
" Jawab aku, apa kamu pernah mencintaiku meski hanya sedikit?" wajah Ash serius
" Itu..." bingung
" Jawab saja, kumohon!" pinta Ash
" Aku selalu mencintaimu, tapi..." belum selesai bicara, tiba-tiba Ash memberikan kecupan singkat di bibir mungil Olivia, tampak senang dengan jawabannya. Olivia tertegun, ciuman pertamanya telah di ambil oleh Ash.
" Gantian," kata Ash dengan senyum jahil
" Apa? " tidak mengerti
" Tadi aku menciummu, sekarang giliranmu menciumku..." Kata Ash
" Bukannya sama saja? Kita kehilangan first kiss kita?" tanya Olivia dengan suara mengecil karena malu
" Sama, tapi yang mencium itu aku!" senyum menyeringai
" Gak kerasa tuh, singkat, cuma 3 detik!" kata Olivia meremehkan
" jadi mau selama apa?" goda Ash
" Ah, menyebalkan!" memukul-mukul pelan, tapi Ash hanya tertawa geli
" Gantian!" apa sebenarnya dia tidak puas? Batin Olivia.
__ADS_1
" Biar ku tebak! Kamu tidak puas dengan hanya ciuman satu kali saja, aku benar? " goda Olivia
" Tepat sekali, kamu itu pintar sekali haha..." Olivia secara tiba-tiba langsung menginjak kaki Ash dengan sekuat tenaga.
" ukhh, sakit sekali..." tapi Ash masih tersenyum, dia pernah merasakan sakit lebih dari ini ketimbang injakan anak kecil yang merajuk.
" Huh, aku yang injak memangnya bisa sesakit apa?" meninggalkan Ash
" Hey tunggu, kita baru saja berbuat romantis...jangan berakhir seperti ini...uhkk lumayan sakit sih injakannya haha..."
" Diam! Atau kupotong kakimu!" marah
" Pfft...aku hanya bercanda..." menyusul dengan cepat
" Ash paling bodoh! "
" Dih, percaya diri sekali," Memang tampan sih, batin Dira lalu tersenyum singkat
" Pfft..." tak kuasa menahan tawa melihat ekspresi yang di tunjukan Olivia, meski dalam hati ia tak percaya bisa melakukan itu pada Olivia, dan khawatir jika dirinya dianggap mesum.
" Mmm tadi, " Ash ingin menjelaskan, tapi tak tahu apa yang harus dijelaskan. Terbayang dalam pikiran, Ash yang sedang menejelaskan.
" Itu, aku bukan orang mesum!" kata Ash
" apa? " tidak mengerti
__ADS_1
" aku bukan orang mesum!"
"maksudmu?" takutnya malah akan salam paham dan canggung, aku akan seperti orang bodoh. batin Ash menghentikan khayalannya.
" Tadi itu mahal sekali ya! Harga untuk itu harus setimpal ingat itu!" Ash sudah yakin itu, dia hanya tersenyum pasrah
" Seharga apa?" memastikan beratnya harga
" Nyawamu, dirimu, ragamu, jiwamu!" kata Olivia tanpa memandang wajah Ash yang sekarang merona kembali
" Itu sih," itu sih sudah dari dulu, nyawa ini, diriku ini, jiwa ragaku ini, ku taruhkan untuk dirinya, itu sudah dari awal kita bertemu, sudah sekian lama, sudah jadi janjiku sendiri, Olivia kamu kemana saja? Hal seperti itu apakah baru sadar sekarang? Selama ini aku berusaha melakukan yang terbaik untuk menyenangkanmu. Batin Ash.
" Itu sih apa? " tanya Olivia
" Itu sih...Aku akan melakukan yang terbaik!" dengan semangat menjawab
" Besok aku main dengan buaya, kamu taruhkan saja nyawamu di sana!"
" Pfft...baiklah," tanggapnya sambil menahan tawa. Sedang disisi lain, Dira sedang membereskan buku-buku yang semuanya berantakan akibat Olivia.
" Uhh buku novelku tersayang, semua berantakan...mmm kami kembali? Secara tidak disengaja? Apakah kami akan bertukar jiwa kembali?" Dalam hati Dira sebenarnya sangat disayangkan karena ia baru saja bertemu dengan keluarga yang hangat, disana dirinya secara ajaib melupakan pahit kehidupan yang selama ini ia emban. Dengan cekatan semua buku kembali ke rak buku kecil itu.
" Selesai," Saat hendak keluar, pintu terkunci di luar, ini kerjaan Jena! Terka Dira. Ia masih punya beberapa kunci cadangan, Jena sudah tahu tempat persembunyiannya, kini Dira harus mencari tempat lain.
" Repot sekali, dasar sodara tiri!" Kesal, ia berkali-kali mencoba membuka kunci yang sedang macet.
__ADS_1
" Jahat sekali sih! Gimana kalau aku tidak pandai dan punya kunci cadangan? Apa aku akan mati disini?" Meringis dengan nasib yang sedari tadi berusaha membuka kunci tapi tetap macet.