Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa
83


__ADS_3

Sesuai dengan perjanjian, karena Dania tak bisa membawakan bukti yang cukup kuat untuk membuktikan bahwa Alexa berselingkuh, maka acara pernikahan pun tak bisa dielakkan sama sekali.


Dania yang merasa gagal pun terus meminta maaf pada Ruksa hingga membuat wanita itu jengah, hingga akhirnya memutuskan untuk menerimanya. Lagi pula mungkin ini sudah jalannya, pikir wanita itu.


Pernikahan itu akan di adakan di sebuah gereja terbesar yang terletak di pusat kota, pada minggu pagi waktu setempat.


Setidaknya ada seribu undangan eksklusif yang akan mendatangi pesta itu termasuk beberapa petinggi, salah dari mereka yakni merupakan keluarga dari Mikael selaku direktur utama sekolah, keluarga Kusuma dan juga dari keluarga Laila yang merupakan investor tertinggi yang tertanam di saham sekolah itu yang merupakan salah satu cabang perusahaan dari keluarga Wisesa.


*


Hari pernikahan pun tiba.


Karena kemegahan dari pesta pernikahan serta calon sang mempelai pria yang merupakan pria terkaya di seluruh negeri X, membuat para wartawan berburu untuk menangkap momen sakral itu.


Namun, karena Bagaskara yang ingin pernikahannya terekspos pada seluruh media masa, dengan alasan agar ibu dan si jabang bayi bisa menikmati acara pernikahan mereka dengan santai dan damai tanpa adanya cahaya blitz kamera dari para netizen.


Oleh karena itu, acara pernikahan tersebut sangat di jaga ketat oleh pihak keamanan maupun dari anak buahnya.


Saat ini, Alexa merupakan pengantin tercantik dan yang paling berbahagia di negeri X, bagaimana tidak? Dirinya sebentar lagi akan menjadi nyonya Wisesa.


Karena kondisinya tengah hamil muda, tak menghalanginya untuk memakai gaun pengantin yang memperlihatkan setiap lekuk dari tubuhnya yang indah.


Walau usia mereka yang terpaut cukup jauh, namun keduanya tampak sangat serasi dalam sebuah photo prewedding yang terpampang di depan pintu masuk gereja serta di dalam layar yang terpasang di dalam gereja.


Di saat, orang lain merasa antusias sekaligus bahagia akan acara pernikahan antara Bagaskara dan juga Alexa, berbeda dengan Dania yang masih merasa bersalah karena gagal menghentikan pernikahan ini.


Kedua langkah kakinya terus berjalan mondar mandir di dalam ruangan riasan pengantin seraya menggigiti kuku ibu jarinya, dirinya berpikir mungkin masih belum terlambat untuk mengacaukan pernikahan itu. Tapi bagaimana caranya?


Tok tok tok


Tiba-tiba pintu ruangan itu di ketuk dari luar, Dania yang sedang sibuk berpikir, tersentak kaget lalu tersadar dari lamunannya.


.


" Siapa? "tanyanya


" Ini gue. "


" Kak Ruksa. " gumamnya lalu menghampiri pintu itu, tubuhnya termangu sejenak, memikirkan bagaimana perasaan wanita itu terhadapnya.

__ADS_1


" Buka, sebelum gue dobrak. Satu . . . Dua . .


Seketika pintu pun terbuka, memperlihatkan raut kaget dari Dania yang melihat tampilan Ruksa yang sangat jauh berbeda. Entah kenapa ia merasa bahwa sosok di depannya sangat cantik.


Rambut lurus panjangnya telah berubah menjadi keriting gantung, serta Midi dress berwarna putih yang dikenakannya dengan make up tipis yang membuatnya terlihat seperti malaikat kecil.


Kini, tak ada lagi Gomi si jelek berkaca mata, karena Gomi yang sekarang telah berubah menjadi sosok wanita cantik bak seorang putri kerajaan.


" Berhenti menatap gue kayak gitu, " Ruksa berkata yang merasa risih karena terus di pandangi seperti itu, kedua langkah kakinya berjalan masuk begitu saja ke dalam ruangan itu dengan santainya lalu terduduk di sopa, kedua tangannya terlipat di dada dengan kedua kaki yang menyilang.


Melirik keadaan luar sejenak, Dania pun menutup pintu lalu menghampiri Ruksa. Kedua bola matanya tak bisa berhenti menatap sosoknya yang sudah berubah drastis.


" Bisa nggak, lo berhenti menatap gue terus? " tanya Ruksa.


" Ma-maaf, hanya saja aku tak pernah mengira kalau aku ternyata bisa secantik itu. " ungkap Dania dengan canggung.


