
Keduanya saling berpelukan, dengan Dania yang berada di tengah-tengah mereka, gadis itu masih tak sadarkan diri meski pun badannya terhimpit antara Ruksa dan Ruslan.
Ruksa merasa bahagia, karena di akhir hidupnya, ia bisa memeluk Ruslan dengan bebas. Ia kemudian menangis sesenggukan layaknya seorang anak kecil yang bahagia menemukan Ayahnya yang hilang.
Padahal dirinya tak pernah menangis seperti ini di hadapan siapapun, termasuk di depan Ayahnya sendiri. Baginya, menangis di depan Ayahnya sendiri adalah sesuatu yang paling konyol dan tidak berguna.
Namun, jauh di lubuk hatinya yang terdalam, dirinya sangat merindukan pelukan dari pria tua itu, dan yang ingin di lihatnya sekarang adalah dia dan bukan Ruslan.
Meski begitu, dirinya tetap bersyukur, diantara banyaknya pria yang di kenalnya, hanya Ruslan yang berhasil menemukannya.
Akan tetapi, dirinya masih memikirkan, apakah Ayahnya baik-baik saja? Tapi sepertinya dia akan baik-baik saja, lagi pula dia kan seorang ketua Mafia, jadi tak mudah bagi dia untuk mati.
Dalam hitungan detik, Ruksa pun melupakan tentang kerinduannya pada sang Ayah. Dan fokus pada pria di depannya.
" Apa ini sakit? " tanya Ruslan sembari melihat goresan luka yang terdapat di tangan kanan bagian atas milik putrinya.
__ADS_1
Hatinya begitu teriris melihat luka itu, Dengan sigap, Ruslan mengeluarkan peralatan P3K dari dalam tas yang berada di punggungnya lalu membalut luka itu dengan rapih dan sempurna.
Di dalam hati, Ruksa membayangkan, bagaimana jika pria itu tahu bahwa yang ada di depannya adalah dirinya, apakah pria itu akan bersikap lembut dan penuh kasih sayang seperti ini.
Setelah, berhasil merawat luka putrinya, Ruslan kemudian melihat wanita lain yang bersama dengan putrinya, wanita itu tak lain adalah Ruksa Wisesa, wanita yang selalu di rindukannya namun ia terpaksa menjauhinya.
Kedua matanya menatap wajah cantik itu yang terlihat sangat pucat, pandangannya kemudian beralih pada kakinya yang telah di balut oleh kain seadanya, dahinya mengernyit dan menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan wanita itu.
" Dia harus segera di bawa ke rumah sakit. " ujarnya, akan tetapi dari kejauhan, Ruslan tiba-tiba mendengar beberapa jejak langkah kaki yang berjalan semakin dekat ke arah mereka, ia menyakini bahwa merek adalah sekelompok pembunuh bayaran.
Kepalanya menunduk, memikirkan sebuah cara.
Akan tetapi, tangannya di tahan oleh putrinya yang terlihat sangat ketakutan. Namun, Ruslan memberikan senyuman manisnya sembari mengatakan bahwa dirinya akan pergi untuk sementara waktu dan berjanji akan kembali.
Tapi sebelum itu, ia berpesan pada putrinya untuk menutup kedua telinganya sampai dirinya kembali. Ia menambahkan untuk tidak berbuat konyol tanpa seizinnya.
__ADS_1
Ruksa yang tak ingin berdebat pun, hanya menganggukkan kepalanya.
Dan beberapa menit kemudian, Ruslan kembali dengan raut wajah yang terlihat sumringah membuat Ruksa menaruh curiga.
" Apa yang kamu lakukan pada mereka? Mereka tidak di jadikan santapan Beruang itu bukan? " Tanya Ruksa untuk memastikan
Namun, Pria itu hanya tersenyum dan mengatakan padanya untuk tidak banyak bertanya.
*
Seminggu kemudian, Ruksa memutuskan kembali ke sekolah, tentunya dengan kondisi tubuh yang sudah sehat, meski sempat di larang, namun dirinya bersi keras untuk pergi ke sekolah.
Setelah kejadian di gunung itu, Dania pun langsung di larikan ke rumah sakit, dan dugaannya benar saja, peluru itu telah di olesi oleh sebuah racun yang cukup kuat, untungnya tubuhnya sudah terbiasa akan hal itu dan membuatnya mampu bertahan hidup hingga sekarang. Akan tetapi karena racun itu telah menyebar ke seluruh tubuh, membuat kondisi tubuh itu menjadi drop lalu jatuh ke dalam kondisi koma.
Setelah mengeluarkan semua isi racun di dalam tubuh Dania dan jatuh koma, sang Dokter mengatakan, ada kemungkinan, bahwa pasien akan bangun seminggu kemudian.
__ADS_1
Ruksa yang mendengarnya begitu lega, ia berharap bahwa tubuhnya akan baik-baik saja.
Untuk sementara waktu, dirinya tak akan menemui wanita itu. Selain karena penjagaannya yang semakin ketat, ia juga tak ingin melibatkan Dania untuk di masa depan yang akan datang.