
" Ugh kenapa aku merasa kangen, cih Ash bodoh, buat apa kangen sama dia?" Senyum malu
" Yo Dira, ternyata benar,"
" Ge? Huh? Aku tidak ingat," paling tidak suka mengenal orang yang tidak begitu penting menurutnya.
" Tidak ingat apa?"
" Kamu, mmm Ge?"
" Aih kapan aku ganti nama, aku Gerand" mencibir
" ah maaf, rasanya kamu tidak begitu penting,"
" Ehh apa apaan? Aku merasa aneh,"
" Berisik, diam saja kalau tidak tau!"
" Mmm moodmu kalau sedang jelek berubah ya, jadi..."
" Mhm?"
" Preman galak, kurasa,"
" Sangat..." Diam
" Sangat?" Gerand bingung
" Cerewet!! Aku baru tau kamu seperti perempuan, aku rasa," hendak menendang kaki kirinya, tapi Gerand berhasil menghindar.
__ADS_1
" Eh bukan begitu, ah hampir saja"
" Makanya diam saja, bodoh banget..." Mood tidak jelas, Olivia Meninggalkan Gerand.
" Eit tunggu,"
" Apa, lagi?!"
" Sepertinya kamu belum makan, kita yeah...apa sedang..."
" Aku baik-baik saja, dan tidak sedang datang bulan,"
" Kenapa bolos? Kamu itu kan,"
" Aih apa urusannya denganmu?"
" ..." Dia berbeda, dia seperti waktu itu, menyerang kami, bukan pada saat, ada apa sebenarnya? Batin Gerand.
" Ah, aku tidak benar-benar lapar, tapi boleh juga,"
" Apa yang terjadi, kenapa kamu membolos?"
" Itu... sepertinya bukan urusanmu?!" Dingin
" Ah ahaha benar juga,"
" Alasan kamu membuli orang lain, apa alasannya?" Gerand tersenyum lembut, diam.
" Oh, tidak mau bicara?"
__ADS_1
" Rasanya itu juga bukan urusanmu,"
" Iya nih, aku lupa," senyum
" Hah," Hela nafas
" Kamu juga membolos,"
" Itu biasa kan? Kalian semua tau itu," senyum muram
" Oh, benar, mana mungkin seorang pembuli sepertimu teladan,"
" Iya, haha"
" Tapi, kamu sebenarnya tidak mau seperti itu, kamu tau itu menyakitkan, kamu juga paham rasanya,"
" Mmm, mungkin"
" Dimana teman-temanmu?" Tanya Olivia
" Aih, mereka ya? Aku juga tidak tau haha" tersenyum. Disisi lain, teman sekomplotannya sekaligus sekelasnya Gerand, pada saat ini, mereka tengah di uji.
" Arghhh, dia ngomong apa sih? Aku ga paham" kata Zain
" Kenapa dia ngomong terus? Dia ga cape? Guru mahkluk yang luar biasa,"
" Ahh yang bener nih?"
" Gerand, dia...." Jack meringis
__ADS_1
" Membunuh kita" tatapan kosong.
Semoga para pembaca tidak bosan dengan ceritanya^^