" Jika lo punya banyak duit, maka lo bisa membuat diri lo secantik yang diinginkan, bahkan menjadi sosok bidadari sekali pun. " timpal Ruksa.


Dania pun terdiam sejenak, lalu menyadari sesuatu. " Oh iya, kenapa kakak ada di sini? " tanyanya.


" Kenapa? Apa gue nggak boleh datang ke pernikahan bokap gue sendiri? "


" Gue tahu maksud lo, berterima kasih lah pada Aldan karena menjadi sponsor gue hari ini. "


Salah satu alis Dania pun terangkat sebelah. " Aldan? "


" Yup, dia yang ngajak sekaligus ngasih biaya ke gue buat berubah jadi kayak gini. "


" Lalu kenapa nggak pernah bilang ke aku kalau kakak mau datang? "


Ruksa pun menghela nafas, sebenarnya ia tak berniat datang, hanya saja dirinya ternyata tetap penasaran dengan pernikahan Ayahnya dengan calon ibu tirinya


" Kak, maafkan aku karena sudah gagal menjalankan tugas, seharusnya aku bersikap lebih serius lagi. " ungkap Dania secara tiba-tiba.


Ruksa pun kembali menghela nafa, padahal sebelumnya ia sudah memaafkan semuanya.


" Sudahlah jangan di ungkit kembali, lagi pula jika kita memiliki bukti kuat pun, pak tua itu tak akan membatalkan pernikahan ini, karena sebentar lagi wanita itu akan melahirkan calon penerusnya di masa depan ." Ungkapnya.


" Oh . . . . Eh?! Maksud kakak, dia sedang hamil?! "

__ADS_1


Ruksa pun melirik Dania, seketika ia merasa jijik melihat tampangnya yang terlihat bodoh. " Berhenti membuat wajah konyol dengan wajah gue!! " teriaknya dengan nada kesal.


*


Acara pernikahan pun di mulai, seluruh lampu di dalam gereja pun seketika padam, tak lama kemudian pintu masuk gereja pun terbuka yang memperlihatkan sosok pengantin wanita dengan seorang pria paruh baya yang mendampinginya.


Perlahan, Alexa bersama dengan Ayahnya berjalan secara perlahan menuju altar pernikahan, di mana sang pujaan hati, alias Bagaskara tengah menunggunya dengan stelan jas putih yang melekat di tubuhnya yang masih tegap seperti anak muda.


Alunan musik romantis pun mengiringi perjalanan Alexa bersama sang Ayah menuju Bagaskara.


Saat sudah sampai di depan Bagaskara, Ayah dari Alexa pun memberikan tangan putri kecilnya pada calon menantunya sekaligus , meminta pria itu untuk menjaga putri kesayangannya dalam kondisi apapun.


" Tentu saja Papa, aku akan menjaganya dengan sepenuh hati. " ujar Bagaskara.


Ruksa yang mendengar hal tersebut, ingin muntah saat itu juga, apanya yang Papa, bukankah mereka berdua lebih pantas menjadi sepasang sahabat dari pada menjadi pasangan mertua dan menantu?


Seketika, suasana gereja pun menjadi sunyi dan penuh khidmat, Alexa dan Bagaskara pun saling berhadapan dengan sang pendeta yang memulai acara pemberkatan.


Semua orang yang hadir di sana sangat tersentuh ketika kedua mempelai saling mengucapkan sumpah ikrar janji sehidup semati, kecuali Dania dan Ruksa, keduanya memasang wajah datar tanpa ada ekspresi yang tersirat di wajah mereka.


Tanpa di sadari, ada seseorang yang memperhatikan keduanya.


Tak terasa, acara pernikahan pun berjalan dengan lancar, para tamu undangan pun berbaris untuk memberi selamat pada pasangan baru suami istri itu .


" Dania? Apa yang kamu lakukan di sini? "


Tanpa sadar, Ruksa dan Dania pun menoleh secara bersamaan dan mendapati Mikael yang terlihat lebih tampan dari sebelumnya, dengan rambut depan yang di sisir ke belakang, memperlihatkan dahinya yang indah.


" Kamu terlihat sangat cantik hari ini. " tambahnya dengan memuji.


" Oh, terima kasih. " timpal Ruksa dengan netral.


" Kamu ke sini sama siapa? Kok bisa ke sini? " Tanya Mikael.


" Sama gue, kenapa? Nggak boleh? "


Tiba-tiba Aldan datang entah dari mana, merangkul bahu Ruksa seraya memasang wajah ketusnya pada Mikael.


Keduanya saling melemparkan tatapan sinis, tanpa menghiraukan orang-orang yang berada di sekitar .

__ADS_1


__ADS_2