
Aldan adalah merupakan salah satu keturunan dari keluarga Wisesa. Bukan rahasia umum lagi bahwa anak laki-laki itu merupakan anak hasil dari hubungan yang tak sengaja akibat pengaruh minuman alkohol.
Di malam yang begitu panas, Arga yang tengah bertengkar dengan pacar lelakinya, tak sengaja melampiaskan nafsunya pada seorang wanita yang tak di kenal.
Sebulan kemudian, wanita yang di tidurinya itu datang dan meminta pertanggung jawaban. Namun Arga tak bisa melakukannya sebab ia seorang Gay.
Awalnya Arga berpikir bahwa wanita itu telah menipunya, namun setelah membawanya untuk tes DNA. Ia pun tak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa meminta bantuan kakeknya.
Sang kakek yang sudah tahu akan tabiat cucunya, hanya bisa mengelus dadanya. Namun kali ini dia tak marah, malah dia begitu bahagia. Sebab garis keturunannya masih bisa berlanjut.
Meski anak itu merupakan hasil dari ketidaksengajaan. Namun Kakek Arga akan menerima calon cicitnya itu. Akan tetapi ia tak bisa menerima ibunya, sebab selain dari kaum bawah. Wanita itu juga merupakan seorang penghibur malam.
Akhirnya ia memutuskan untuk memberi wanita itu uang sekitar lima miliar sebagai kompensasi, tentunya dengan syarat bahwa wanita itu tak boleh mendekati cucu dan cicitnya apalagi menyentuhnya, meski pun itu hanya sehelai rambut saja.
Jika wanita itu mengingkari janjinya, maka kakek Arga akan memberinya sebuah kematian yang begitu mengerikan.
Karena tak memiliki pilihan, akhirnya wanita itu pun menyetujuinya lalu pergi dan tak pernah kembali, tepat setelah melahirkan putra kecilnya.
Meski anak laki-laki itu sangat di sayang oleh kakeknya, namun sayangnya ayahnya sangat membenci dirinya.
Karena kehadirannya yang tak di sengaja itu membuat hubungan Arga dengan sang kekasih menjadi retak. Dia pun memutuskan untuk menetap di luar negeri dan tak pernah kembali.
Aldan pun tumbuh tanpa kasih sayang, meski hal itu ia dapat dari kakeknya. Namun, karena kesibukan yang di miliki oleh sang kakek, membuatnya hanya bisa menerima sedikit kasih sayang.
Karena kurang perhatian tersebut membuat anak laki-laki itu menjadi sosok pendiam dan tak banyak bicara.
Meski tak pernah berbicara dan jarang bertemu, namun Ruksa diam-diam menaruh perhatian pada Aldan. Sebab dirinya merasa bahwa anak laki-laki itu berbeda dengan saudara yang lainnya yang haus akan harta.
Namun Ruksa tak pernah menyangka bahwa anak laki-laki itu telah menyembunyikan kehidupan lain yang begitu menyedihkan. Dan tak ada siapa pun yang menyadari hal tersebut
__ADS_1
Jika jiwanya tak tertukar, mungkin saja dirinya tak akan pernah tahu akan hal yang di sembunyikan anak laki-laki itu
Hatinya begitu teriris-iris melihat tubuh kerontangnya dengan luka lebam di seluruh tubuhnya tengah di pukuli secara brutal, bahkan lebih parahnya tak ada yang mau membantu atau pun menghentikannya.
Jika bukan karena EL yang menghalanginya, mungkin ia sudah membabi buta memukuli tubuh dan wajah mereka semua yang berada di sana.
Pada akhirnya ia tak bisa fokus membawa laju sepedanya, ia pun memutuskan berhenti sejenak lalu merogoh ponselnya dan menghubungi Dania.
Dania yang tengah terlelap tidur terlonjak kaget, ketika ponselnya terus berdering, ia pun menyipitkan matanya dan melirik jam yang masih menunjukan waktu pukul 01:00 dini hari.
Dengan susah payah, gadis itu berusaha mengumpulkan nyawanya lalu menerima panggilan itu dengan kondisi setengah sadar.
Dahinya mengernyit ketika mendengar permintaan Ruksa yang menyuruhnya untuk pergi kesebuah perempatan yang terletak tak jauh dari tempat sekolahnya berada.
