Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa
123


__ADS_3

Selama perjalanan, Rusdi terus mendesak kakaknya untuk mengatakan rahasia yang di sembunyikannya, namun sang kakak memilih membungkam mulutnya dan memilih untuk menutup kedua mata dan telinganya. Lalu berpura-pura tertidur.


Akan tetapi, Rusdi tak menyerah begitu saja, ia terus mendesak kakaknya dengan pertanyaan yang sama.


Awalnya Ruslan tak peduli, namun, lambat laut ia kemudian menjadi jengah lalu mengatakan bahwa dirinya akan membuangnya ke laut, dan menjadikannya umpan hiu jika dia terus bertanya.


Walau Rusdi tahu bahwa semua itu hanya gertakan, tapi pernyataan itu mampu membuat bulu kuduknya berdiri dan membuatnya takut, dan pada akhirnya memilih bungkam.


Akan tetapi, sifat keras kepala dan keingintahuannya sangat besar, ia kemudian beralih kepada keponakannya, tapi sayangnya ia tetap tak mendapatkan jawaban yang diinginkannya, karena sang keponakan memilih cara yang sama, yaitu berpura-pura tidur pulas. Pada akhirnya Rusdi pun menyerah lalu kembali fokus menyetir.


Amar yang tak tahu apapun, hanya diam menyimak, ia merasa bahwa keberadaannya tidak di anggap sama sekali.


Sedangkan Dania yang duduk di samping Ruksa hanya terdiam tak berkata-kata, ia lebih banyak diam dari pada mengeluarkan suaranya tak peduli seberapa berisik kendaraan itu


" Mbak pusing? Mau minum obat? " Tawar Amar pada Dania karena merasa kasihan sekaligus ingin mendapat kawan untuk berbicara, namun gadis itu memilih untuk menggelengkan kepalanya sembari mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.


Amar pun menggaruk pipinya yang tidak gatal, ia kemudian memilih menatap pemandangan di balik jendela untuk menyembunyikan rona merahnya karena malu.

__ADS_1


Perjalanan pun menjadi sunyi, semua orang yang berada di dalam kendaraan itu saling terdiam dengan pikirannya masing-masing.


Tinggal beberapa menit lagi, mereka pun sampai di depan gedung perusahaan utama keluarga Wisesa


tiba-tiba Ruksa terbangun, ia menatap ke sekeliling dan merasakan bahwa ada yang tidak beres, ia kemudian berbisik pada Dania, untuk menanyakan apakah ada balasan dari Ismail?


Dania pun langsung menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


Seketika Ruksa terdiam berfikir, ia kemudian meminta Rusdi untuk putar arah.


Ruksa pun langsung menganggukkan kepalanya, ia juga mengatakan bahwa dirinya perlu asupan zat besi karena sudah banyak kehilangan darah.


Rusdi yang baru sadar dengan perkataan keponakannya, langsung menghentikan kendaraanya, menarik tangan sang keponakan, raut wajahnya memucat panik, ia kemudian memarahi sang kakak karena sudah menjadi ayah yang kejam dan tak perhatian.


" KIta ke rumah sakit sekarang, kenapa kamu tidak bilang? Seharusnya kamu mengatakannya sejak tadi, lupakan tentang keluarga Wisesa. kita ke rumah sakit dahulu. " ucapnya dengan tegas, tanpa menunggu persetujuan dari yang ,lain, Rusdi pun langsung membawa kendaraannya ke rumah sakit.


Setibanya di sana, Rusdi dan kekuasaannya, meminta direktur rumah sakit untuk menangani keponakannya secara langsung.

__ADS_1


Tak lama setelah itu. Segerombolan dokter dan beberapa perawat datang dan membawa Ruksa ku ruang VIP, selain melakukan cek darah, Rusdi meminta pihak direktur untuk melakukan operasi dan memintanya untuk mengembalikan semua kuku keponakannya yang telah di cabut.


Sang dokter yang mendengar permintaan tersebut, hanya bisa terdiam, pasalnya ia tak bisa mengembalikan kuku yang lukanya saja sudah mengering.


Tak ingin mempersulit keadaan, Ruksa pun angkat bicara dan mengatakan bahwa dirinya hanya membutuhkan makanan dan juga istirahat, selebihnya ia tak butuh, termasuk, operasi penempelan kuku.


" Kamu yakin? " tanya Rusdi memastikan.


Ruksa pun menganggukkan kepalannya sebagai jawaban, lalu meminta mereka untuk pergi meninggalkannya bersama Dania, ia mengatakan bahwa dirinya perlu berbicara empat mata dengannya.


" Baiklah, kalau begitu, tapi ingat, jika kamu membutuhkan sesuatu, katakanlah saja hanya pada pamanmu, jangan pada Ayah mu yang kejam itu. "


Merasa tersindir, Ruslan pun langsung mendelik tajam pada Rusdi, namun, pria itu terlihat tak takut sama sekali, dia malah membalas mendelik tajam ke arahnya.


Setelah memastikan bahwa semua orang telah pergi, Ruksa pun meminta Dania untuk menghubungi kembali Ismail, namun, pria itu tiba-tiba menjadi sulit di hubungi.


Meski tak ingin mengakui, namun feelingnya mengatakan bahwa tidak ada yang beres, tapi ia tak terkejut sama sekali, sebab ia sudah menduganya. Meski ia berhasil keluar dari tempat itu, pastinya Clara sudah memperhitungkannya. Satu-satunya kelemahannya saat ini adalah ia tak tahu bagaimana kondisi perusahaan Wisesa saat ini?

__ADS_1


__ADS_2