
Laila hanya bisa mematung bak boneka kayu, ia tak tahu apa jadinya jika pelet yang di masukkan ke dalam makanan itu, dan makan lebih dari satu orang, apakah mereka yang memakannya akan jatuh cinta padanya?
Apakah itu hal buruk? Tentu saja itu buruk, pasalnya Aldan membagikan makanannya pada pecinta Anime/kartun. Dan Laila sangat tak menyukai mereka sejak dulu.
Baginya, mereka itu sangatlah tidak berakal, bagaimana bisa seseorang bisa mencintai sesuatu yang tak nyata? Tapi anehnya banyak sekali orang yang seperti itu dan sekolah tempatnya belajar adalah salah satunya.
' Tuhan, apa yang harus aku lakukan? ' batin Laila di dalam hati seraya membenturkan kepalanya ke atas meja berulang kali.
Di saat seperti ini Queensha selalu menghilang entah kemana?
Laila pun kembali membenturkan kepalanya di atas meja, tapi kali ini tak ada rasa sakit sedikit pun, ia pun mendongakkan kepalanya dan mendapati salah satu anggota dari pecinta Anime/Kartun atau lebih di kenal sebagai Wibu.
Kedua bola mata Laila pun seketika terbeliak ketika melihat sosok laki-laki berbadan kurus tengah berdiri di depannya,
Orang itu adalah Wildan, dia adalah pendiri klub pecinta Anime/Kartun, laki-laki itu memiliki wajah yang lumayan tampan dengan sepasang lesung pipit di kedua pipinya.
Sejenak Laila berpikir, bahwa laki-laki di depannya sangat manis, terlebih saat dia tersenyum dan memperlihatkan kedua lesung pipitnya.
Namun di detik berikutnya, Laila pun menggelengkan kepalanya dengan cepat lalu menyingkirkan pemikiran itu.
Tapi tunggu? Pria itu bukan salah satu yang memakan makanan buatannya kan? Tapi untuk apa dia menghampirinya? Sebab tak ada yang perlu di bicarakan dan juga mereka tak sedekat itu untuk saling bertukar kata.
Laila pun terdiam, mulai mengingat siapa saja yang memakan makanan buatannya.
Di detik berikutnya kedua bola matanya terbeliak, mengingat bahwa pria di depannya ini adalah termasuk salah satunya.
" Kamu Laila kan? " tanya Wildan.
Tanpa sadar Laila pun bangkit dari posisi duduknya, raut wajahnya terlihat gusar. " I-I-Iya, kenapa? "
Wildan pun tersenyum senang, ia pun memasukkan tangannya ke dalam saku celananya, mencoba mencari sesuatu.
Tubuh Laila tiba-tiba berkeringat banyak, tanpa sadar dirinya menelan salivanya.
__ADS_1
" Oh iya aku ingin. . .
" Laila! "
" Laila! "
" Laila! "
Tiba-tiba segerombolan anak laki-laki meneriaki namanya, mereka berjalan menghampiri Laila dengan sebuah tangkai bunga di setiap orang.
Tanpa sadar, tubuh Laila mundur beberapa langkah, ia tak mengira bahwa efek dari makanan itu akan sedahsyat itu, sebenarnya ke pada siapa saja Aldan membagikan makanan itu? Kenapa ini banyak sekali?
" Akh!!!
Laila pun berteriak sekeras mungkin lalu berlari sekencang mungkin menyusuri lorong seperti orang gila. Yang kemudian di ikuti oleh segerombolan anak laki-laki yang ingin mengutarakan perasaan mereka.
Berbeda dengan Wildan yang tertegun sejenak, ia pun hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, padahal ia berniat mengembalikan dompet milik Laila yang terjatuh di kantin saat dirinya tengah menerima sebuah panggilan dari Ayahnya.
Di sisi lain Aldan pun tertawa terbahak-bahak, ia tak menyangka bahwa dugaannya benar. Bahwa gadis itu berupaya menaklukkannya dengan cara klasik, dan juga ia tak pernah menyangka bahwa cara itu masih zaman di era ini.
Pendiam apanya, dia bahkan memiliki otak yang lebih bar bar darinya.
Flashback.
