Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa
Eps. 16


__ADS_3

" Ah aku kenyang, makasih buat makanannya," tersenyum


" Mmm Dira, saat pertama kali melihatmu, aku tidak pernah sedikitpun tertarik padamu," senyum masam


" Baguslah, untuk apa tertarik padaku, toh dirimu juga bukan tipeku," senyum licik


" Haih blak-blakan banget ya," sebenarnya hatinya tidak enak mendengar bahwa dirinya bukan tipenya.


" Hmph hanya pada waktu tertentu, baiklah, pelajaran kedua akan di mulai, aku duluan..." Beranjak berdiri


" Yeah, saat ini perasaan dulu kayanya berubah..." Senyum


" Jangan bercanda denganku Gerand, aku sudah bilang kan, aih aku tidak ingin mengulangi perkataanku, ya sudah dulu ya "


" Dia beda banget sekarang," gumam sambil menyernyitkan salah satu alisnya


" Bergumam? Kaya bisikan, aku bisa dengar tau! Berubah palamu?" Meninggalkan, Gerand hanya tersenyum tipis melihat kepergian Dira. Beberapa menit kemudian, dikelas, pada jam pelajaran kedua, dibenak Olivia saat ini.


" Aku ga yakin, kenapa aku mau kedunia ini, apa karena keinginan tahuanku? Aku berada disini? Berdasarkan itu? Hais sejujurnya aku bukan orang yang suka mencari masalah, hal yang baru memang menarik hatiku, tapi tujuanku terlalu sederhana, aku juga ga mungkin jatuh cinta disini, akan gawat kalau Ash tau, bisa di bayangkan dia bakal...merinding aku, dia kaya cewek," Hela nafas


" Dira, tolong jawab pertanyaan ini!" Perintah guru


" Maaf pak guru, saat ini Dira tidak enak badan, kenapa tidak Jena saja yang jawab," lagian aku males mikir, batinnya.


" Loh kok aku?! Biasanya juga kamu," itu loh masalahnya aku masih gak paham, dalam hati panik


" Baiklah, silahkan Jena,"


" Ah?!" Sialan Dira! Gerutu dalam pikiran, yang pasti dirinya sudah melayangkan segela kutukan untuk Olivia yeah tentu saja Dira yang ada dalam pikirannya.


Setelah beberapa saat, jawaban Jena benar-benar salah.


" Tidak bukan itu jawabannya,"


" Ah maaf, aku masih belum paham," malu

__ADS_1


" Ada lagi yang mau jawab?" Tampang guru killer mulai terlihat


" Bisa aku mencobanya?"


" Ya Hiroshi, pertama kalinya ya, " senyum


" Ah benar, baru ada kesempatan sekarang," beberapa saat kemudian


" Yah jawaban yang tepat,"


" Terima kasih,"


" Baiklah kelas matematika cukup sampai disini," tak lama bell berbunyi tanda waktunya istirahat.


"..." Olivia mendekap meja, tidak ada alasan untuk pergi, dirinya sudah makan di traktir Gerand.


" Dira kamu tidak apa-apa?"


" Siapa?" Mata saling memandang


" Ya siapa kamu?" Dingin


" Eh? Kukira kamu hapal semua teman satu kelasmu,"


" Maaf, kamu masih baru bagiku,"


" Eh?"


" Eh apa?"


" Bukan apa-apa, bukannya murid baru itu mudah di ingat, apalagi satu ke.."


" Aku ga ingat ya mau bagaimana?"


" Ahahah, aku Hiroshi Ayaka, dari Jepang, namamu?"

__ADS_1


" Panggil saja Dira,"


" Lengkap?"


" Aku lupa," datar


" Hahaha, becanda ya?"


" Mukaku kaya becanda ya?"


" Enggak sih, kamu kenapa? Ku pikir kamu mudah diajak berteman ehehe, apa karena moodmu yang sedang jelek?"


" Ah sunny man, ceria begini kenapa tidak berteman? " senyum


" Ke kantin bareng yu?!" Merona, Semangat.


" Itu, aku ga mood," padahal sudah kenyang


" Oh, sayang banget,"


" Lain kali aja deh," sebenarnya males interaksi


" Oh okey," pergi


" Kaya Ash, gampang merona, eh tunggu, dia lagi ga suka sama aku kan? Dira maksudku? Pfft...Dira harus tau, ada yang suka sama dia, apa tanggapan nya?" Menutup mata.


" Dira, Dira cepatlah aku ingin beritahu kamu,"


" Ah ada apa? Ini aku sedang belajar,"


" Semangat, ahh iya, aku ingin beritahu,"


" Jangan dulu ya, tutor privatmu kayanya galak,"


" Ah dia malah langsung pergi, btw tutor privatku emang killer, kalo ga gitu aku mana mau belajar, haha payah," senyum.

__ADS_1


__ADS_2