
Cahaya mentari menyusup masuk dari balik tirai, Ruksa yang tak bisa tertidur sepanjang malam, merasa bahwa kepalanya terasa berat, pusing dan juga tubuhnya terasa sangat lemas membuatnya enggan beranjak dari ranjang rumah sakit yang terbilang cukup nyaman, akan tetapi, sebuah panggilan alam tidak membiarkannya bermalas-malasan. Meski enggan dan berat, namun mau tak mau Ruksa harus pergi menuntaskan panggilan alam tersebut.
Setelah menyelesaikan panggilan alamnya, Ruksa pun kembali dengan perasaan lega, namun tidak menghilangkan rasa pusing dan lemas yang menderanya, ia kemudian berencana untuk pergi ke sebuah kafe terdekat untuk mengisi energinya, akan tetapi dahi nya mengernyit, ketika mendapati sebuah amplop coklat yang tergeletak tepat di atas ranjang miliknya, ia kemudian mengedarkan tatapannya ke sekeliling, namun dirinya tak mendapati siapa pun di sana, kecuali Dania yang tengah tertidur pulas di atas sofa.
Merasa aneh dan penasaran, Ruksa pun langsung mengambil benda itu lalu memeriksa isi memeriksa amplop tersebut. Di dalam amplop tersebut terdapat sebuah sandisk otg berwarna hitam berbentuk kepala kucing, dan juga beberapa lembar photo dan sebuah surat DNA.
Tanpa membuang waktu, Ruksab kemudian mencari ponselnya dan memasukkan sandisk tersebut lalu memeriksa apa isi dalam sandisk tersebut, tak lupa ia menggunakan earphone, agar suaranya tidak membangunkan Dania yang tengah tertidur pulas.
Di dalam sandisk itu terdapat satu video yang membuat Ruksa terdiam lama setelah melihat isi dari video tersebut, ia tak pernah menyangka bahwa dirinya akan mendapat hadiah di pagi hari.
Dengan ini, ia bisa mencegah, Arga maupun Chandra mengambil perusahaan milik Ayahnya. Tenyata kerja sama mereka sangat bagus, hingga bisa memutar kepala siapapun, keduanya terlihat saling bertolak belakang, namun nyatanya, keduanya saling menutupi kesalahan masing-masing.
Yang satu menutupi kesalahan Anaknya yang ternyata musuh keluarga Wisesa yang selama ini di cari dan yang satunya, menyembunyikan sebuah fakta bahwa Ayahnya bukanlah Chandra Wisesa yang asli, karena Chandra Wisesa yang asli telah meninggal bersama dengan istrinya dalam insiden kecelakaan mobil.
__ADS_1
Meski Ruksa belum yakin, apakah semua ini benar atau salah? Namun ia bisa menggunakannya besok, tapi yang menjadi masalahnya sekarang adalah bagaimana ia masuk ke perusahaan, ia yakin, Arga pasti sudah memperkuat keamanan perusahaan agar dirinya maupun Dania masuk ke sana.
Kepalanya menunduk sembari menggigit ibu jarinya, kemudian berpikir untuk pergi diam-diam lalu kembali dengan selamat, namun saat berbalik ia di kejutkan oleh sosok Dania yang sudah berada di belakang tubuhnya sembari menatapnya dengan tatapan datarnya.
" Lo. . . Lo udah bangun? "
Kedua mata Dania menyipit menyadari gelagat aneh dari Ruksa yang terlihat sedang menyembunyikan sesuatu termasuk benda yang langsung di sembunyikannya di belakang tubuhnya. " Kakak sedang tidak merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuan ku bukan ? " Tanyanya.
' Sialan ketahuan. ' batin Ruksa.
Ruksa pun menghela nafas, lalu melemparkan ponsel di tangannya yang kemudian di tangkap baik oleh gadis itu.
" I. . .ini, kenapa Kakak memilikinya? "
__ADS_1
" Gue juga nggak tahu, tapi setidaknya kita tahu caranya menjatuhkan Arga, karena lo tahu kalau dia adalah bokap kandung lo, jadi gue memutuskan untuk pergi sendiri untuk menyelamatkan bokap gue, meski dia menyebalkan, tapi bagaimana pun juga darahnya mengalir di dalam tubuh gue." Terang Ruksa. " Gue nggak bermaksud menyembunyikannya dari lo hanya saja gue takut, lo nggak bisa mengatasi perasaan lo sendiri. " Tambahnya.
" Aku nggak apa-apa kok, lagi pula bagiku dia bukan Ayah ku, tapi persis yang kakak bilang, meski dia bukan ayah yang baik, tapi darahnya tetap mengalir di dalam tubuhku, maka dari itu, aku ingin mewakilkannya untuk meminta maaf. " Ucap Dania tiba sembari membungkukkan tubuhnya di depan Ruksa.
" Sudahlah, lo nggak perlu meminta maaf atas kesalahan yang nggak pernah lo lakukan. " Kata Ruksa, ia kemudian mengalihkan pembicaraan dengan membicarakan rencana untuk besok.
.
.
.
Esok paginya, di seluruh warga kota di gegerkan dengan berita tentang Bagaskara yang ingin menyerahkan jabatannya pada Arga, keponakannya, semua warga yang mengetahui hal tersebut merasa sangat heran, pasalnya bukankah pria itu memiliki seorang putri kandung? Lantas mengapa ia ingin memberikan jabatannya pada keponakannya dan bukan kepada anak kandungnya sendiri ? Dan satu pertanyaan yang besar, dimana keberadaan Ruksa sekarang?
__ADS_1
Menghilangnya Ruksa di moment terpenting, membuat semua orang bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada wanita itu. Ada yang bilang bahwa wanita itu meninggal dan akan di umumkan setelah penyerahan jabatan, ada pula yang mengatakan bahwa wanita itu di culik agar jabatan itu jatuh pada putra Chandra yaitu Arga.
Di dalam ruang rapat direksi, semua para pemegang saham tertinggi keluarga Wisesa saling berbisik dan berdebat tentang kebenaran artikel yang sudah beredar luas itu, mereka membutuhkan sebuah penjelasan.