
Tubuh Ruksa sedikit tersentak, pasalnya ia tak pernah menduga, bahwa laki-laki di depannya tak menyangkal pertanyaannya itu, padahal ia hanya berniat bergurau, tak lebih dan tak kurang, namun siapa sangka ternyata laki-laki ini sudah memperhatikan Dania, tapi sejak kapan? Mungkin kah dia sudah memperhatikan Dania sebelum kecelakaan? Jika benar, lantas kenapa Mikael baru mendekatinya setelah kecelakaan?
" Kenapa dan sejak kapan? " Tanya Ruksa.
" Soal itu aku ggak bisa bilang sebab ini adalah sebuah rahasia. "
" Kalau rahasia, kenapa lo bilang ke gue?! Kalau emang, sejak awal lo nggak ada niatan buat ngasih tahu gue, lebih baik jangan membicarakannya sejak awal, lo sama aja sudah memberi harapan palsu ke gue. " Marah Ruksa yang mulai kesal dengan sikap Mikael, ia pun mendengus lalu kembali memainkan ayunannya dengan jarak yang cukup jauh, membuat tubuhnya melayang lebih tinggi.
Di sampingnya, Mikael terdiam menatapnya, lalu dengan satu tangannya ia berhasil menghentikan ayunan yang di naiki Ruksa yang tengah berjalan cepat.
" Akan ku katakan semuanya padamu. " Ucapnya tiba-tiba. " Tapi sebagai gantinya, jawab dengan jujur, untuk apa kamu datang kemari? Apa yang kamu cari di tempat seperti ini? ".
Ruksa terdiam, tapi di detik berikutnya ia menyeringai, sembari berkata bahwa dirinya sudah tak ingin tahu sama sekali tentang kenapa dan sejak kapan, laki-laki itu memperhatikannya, karena baginya, semua itu sudah tak penting. "
" Kalau aku bilang, semua ini berkaitan dengan orang tua kandungmu, apa kamu ingin mengatakannya? " Tanya Mikael yang berusaha meyakinkan Ruksa.
__ADS_1
Mendengar hal tersebut, tubuh Ruksa tertegun sejenak, ia menolehkan kepalanya, menatap wajah Mikael, di satu sisi ia merasa sangat bahagia, karena akhirnya bisa mengetahui siapa sosok Ayah Dania, tapi di sisi lain dirinya ingin mengetahuinya dengan kedua tangannya sendiri.
" Tidak perlu, akan ku cari tahu sendiri. " timpal Ruksa sembari membuang wajahnya.
" Dania, tak bisakah kamu mendengarkan ku sekali ini saja? Aku sungguh sangat mengkhawatirkan mu. Tempat ini sangat tidak aman untuk mu. Pikirkan tentang Ayah mu yang sedang menunggu dirimu di rumah.
" Lalu? " Tanya balik Ruksa dengan wajah datarnya, membuat Mikael terkejut di buatnya. " Seharusnya lo udah tahu dong, kalau yang ada di rumah gue itu bukan ayah kandung tapi ayah angkat. " tambahnya.
" Aku tahu, hanya saja. . . .
":Terima kasih atas perhatiannya, tapi sorry gue nggak bisa menuruti perkataan lo. " ucap Ruksa sembari bangkit dari ayunan itu, lalu berjalan pergi meninggalkan Mikael.
Di sepanjang jalan, tiba-tiba ia merasa bersalah, apalagi dari matanya Mikael, ia bisa melihat bahwa laki-laki itu jujur adanya.
Saat dirinya tengah di selimuti oleh rasa bersalah, , tiba-,tiba ia menemukan sesuatu yang tak terduga, ia melihat sekelompok remaja berpakaian seperti petugas medis, tengah mendorong sebuah troli berukuran besar, dari aroma yang tercium, Ruksa memastikan bahwa mereka membawa makanan berupa sebuah roti.
__ADS_1
Kedua matanya menyipit, menatap mereka dengan tatapan curiga, ia kemudian memutuskan untuk mengikuti mereka dari belakang, lalu membaur tanpa di sadari.
Mereka berjalan menuju sebuah gudang penyimpanan alat perkakas,
Ruksa pun mengernyitkan dahinya, kenapa mereka membawa jumlah makanan sebanyak ini ke sebuah gudang. Tapi ia kemudian mengerti ketika salah satu dari mereka menarik sebuah tuas yang berada di balik sebuah rak perkakas.
Seketika sebuah pintu menuju ruangan rahasia terbuka.
Ruksa ingin mentertawakan dirinya sendiri. Jika tahu jalan masuknya adalah di tempat ini, ia mungkin tak akan repot-repot masuk dan membaur dengan mereka.
Dengan hati-hati, mereka berjalan menuruni tangga. Lalu berjalan menyusuri lorong, kemudian menuruni tangga, berbelok lalu menuruni tangga lagi.
Dari belakang, Ruksa hanya berjalan mengikuti sembari mengamati dan mengingat rute yang sangat membingungkan itu.
Setelah memakan waktu sebanyak lima belas menit, Ruksa membelalakkan kedua matanya, ia begitu terkejut melihat pemandangan yang begitu mengerikan, bahkan untuk dirinya yang terlahir dari keluarga Mafia, pemandangan yang di lihatnya sangatlah menyeramkan bagaimana bisa seorang remaja seperti mereka memiliki banyak tahanan seperti ini.
__ADS_1