
Mikael Flashback.
Mikael memang terlahir dari keluarga yang berada, Kedua orang tuanya merupakan pebisnis yang handal yang dapat meraup uang jutaan tiap harinya.
Tak satu pun dari keinginannya yang tak bisa di dapatkan, semua keinginannya akan terkabul hanya dalam hitungan detik saja. Kecuali Cinta dan Kasih sayang.
Sejak dirinya dilahirkan ke bumi, EL tak pernah merasakan apa yang namanya cinta atau pun kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Sebab, keduanya terlalu sibuk dengan bisnis mereka masing-masing, mengabaikan satu-satunya putra yang mereka miliki.
Merasa tak di perhatikan, EL pun mencoba belajar sekeras mungkin agar kedua orang tuanya mau mengakui keberadaanya.
Memang, kedua orang tuanya akhirnya mengakui akan kehadirannya, tapi semua itu hanya berlaku saat mereka sedang di dalam pesta atau pun pertemuan keluarga.
Di sana, dirinya di perlakuan dengan baik dan sangat di banggakan oleh kedua orang tuanya. Bahkan keduanya memamerkan kepintarannya karena berhasil memahami rumus phytagoras di usianya yang baru saja menginjak tiga tahun.
Namun, bukan itu yang di inginkan oleh Mikael. Sejak saat itu ia pun langsung berhenti belajar dan lebih memilih menghabiskan waktu dengan bermain video game.
Saat beranjak masuk taman kanak-kanak, Pernah sekali . EL menyakiti temannya dengan mendorongnya dari bangku, hingga kepala temannya membentur ujung kepala meja hingga berdarah tak sadarkan diri.
Seketika suasana kelas pun di penuhi oleh jeritan anak-anak yang kaget sekaligus takut melihat kondisi temannya itu, berbeda dengan EL yang tak menunjukan raut wajah apapun. Ia pun hanya berdiri menatap temannya itu.
Karena keributan itu, membuat kelas mereka menjadi pusat perhatian. Tak lama kemudian, seorang guru wanita masuk, kedua bola matanya terbeliak terkejut melihat penampakan mengenaskan dari salah satu muridnya. Ia pun merogoh ponselnya dan bergegas menelpon ambulan.
Beruntung, nyawa anak itu masih bisa di selamatkan dan juga cedera yang di dapatnya tidak terlalu fatal, kendati begitu anak itu tetap harus mendapatkan perawatan intensif.
Kedua sudut bibir EL pun terangkat ke atas, ia mengira bahwa kedua orang tuanya pasti akan memarahinya karena perbuatannya itu, namun ternyata tidak sama sekali.
Mereka malah mengatakan, bahwa dirinya tak bersalah sama sekali. Padahal EL mengatakan bahwa ia mendorongnya dengan sengaja.
__ADS_1
Akan tetapi kedua orang tuanya tak percaya dan tetap mengatakan bahwa kecelakaan itu bukanlah salahnya.
Kejadian itu pun di selesaikan secara singkat dengan menggunakan setumpuk uang. Padahal sebelumnya kedua orang tua anak itu terlihat ingin sekali membunuh EL.
Namun, amarah mereka mereda dalam hitungan detik setelah mendapatkan beberapa kesepakatan yang di tambah dengan setumpuk uang.
Sejak saat itu, EL selalu berpikir tak peduli seberapa besar kesalahan yang diperbuatnya maka, orang tuanya akan menutup mata dan telinga mereka lalu menyelesaikannya dengan uang dan uang.
Bagi kedua orang tua EL, asalkan putra mereka bahagia, maka tak peduli kesalahan apa yang diperbuatnya, mereka akan memakluminya, memaafkannya dan melupakannya bagaikan sebuah angin yang berlalu.
Hal inilah yang membuat EL merasa bahwa dirinya tak berharga dari pekerjaan kedua orang tuanya. Ia merasa bahwa keberadaannya hanyalah sebuah objek yang tak penting namun di haruskan ada agar bisnis kedua belah pihak dapat berjalan dengan lancar.
