
" Selamat siang, apa toko ini milik bapak Ruslan. " Tiba-tiba dua orang pria datang menghampiri Ruslan yang tengah menjaga tokonya. Dahinya mengernyit kebingungan, pasalnya dua sosok itu terlihat sangat asing, karena ini adalah pertama kalinya ia bertemu dengan dua pria itu.
Ia kemudian berjalan menghampiri kedua pria itu dan mengatakan bahwa yang mereka cari adalah dirinya sendiri. " Ada perlu apa yah? "
Kedua pria itu saling bertukar pandang, lalu salah satu pria dengan wajah polos itu maju ke depan satu langkah, memperkenalkan dirinya sebagai Rajendra yang merupakan seorang detektif, tak lupa ia memperkenalkan temannya yang bernama Zaiden yang sama-sama berprofesi sebagai detektif.
Ia mengungkapkan bahwa mereka tengah mengusut sebuah kasus perjudian, penjualan organ, dan juga Narkoba.
" Lalu apa hubungannya dengan saya? "
" Apa anda mengenal laki-laki di dalam photo itu? " Timpal Zaiden dengan sebuah pertanyaan, sembari menyerahkan selembar photo pada Ruslan.
Tanpa membuang waktu, Ruslan langsung mengambil selembar photo itu, dari tangan Zaiden, di detik berikutnya dahinya mengernyit ketika melihat sosok anak muda yang memiliki tubuh tegap. " Maaf, tapi saya tak mengenalinya sama sekali. "
" Anak laki-laki itu adalah orang yang menusuk mu. " timpal Zaiden secara gamblang.
" Apa dia sudah di penjara? " tanya Ruslan
" Sayangnya, laki-laki itu menghilang, tepat setelah menusuk mu. " timpal Rajendra, dengan raut wajah yang di penuhi rasa sesal.
__ADS_1
Seketika Ruslan menghela nafasnya dengan perasaan kecewa, Kedua matanya kembali fokus pada selembar photo itu, menatapnya dengan lekat.
Bagaimana bisa anak semuda itu bisa menusuknya? Dan apa alasannya?
" Anda pasti penasaran bukan? Kalian tak saling mengenal namun, laki-laki itu tiba-tiba menusuk Anda. " Zaiden berkata, seakan tahu apa yang di pikirkan oleh Ruslan. Ia kemudian mengungkit masalah pembullyan yang terjadi pada anaknya waktu lalu. Ia menjelaskan alasan dari penusukan anak laki-laki itu yang di dasari oleh dendam, karena pria itu di buat kalah telak, terlebih lagi hal itu di lihat secara langsung oleh anak buahnya sendiri membuat harga dirinya semakin hancur.
" Tunggu, apa anda sedang membicarakan putri saya? Kenapa saya tidak mengenalnya, putri saya tak mungkin melakukan hal itu, apalagi pada seorang laki-laki. "
" Saya tak peduli, anda percaya atau tidak, namun itulah kenyataannya. Putri mu sudah mengalahkan salah satu petinggi gangster dan membalaskan dendamnya padamu. " ungkap Zaiden.
Seketika tubuh Ruslan menjadi bingung, ia tak tahu harus berkata apa dan harus mempercayainya atau tidak, namun perkataan pria di depannya ini terdengar sangat meyakinkan, terlebih lagi, dirinya juga menyadari akan perubahan dari putrinya itu, tapi dia tak pernah tahu bahwa putrinya bisa bertindak sejauh itu, pasalnya putrinya itu di kenal sangat penakut.
Tiba-tiba orang yang mereka bicarakan datang yang masih menggunakan seragam sekolah di tubuhnya.
" Jadi kamu yang namanya Dania? " tanya Zaiden.
" Iya, kenapa? Ada apa? " timpal Ruksa dengan sebuah pertanyaan lagi.
Zaiden, kemudian berjalan, lalu menyerahkan selembar photo yang di ambilnya di tangan Ruslan
__ADS_1
" Kamu mengenalnya? " tanya Rajendra. " Menurut mu dia orang seperti apa? " tambahnya.
Ruksa memiringkan kepalanya, mengamati photo itu sekali lagi, " Aku mengenalnya, dia adalah Roland, salah satu murid di sekolah ku yang sudah keluar " terangnya. " Sebenarnya aku kurang mengenalnya, memangnya ada apa? "
" Apa alasannya? " tanya Zaiden kembali.
" Aku juga kurang tahu, memangnya kenapa? "
Salah satu bibir Zaiden terangkat sebelah, ia berjalan mendekati Ruksa dan mengatakan bahwa dirinya sudah tahu segalanya jadi tak usah berbohong di depannya.
" Jika sudah tahu, kenapa bertanya? " kepalanya menoleh pada Ruslan. " Ayah, mereka ini siapa? Kenapa pria ini sangat menyebalkan? "
" Mereka. . . .
" Roland adalah orang yang telah menusuk Ayah mu. " Zaiden tiba-tiba berkata.
Tubuh Ruksa terlonjak kaget, kepalanya menoleh dengan tatapan terkejutnya
" Aku punya rekaman CCTVnya jika mau? Asalkan, kamu jelaskan tentang perjudian manusia yang terjadi di sekolah mu, maka aku akan menunjukkannya padamu, bagaimana? "
__ADS_1