
Nisya tak pernah menyangka, bahwa dirinya akan di terima dengan mudah oleh keluarga ayah si jabang bayi. Padahal dirinya sudah mempersiapkan rencana lain jika dirinya di usir.
Namun, saat dirinya tengah mengandung, Candra Wisesa selaku ayah dari Arga, sekaligus calon Ayah dari calon bayinya.
Langsung menyambutnya dengan hangat, walau sempat tak percaya dengan apa yang dikatakannya, akan tetapi, setelah tes DNA keluar.
Pria itu pun langsung memeluknya seraya mengucapkan terima kasih.
Tak lama setelah itu, pria itu pun langsung membawanya kesebuah mansion mewah bernuansa santai dengan cat berwarna netral serta sebuah taman yang di isi tanaman hijau, yang bisa memanjakan kedua mata siapa pun yang melihatnya.
Meski Ayah si jabang bayi yang ada di dalam kandungannya entah pergi kemana, tapi Nisya tak peduli, selama dirinya bisa melarikan diri dari mereka itu sudah cukup.
Karena sejak awal dirinya tak pernah mengharapkan adanya kisah cinta yang sering terjadi di dalam drama atau pun dari novel yang di sering di bacanya. Sebab, yang ada di kepalanya waktu itu adalah bagaimana caranya bisa terlepas dari kondisi yang sedang menyulitkannya?
Di saat tengah berpikir, tiba-tiba dirinya terlintas akan Ayah si jabang bayi. Jika di lihat dari pakaian serta uang yang di terimanya kala itu, membuat Nisya bisa menebak, bahwa pria itu pasti bukanlah orang biasa.
Biarkan dirinya sesekali menjadi wanita pecinta uang, sebab ini demi kelangsungan hidup bayi di dalam perutnya.
Sebenarnya Nisya tak pernah menduga bisa mendapat perlakuan istimewa seperti ini.
Dirinya menempati sebuah Vila bergaya klasik Itali, dengan makanan serta pelayanan gratis. Tentunya Candra Wisesa sering mengunjunginya dengan membawa oleh-oleh di setiap kunjungannya.
Nisya yang mendapatkan perhatian setelah kembali dari neraka membuatnya terhanyut dalam kasih sayang pria itu.
Mungkinkah ini adalah balasan dari Tuhan karena sudah mau bersabar selama ini? Jika iya, maka Nisya akan sangat berterima kasih dan memutuskan untuk menjadi orang yang rajin.
Setelah rentetan kejutan yang di dapat Nisya, ia pun kemi dikagetkan dengan dua jabang bayi kembar yang bersemayam di dalam perutnya.
Pria itu pun kembali di buat bahagia. Memeluk Nisya dan memeluknya kembali.
__ADS_1
Hari demi hari ia lewati dengan indah, Bulan pun terus berganti bulan. Akan tetapi,di saat kandungannya yang menginjak empat bulan, dirinya mulai merasa bahwa ada yang salah dengan sang Kakek si kembar yang ada di dalam kandungannya.
Sebab, pria itu tak lagi menemui atau pun sekedar mengunjunginya seperti yang dilakukan biasanya.
Namun, Nisya tak memasukkannya ke dalam hati, ia mengira mungkin pria itu sedang sibuk dengan urusannya.
Bulan bun berganti bulan, perutnya yang kecil pun sudah berubah menjadi buncit, membuatnya kesulitan untuk bergerak
Hari persalinan pun semakin dekat. Namun ia masih belum melihat kehadiran dari pria tua itu. Biasanya sesibuk apapun pria itu? Pasti pria itu akan menyempatkan diri. Akan tetapi, pria itu sudah tak terlihat lagi.
Pikiran-pikiran buruk pun mulai memenuhi isi kepala Nisya, mungkinkah pria itu sudah tak menginginkan dirinya beserta anak-anak yang ada di dalam perutnya?
Untuk menenangkan pikirannya, Nisya memilih untuk berjalan-jalan sejenak. Namun tiba-tiba, air ketubannya pecah, membuatnya shock, ia lupa bahwa hari itu adalah hari di mana si kembar lahir.
