Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa
43


__ADS_3

Di sebuah mansion bernuansa serba putih, dengan tanah yang luasnya mencapai hampir dua puluh hektar, dengan padang rumput seluas lima hektar lengkap dengan danau kecil yang melengkapinya.


Jarak antara pintu gerbang dengan pintu utama terbilang cukup jauh, bahkan untuk mempersempit waktu, Memerlukan sebuah kendaraan agar bisa mencapai pintu utama yang memakan waktu kurang lebih Lima belas menit dengan kecepatan sedang.


Tak cukup sampai di situ saja, Puluhan kendaraan mewah seperti mobil dan motor keluaran terbaru, berjajar rapih di dalam garasi yang menyerupai sebuah Showroom pribadi. Setiap unit memiliki nilai hampir kurang lebih tiga miliar rupiah.


Terdapat pula sebuah taman bunga yang menyerupai labirin, dengan ukuran yang cukup luas, terletak cukup jauh dari mansion.


Kendati begitu, di balik keindahan serta kemegahan yang di miliki mansion tersebut, tersembunyi sesuatu yang menyeramkan yang terletak jauh di bawah tanah mansion tersebut.


Di dalam bawah tanah itu terdapat puluhan penjara berjejer di sana, setiap sel di isi dengan satu orang yang merupakan seorang musafir, yang mereka temukan dan di bawa dari jalanan.


Kebanyakan dari mereka merupakan korban bencana, korban perang, atau pun orang tua yang Sudah mengalami demensia. te


Tujuan mereka mengumpulkan para musafir, tak lain dan tak bukan adalah untuk di ambil organnya dan di jual ke luar negeri dengan harga yang cukup fantastis.


Awalnya para korban, di iming-imingi dengan beberapa kata yang sangat menggiurkan, seperti memberi meraka kehidupan yang layak serta di beri pekerjaan tetap, Bahkan mereka bisa memiliki jaminan masa tua.


Namun, semua itu hanyalah merupakan kebohongan belaka. Nyatanya, setelah di rawat dan di nyatakan sehat oleh pihak dokter, maka para korban pun akan di bawa ke dalam ruang bawah tanah mension itu untuk di bedah dan di ambil organnya.


Bisnis itu sudah berjalan setidaknya lima tahun yang lalu, pemilik bisnis itu merupakan seorang wanita cantik nan anggun bernama Clara Lauren, yang merupakan saingan dari keluarga Wisesa.


Usianya berada dua tahun lebih muda dari pada Ruksa.


Wanita itu tak hanya menjalankan bisnis organ saja, dia juga memiliki pabrik ganja yang di buat menyerupai sebuah permen kecil yang kini sudah meluas keberbagai daerah. Termasuk teritori keluarga Wisesa.


Meski pun ia melanggar batas usaha, namun ia tetap menjalankannya tentunya dilakukan secara sembunyi-sembunyi.


Tentunya semua itu Berkat usaha para ketua geng 12 Zodiak yang di buat Clara tiga tahun silam, meski terbilang baru. Namun para ketua Zodiak itu mampu membuatnya semakin kaya saja.


Akan tetapi, bisnisnya itu tak selamanya berjalan mulus. Di mulai dari Alvaro yang masuk rumah sakit serta Bara yang kini mendekam di penjara anak untuk menjalani hukuman. Akibat terlibat dalam judi manusia.


Clara yang melihat berita tersebut, tak bisa menahan amarahnya, ia pun menyapu minuman anggur yang berjejer di atas meja hingga berserakan di atas lantai.

__ADS_1


" Mali!!! " teriaknya dengan suara lantang.


Tak lama kemudian, Pria dengan jas serba hitam datang dengan membawa tablet di tangannya.


" Kumpulkan anak-anak sekarang!! " berangnya.


*


Di sebuah ruangan yang gelap, terdapat sebuah meja bundar berukuran besar yang memiliki lima belas kursi dengan satu kursi yang menjadi pusat perhatian.


Kursi itu memiliki desain, ukuran dan tinggi yang berbeda dengan yang lainnya.


Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir, semua pemimpin Zodiak berkumpul dalam satu ruangan. Kecuali Bara yang sudah di amankan polisi dan Alvaro yang masih di rawat di rumah sakit.


Semua yang hadir di sana menggunakan pakaian terbaik yang mereka miliki.


" Wah, wah sudah lama kita tak berkumpul seperti ini, kita harus berterima kasih pada Roland, tanpanya kita tak akan berkumpul seperti ini. " ucap Sayaka yang merupakan ketua dari Sagitarius.


Semua yang berada di sana pun terkekeh pelan dan menyetujui perkataan yang keluar dari mulut wanita itu.


Mikael yang sejak tadi menundukkan kepalanya, mengangkat kepalanya dengan tatapan netral. " Perlukah aku sampaikan padanya? Atau haruskah aku membawanya kehadapan mu secara langsung? " timpalnya dengan nada dingin.


" Tak perlu marah begitu EL, kita semua tahu bahwa Wira hanya bercanda, jadi jangan di masukkan ke dalam hati. " ujar Veda sang ketua Libra yang berusaha mendinginkan suasana. " Kita tahu bahwa EL kita sudah berusaha keras. " tambahnya.


Saat hendak menjawab, tiba-tiba Leon sang ketua Leo datang dan mengatakan bahwa Ibu alias Clara sudah datang.


Seketika suasana pun kembali sunyi, mereka pun mengunci rapat bibir mereka, lalu bangkit secara bersamaan. menundukkan kepalanya secara serempak.


" Selamat datang Ibu. " Ujar mereka secara bersamaan.


Clara dengan gaun besarnya, mengangkat kedua sudut bibirnya lalu menyuruh mereka untuk duduk kembali.


Tanpa membantah, mereka pun menuruti semua perkataan yang keluar dari mulut Clara.

__ADS_1


" Sudah lama kita tak berkumpul seperti ini, apa kalian semua baik-baik saja? " tanya Clara dengan nada lembutnya.


" Tentu saja, kami semua baik-baik saja. " Timpal Nagisa sang ketua Gemini. " Bagaimana dengan Ibu? Apa ibu baik-baik saja? " Tambah Nadira yang merupakan adik sekaligus saudara kembar dari Nagisa.


Clara pun kembali mengangkat kedua sudut bibirnya, ia pun mengatakan bahwa selama anak-anaknya ( para ketua Zodiak )


baik-baik saja, maka ia pun akan baik-baik saja.


Namun suasana hangat itu tak berlangsung lama, ketika wanita itu menceritakan tentang kasus penangkapan kemarin yang membuat salah satu anaknya Bara tertangkap.


Dalam hitungan detik, Atmosfir di sana berubah menjadi sangat suram dan mencekam.


Tak ada satupun dari mereka yang mau membuka bulut.


" EL, kemarilah. Datang lah kepada ibu. " Clara berkata


Dengan patuh, Mikael pun berjalan mendekat menghampiri wanita itu, menyandarkan kepalanya pada paha Clara layaknya seorang anak yang tengah menyesali perbuatannya.


" Kamu tahu apa kesalahan mu bukan? "


" Iya aku tahu.


" Kalau begitu bersiaplah akan hukuman mu. " ujarnya.


EL pun hanya bisa meneguk salivanya dengan kasar.


" Mali! Bawakan aku pecut. " ucapnya. " Buka lah baju mu. "


Meski tahu apa yang akan terjadi kepadanya, namun EL yang sudah tahu atas apa yang akan di dapatnya, hanya pasrah membuka setiap kancing baju atasnya hingga memperlihatkan tubuh polosnya yang memiliki sedikit otot di perutnya.


" Berlututlah. "


Dengan wajah pasrah EL pun berlutut seraya mengangkat kedua tangannya ke atas seraya menerima cambukan itu.

__ADS_1


Tak ada satupun dari mereka yang mau menghentikan atau pun membantu EL dari hukumannya.


Cambukan tiap cambukan, EL menerimanya dengan lapang dada, tak ada raut takut yang ada hanya raut penyesalan karena tak bisa mengatur bawahannya dengan baik dan benar.


__ADS_2