" Tapi ini masih dini hari. "
" Pergi sekarang juga! "
Di sepanjang perjalanan, Dania tak bisa berhenti berpikir, ia masih tak mengerti dengan keinginan wanita itu yang menyuruhnya keluar pada waktu dini hari ini.
Di tengah perjalanan, Ruksa pun mengirimkan sebuah poto seorang anak laki-laki yang seusia dengan Dania. Wanita itu menyuruhnya untuk menjemput sosok anak laki-laki dalam poto tersebut.
Dania yang tak ingin kena marah lagi hanya bisa menuruti semua keinginan Ruksa.
Hanya membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit, Dania pun sampai di sebuah tempat yang di tunjukan oleh Ruksa.
Dari arah yang bersebrangan dengan kendaraan yang dikendarainya, Dania tiba-tiba menangkap sesosok yang mirip dengan sosok yang ada di dalam poto.
Untuk memastikannya seratus persen. Dania pun beranjak dari tempat duduknya, lalu keluar dari kendaraannya, berjalan menghampiri anak laki-laki itu seraya memastikan bahwa sosok itu adalah sosok yang sedang di tunggunya.
__ADS_1
Saat jarak mereka yang hanya berkisar dua langkah lagi, anak laki-laki itu tiba-tiba jatuh pingsan, beruntung Dania yang tak jauh dari sana berhasil menahan tubuh itu.
" Hey kamu tidak apa-apa? " tanya Dania seraya menepuk-nepuk pipi anak laki-laki itu.
" Ka . . . kak Ruksa. " Lirihnya lalu pingsan kembali di atas pangkuan Dania.
Tanpa membuang waktu, Dania pun membawa anak laki-laki itu ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Dengan di bantu oleh Ismail, keduanya membawa tubuh anak laki-laki itu dengan kecepatan maximal.
Setibanya di sana, para dokter pun datang menghampiri dan membawa anak laki-laki itu keruang IGD untuk mendapatkan perawatan.
Setelah menunggu kurang lebih satu jam, seseorang dokter yang menangani anak laki-laki itu pun akhirnya keluar dan mengatakan bahwa dia perlu di rawat inap jalan selama kurang lebih satu bulan, sebab cedera yang di dapatnya amat parah. Bahkan setengah dari tulang rusuknya telah patah.
Beruntung anak laki-laki itu segera di bawa ke rumah sakit, jika telat sedikit saja mungkin saja salah satu rusuknya bisa mengenai jantung dan bisa berakhir dengan kematian.
Sang dokter pun kemudian menanyakan hal buruk apa yang menimpa anak itu, Dania yang setengah jujur setengah berbohong mengatakan bahwa dirinya tak tahu menahu, sebab ia tak sengaja menemukan anak laki-laki itu di pinggir jalan.
Dokter itu pun akhirnya tak lagi bertanya, dia memberitahukan pada Dania untuk memberitahukan kepada kedua orang tua anak tersebut untuk segera memindahkan anak itu keruang ICU untuk menjalani perawatan intensif.
Tubuh Dania sedikit membungkuk seraya mengucapkan terima kasih. Dan mengatakan bahwa dirinyalah yang akan menangani semua biaya anak itu.
Setelah selesai dengan segala urusannya, Dania pun mengabari pada Ruksa bahwa anak itu sekarang tengah berada di ruangan ICU untuk mendapatkan perawatan.
" Tapi siapa dia? Kenapa repot-repot untuk menolongnya? "
" *Ceritanya cukup panjang, Selepas sekolah nanti gue bakal ke sana dan ngejelasin siapa dia. "
Tut tut tut* Panggilan pun berakhir dengan Ruksa yang menutup telepon itu terlebih dahulu, Dania pun menatap layar ponselnya yang sudah mati, salah satu tangannya hanya bisa mengelus dadanya dan bersabar menghadapi wanita itu yang selalu menyuruhnya untuk melakukan yang tak pernah terduga.
__ADS_1
Ia pun kembali ke tempat anak laki-laki itu di rawat, seluruh tubuh anak laki-laki itu telah di penuhi oleh selang-selang. Tak hanya itu saja, bahkan di seluruh tubuhnya terdapat banyak lebam-lebam.
Kedua tangan Dania terkepal dengan erat, kenapa? Selalu saja kaum lemah yang selalu ditindas dan diperlakukan secara tidak adil oleh dunia ini. Jika jiwanya tak tertukar. Mungkinkah dirinya akan berakhir seperti anak laki-laki ini?