Beruntung seseorang pelayan yang di siapkan untuk melayani serta menemaninya langsung bergerak gesit untuk meminta bantuan.
Tak perlu membutuhkan waktu lama, beberapa orang mulai mendatanginya dan membawanya ke ruang bersalin yang sudah di siapkan sebelumnya.
Namun, berkat usaha yang dilakukannya, membuatnya mampu berhasil melewati semua itu dan melahirkan kedua putra putrinya.
Tak lama setelah dirinya selesai bersalin, Candra pun tiba-tiba datang, Nisya yang sudah menganggap pria itu sebagai kakeknya merasa sangat senang dan bahagia.
Dengan wajah berserinya, ia dengan bangga memperlihatkan kedua bayi kembar tidak identiknya. " Kakek, lihatlah mereka begitu cantik dan tampan bukan? "
Kedua sudut bibir Candra pun terangkat ke atas, tangannya yang besarmenyentuh bayi laki-laki yang merupakan sang adik." Tentu saja, dan tugasmu cukup sampai di sini? "
Seketika, tubuh Nisya sedikit tertegun, ia merasa ada kesalahannya dengan kedua telinganya, ia pun berbalik dan menatap pria itu dengan tatapan heran. " Apa maksud kakek? "
" Maaf, aku sudah tidak menginginkan mu lagi, sebab yang aku inginkan adalah cucu-cucu ku, dan sekarang mereka sudah lahir jadi aku sudah tak membutuhkan mu." terangnya, ia juga
__ADS_1
" Kenapa? Bukankah sebelumnya kamu mengatakan bahwa kita. . .
" Kamu pikir aku mau menerima wanita kotor seperti mu di dalam keluarga ku?! Jangan bercanda, jika bukan karena putra ku yang seorang gay, aku tak sudi menerima kalian. " sela pria itu dengan tatapan marahnya.
Nisya yang masih dengan rasa keterkejutannya, hanya diam mematung.
Jadi semua itu palsu? Patut saja, pria itu mulai berhenti mengunjunginya, Nisya menduga, bahwa pria itu pasti sudah tahu jika dirinya berasal dari sebuah tempat hiburan malam,.
Sungguh takdir begitu kejam terhadapnya, dosa apa yang di perbuatannya di masa lampau hingga di masa ini dirinya harus menerima bertubi-tubi cobaan yang menghampirinya . " Kalau begitu, kembalikan anak-anak ku. "
" Anak-anak mu? Sejak awal mereka bukan milik mu. " timpal Candra.
Kedua tangan Nisya pun mengepal dengan erat, kepalanya menunduk. Lalu menatap kedua wajah si kembar secara bergantian.
" Pergilah, dan jangan kembali, jika kamu melakukannya, maka aku bisa menjamin seluruh hidup mu. Bagaimana dengan lima miliar? Apa kamu mau pergi dan menerimanya? " tawarnya..
Nisya pun menolehkan kepalanya. " Tentu saja . . . Aku menolaknya,
Cuih, Nisya meludahkan air liurnya tepat di wajah Candra Wisesa, membuat salah satu alis pria itu berkedut.
Lalu pria yang berada di belakang pria itu mencoba memukul Nisya, namun, Candra menghalanginya.
" Kenapa? Bukan kah dengan uang itu kamu bisa melunasi semua hutang keluarga mu dan memulai kehidupan yang baru, kemudian kamu bisa menikah dan punya anak lagi. Mudah bukan, lantas apa yang membuat mu marah? "
" Selama ini aku sangat mengagumimu, ternyata aku salah. kamu tak lebih busuk dari anak mu. Memang buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. "
" Apa maksud mu? "
Tanpa memberi mereka aba-aba, Nisya pun langsung memecahkan cermin hingga berserakan di lantai.
__ADS_1
Nisya yang tak suka membuang waktu, langsung mengambil salah satu dari bayi kembarnya. Ia mengancam, jika salah satu dari mereka ada yang berani mendekat, maka ia tak segan-segan akan membunuh bayi di pangkuannya