, ada pula yang menanyakan tentang perkembangan dari Ruslan dan masih banyak lagi.


Namun, sejauh matanya melihat layar, semuanya pesan itu berisi tentang menanyakan kabarnya.


Tapi di detik berikutnya, ibu jarinya tiba-tiba berhenti bergerak begitu pula dengan seluruh tubuhnya yang tiba-tiba mematung.


" Kak Dania kenapa? Kok bengong begitu, ada masalah? " Tanya Fajri anak Bibi May


" Iya, sejak kamu pegang handphone, wajah kamu jadi berubah. Apa sekolah mempermasalahkan cuti mu? " tambah Bibi May yang ikut khawatir.


" Iya seperti itu lah. " timpal Ruksa seadanya, ia tak mungkin memberitahukan bahwa dirinya sedang cemas pada Dania sang pemilih asli tubuh yang tengah ditempatinya, ia tak mungkinkan memberitahukan mereka seperti itu

__ADS_1


" Ada apa? Kenapa kalian terlihat serius sekali? " tanya Ruslan yang baru kembali dari kamar mandi.


" Oh ini Kak. . .


" Bukan apa-apa. " sela Ruksa. " Oh iya aku mau ke toilet sebentar. " tambahnya seraya pergi begitu saja.


Ruslan pun mengernyitkan dahinya, kedua matanya menatap curiga pada punggung milik putrinya yang sudah menjauh itu. Namun di detik berikutnya ia menepis keingintahuannya itu, dan memilih untuk memendamnya.


Seraya menunggu pesanan mereka yang belum kunjung datang, Ruslan dan Bibi May pun saling berbincang-bincang dengan membahas keadaan toko, sedangkan Fajri yang tak mengerti apa yang sedang di bicarakan oleh dua orang dewasa didepannya, memutuskan untuk bermain game di ponsel ibunya.


Sesampainya di kamar mandi, Kedua mata Ruksa menemukan sebuah bilik kosong, tanpa membuang waktu, ia pun menyambar bilik itu sebelum di ambil orang, dan benar saja jika saja dirinya terlambat sedikit saja, pasti kamar mandi itu sudah di ambil orang lain.


Di dalam bilik kamar mandi, Ruksa pun melepaskan perasaan yang ia tahan sejak tadi, tangannya mengacak rambutnya kesal.


Kenapa dari sekian banyak waktu? Kenapa Daniel harus kembali kemarin? ' Batin Ruksa.


Sungguh dirinya terkejut saat membaca pesan dari Dania yang menanyakan tentang Daniel Andragana, di dalam pesan itu juga di katakan bahwa pria itu telah mengacaukan rencana Dania, dan sekarang pria itu terus menempelinya dengan alasan bahwa dia ingin membuatnya mengingat siapa dia sebenarnya.


Padahal Ruksa berharap, bahwa kali ini dirinya bisa melewati semua ini seperti tiga puluh hari kemarin. Tapi sepertinya dirinya terlalu banyak berharap, karena tak selamanya jalan itu lurus.


Walau sudah berlalu sangat lama, namun Ruksa selalu mengingat sosok Daniel, sosok yang sangat tidak disukainya, sejak kecil pria itu selalu mengerjainya, bahwa beberapa kali pernah membuatnya menangis.


Saat mengetahui bahwa pria itu akan pindah keluar negeri, Ruksa bersorak bahagia, ia tak perlu lagi melihat wajah menyebalkan dari pria itu setiap hari.

__ADS_1


Namun kali ini, pria itu malah kembali di waktu yang tidak tepat.


__ADS_2