Suatu hari, di hari turunnya hujan. EL berjalan menuju hutan seorang diri, berharap kedua orang tuanya akan mencari keberadaanya.
Namun lagi-lagi, pekerjaan mereka lebih penting dari pada anak mereka. Sudah tiga hari dirinya tak pulang ke rumah, tapi tak ada satu pun dari mereka yang cemas atau pun mencarinya.
Merasa sedih karena sudah tak di pedulikan lagi. Ia pun mencoba melompat dari atas tebing.
Akan tetapi, saat hendak melompat, tiba-tiba tubuhnya ada yang menahan. Di tarik tubuhnya kebelakang, hingga tersungkur.
Di lihatnya seorang gadis yang lebih tua darinya sepuluh tahun yang masih menggunakan seragam SMP dengan jas hujan berwarna biru yang melekat di tubuhnya.
" Kenapa kamu mau melompat? " tanya gadis itu.
" Karena aku ingin di lihat dan di perhatikan oleh kedua orang tuaku, setidaknya jika aku mati, pasti mereka akan menangisiku. " timpalnya secara gamblang.
" Lantas, bagaimana jika kedua orang tua mu masih acuh tak acuh padamu? Apa yang akan kamu lakukan? "
EL pun hanya terdiam, ia tak tahu apa yang akan di lakukan selanjutnya, karena setelah melompat dari tebing itu ia pasti akan mati sia-sia.
__ADS_1
" Lalu apa kakak punya ide? Karena aku merasa sangat kesepian. "
Gadis itu tersenyum, ia pun mengulurkan tangannya dan memberitahukan namanya sebagai Clara Lauren.
" Kamu tahu? keluarga ku baru saja di bantai habis dan hanya menyisakan aku seorang. Tak ada satupun dari mereka yang menginginkanku, jika kamu mau? Aku bisa menjadi anggota keluarga mu dan memberikan kasih sayang seperti yang kamu inginkan. " Terangnya.
Tanpa ragu, EL menganggukkan kepalanya dan menyetujui permintaan gadis itu.
Sejak kedatangan Clara dalam hidupnya membuat EL merasa hidupnya terasa lebih hidup. Terlebih lagi bukan hanya dirinya saja yang merasa kesepian ada dua belas anak yang ternyata memiliki kehidupan yang sama dengannya.
Lambat laun mereka pun tumbuh bersama di bawah didikan Clara.
Wanita itu membesarkan mereka dengan sangat tegas, terkadang ia akan memukuli mereka.
Namun, tak ada satu pun dari mereka yang melayangkan protesnya sebab, mereka berpikir bahwa perlakuan itu merupakan salah satu bentuk dari kasih sayang.
Saat EL dan yang lainnya beranjak remaja, Clara pun menyarankan pada mereka untuk mencari anak-anak seperti mereka dan membentuk keluarga bersama agar tak ada lagi yang bernasib seperti mereka.
Dan terbentuklah 12 Zodiak dengan Clara sebagai induk utama dari kedua belas zodiak itu.
Semua para ketua harus mematuhi semua peraturan yang telah di buat dan di sepakati secara bersamaan.
Salah satunya adalah, jika salah satu anggota yang mereka pimpin menimbulkan masalah, maka orang itu wajib di musnahkan. Supaya tidak menimbulkan kebencian di masa yang akan mendatang.
Flashback off.
Setelah mendapat hukuman yang EL terima dari Ibu, ia pun langsung bergegas pulang dengan sikap seperti biasanya seakan-akan luka di punggungnya bukanlah sesuatu yang harus di besar-besarkan.
Tapi sebelum pulang ke rumah, ia terlebih dulu mampir ke tempat rahasianya, di mana anak buahnya sudah menunggu kedatangannya.
__ADS_1
Setibanya di sana, Roland beserta orang-orang yang pernah melawan Dania sudah di buat terkulai lemas di atas tanah dengan wajah serta tubuh yang sudah babak belur.
EL pun berjalan perlahan dan mengangkat dagu Roland dan mengatakan bahwa dia sudah tak di izinkan lagi menginjakkan kakinya di Sky Dream High School, dan secara resmi dirinya di keluarkan dari geng Sagitarius.