
Hari Pernikahan.
Semua orang memasang wajah bahagia, sembari menunggu mempelai wanita siap, mereka saling bertukar kata atau saling menyapa satu sama lain.
" Selamat yah, gue nggak nyangka kalau lo nikah juga, gue pikir lo bakalan menduda sampai mati hahaha, " goda salah satu teman SMA Ruslan yang datang ke pernikahannya, pria itu memakai pakaian formal sembari menggandeng wanita muda yang merupakan istri muda barunya.
Ruslan yang sedang dalam mood baik, hanya tersenyum tanpa berniat membalas godaan temannya itu.
Sesuatu hal yang sangat langka bagi teman Ruslan itu, karena biasanya, dia hanya akan memasang wajah datar dengan tatapan dingin yang menusuk tulang setiap kali di goda oleh temannya.
Hal tersebut, membuat buku kuduk teman Ruslan itu meremang, pasangan itu pun ikut tersenyum canggung lalu memutuskan masuk ke dalam sesegera mungkin.
" Wah, wah lihat siapa pria tampan yang berbahagia ini? " Ujar Daniel yang baru datang dengan seorang wanita yang memiliki wajah manis dengan rambut sebahunya, keduanya tampak serasi dengan penampilan formal mereka.
Ruslan kembali tersenyum, menyambut pasangan itu dengan hangat sembari sesekali bersenda gurau hingga tak terasa acara utama pun akan segera berlangsung.
Di hadiri oleh tiga ratus tamu yang di hadiri oleh kerabat dekat dari pasangan masing-masing, pernikahan Ruslan dan Ruksa diadakan secara tertutup, mereka bahkan melarang para tamu memotret apalagi meng-upload nya tanpa seizin pengantin.
Saat acara sudah di mulai, semua cahaya yang ada di ruangan di matikan dan hanya menyisakan satu lampu, dimana cahaya itu akan menyorot kedatangan sang mempelai wanita.
Tak lama setelah semua cahaya lampu di matikan, sang pengantin mempelai wanita pun datang dengan mengenakan gaun pengantin jenis A-Line yang memperlihatkan setiap lekuk tubuh cantik nan jenjang dari sang pengantin mempelai wanita.
Kecantikan dan keindahan dari sang mempelai, membuat jantung siapa pun berdetak dengan kencang termasuk sang mempelai pria, jantung berdegup lebih kencang dari biasanya bahkan tanpa sadar tangannya telah basah oleh keringat dingin miliknya. Dia bahkan tak bisa menyembunyikan kegugupannya setelah sang mempelai wanita telah sampai di depannya.
Sang mempelai wanita hanya bisa menahan tawanya dalam diam, untuk pertama kalinya dirinya melihat wajah sang kekasih yang begitu gugup.
Keduanya kemudian saling mengikrarkan janji suci mereka di depan Sang pendeta dan tiga ratus undangan, lalu di tutup oleh ciuman manis dari kedua mempelai.
Lima tahun kemudian.
__ADS_1
Terdengar suara tangis seorang bayi yang menggema di seluruh ruangan, membuat sang ayah dan kedua kakaknya berlomba-lomba untuk siapa yang paling cepat datang dan menenangkannya.
Akan tetapi, meski sudah mengerahkan semua kekuatan, mereka tetap kalah cepat dengan sang ibu yang sudah sampai lebih dulu.
Ketiganya menghela nafas kecewa secara bersamaan.
" Sayang, kenapa kamu bisa lebih cepat dari pada kami? Bukankah kamu sedang memasak di dapur ? " Tanya Sang Suami yang masih tak terima dengan kenyataan.
Ruksa pun hanya terkekeh sembari menggelengkan kepalanya, sejak resmi menjadi istri Ruslan, kini hidupnya tak lagi sepi seperti dahulu.
Hari-harinya selalu di penuhi oleh canda tawa, meski terkadang Ruslan dan Aldan selalu bertengkar hampir setiap hari hanya karena masalah sepele, entah itu karena mereka tak sengaja memakai pakaian yang sama atau karena memperebutkan Atlanta, putra bungsu di keluarga mereka.
Dania dan Ruksa yang sudah bosan dengan tingkah keduanya hanya bisa menggelengkan kepalanya dan hanya membiarkan mereka berbuat sesuka hati mereka tak peduli jika keduanya harus baku hantam sekalipun, bagi mereka hal itu sudah seperti rutinitas setiap hari.
Akan tetapi, keduanya hanya akan berdamai dan bekerja sama ketika hal itu menyangkut keamanan keluarga mereka.
Ruksa yang tak pernah menduga akan kedatangan Alexa dan putranya sangat terkejut, pasalnya tak biasanya mereka datang sepagi ini kecuali jika ada sesuatu yang mendesak.