Karena melihat gerak gerik Laila yang mencurigakan, Aldan pun memotret bekal makanan itu dan mengirimkannya pada salah satu bawahan kakeknya. Meminta mereka untuk membuat makana itu semirip mungkin dan ia juga menambahkan untuk menggali informasi Laila, di mulai dari latar belakangnya serta apa yang dilakukannya beberapa hari kebelakang.
Tak perlu waktu lama baginya untuk mendapat informasi itu.
Dahinya tiba-tiba mengernyit ketika melihat salah satu data yang mengatakan bahwa keluarganya sangat mempercayai hal mistis hingga sekarang, bahkan gadis itu juga termasuk, di ketahui bahwa keluarganya masih menganut dan menjaga kepercayaan orang pada zaman dahulu. bahwa kemarin, gadis itu telah mengunjungi seorang dukun yang terkenal.
Tangan Aldan pun memangku dagunya, tatapannya jatuh pada kotak makanan itu. jari telunjuknya mengetuk tulang pipinya beberapa kali.
Apa mungkin gadis itu telah menaruh sesuatu ke dalam makanan itu? Tapi jika di lihat dari gerak geriknya yang mencurigakan, sepertinya dugaannya benar.
__ADS_1
Aldan pun terkekeh pelan, kepalanya menunduk, lalu ia mendongakkan kepalanya, menatap punggung Laila dengan tatapan dingin.
Beraninya dia berbuat seperti itu padanya. Baiklah jika itu yang diinginkannya maka Aldan akan memberikannya yang lebih spesial.
Setelah persiapannya telah selesai, dan bel istirahat sudah berbunyi, Alda pun langsung menarik tangan Ruksa dan membawanya ke kantin, di tengah perjalanannya menuju kantin, ia menukar makanan itu dengan makanan yang sudah dipesan sebelumnya.
Sesampainya di kantin, Aldan pun mengedarkan tatapannya, hingga tatapannya jatuh pada sekelompok laki-laki yang tengah asik menikmati makan siang.
" Boleh gabung nggak? "
Mereka pun saling bertukar pandang terlihat sangat tidak nyaman dengan kedatangan Aldan, hingga akhirnya Aldan memperlihatkan sebuah action figur, berbentuk seorang anak kecil berambut merah muda.
Seketika bola mata mereka berbinar, ketika melihat benda itu. Pasalnya action figur itu baru saja membuka slot pemesanan, dan belum masuk pasar. Mereka yang ragu pun langsung membiarkan Aldan dan juga Ruksa untuk bergabung.
Tanpa basa basi, mereka pun langsung menghujani Aldan dengan banyak pertanyaan, seperti. Apakah itu Asli? Bagaimana caranya mendapatkannya? Dan masih banyak lagi.
Melihat mereka yang antusias, Aldan pun menyunggingkan bibirnya, sebagai permulaan ia menawari mereka makanan dari kotak bekal makanan yang di bawanya.
Tanpa ragu mereka langsung memakannya seraya melanjutkan pembicaraan mereka, kecuali Wildan yang langsung pergi karena sebuah panggilan.
" Apa kalian sungguh menginginkan benda ini? " ujar Aldan seraya memamerkan action figur itu.
" Tentu saja. " timpal mereka secara serempak.
Aldan pun berdesis, tangannya memangku dagunya, " Kalian tahu kan Laila dari kelas 8A?
" Tahu. " timpal mereka kembali.
" Kalau begitu, bagi orang pertama yang memberikan mawar dan menyatakan cinta nya pada Laila, dan jangan lupa sebagai bukti, kalian harus merekam nya, jika salah satu dari kalian ada berhasil maka aku akan memberikan benda ini secara gratis di tambah dua karakter yang lainnya. " tawarnya.
Mendengar penawaran yang menggiurkan itu, mereka pun terdiam sejenak, sebenarnya uang bukanlah masalah besar, karena orang tua mereka sangat kaya, tapi masalah yang sebenarnya adalah bahwa mereka harus menunggu sampai pihak pabrik benar-benar menyelesaikannya.
Dan sekarang mereka tengah di hadapkan dengan sebuah pilihan, di mana mereka harus melakukan hal konyol, hanya untuk mendapatkan benda kecil itu.
__ADS_1
Setelah menimbang-nimbang, mereka pun akhirnya menyetujinya