
" Nona! Tunggu! Jangan masuk kesana! Atau aku akan kena masalah!. " Teriak seorang pria yang menggunakan jaket denim yang di padukan dengan celana yang senada, bernama Idan, pria itu berlari menghampiri ketika melihat Ruksa yang langsung berlari menuju salah satu mobil dan merakit senjatanya sendiri, serta melengkapinya dengan kotak p3k. Melihat hal tersebut, pria itu semakin panik dan mencoba mencegahnya, akan tetapi seakan telinganya sudah tuli, Ruksa mengabaikan semua perkataan pria itu.
Setelah menyelesaikan semua persiapan, Ruksa pun langsung berbalik pergi masuk ke dalam gedung, Namun , langkahnya terhenti, ketika Idan langsung menghadang jalan Ruksa dengan merentangkan kedua tangannya. Raut wajahnya di penuhi rasa takut bercampur dengan perasaan cemas, pasalnya ia sudah di tugaskan untuk menjaga gadis di depannya itu dan mencegah gadis itu masuk apapun yang terjadi, jika dirinya tidak menjalankan tugasnya dengan baik, maka Ruslan akan menghukumnya. " Nona, tol. .
" Enyah! Atau gue tembak kepala lo! " Ujar Ruksa dengan nada dingin sembari menodongkan senjatanya tepat di dahi Idan membuat pria itu ketakutan dan mengangkat kedua tangannya di udara dengan pasrah.
Ruksa yang tak ingin membuang waktunya lebih lama lagi, langsung berjalan melewati pria di depannya, meski tak lama kemudian, pria itu pun akhirnya memilih untuk ikut serta bersama empat orang lainnya.
Bagi Idan, meski sudah lama bergabung dengan Ruslan sejak lama, namun, untuk pertama kalinya, ia bertemu dengan putra Ruslan secara empat mata, ia juga tak pernah menduga bahwa anak ketuanya itu memiliki aura dominan yang sangat kuat, bahkan ia sempat merasakan bahwa di dalam gadis itu terdapat seorang monster yang bersarang di dalam tubuh mungil itu yang siap melahap siapa saja.
' Memang patut di akui. ' batin Idan.
Setibanya di dalam gedung, Ruksa langsung di sambut oleh empat orang berjas, yang langsung di habisi oleh Ruksa tanpa ragu.
Idan yang berada di balik punggung Ruksa hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, pasalnya itu seharusnya miliknya.
__ADS_1
Namun, pria itu langsung mengindahkan pikiran itu, sebab, ini bukanlah saatnya untuk mempermasalahkan hal sepele, ia kemudian memilih fokus kembali, sebab Prioritas utama mereka sekarang adalah menemukan Ruslan dan yang lainnya, namun lima belas menit berlalu mereka masih belum menemukan keberadaan mereka kecuali musuh.
Sekali lagi, Idan merasa sangat takjub dan juga bangga, pada putri bos di depannya ini, sebab, gadis mungil ini dapat menghabisi semua musuh mereka tanpa mendapat luka sedikit pun.
Setelah berjalan naik selama satu jam, akhirnya Ruksa dan lainnya, menemukan Dania yang tengah menangis sesenggukan sembari menekan luka di bagian perut Ruslan yang sudah setengah sadar.
" Dimana yang lain? " tanya Ruksa sembari langsung mengeluarkan p3k dari tas yang si bawanya.
" Aku tidak tahu, setelah mencapai lantai ini, kami semua terpisah oleh sebuah bom. " jawab Dania dengan tubuh gemetar.
" Tunggu, Kakak Mau kemana? " tanya Dania yang menyadari sikap Ruksa yang tampak terburu-buru.
" Kamu, jagalah Ayah mu ini, aku akan pergi menghajar Arga sialan itu. "
" Tapi. . .
__ADS_1
" Aku tahu, tapi apa boleh buat, kamu bahkan tidak mampu mengangkat senjata apalagi menembak Arga, sudah lah, lebih baik kamu segera bawa pria ini keluar dan jangan menghambat jalan ku, " Ujar Ruksa lalu pergi tanpa menunggu jawaban dari Dania. Ia kemudian menyuruh Idan untuk membawa keduanya keluar dari dalam gedung.
' Lalu, bagaimana dengan mu Nona? "
Tanpa menoleh, Ruksa menjawab. " Aku bisa mengatasinya sendiri. " lalu pergi meninggalkan kelompoknya.
Kini, amarah Ruksa tengah berada di puncaknya, tanpa ampun ia menghabisi semua bawahan Arga hanya dalam hitungan menit saja, hingga pada akhirnya ia sampai di ruangan dimana Arga dan Teresa terduduk dengan Bagaskara yang terikat di kursi.
Kedatangan Ruksa dengan tubuh Dania, membuat semua orang bertanya-tanya pasalnya bukan dia yang mereka tunggu selama ini.
" Siapa kamu?! Kenapa kamu ada di sini?! " tanya Arga dengan marah.
" Dia adalah Dania. "
" Oh, jadi kamu bocah ingusan yang sudah menghancurkan semua rencana saya?! "
__ADS_1
" Sayangnya bocah ingusan ini adalah anak saudara kembar putra mu sekaligus anak kandung mu sendiri. "