Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa
Eps. 14


__ADS_3

" Ugh kenapa aku merasa kangen, cih Ash bodoh, buat apa kangen sama dia?" Senyum malu


" Yo Dira, ternyata benar,"


" Ge? Huh? Aku tidak ingat," paling tidak suka mengenal orang yang tidak begitu penting menurutnya.


" Tidak ingat apa?"


" Kamu, mmm Ge?"


" Aih kapan aku ganti nama, aku Gerand" mencibir


" ah maaf, rasanya kamu tidak begitu penting,"


" Ehh apa apaan? Aku merasa aneh,"


" Berisik, diam saja kalau tidak tau!"


" Mmm moodmu kalau sedang jelek berubah ya, jadi..."


" Mhm?"


" Preman galak, kurasa,"


" Sangat..." Diam


" Sangat?" Gerand bingung


" Cerewet!! Aku baru tau kamu seperti perempuan, aku rasa," hendak menendang kaki kirinya, tapi Gerand berhasil menghindar.

__ADS_1


" Eh bukan begitu, ah hampir saja"


" Makanya diam saja, bodoh banget..." Mood tidak jelas, Olivia Meninggalkan Gerand.


" Eit tunggu,"


" Apa, lagi?!"


" Sepertinya kamu belum makan, kita yeah...apa sedang..."


" Aku baik-baik saja, dan tidak sedang datang bulan,"


" Kenapa bolos? Kamu itu kan,"


" Aih apa urusannya denganmu?"


" ..." Dia berbeda, dia seperti waktu itu, menyerang kami, bukan pada saat, ada apa sebenarnya? Batin Gerand.


" Ah, aku tidak benar-benar lapar, tapi boleh juga,"


" Apa yang terjadi, kenapa kamu membolos?"


" Itu... sepertinya bukan urusanmu?!" Dingin


" Ah ahaha benar juga,"


" Alasan kamu membuli orang lain, apa alasannya?" Gerand tersenyum lembut, diam.


" Oh, tidak mau bicara?"

__ADS_1


" Rasanya itu juga bukan urusanmu,"


" Iya nih, aku lupa," senyum


" Hah," Hela nafas


" Kamu juga membolos,"


" Itu biasa kan? Kalian semua tau itu," senyum muram


" Oh, benar, mana mungkin seorang pembuli sepertimu teladan,"


" Iya, haha"


" Tapi, kamu sebenarnya tidak mau seperti itu, kamu tau itu menyakitkan, kamu juga paham rasanya,"


" Mmm, mungkin"


" Dimana teman-temanmu?" Tanya Olivia


" Aih, mereka ya? Aku juga tidak tau haha" tersenyum. Disisi lain, teman sekomplotannya sekaligus sekelasnya Gerand, pada saat ini, mereka tengah di uji.


" Arghhh, dia ngomong apa sih? Aku ga paham" kata Zain


" Kenapa dia ngomong terus? Dia ga cape? Guru mahkluk yang luar biasa,"


" Ahh yang bener nih?"


" Gerand, dia...." Jack meringis

__ADS_1


" Membunuh kita" tatapan kosong.


Semoga para pembaca tidak bosan dengan ceritanya^^


__ADS_2