Dan benar saja, setelah menyantap sarapan pagi bersama-sama, Alexa tiba-tiba mengatakan bahwa dirinya akan kembali ke kampung halamannya sekaligus menetap di sana.
Ruksa yang mendengar hal tersebut sangat terkejut, pasalnya Alexa, tak pernah membicarakan kepergiannya ini dengan dirinya sebelumnya.
Alexa pun menganggukkan kepala dan membenarkan perkataan anak tirinya, ia juga meminta maaf akan hal itu, namun ia punya alasan tersendiri.
Sebenarnya, dirinya sudah merencanakan kepergiannya ini sebelum Ruksa dan Ruslan menikah, ia bahkan berencana pergi setelah acara pernikahan.
Namun, Ethan tiba-tiba jatuh demam dan sakit beberapa hari, hingga ia terpaksa menundanya dan merencanakan kembali kepergiaannya lain kali.
Tetapi, setiap kali ia berencana pergi, selalu saja ada masalah yang menghalanginya termasuk keberadaan Teresa yang saat itu tiba-tiba muncul dan membuat Ruksa harus kehilangan calon bayinya untuk kedua kalinya.
__ADS_1
Setelah mengetahui kejadian itu membuat, Ruslan, Dania dan juga Aldan menjadi murka, mereka bertiga kemudian memburu wanita itu bersama Zaiden dan Rajendra yang sejak awal ingin menangkap wanita itu.
Namun, menangkap wanita itu bukanlah hal yang mudah, pasalnya, Teresa sangat sulit di lacak dan juga di tangkap, hingga pada akhirnya mayatnya di temukan mengambang di salah satu sungai yang berada dekat di kediaman lama miliknya.
hal membuat Ruslan marah dan tak terima dengan kematian Teresa, pasalnya kematian wanita itu terlalu mudah dan seharusnya mendapatkan siksaan lebih dulu sebelum dia meninggal.
Alexa yang berpikir bahwa saat itu bukanlah waktu yang tepat untuk pergi, membuatnya memutuskan untuk menundanya kembali hingga akhirnya dirinya mulai merasa sudah tidak di butuhkan lagi, ia pun memutuskan untuk pergi.
Ruksa yang mendengar semua itu, tak bisa berkata-kata apalagi berusaha menahan kepergiaannya, meski di lubuh hatinya yang terdalam, ia tak menginginkan wanita itu pergi.
Selain dirinya mulai menerima keberadaan mereka, ia juga teringat akan wasiat sang Ayah untuk menjaga keduanya dengan tangannya sendiri.
Alexa yang menyadari akan perubahan sikap Ruksa hanya tersenyum, kedua tangannya menangkup tangan itu dan mengatakan bahwa keinginannya juga merupakan wasiat dari mendiang Bagaskara yang memintanya untuk bahagia.
" Jadi, lo nggak bahagia di sini? " Tanya Ruksa
" Tidak, aku bahagia kok, hanya saja aku ingin menjalani kehidupan orang biasa. Kamu pasti tahu kan kalau aku ini berasal dari rumah bordil, makanya kamu tak merestui hubungan kami, karena kamu mengira bahwa aku hanya menginginkan harta Ayah mu, " terang Alexa.
Ruksa pun terdiam tak menjawab, meski dalam hati ia tak menyangkal semuanya, memang, kesan pertama saat ia bertemu dengan Alexa adalah wanita itu tampak bajingan yang suka menguras harta dari pria yang di kencaninya.
Namun, Ruksa salah besar karena Alexa adalah satu-satunya wanita yang tulus mencintai Ayahnya dari sekian banyak wanita di dekat mendiang Ayahnya itu, wanita itu bahkan hampir kehilangan nyawanya hanya karena memberinya Flashdisk berisikan CCTV enam tahun yang lalu.
Terkadang, tak selamanya apa yang ia lihat adalah kebenarannya. Sama halnya dengan paman Chandra dan Arga yang menipunya habis-habisan dengan sikap baiknya.
Begitu pula dengan Alexa, yang awalnya terlihat jahat, namun ternyata, dia memiliki hati yang baik dan perhatian, bahkan saat dirinya dua kali kehilangan bayinya, wanita itu selalu menemani dan menghiburnya setiap hari.
Setelah mengantar Alexa pergi ke bandara, Ruksa memutuskan untuk mengunjungi makam Ayah dan juga keluarga Nisya. Di sana ia meminta maaf atas segala perbuatannya dan berjanji akan menjadi ibu yang baik bagi Dania, Aldan dan juga Atlanta.
Tamat.
__ADS_1